Puasa

Puasa Ramadan: Amankah jika Penderita Diabetes Mengonsumsi Kurma?

April 13, 2021 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Bulan Ramadan identik dengan buah kurma sebagai hidangan di saat berbuka puasa. Rasanya yang manis cocok untuk sajian setelah satu hari berpuasa. Namun, apakah rasa manis dari buah kurma aman untuk penderita diabetes? 

Beberapa orang dengan diabetes mungkin mengkhawatirkan keamanan mengonsumsi buah kurma. Ada kekhawatiran kurma bisa memengaruhi kadar gula darah mereka. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai keamanan mengonsumsi kurma bagi orang dengan diabetes. 

Bolehkah orang dengan diabetes berbuka puasa dengan kurma?

Kurma adalah buah manis yang menjadi sumber alami fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang ditemukan dalam buah. 

Di dalam setiap kurma kering dengan berat sekitar 24 gram, mengandung 67 kalori dan sekitar 18 gram karbohidrat.

Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi menjadi perhatian untuk orang dengan diabetes. Karena asupan karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah penderita diabetes. 

Namun ternyata, menurut Healthline, jika dimakan dalam jumlah sedang, kurma justru bisa menjadi makanan sehat bagi penderita diabetes. 

Meski memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, tetapi kurma juga mengandung serat yang baik. Yaitu sebanyak 2 gram serat dalam satu buah atau setara dengan 8 persen dari nilai harian yang disarankan. 

Serat membantu tubuh menyerap karbohidrat lebih lambat. Ini hal yang penting bagi penderita diabetes. Semakin lama karbohidrat dicerna, semakin kecil kemungkinan gula darah melonjak setelah berbuka puasa. 

Kurma dan kadar gula darah

Indeks glikemik (GI) adalah ukuran yang dijadikan patokan seberapa besar makanan memengaruhi kadar gula darah seseorang. Biasanya diukur pada skala terendah di angka 0 dan tertinggi di angka 100. 

Makanan dengan GI rendah adalah makanan dengan GI 55 atau di bawahnya. Angka GI 56 hingga 69 masuk kategori sedang dan 70 ke atas menandakan GI yang tinggi.

Gula murni dianggap memiliki GI tertinggi, memiliki nilai GI 100. Oleh karena itu, orang dengan diabetes sebaiknya memilih makanan dengan GI yang rendah, karena makanan itu tidak menyebabkan fluktuasi gula darah dan kadar insulin yang tidak signifikan.

Kabar baiknya, meski memiliki rasa yang manis, kurma ternyata termasuk ke dalam makanan dengan GI yang rendah. Yang artinya, selama dikonsumsi dalam jumlah yang sedang, kurma aman bagi penderita diabetes. 

Saran mengonsumsi buah kurma bagi penderita diabetes

Sebuah studi meneliti 50 gram kurma dan 5 varietas kurma yang umum dikonsumsi. Umumnya kurma memiliki GI yang rendah, ada di angka sekitar 44 dan 53. Perbedaan itu tergantung dari jenis kurmanya. 

Setelah dikonsumsi, ternyata tidak ada perbedaan mencolok setelah dikonsumsi oleh orang dengan diabetes atau tanpa diabetes. 

Meski begitu, disarankan untuk makan kurma tidak lebih dari satu atau dua buah sekaligus. Saran berikutnya adalah, jika ingin mengonsumsi kurma sebaiknya diimbangi dengan makanan kaya serat atau sumber protein. 

Makanan seperti kacang-kacangan adalah sumber protein yang bisa membantu tubuh lebih lambat mencerna karbohidrat yang berasal dari kurma. Dengan begitu dapat membantu mencegah lonjakan kadar gula darah dalam tubuh.

Penelitian yang mendukung penderita diabetes dapat mengonsumsi kurma

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa kadar GI kurma yang rendah tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Ada sejumlah penelitian yang mendukung klaim tersebut, di antaranya:

Studi kecil pada 2011 mendukung bahwa makan kurma dalam jumlah sedang aman bagi penderita diabetes. Bahkan penderita diabetes tidak mengalami lonjakan gula darah yang dramatis setelah mengonsumsi 7-10 kurma. 

Studi kecil lainnya pada 2018, yang menyelidiki empat jenis buah kering, termasuk kurma, dan pengaruhnya pada gula darah. Hasilnya, roti putih ternyata lebih berpengaruh pada kadar gula darah dibanding kurma. 

Penelitian lainnya pada 2015 melakukan riset terhadap15 penderita diabetes yang mengonsumsi 15 gram karbohidrat dari kurma, kismis atau gula. Hasilnya, makanan tersebut tidak memengaruhi kadar gula darah setelah makan, dalam waktu 30, 60 atau 120 menit. 

Dari penelitian juga mencatat bahwa kurma dan kismis ternyata lebih bergizi daripada gula biasa. Menjadikannya pilihan camilan yang tepat. 

Catatan bagi penderita diabetes yang berpuasa

Selalu konsultasikan kondisimu terlebih dahulu dengan dokter. Sejumlah orang dengan diabetes membutuhkan dukungan insulin untuk menjaga kadar gula darah mereka. 

Berpuasa mungkin membutuhkan perubahan jadwal atau perubahan jenis insulin yang digunakan. Karena itu dibutuhkan saran atau rekomendasi dari dokter jika kamu ingin menjalankan puasa di sepanjang bulan Ramadan. 

Demikian informasi seputar diabetes dan keamanannya mengonsumsi buah kurma untuk hidangan berbuka puasa. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 12 April 2021
Can People with Diabetes Eat Dates?
Medical News Today, diakses 12 April 2021
Can dates help with managing diabetes?
FoodData Central, diakses 12 April 2021
Dates
Cleveland Clinic Abi Dhabi, diakses 12 April 2021
Important tips for people with diabetes in the Holy Month

    register-docotr