Kamus Penyakit

Alami Radang Telinga? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

May 29, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Radang telinga adalah gangguan pada telinga yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang ada pada telinga. Gangguan ini bisa menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Lalu apa saja yang perlu diketahui dari gangguan yang satu ini? 

Radang telinga terbagi menjadi tiga jenis, sesuai dengan bagian utama dari telinga yakni radang bagian luar, tengah, dan dalam. Yuk simak informasi selengkapnya seputar radang telinga.

Baca Juga: Kenali Kencur, Rempah yang Menyimpan Sejuta Manfaat

Radang telinga bagian luar 

Radang telinga luar sering dilami setelah aktivitas berenang. (Foto:https://www.freepik.com/)

Gangguan ini juga disebut sebagai swimmer’s ear atau otitis externa. Otitis externa adalah peradangan yang terjadi tepatnya di antara lubang terluar telinga hingga ke saluran penghubung gendang telinga. Peradangan jenis ini biasanya disebabkan oleh kelembapan pada area tersebut.

Otitis externa bisa menyerang anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Risiko ini lebih besar pada orang yang sering menghabiskan waktunya untuk berenang. 

Penyebab gangguan radang jenis ini

Kegiatan renang ternyata menjadi penyebab paling umum dari radang alat pendengaran bagian luar ini. Hal ini disebabkan oleh adanya air yang tersisa di dalam saluran telinga sehingga memicu berkembangnya bakteri. Selain berenang, terlalu sering mandi juga dapat menyebabkan kondisi serupa lho.

Di samping itu, radang jenis ini juga bisa terjadi jika lapisan tipis kulit yang melapisi saluran telinga mengalami luka. Lapisan kulit tipis pada saluran telinga sangat rentan rusak akibat gesekan benda atau debu.

Biasanya dipicu oleh penggunaan earphone, kapas, ataupun kuku saat menggaruk. Bila kulit meradang, bakteri dapat berkembang biak. 

Baca juga: Ini Lho Penyebab Umum Adanya Benjolan di Belakang Telinga

Gejala radang telinga bagian luar

Gejala dari otitis externa ini diketahui meliputi beberapa hal, seperti:

  1. Bengkak
  2. Kemerahan
  3. Panas
  4. Sakit atau tidak nyaman di telinga
  5. Keluarnya nanah
  6. Gatal
  7. Pendengaran berkurang.

Bila kamu juga mengalami rasa sakit tak tertahankan pada pada wajah, kepala, atau leher itu tandanya peradangan sudah dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Apabila gejala-gejala di atas disertai oleh demam atau pembengkakan kelenjar getah bening, hal ini juga dapat mengindikasikan adanya peradangan yang lebih parah. 

Pengobatan radang indra pendengar bagian luar

Umumnya radang telinga jenis ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun jika kamu merasa radang tak kunjung reda, segeralah temui dokter. Untuk mengobati kondisi ini, biasanya dokter akan memberimu perawatan berikut

  • Obat tetes telinga yang mengandung antibiotik
  • Obat tetes telinga yang mengandung antijamur 
  • Obat pereda nyeri.

Radang telinga bagian tengah

Radang telinga bagian tengah disebut juga dengan otitis media. Kondisi ini terjadi saat bakteri atau virus menyerang bagian belakang gendang telinga sehingga membuatnya meradang. Jenis radang ini paling banyak ditemukan pada anak-anak. 

Penyebab gangguan radang jenis ini

Alasan paling umum yang menjadi penyebab otitis media adalah gangguan saluran pernapasan pada anak. Seperti flu atau alergi yang dapat meningkatkan lendir dalam tubuh. 

Saat ada gangguan saluran pernapasan, lendir dalam tubuh dapat menumpuk di bagian belakang gendang telinga. Hal inilah yang memicu pertumbuhan bakteri sehingga akhirnya terjadi peradangan. 

Gejala radang pendengaran bagian tengah adalah sebagai berikut:

  • Sakit telinga
  • Sulit tidur
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nafsu makan menurun
  • Masalah pendengaran
  • Mengeluarkan cairan berwarna kuning, bening, atau berdarah dari telinga.

Pengobatan radang indra pendengar bagian luar

Ada beberapa cara untuk mengobati infeksi telinga tengah. Namun dokter akan mempertimbangkan pilihan pengobatan berdasarkan usia, kesehatan, dan riwayat medis pasien. Perawatan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen
  • Antibiotik.

Baca juga: Ini Lho 9 Penyebab Telinga Berdenging yang Wajib Kamu Tahu

Radang telinga bagian dalam

Infeksi telinga bagian dalam merupakan peradangan atau iritasi pada bagian telinga yang berfungsi untuk keseimbangan dan pendengaran. Meski jarang terjadi, gangguan pada telinga bagian dalam bisa jadi tanda dari penyakit serius seperti meningitis. 

Penyebab gangguan radang jenis ini

Penyebab paling umum dari infeksi telinga bagian dalam adalah virus. Bakteri lebih jarang ditemukan sebagai penyebab dari jenis radang yang satu ini. 

Gejala radang telinga bagian dalam

  • Pusing
  • Vertigo
  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan keseimbangan saat berjalan
  • Sulit mendengar
  • Sakit telinga 
  • Telinga berdering (Tinnitus).

Pengobatan radang indra pendengar bagian dalam

Segera temui dokter jika kamu menemukan gejala radang telinga bagian dalam. Dokter mungkin akan memberimu obat antiinflamasi serta obat yang dapat meredakan gejala lainnya. 

Bila diobati dengan segera, gangguan ini dapat sembuh dalam waktu sekitar dua minggu tanpa kerusakan permanen. Namun dalam beberapa kasus, gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan sebagian hingga total pada sistem keseimbangan dalam telinga. 

Faktor risiko infeksi telinga

Infeksi telinga paling sering terjadi pada anak kecil karena mereka memiliki saluran eustachius yang pendek dan sempit. Jika kamu juga ternyata memiliki saluran eustachius kecil atau memiliki saluran yang tidak terlalu miring, maka berisiko lebih tinggi terkena infeksi telinga.

Bayi yang diberi susu botol juga memiliki insiden infeksi telinga yang lebih tinggi daripada bayi yang diberi ASI. Faktor lain yang meningkatkan risiko terkena infeksi telinga adalah:

1. Penitipan anak kelompok

Anak-anak yang dirawat dalam pengaturan kelompok lebih mungkin terkena pilek dan infeksi telinga daripada anak-anak yang tinggal di rumah. Anak-anak dalam pengaturan kelompok terkena lebih banyak infeksi, seperti flu biasa.

2. Pemberian makan bayi

Bayi yang minum dari botol, terutama saat berbaring, cenderung lebih sering mengalami infeksi telinga daripada bayi yang diberi ASI.

3. Alergi musiman

Infeksi telinga paling sering terjadi selama musim gugur dan musim dingin. Orang dengan alergi musiman mungkin memiliki risiko infeksi telinga yang lebih besar ketika jumlah serbuk sari tinggi.

4. Kualitas udara yang buruk

Paparan asap tembakau atau polusi udara tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko infeksi telinga. Ya, kamu mungkin juga lebih mungkin terkena infeksi telinga jika merokok atau berada di sekitar banyak perokok pasif.

5. Celah langit-langit

Perbedaan struktur tulang dan otot pada anak-anak yang memiliki celah langit-langit dapat membuat saluran eustachius lebih sulit untuk mengalir.

Jika kamu atau si Kecil memiliki kondisi ini, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter terkait pencegahan terjadinya rada telinga sejak dini.

Baca juga: 5 Penyebab Telinga Keluar Cairan dan Cara Mengatasinya

Bagaimana infeksi telinga didiagnosis?

Penyedia layanan kesehatan akan memeriksa telinga dengan alat yang disebut otoskop yang memiliki lensa ringan dan pembesar. Pemeriksaan dapat mengungkapkan ada tidaknya:

  1. Kemerahan, gelembung udara, atau cairan seperti nanah di dalam telinga tengah
  2. Cairan mengalir dari telinga tengah
  3. Perforasi di gendang telinga
  4. Gendang telinga yang menonjol atau kolaps

Jika infeksi yang terjadi pada telinga sudah tingkat lanjut, dokter mungkin akan mengambil sampel cairan di dalam telinga dan mengujinya untuk menentukan apakah ada jenis bakteri resisten antibiotik tertentu.

Mereka juga dapat memesan pemindaian computed tomography (CT) kepala untuk menentukan apakah infeksi telah menyebar ke luar telinga tengah. Terakhir, kamu mungkin memerlukan tes pendengaran, terutama jika kamu menderita infeksi telinga kronis.

Komplikasi yang bisa terjadi dalam jangka panjang

Radang telinga biasanya sembuh tanpa intervensi, tetapi bisa kambuh lagi. Komplikasi yang jarang namun serius ini dapat terjadi setelah infeksi telinga:

Pendengaran terganggu

Gangguan pendengaran ringan yang datang dan pergi cukup umum dengan infeksi telinga, tetapi biasanya membaik setelah infeksi sembuh. Infeksi telinga yang terjadi berulang kali, atau cairan di telinga tengah, dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih signifikan.

Jika ada kerusakan permanen pada gendang telinga atau struktur telinga tengah lainnya, gangguan pendengaran permanen dapat terjadi.

Keterlambatan bicara

Jika pendengaran sementara atau permanen terganggu pada bayi dan balita, mereka mungkin mengalami keterlambatan dalam berbicara, keterampilan sosial dan perkembangan.

Penyebaran infeksi

Infeksi yang tidak diobati atau infeksi yang tidak merespon dengan baik terhadap pengobatan dapat menyebar ke jaringan terdekat.

Infeksi mastoid, tonjolan tulang di belakang telinga, disebut mastoiditis. Infeksi ini dapat mengakibatkan kerusakan tulang dan pembentukan kista berisi nanah. Jarang, infeksi telinga tengah yang serius menyebar ke jaringan lain di tengkorak, termasuk otak atau selaput yang mengelilingi otak (meningitis).

Robeknya gendang telinga

Sebagian besar robekan gendang telinga sembuh dalam waktu 72 jam. Dalam beberapa kasus, perbaikan bedah diperlukan.

Tips pencegahan

Untuk membantu mencegah terjadinya berbagai infeksi telinga, kamu bisa melakukan beberapa hal ini:

Selalu menjaga kebersihan telinga

Mengeringkan telinga setelah mandi atau berenang akan membantu si Kecil terhindar dari radang telinga.

Cegah si Kecil sakit

Penyakit yang diderita anak umumnya menjadi pintu masuk terjadinya radang telinga pada mereka. Oleh karena itu, selain memenuhi asupan nutrisinya dengan baik, kamu juga perlu mengajari anak-anak untuk sering mencuci tangan dengan bersih dan tidak berbagi peralatan makan dan minum dengan temannya.

Jika memungkinkan, batasi waktu yang dihabiskan anak dalam penitipan anak kelompok. Tempat penitipan anak dengan jumlah anak yang lebih sedikit, dapat membantu mencegah si Kecil terkena radang telinga.

Hindari asap rokok

Pastikan tidak ada orang yang merokok di rumah. Saat berada di luar rumah, upayakan untuk beraktivitas di lingkungan yang bebas asap rokok.

Susui bayi secara langsung

Jika memungkinkan, menyusui bayi setidaknya selama enam bulan pertama masa kehidupannya akan mencegah anak terkena radang telinga. Ini karena air susu ibu atau ASI mengandung antibodi yang dapat memberikan perlindungan dari infeksi telinga.

Namun jka kamu memberi susu botol, pegang bayi dalam posisi tegak saat memberikan susunya. Hindari menyangga botol di mulut bayi saat dia berbaring, dan jangan menaruh botol di tempat tidur bayi bersama si Kecil.

Bicaralah dengan dokter tentang vaksinasi

Tanyakan kepada dokter tentang vaksinasi apa yang tepat untuk melindungi anak dari berbagai penyakit. Suntikan flu musiman, pneumokokus, dan vaksin bakteri lainnya dapat membantu mencegah infeksi telinga.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr