Kesehatan Pria

6 Perbedaan Penis yang Disunat dan Tidak Disunat

March 16, 2021 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Satu studi di 2016 memperkirakan bahwa 37 sampai 39 persen pria di seluruh dunia melakukan sunat. Sunat sendiri adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat kulup penis.

Pada penis yang tidak disunat, kulup akan tetap ada sehingga sedikit banyak akan berpengaruh pada penampilan, dan beberapa aspek lainnya sebagai berikut.

Baca juga: 5 Hal Wajib Diketahui Orangtua saat Anak akan Disunat

1. Penampilan penis

Perbedaan utama antara penis yang disunat dan tidak, adalah ada tidaknya kulup di sekitar kepala penis.

Pria yang tidak disunat akan memiliki kulup yang menutupi kepala penis seperti tudung saat sedang tidak ereksi. Ini akan membuat sebagian besar kepala penis menjadi tidak terlihat.

Baru pada saat ereksi, kulup akan tertarik sehingga kelenjar penis menjadi tampak.

Sementara pada penis yang sudah disunat, kulup sudah dipotong dan hal tersebut akan membuat penis menjadi ‘tempat terbuka’ setiap saat.

2. Ukuran penis

Pada dasarnya hanya terdapat sedikit perbedaan ukuran antara penis pria yang disunat dan yang tidak.

Ini disebabkan kulup yang tidak dipotong akan membuat penis yang tidak disunat terlihat sedikit lebih besar saat sedang ‘lemas’.

Namun ketika ereksi, kulup akan tertarik dan hampir menghilang. Sehingga tidak akan memengaruhi seberapa besar ukuran penis yang sebenarnya.

Perlu dicatat bahwa ukuran penis tidak akan banyak mengalami perubahan karena upaya menghilangkan lapisan jaringan kulit, seperti pemotongan kulup dalam tindakan sunat.

3. Efek pada kehidupan seksual

Satu studi di 2013 mengamati sensasi seksual 1.059 pria yang tidak disunat dan 310 pria yang disunat.

Hasilnya diketahui bahwa kelompok laki-laki yang disunat melaporkan tingkat sensitivitas yang lebih rendah pada kelenjar penis mereka dibandingkan laki-laki yang tidak disunat.

Sementara itu di sisi lain sebuah tinjauan di 2013 menemukan fakta sebaliknya. Di situ dikatakan bahwa sunat tidak memiliki efek negatif pada fungsi seksual, kepekaan, rasa sakit, atau kesenangan selama berhubungan seksual.

Seiring dengan berjalannya waktu, disimpulkan bahwa penis pria yang disunat hanya memiliki perbedaan minimal terkait kepekaan ketika beraktivitas seksual.

4. Apakah itu memengaruhi pelumasan?

Kulup akan memberikan pelumas alami pada penis yang tidak disunat. Namun ini tidak serta merta membuat penis yang telah disunat jadi membutuhkan pelumas ekstra saat berhubungan seksual.

Baca juga: Moms, Coba Terapkan Tips Ini Agar Mental Anak Siap untuk Disunat

5. Kebersihan

Kebersihan kulup yang baik dapat membantu mengurangi risiko infeksi. Tanpa itu, bakteri, kotoran, dan cairan tubuh dapat menumpuk di bawah kulup dan membentuk smegma, yang terlihat kuning-putih.

Pria yang tidak disunat, harus membersihkan penisnya dengan cara yang lebih rumit. Pertama mereka perlu menarik kulup penis ke belakang dan mencuci bagian bawahnya dengan sabun lembut dan air.

Setelah itu, penis beserta kulupnya harus dibilas dengan baik, lalu kulup harus digulung agar kebersihannya tetap terjaga.

Di sisi lain pria yang penisnya telah disunat tidak memerlukan perawatan kebersihan ekstra. Sehingga ia bisa mencuci penisnya dengan sabun lembut dan air sebagai bagian dari rutinitas mandi rutin mereka.

6. Risiko terkena infeksi seksual menular

Menurut pernyataan kebijakan pada 2012 dari American Academy of Pediatrics (AAP), sunat dapat menurunkan risiko HIV dari hubungan heteroseksual dan mengurangi risiko infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Penelitian dari tiga uji klinis acak juga menemukan bahwa sunat pada pria dewasa menurunkan risiko infeksi HIV dari waktu ke waktu sebesar 50-60 persen.

Uji coba juga menemukan bahwa laki-laki yang disunat saat dewasa memiliki risiko 30 persen lebih rendah untuk tertular jenis herpes dan human papillomavirus (HPV) tertentu.

Kesimpulan

Bukti ilmiah baru-baru ini menemukan sangat sedikit efek negatif yang terkait dengan sunat pada fungsi dan kepuasan seksual.

AAP mengatakan bahwa manfaat sunat pada bayi laki-laki yang baru lahir lebih besar daripada risikonya. Sementara itu, sunat pada pria yang lebih tua dapat menimbulkan risiko komplikasi lebih tinggi dengan pembedahan.

Sangat penting bagi laki-laki yang disunat maupun tidak disunat, untuk menjaga kebersihan alat kelamin yang baik, untuk mencegah kemungkinan infeksi.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Circumcised vs. Uncircumcised: Pros and Cons to Consider, https://www.healthline.com/health/mens-health/circumcised-vs-uncircumcised#lubrication diakses pada 15 Maret 2021

What to know about circumcised and uncircumcised penises, https://www.medicalnewstoday.com/articles/325713#stis diakses pada 15 Maret 2021

What’s the difference between being circumcised and being uncircumcised?, https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/ask-experts/im-not-circumcised-and-i-wanted-to-know-what-the-difference-was-between-being-circumcised-and-not-being-circumcised-which-is-better diakses pada 15 Maret 2021

 

    register-docotr