Kesehatan Pria

Jangan Anggap Remeh, Ini Bahaya Kanker Prostat pada Pria

April 29, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Iqbal Adi Anugra
no-image

Bahaya kanker prostat menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai oleh pria. Prostat sendiri merupakan kelenjar dari sistem reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum.

Apa itu prostat?

Seperti disebutkan sebelumnya, prostat merupakan salah satu kelenjar dari sistem reproduksi pria. Karena posisinya yang berada di bawah kandung kemih, prostat dapat membawa urine ke penis melalui saluran yang bernama uretra.

Ukuran prostat pada pria umumnya hanya sebesar kacang, tetapi akan bertambah besar ukurannya sesuai dengan pertambahan.

Fungsi dari prostat itu sendiri adalah membantu membuat beberapa cairan putih kental untuk menciptakan air mani yang membawa sperma saat ejakulasi.

Bahaya kanker prostat bagi kesehatan pria

Bahaya kanker prostat pada pria tidak boleh diremehkan. Foto: Shutterstock.com

Kanker prostat adalah terjadinya keganasan yang muncul pada alat reproduksi pria yaitu prostat. 

Berikut ini merupakan faktor risiko yang dapat menimbulkan kanker prostat pada pria:

Usia

Seiring bertambahnya usia, maka risiko untuk kanker prostat akan meningkat. Usia 40 sampai 55 tahun ke atas merupakan usia yang rentan untuk terkena kanker prostat karena rusaknya materi genetik (DNA) pada sel-sel prostat.

Kerusakan ini menyebabkan sel-sel prostat tumbuh di luar kendali dan menyebabkan kanker.

Merokok

Berdasarkan studi, merokok merupakan faktor risiko tertinggi penyebab terjadinya kanker prostat selain usia. Merokok bahkan disebut dapat meningkatkan risiko kanker prostat 2 kali lipat.

Riwayat keluarga

Pria dengan riwayat keluarga (misalnya ayah dan saudara laki-laki) yang memiliki kanker prostat meningkatkan risiko kanker prostat 2-3 kali lebih tinggi.

Baca juga: 10 Faktor Penyebab Terlambat Haid Selain Hamil

Gejala dan tanda awal kanker prostat

Lakukan pemeriksaan lebih awal supaya bahaya kanker prostat bisa menurun. Foto: Shutterstock.com

Berikut ini gejala awal dari kanker prostat:

  1. Terasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  2. Mengompol atau tidak dapat menahan untuk buang air kecil
  3. Lebih sering buang air kecil saat malam hari
  4. Urine bercampur darah
  5. Kesulitan buang air kecil, atau kesulitan memulai dan berhenti saat buang air kecil
  6. Kesulitan untuk melakukan ejakulasi
  7. Merasakan sakit saat melakukan ejakulasi

Setelah itu, jika tidak segera diatasi gejala lanjutan juga bisa muncul di tempat lain akibat terjadinya penyebaran dari kanker prostat. Gejala lanjutan dari kanker prostat di antaranya:

  1. Nyeri tulang yang tidak kunjung sembuh atau menyebabkan patah tulang
  2. Pembengkakan di area kaki atau panggul
  3. Munculnya mati rasa atau nyeri di pinggul atau kaki

Apabila bahaya kanker prostat sudah diobati, seringkali muncul kembali gejala kambuhan. Ini merupakan gejala yang muncul setelah menjalani pengobatan:

  1. Nyeri punggung belakang
  2. Nyeri saat buang air kecil
  3. Darah di urine
  4. Kulit terlihat kuning atau jaundice
  5. Kesulitan untuk bernapas

Untuk memastikan diagnosis pasti kanker prostat selain dari gejala yang ditimbulkan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lanjutan atau screening seperti Test PSA (Prostate-specific antigen) dan colok dubur.

Fungsi test PSA yaitu membantu dalam  mengenali penyakit pada tahap awal ketika pengobatan dapat lebih efektif dan berpotensi memiliki efek samping yang lebih sedikit. 

Sedangkan pada pemeriksaan colok dubur akan ditemukan nodul keras, berbenjol-benjol, serta tidak simetris.

Baca juga: Produksi Sperma Menurun? Hati-hati Gejala Kemandulan

Bahaya kanker prostat

Bahaya kanker prostat bisa berefek pada kehidupan seksual. Foto: Shutterstock.com

Kelenjar prostat berperan penting dalam reproduksi seksual. Kanker prostat dan beberapa terapi pengobatan tingkat lanjut seperti kemoterapi dan terapi hormon kerap disebut-sebut bisa memengaruhi kesuburan pria.

Misalnya, jika seorang pria menjalani operasi untuk mengangkat kelenjar prostat atau testis, itu akan memengaruhi produksi dan kesuburan air maninya.

Terapi radiasi juga dapat memengaruhi jaringan prostat, merusak sperma dan mengurangi jumlah air mani.

Oleh sebab itu, jangan ragu untuk cek ke dokter guna memastikan prosedur pengobatan dilakukan dengan tepat sasaran, ya!

Reference

1. Trikkalinou, Aikaterini et al. “Type 2 diabetes and quality of life”. World j diabetes vol. 8,4 (2017): 120 – 129. doi 10.4239/wjd.v8.i4.120
2. Condorelli RA, et al. (20180. “Diabetes mellitus and infertility: Different pathophysiological effects in type 1 and type 2 on sperm function”. Frontiers in endocrinology vol.9 268. 25 may. 2018, doi:10.3389/fendo.2018.00268
3. Diabetes : 12 warning signs that appear on your skin. www.aad.org/public/diseases/other-conditions/diabetes-warning-signs
4. Hendrieckx C, Halliday JA, Beeney LJ, Speight J. “Diabetes and emotional health: a practical guide for healthcare professionals supporting adults with Type 1 and Type 2 diabetes”. London: Diabetes UK, 2019, 2nd Edition (UK)
5. Lofty M, Adeghate J, et al. (2015). “ Chronic Complications of Diabetes Mellitus: A Mini Review”. Current diabetes review 13, doi:10.2174/1573399812666151016101622
6. Bunza JM, Alhassan AJ. (2019). “Complications of diabetes mellitus: An insight in to biochemical basis”. ejpmr, 2019,5(2), 114-120 issn 2394-3211

    Berita Terkait
    register-docotr