Kesehatan Pria

Rajin Ejakulasi Bikin Kamu Terhindar dari Kanker Prostat

September 16, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Banyak teori yang menyebutkan jika pria harus sering ejakulasi agar terhindar dari kanker prostat. Teori ini sebenarnya bukan bualan, karena nyatanya beberapa penelitian pun menganjurkan hal tersebut.

Prostat sendiri merupakan bagian dari organ reproduksi yang menghasilkan cairan untuk ejakulasi. Karena itu, tidak heran kalau banyak peneliti dan teori yang mencurigai keterkaitan aktivitas seksual dan kanker prostat.

Kanker prostat dan aktivitas ejakulasi

Langkah pencegahan kanker pada umumnya akan memberikan kamu segudang larangan. Tapi untuk kasus kanker prostat, langkah yang disarankan adalah hal yang menyenangkan bagi kaum pria, yaitu ejakulasi.

Banyak peneliti yang tidak paham kaitan pasti antara sering ejakulasi dengan pencegahan kanker prostat. Dilansir Healthline, salah satu teori yang mendukung hal ini adalah karena saat ejakulasi kelenjar prostat akan membuang material-material penyebab kanker, inflamasi dan infeksi.

Meskipun demikian, ada pula teori yang justru mengatakan kalau pria mudah terkena kanker prostat jika mereka sangat aktif secara seksual di usia 20’an hingga 30’an. Hal itu diungkapkan dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis BJU International tahun 2008. 

Meskipun demikian, penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat seakan membantah temuan penelitian tahun 2008 karena menemukan hal berbeda. Peneliti percaya jika tidak ada kaitan antara meningkatnya risiko kanker prostat dengan usia kamu melakukan ejakulasi.

Berapa banyak harus ejakulasi?

Ada beberapa kajian yang bisa kamu simak terkait seberapa sering kamu harus ejakulasi agar terhindar dari kanker prostat. Yaitu:

Kajian yang dilakukan Harvard

Pada tahun 2014, Harvard Health Publishing mempublikasi hasil kajian mereka yang dilakukan sejak tahun 1986. Para partisipan berusia 46 hingga 81 tahun tersebut memberikan informasi terkait kebiasaan ejakulasi per bulan.

Kebiasaan ejakulasi tersebut dihitung sejak partisipan masih berusia 20-29 tahun hingga 40-49 tahun. Para partisipan mengumpulkan data komprehensif terkait kesehatan dan gaya hidup mereka setiap 2 tahun hingga tahun 2000.

Para peneliti tidak menemukan adanya hubungan antara sering ejakulasi dengan meningkatnya risiko kanker prostat. Yang terjadi justru sebaliknya, semakin tinggi frekuensi ejakulasi, risiko justru berkurang.

Penelitian menemukan jika mereka yang melakukan ejakulasi hingga 21 kali atau lebih per bulannya memiliki risiko kanker prostat 31 persen lebih rendah daripada mereka yang melakukan ejakulasi 4- 7 kali per bulan.

Penelitian di Australia

Kajian yang dilakukan di Australia dan dipublikasi dalam jurnal medis BJU International menemukan kaitan antara seringnya ejakulasi dengan berkurangnya risiko kanker prostat. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2003 ini menggandeng 2.338 partisipan.

Seperti penelitian yang dilakukan Harvard, kajian di Australia ini juga lebih menganalisis jumlah total ejakulasi daripada hubungan seksual yang dilakukan. Secara keseluruhan penelitian menyebut partisipan yang ejakulasi 4,6-7 kali sepekan memiliki risiko rendah kanker prostat.

Risiko itu 36 kali lebih sedikit untuk didiagnosis kanker prostat di usia ke-70 ketimbang pria yang ejakulasi kurang dari 2,3 kali sepekan.

Faktor risiko kanker prostat

Di balik hasil penelitian yang menyebut jika kamu berisiko terkena kanker prostat kalau minim ejakulasi, kamu juga harus memahami risiko lain dari kanker prostat. Beberapa di antaranya adalah:

  • Usia: Pria yang berusia lebih dari 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat
  • Ras: Dilansir Healthline, kanker prostat lebih sering terjadi pada pria yang merupakan keturunan Afrika-Amerika
  • Genetik: Risiko kamu terkena kanker prostat akan lebih tinggi jika ada anggota keluarga dekat yang memiliki kanker ini
  • Berat badan: Kalau kamu obesitas, kamu lebih berisiko terkena kanker prostat
  • Level aktivitas: Kalau kamu tidak banyak bergerak dan melakukan aktivitas fisik, risiko kanker prostat akan meninggi
  • Diet: Risiko kanker prostat lebih tinggi jika kamu mengonsumsi jenis daging-dagingan, susu berlemak. Risiko kanker juga tinggi kalau kamu kurang makan serat, buah dan sayuran
  • Tinggi badan: Kalau kamu termasuk golongan orang-orang jangkung, risiko kanker prostat pun ikut meninggi

Kamu juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat kalau kamu melakukan hubungan seksual bersama lebih dari 30 wanita, atau kalau kamu memiliki penyakit menular seksual. Karena itu, selalu jaga kesehatan seksual kamu, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2017) diakses 16 September 2020. Does Frequent Ejaculation Reduce Your Risk for Prostate Cancer?
  2. Medicalnewstoday.com (2019) diakses 16 September 2020. Frequent ejaculation and prostate cancer risk
  3. Health.harvard.edu (2014) diakses 16 September 2020. Ejaculation frequency and prostate cancer
  4. Pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2004) diakses 16 September 2020. Ejaculation frequency and subsequent risk of prostate cancer
  5. Bjui-journals.onlinelibrary.wiley.com (2003) diakses 16 September 2020. Sexual factors and prostate cancer
  6. Bjui-journals.onlinelibrary.wiley.com (2008) diakses 16 September 2020. Sexual activity and prostate cancer risk in men diagnosed at a younger age
    register-docotr