Kamus Penyakit

Memahami Sindrom Whiplash, Catat Ini Bukan Nyeri Leher Biasa!

July 2, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Sindrom whiplash adalah cedera leher parah yang diakibatkan gerakan leher bolak-balik yang kuat dan cepat, seperti gerakan cambuk (whip). Whiplash biasanya terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan tabrakan mobil.

Sindrom ini terjadi ketika jaringan lunak (otot dan ligamen) di leher kamu melampaui jangkauan gerak tipikal mereka. Gejala sindrom whiplash biasanya tak langsung muncul saat kejadian, bisa saja beberapa hari setelah insiden.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Kenali Penyebab Lidah Putih!

Penyebab sindrom whiplash

Whiplash terjadi ketika otot-otot di leher tegang akibat gerakan cepat ke belakang dan ke depan. Gerakan yang tiba-tiba ini menyebabkan tendon dan ligamen di leher meregang dan robek, terjadilah whiplash.

Selain karena kecelakaan, whiplash juga bisa disebabkan oleh insiden lain seperti penganiayaan fisik, cedera olahraga. Sindrom whiplash dianggap sebagai kondisi yang relatif ringan, tetapi dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan jangka panjang.

Berikut insiden-insiden yang mungkin bisa menyebabkan sindrom whiplash:

  • Kecelakaan mobil
  • Kekerasan fisik, seperti dipukul atau diguncang
  • Cedera olahraga seperti sepak bola, tinju, dan karate
  • Menunggang kuda
  • Kecelakaan bersepeda
  • Jatuh dan menyebabkan kepala tersentak
  • Pukulan ke kepala dengan benda berat

Gejala sindrom whiplash

sindrom whiplash
Bukan nyeri leher biasa, begini sindrom whiplash terjadi. Foto: https://commons.wikimedia.org

Lalu apa saja tanda atau gejala seseorang yang mengalami whiplash? Gejalanya bisa sebabkan sakit tak hanya di leher lho, bisa juga menjalar ke bagian tubuh lain.

Tanda dan gejala sindrom whiplash biasanya berkembang dalam beberapa hari setelah insiden terjadi. Berikut beberapa hal yang mungkin akan kamu rasakan:

  • Leher kaku dan nyeri
  • Leher terasa sakit saat bergerak
  • Kamu tidak bisa menggerakkan leher dengan jangkauan seperti biasa
  • Sakit kepala, paling sering mulai di pangkal tengkorak
  • Nyeri di bahu, punggung bagian atas atau lengan
  • Kesemutan atau mati rasa di lengan
  • Kelelahan
  • Pusing

Selain gejala fisik, kamu mungkin juga akan merasakan:

  • Penglihatan kabur
  • Dering di telinga (tinnitus)
  • Gangguan tidur
  • Sifat lekas marah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Masalah memori
  • Depresi

Komplikasi sindrom whiplash

Pada beberapa kasus, orang yang mengalami sindrom whiplash merasakan gejala yang semakin buruk dan menimbulkan komplikasi. Bahkan bisa bertahan berbulan-bulan atau tahun pasca insiden.

Sulit untuk memprediksi bagaimana setiap orang dengan whiplash dapat pulih. Secara umum, kamu mungkin lebih berisiko terkena komplikasi serius apabila gejala awal yang dirasakan begitu parah dan berkembang dengan cepat, seperti:

  • Nyeri leher yang hebat
  • Rentang gerak leher lebih terbatas
  • Rasa sakit yang menyebar ke lengan

Jika kamu memiliki beberapa faktor di bawah ini, kamu juga punya risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi:

  • Pernah mengalami whiplash sebelumnya
  • Usia yang lebih tua
  • Nyeri punggung bawah atau leher
  • Cedera terjadi karena kecepatan tinggi

Kapan harus ke dokter?

Kamu disarankan untuk segera mengunjungi dokter apabila mengalami gejala sindrom whiplash. Terutama kalau kamu baru saja mengalami kecelakaan mobil, cedera saat olahraga, atau cedera lain yang berdampak ke leher dan kepala kamu.

Diagnosis sedini mungkin yang cepat dan akurat mampu mencegah patah tulang dan kerusakan lain yang bisa memperburuk whiplash pada leher kamu.

Segera pergi ke dokter apabila gejala kamu:

  • Sakitnya menyebar ke bahu atau lengan
  • Saat menggerakkan kepala terasa sangat menyakitkan
  • Lengan terasa mati rasa atau kelemahan

Perawatan sindrom whiplash

Sindrom whiplash umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Untuk mengurangi gejala dan membantu penyembuhan, kamu bisa melakukan beberapa tips di bawah ini.

1. Kompres dengan es

Lakukan kompres dingin pada area yang cedera pasca insiden terjadi. Kompres dingin mampu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada area yang cedera.

Lakukan selama 15 menit dan ulang setiap 2 sampai 4 jam sekali. Ulangi kompres ini selama 2 sampai 3 hari. 

Kamu bisa melakukannya dengan membalut es batu dengan handuk atau menggunakan kantong kompres khusus untuk mencegah cedera pada kulit.

2. Kompres hangat

Setelah periode 3 hari dengan kompres dingin usai, kamu bisa mengaplikasikan kompres hangat di area yang cedera.

Kamu bisa menggunakan handuk atau kain yang sudah dibasahi dengan air hangat. Sebelum melakukannya, pastikan pembengkakan sudah mereda.

3. Konsumsi obat 

Untuk prosedur ini, kamu harus berkonsultasi dengan dokter. Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid ( NSAID ) seperti ibuprofen akan membantu mengatasi rasa sakit dan juga pembengkakan.

Jangan pernah mengonsumsi obat jenis ini secara teratur tanpa resep dokter karena ada risiko efek samping yang berbahaya.

4. Gunakan penyangga leher untuk atasi sindrom whiplash

Penyangga leher biasanya direkomendasikan dokter untuk membantu kamu menambah dukungan ke kepala.

Namun penggunaan penyangga leher tidak disarankan untuk jangka panjang, sebab bisa melemahkan otot-otot leher.

Jadi pastikan kamu menggunakan penyangga leher setelah berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi sindrom whiplash yang dialami. Ada juga beberapa perawatan lain yang bisa kamu lakukan, seperti USG untuk melihat kondisi leher.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic. Diakses pada 26 Juni 2020. Whiplash

Healthline. Diakses pada 26 Juni 2020. Whiplash

WebMD. Diakses pada 26 Juni 2020. Neck Strain and Whiplash

    register-docotr