Kesehatan Pria

Hati-hati! Benturan pada Testis Bisa Pengaruhi Kesuburan, Bagaimana Mengobatinya?

October 8, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Benturan pada testis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya saja terkena bola, kecelakaan sepeda motor, kecelakaan sepeda, atau bahkan karena tendangan pada saat berkelahi. Ketika hal ini terjadi, benturan keras dapat menyebabkan cedera testis.

Testis yang terkena benturan dapat menimbulkan rasa sakit dan ngilu. Ini juga dapat disertai dengan gejala lainnya. Tak hanya itu saja, benturan pada testis ternyata juga dapat memengaruhi kesuburan pria lho!

Baca juga: Waspadai Ereksi Tanpa Orgasme Bisa Akibatkan Blue Balls, Bagaimana Mengatasinya?

Cedera testis dan kesuburan

Lokasi testis menjadikannya target utama cedera ketika melakukan olahraga atau aktivitas berat. Testis sendiri terbuat dari bahan seperti spons, ini membuatnya mampu menyerap sebagian besar benturan tanpa kerusakan permanen.

Meskipun sensitif, testis dapat bangkit kembali dengan cepat dan luka ringan jarang memiliki efek jangka panjang. Tak hanya itu, jika cedera testis ringan, kemungkinan besar fungsi seksual atau produksi sperma tidak akan terpengaruh.

Cedera testis yang serius

Meskipun demikian, cedera testis yang parah juga dapat terjadi. Dilansir dari Larry Lipshutz, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan ketidaksuburan (infertilitas) pada pria akibat cedera atau trauma testis, di antaranya adalah:

  • Masalah dengan produksi sperma: Jaringan parut dan masalah lainnya dengan jaringan testis dapat menyebabkan produksi sperma berkurang atau bahkan berhenti
  • Tetis menyusut: Ketika testis menyusut akibat cedera, jumlah sperma, pergerakan sperma, dan kualitas sperma seringkali dapat terpengaruh
  • Hilangnya testis: Pada cedera yang parah, testis mungkin saja tidak dapat diselamatkan, yang mana hal ini dapat menyebabkan hilangnya testis sekaligus berkurangnya produksi sperma

Cedera testis yang serius dapat berupa torsio testis dan ruptur testis. Torsio testis sendiri terjadi ketika testis berputar dan memutus suplai darahnya.

Sedangkan ruptur testis dapat terjadi ketika testis mendapatkan pukulan yang keras atau ketika testis tertimpa tulang kemaluan (tulang yang membentuk bagian depan panggul) yang mana hal ini dapat menyebabkan darah bocor ke skrotum.   

Bagaimana cara mengatasinya?

Cedera testis biasanya menyebabkan rasa sakit hebat di skrotum. Akan tetapi, rasa sakit juga dapat terasa di bagian perut. Ketika cedera testis terjadi, kamu dapat melakukan beberapa pengobatan.

Jika cedera testis yang kami alami ringan, kamu dapat mengatasinya dengan cara berikut ini.

  • Menempatkan kompres es pada skrotum
  • Beristirahat dan hindarilah melakukan aktivitas berat
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Mengonsumsi antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi
  • Mengenakan jockstrap atau pakaian dalam untuk menopang testis

Dalam kasus torsio testis, pengobatan melibatkan pemutaran kembali testis ke tempatnya. Namun, pembedahan biasanya diperlukan, bahkan ketika testis sudah dikembalikan ke tempatnya semula.

Dalam beberapa kasus, dokter bedah perlu mengangkat sebagian atau seluruh testis. Jika skrotum rusak parah akibat kecelakaan yang terjadi, dokter bedah mungkin saja perlu memindahkan kulit dari bagian tubuh lain untuk memperbaiki testis.

Setelah cedera sembuh, dokter akan merekomendasikan USG testis untuk memastikan tidak ada kelainan lain yang ditimbulkan.

Diagnosis cedera testis

Pada beberapa kasus, pengobatan kondisi ini juga memerlukan beberapa pemeriksaan di antaranya adalah:

  • Pencitraan ultrasound: Perangkat ultrasound akan ditempatkan pada skrotum. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar testis dan jaringan lain pada layar yang ditampilkan
  • MRI: Pemeriksaan ini menciptakan gambar testis secara rinci serta struktur lain di dalam skrotum
  • Operasi: Dalam beberapa kasus, dokter bedah perlu untuk membuat sayatan pada skrotum. Ini digunakan untuk mengetahui struktur mana yang mengalami cedera, sekaligus mengobati cedera pada testis

Kapan harus ke dokter?

Ketika cedera testis terjadi, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Seperti yang sudah diketahui, beberapa cedera testis, seperti torsio testis adalah keadaan yang harus segera mendapatkan pengobatan.

Cedera testis yang serius juga dapat berpengaruh pada kesuburan. Melakukan pengobatan pada dokter dengan segera dapat menurunkan komplikasi cedera testis yang serius tersebut.

Kamu juga harus segera berkunjung pada dokter jika mengalami gejala berikut ini:

  • Mual (seringkali terjadi pada torsio testis)
  • Memar atau perubahan warna pada skrotum
  • Pembengkakan pada skrotum
  • Adanya darah dalam urine
  • Kesulitan buang air kecil
  • demam

Kondisi ini tidak boleh diabaikan. Perawatan medis sejak dini dapat membantumu lebih cepat pulih sehingga dapat beraktivitas seperti biasanya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Teens Health (2016). Diakses pada 07 Oktober 2020. Testicular Injuries 

Larry Lipshultz (2014). Diakses pada 07 Oktober 2020. Testicular Trauma 

Webmd (2020). Diakses pada 07 Oktober 2020. Testicular Injuries 

 

    Berita Terkait
    register-docotr