Kamus Penyakit

Gula Darah Tinggi: Gejala hingga Komplikasinya

May 18, 2020 | Husni Efendi | dr. Raja friska Yulanda
no-image

Tanda gula darah tinggi, sebaiknya perlu diketahui sejak dini agar kamu dapat melakukan antisipasi terhadap munculnya penyakit komplikasi lainnya. Lantas, apa sebenarnya gula darah tinggi itu? Yuk, simak ulasan berikut.

Mengetahui apa itu gula darah

Gula darah adalah bahan bakar untuk organ dan fungsi tubuh, namun memiliki gula darah tinggi justru tidak memberikan dorongan energi.

Naturalnya, tubuh manusia memiliki gula, atau glukosa, dalam darah. Jumlah gula darah yang tepat akan memberi energi pada sel dan organ tubuh.

Hati dan otot menghasilkan gula darah, yang sebagian besarnya berasal dari makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat.

Untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal, tubuh membutuhkan insulin. Insulin adalah hormon yang mengarahkan sel-sel tubuh untuk mengambil glukosa dan menyimpannya.

Jika tidak ada cukup insulin, atau insulin tidak bekerja dengan baik, gula darah akan menumpuk. Dan tanda darah yang tinggi, bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Terlalu banyak gula darah ini dikenal sebagai hiperglikemia (hyperglycaemia). Hiperglikemia adalah istilah medis untuk kadar gula darah (glukosa) yang tinggi.

Hiperglikemia adalah masalah umum bagi penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2, termasuk wanita hamil dengan diabetes gestasional.

Gejala dan tanda gula darah tinggi

Gejala hiperglikemia pada penderita diabetes cenderung berkembang perlahan selama beberapa hari atau minggu. Dalam beberapa kasus, mungkin tidak ada gejala, sampai kadar gula darah sangat tinggi.

Gejala hiperglikemia meliputi:

  • Kadar glukosa darah lebih tinggi dari 130 miligram per desiliter (mg/dl) sebelum makan, atau di atas 180 mg/dl sekitar 2 jam setelah makan.
  • Rasa haus yang meningkat atau dehidrasi.
  • Mulut kering.
  • Sering buang air kecil.
  • Kelelahan.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja.
  • Infeksi berulang, seperti sariawan, infeksi kandung kemih (sistitis) dan infeksi kulit.
  • Sakit perut.
  • Nafas yang berbau.
  • Sakit kepala dan sakit atau nyeri lainnya.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Detak jantung yang cepat.
  • Kebingungan dan disorientasi.
  • Muntah.
  • Koma.
  • Gejala yang nyata dari hiperglikemia adalah kadar gula sekitar atau berada di atas 250 mg/dl.

Komplikasi

Komplikasi diabetes sering jadi efek hiperglikemia yang berkepanjangan. Ketika kadar gula darah tinggi secara konsisten, berbagai masalah kesehatan dapat berkembang seperti beberapa masalah berikut ini.

Komplikasi kulit

Orang dengan hiperglikemia berkepanjangan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur, seperti bisul, ruam di area selangkangan, athlete’s foot atau infeksi jamur yang muncul pada kulit kaki (jari kaki), kurap, dan kondisi kulit lainnya yang menyebabkan rasa sakit dan gatal-gatal.

Kerusakan saraf

Gula darah tinggi secara konsisten juga dapat merusak saraf dengan beberapa cara, seperti peripheral neuropathy, yang mana ini adalah kerusakan saraf pada kaki dan tangan.

Juga ada autonomic neuropathy, ini memengaruhi proses otomatis dalam tubuh, seperti kontrol kandung kemih, fungsi seksual, dan pencernaan. Dan jenis neuropathy lainnya, di mana gula darah yang terus meningkat dapat menyebabkan femoral, thoracic, cranial, atau focal neuropathy.

Komplikasi mata

Penderita diabetes juga mungkin mengalami diabetic retinopathy. Ini menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di bagian belakang mata, kehilangan penglihatan, atau kebutaan.

Memiliki diabetes dan tekanan darah tinggi secara konsisten, juga meningkatkan risiko glaukoma sebesar 40% dan katarak sebesar 60%.

Diabetic ketoacidosis (DKA)

Jika seseorang dengan diabetes tidak mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan kadar gula darahnya, sel-selnya akan menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Ketika tidak ada cukup insulin di dalam tubuh atau sel-sel tubuh tidak merespons, dan glukosa tidak dapat mengakses sel, maka tubuh menggunakan lemak sebagai energi. Tubuh pun menghasilkan keton dari memecah lemak.

Tubuh tidak dapat menangani keton dalam jumlah tinggi, meski beberapa kadarnya dapat menghilang dalam urine, namun jika keton akhirnya dapat menumpuk, maka darah menjadi terlalu asam, dan ini dapat menyebabkan komplikasi, seperti DKA.

DKA meningkatkan kadar asam dalam tubuh, dan jika tanpa pengobatan, dapat menyebabkan koma diabetes.

Pengobatan

Sangat penting untuk dapat mengenali dan mengobati hiperglikemia, karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius jika tidak ditangani sejak dini.

Nah, jika kamu telah didiagnosis menderita diabetes dan memiliki gejala hiperglikemia, kamu perlu mengikuti saran dokter ya. Termasuk jenis-jenis makanan yang akan kamu konsumsi.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Hyperglycaemia (high blood sugar) https://www.nhs.uk/conditions/high-blood-sugar-hyperglycaemia, diakses pada 17 Mei 2020

How does high blood sugar (hyperglycemia) feel? https://www.medicalnewstoday.com/articles/313138, diakses pada 17 Mei 2020

10 High Blood Sugar Symptoms, Dangers, Causes, and Treatment https://www.medicinenet.com/hyperglycemia/article.htm, diakses pada 17 Mei 2020

What to know about hyperglycemia https://www.medicalnewstoday.com/articles/323699, diakses pada 17 Mei 2020

Hyperglycemia in diabetes https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperglycemia/symptoms-causes/syc-20373631, diakses pada 17 Mei 2020

    Berita Terkait
    register-docotr