Kamus Penyakit

Tumor Otak: Jenis, Gejala, dan Penyebabnya yang Perlu Dikenali

June 1, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Ketika kata tumor otak terdengar di telinga kamu, reaksi pertama yang dirasakan kemungkinan besar adalah rasa takut. Hal ini sangat wajar, karena penyakit ini bisa mengarah kepada kanker otak yang membahayakan jiwa.

Tumor pada organ penting ini sendiri termasuk gangguan kesehatan yang tidak boleh disepelekan. Siapapun bisa terkena penyakit ini tanpa ada batasan umur ataupun jenis kelamin.

Oleh sebab itu, tak ada salahnya menelusuri fakta-fakta seputar tumor otak di bawah ini.

Baca Juga: Manfaat Buah Naga: Mampu Atasi Kanker Hingga Serangan Jantung

Apa itu tumor otak?

Secara umum penyakit ini dicirikan dengan adanya gumpalan yang tidak wajar pada otak. Ini bisa berasal dari pertumbuhan sel otak yang tidak normal, namun bisa juga dari sel-sel kanker yang terlebih dulu menyerang organ lain.

Baik tumor otak yang jinak maupun ganas, akan membuat tengkorak kepala tertekan dan menyebabkan kerusakan otak yang berbahaya bagi jiwa.

Seberapa cepat tumor otak tumbuh, memiliki rentang waktu yang berbeda-beda. Ini tergantung pada bagian otak mana sel-sel abnormal tersebut bersarang.

Mengingat fungsi utama otak adalah pusat sistem syaraf, penderita penyakit ini akan mengalami gangguan fungsi kontrol pada tubuhnya. Keberadaan otak di dalam tempurung kepala juga membuat penyakit ini menjadi sedikit lebih sulit diatasi dibandingkan penanganan penyakit lain.

Penyebab tumor otak

Normalnya setiap sel di dalam otak akan hidup, mati, lalu diganti oleh sel-sel baru. Akan tetapi pada tumor otak, sel-sel tersebut mengalami mutasi DNA sehingga tumbuh dan membagi diri secara terus menerus. Pertumbuhan ini menimbulkan gumpalan massa yang disebut tumor.

Tumor otak yang jinak biasanya bermula di otak atau jaringan sekitarnya seperti meninges, syaraf cranial, kelenjar pituitary, atau kelenjar pineal. Sementara tumor otak yang ganas umumnya berasal dari organ lain seperti paru-paru, atau payudara.

Jenis-jenis tumor otak

Terdapat beberapa jenis tumor otak yang ditemukan pada manusia. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Tumor otak jenis acoustic neuroma

Adalah jenis tumor jinak yang juga disebut vestibular schwannoma. Tumor ini umumnya disebabkan gen kromosom 22 yang gagal berfungsi. Normalnya gen ini menghasilkan protein yang membantu mengontrol pertumbuhan sel Schwann yang menutupi syaraf.

Tumor ini biasanya ditemukan di syaraf utama dekat bagian dalam telinga yang menyambung ke otak. Syaraf yang dikenal sebagai vestibular ini berperan dalam menjaga fungsi keseimbangan dan pendengaran.

Oleh karena itu dampak kesehatan yang muncul dari penyakit ini adalah hilangnya kemampuan mendengar, muncul suara mendengung di telinga, dan tubuh yang sulit seimbang.

Tumor otak jenis astrocytoma

Dikarenakan jenis kanker ini bisa terbentuk di dalam otak atau sumsum tulang belakang. Maka gejala yang ditimbulkan pun akan bergantung pada lokasi di mana tumor berada.

Apabila ia ada di otak, maka penderitanya akan mengalami kejang, sakit kepala, dan mual. Tapi jika terdapat di sumsum tulang belakang, gejala yang timbul adalah mudah lelah, dan gagal fungsi di organ tertentu. Tumor ini bisa saja tumbuh dengan lambat, namun juga dapat bersifat agresif.

Brain metastases

Penyakit ini terjadi saat sel-sel kanker dari organ lain menyerang otak. Umumnya mereka datang dari paru-paru, payudara, ginjal, dan usus besar. Dilansir dari mayoclinic.org, tumor ini termasuk ganas dan dapat mengubah fungsi jaringan di sekitar otak.

Gejala yang ditimbulkan sangat bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah sakit kepala yang berkepanjangan, kehilangan ingatan atau sulit mengingat momen-momen tertentu, kejang, dan kadang disertai mual atau muntah.

Choroid plexus carcinoma

Adalah jenis tumor pada otak yang termasuk jinak dan banyak terjadi pada anak-anak. Ia muncul pertama kali di dekat jaringan otak yang mengeluarkan cairan cerebrospinal.

Pertumbuhan tumor ini dapat menimbulkan beberapa gejala seperti gangguan fungsi di struktur otak, kelebihan cairan yang menyebabkan kepala membesar (hydrocephalus), sifat lekas marah, mual, muntah, dan sakit kepala berkepanjangan.

Craniopharyngioma

Penyakit ini termasuk jinak dan jarang terjadi. Craniopharyngioma bermula di dekat kelenjar ptiuitary yang menghasilkan hormon untuk mengontrol berbagai fungsi tubuh.

Tumor ini tumbuh dengan lambat, akan tetapi harus tetap diwaspadai karena bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa.

Secara umum tumor ini akan menyebabkan gangguan penglihatan, rasa mudah lelah, buang air kecil lebih sering, dan sakit kepala. Anak yang menderita tumor ini juga umumnya tumbuh lebih lambat dan kecil dibandingkan seharusnya.

Glioma

Seperti halnya Astrocytoma, glioma adalah tipe tumor yang bisa terdapat di otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini mulai terdeteksi biasanya di sel-sel penunjang glial yang mengelilingi sel syaraf dan membantunya untuk berfungsi.

Tumor ini dapat memengaruhi fungsi otak dan mengancam jiwa tergantung pada lokasi dan seberapa cepat sel-sel abnormal yang ada di dalamnya tumbuh. Adapun glioma sendiri terbagi lagi menjadi beberapa jenis yakni Astrocytomas, Ependymomas, dan Oligodendrogliomas.

Glioblastoma

Tumor jenis ini termasuk agresif dan bisa muncul di otak atau sumsum tulang belakang juga. Glioblastoma sendiri terbentuk dari sel-sel penunjang syaraf yang bernama astrocytes. Penyakit ini bisa terdapat pada rentang usia berapapun, tapi lebih banyak ditemukan di orang lanjut usia.

Memiliki istilah medis lain yakni glioblastoma multiforme, tumor ini sangat sulit ditangani dan tak jarang tidak bisa disembuhkan sama sekali. Beberapa penanganan yang dilakukan umumnya hanya berfungsi memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meredakan gejala yang ada.

Medulloblastoma

Adalah jenis tumor otak yang ganas dan umumnya ditemukan di bagian belakang otak yang disebut cerebellum. Fungsi bagian ini sendiri adalah mengoordinasikan otot, keseimbangan, dan gerakan.

Penyakit ini punya kecenderungan menyebar melalui cairan cerebrospinal (CSF). Cairan ini berfungsi mengaliri dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Itulah alasan mengapa tumor ini jarang ditemukan menyebar ke organ lain selain ke otak dan sumsum tulang belakang.

Medulloblastoma sendiri adalah tipe tumor embrional dan setidaknya memiliki 4 jenis yang berbeda. Meski penyakit ini tidak diturunkan secara genetik, namun kelainan seperti sindrom Gorlin atau Turcot bisa meningkatkan risiko terjadinya tumor agresif ini.

Tumor pituitary

Tumor ini terjadi karena adanya pertumbuhan yang tidak wajar pada kelenjar pituitary. Ini dapat menyebabkan kelenjar pituitary menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon yang mengatur fungsi tubuh.

Umumnya tumor ini bersifat jinak dan tidak menyebar ke anggota tubuh lainnya.

Tumor otak pada anak

Disebabkan pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada otak atau jaringan di sekitar otak anak, tumor ini bisa bersifat jinak ataupun agresif.

Gejala yang ditimbulkan sangat banyak dan beragam. Mulai dari tanda-tanda umum seperti pusing yang berkepanjangan, merasa kepala sangat tertekan, mual yang terjadi tanpa sebab, atau gangguan penglihatan. Adapun beberapa gejala yang spesifik ditimbulkan adalah:

  1. Muncul titik halus yang disebut fontanel di tengkorak kepala bayi
  2. Kejang, khususnya saat penderita tak memiliki riwayat kejang
  3. Gerakan bola mata yang tidak wajar
  4. Bicara cadel
  5. Kesulitan menelan
  6. Hilang selera makan, atau pada bayi susah untuk makan
  7. Sulit menjaga keseimbangan
  8. Kesulitan berjalan
  9. Hilang rasa pada lengan atau kaku
  10. Masalah ingatan, dan
  11. Gangguan perilaku.

Faktor risiko penyakit ini

Beberapa hal yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya tumor otak bisa datang dari faktor luar maupun internal seperti:

  1. Terpapar radiasi, orang yang sebelumnya pernah terpapar sinar radiasi yang disebut ionizing radiation cenderung lebih berisiko mengidap tumor otak.
  2. Terdapat riwayat tumor otak di salah satu anggota keluarga, di mana faktor genetik juga sangat berpengaruh pada tingkat risiko seseorang terkena penyakit tumor otak atau tidak.

Diagnosis tumor otak

Umumnya langkah pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit ini di antaranya adalah sebagai berikut.

Baca Juga: Herpes Zoster: Penyebab, Gejala hingga Pencegahan

Pemeriksaan fisik

Pertama dokter akan memeriksa kondisi fisik dan melihat riwayat kesehatan pasien. Ini termasuk pemeriksaan syaraf yang sangat rinci untuk melihat apakah syaraf tengkorak pasien masih utuh atau tidak.

Selanjutnya dokter akan memeriksa mata menggunakan alat yang disebut ophthalmoscope. Ini bertujuan untuk melihat reaksi pupil terhadap sinar, apakah ada pembengkakan syaraf mata atau tidak.

Dokter perlu melakukan ini karena tekanan pada otak di dalam tempurung kepala bisa mengubah fungsi saraf-saraf penglihatan. Pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan untuk menguatkan diagnosis adalah:

  1. Kekuatan otot
  2. Keseimbangan dan koordinasi anggota tubuh
  3. Daya ingat, dan
  4. Kemampuan berhitung.

CT scan pada kepala

Metode ini dilakukan menggunakan mesin sinar X agar membantu dokter melihat kondisi pasien, termasuk struktur tubuh dan sel-sel darah secara lebih jelas.

MRI pada kepala

Pewarna khusus yang digunakan pada tes ini dapat membantu dokter mendeteksi keberadaan tumor. MRI adalah metode yang berbeda dengan CT scan karena ia tidak menggunakan radiasi dan umumnya menghasilkan gambar otak yang lebih rinci.

Angiografi

Metode ini memakan pewarna yang disuntikkan pada pembuluh arteri di area pangkal paha. Pewarna tersebut kemudian berjalan melalui arteri menuju otak dan memungkinkan dokter melihat seperti apa asupan darah pada tumor yang ada.

Sinar X pada tengkorak

Tumor ini dapat mengakibatkan kerusakan pada tulang tengkorak dan metode pemeriksaan ini dapat membantu dokter menemukan hal tersebut.

Tes ini juga bisa dilakukan dengan mengambil simpanan kalsium dari aliran darah yang biasanya mengandung tumor. Kalsium ini bisa terdapat di darah apabila sel-sel kanker telah menyerang tulang pasien.

Biopsi

Lewat teknik pemeriksaan ini dokter akan mencoba mengambil contoh kecil dari tumor yang ada untuk diperiksa seorang ahli neuropathologist.

Biopsi dapat membantu dokter mengidentifkasi apakah tumor yang ditemukan termasuk jinak atau ganas. Ini juga sangat berperan dalam menentukan asal kanker apakah datang dari otak atau organ lain di dalam tubuh.

Tumor ini mungkin terdengar mengerikan, tapi jika kamu mencoba memahami penyebab, faktor risiko, dan gejala-gejala yang bisa ditimbulkan mungkin akan membantu kamu mengenali penyakit ini secara lebih mendalam. Tetap semangat, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr