Kamus Penyakit

Perbedaan Maag dengan GERD: Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

August 31, 2020 | Husni Efendi | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Antara maag dan GERD bisa dibilang memiliki gejala yang mirip, sama-sama membuat sakit di area perut, khususnya bagian ulu hati. Lalu seperti apa perbedaan maag dengan GERD?

Walaupun biasanya sama-sama kerap dianggap sakit lambung, sebetulnya masing-masing dari penyakit tersebut memiliki ciri yang berbeda. Berikut perbedaan maag dengan GERD yang mungkin belum kamu ketahui.

Apa itu maag dan GERD?

Untuk maag, kamu mungkin sudah sering mendengarnya. Namun, apakah maag itu sebenarnya?

Maag (dalam istilah medis disebut sebagai gastritis) adalah kondisi yang terjadi ketika lapisan pelindung yang ada di lambung menjadi meradang atau membengkak.

Penyebab dari peradangan tersebut biasanya karena akibat infeksi bakteri dan menyebabkan luka di lambung. 

Sementara GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah sebuah kondisi di mana naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Itu terjadi karena katup di sistem pencernaan tidak bekerja secara benar. Kamu bisa divonis mengalami GERD, jika terjadi kenaikan asam lambung sekitar sekali sampai dua kali dalam seminggu.

Baca juga: Bukan Cuma Penyedap Masakan, Jahe dan Kunyit Bisa Menjadi Obat Maag Alami

Perbedaan maag dengan GERD

Perbedaan maag dan GERD bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkannya. Berikut beberapa gejala maag yang sering terjadi:

  • Perut sering merasa mual
  • Gejala berikutnya kemudian sering muntah
  • Sering merasakan kehilangan nafsu makan
  • Saat buang air besar, feses berwarna pekat

Sedangkan beberapa gejala umum dari GERD, beberapa di antaranya adalah:

  • Merasakan panas dan sakit seperti terbakar di bagian dada, gejala ini juga disebut sebagai heartburn
  • Merasakan kesulitan saat menelan  makanan
  • Yang sering terjadi, naiknya cairan asam dari lambung atau makanan ke atas kerongkongan

Perbedaan maag dengan GERD juga bisa dilacak dari penyebabnya. Penyebab maag bisa karena sedang stres, memiliki lapisan lambung yang lemah, atau karena sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Sementara GERD bisa dikarenakan juga karena faktor berat badan, atau bisa juga karena faktor hormon. GERD juga bisa menimbulkan sesak napas atau sakit di sekitar rahang.

Seperti disebutkan sebelumnya, GERD biasanya disebabkan oleh asam lambung yang sering naik.

Efeknya kemudian, akan memudahkan makanan atau cairan asam lambung naik ke atas dan menyebabkan rasa nyeri di dada. Inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan juga kerongkongan .

Pengobatan maag dan GERD

Karena gejalanya berbeda, maka pengobatan maag dan GERD juga berbeda.

Pada sakit maag, pengobatan yang dilakukan tergantung penyebabnya. Namun pada GERD, biasanya berfokus pada peningkatan fungsi cincin esofagus supaya kembali bekerja optimal.

Pengobatan untuk mengatasi sakit maag tidak cukup dengan menghindari penyebabnya saja yang bisa membuat kondisi ini kembali kambuh.

Namun juga didukung dengan konsumsi beberapa jenis obat-obatan yang sesuai. Beberapa obat untuk mengatasi maag di antaranya:

1. Antasida

Pilihan obat untuk membantu maag biasanya adalah antasida. Fungsi dari obat ini adalah dengan menurunkan jumlah produksi asam, menetralkan asam pada lambung.

Cara mengonsumsi obat ini bisa saat perut dalam keadaan kosong, atau juga setelah perut diisi makanan.

2. Antibiotik

Pilihan obat untuk maag selanjutnya adalah antibiotik. Antiobiotik tidak boleh digunakan sembarangan. Kamu harus lebih dulu melakukan konsultasi dan mendapatkan resep dari dokter.

3. Vitamin B12 dan B23

Untuk mengobati maag, kamu juga bisa mengonsumsi vitamin sebagai suplemen tambahan untuk mengobati kekurangan vitamin B12.

Suplemen untuk mengobati maag juga bisa didapatkan dari vitamin B23. Suplemen vitamin tambahan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B23 ada yang berbentuk tablet dan bisa langsung minum atau juga via suntik.

Sementara pengobatan untuk mengatasi GERD, bisa mengonsumsi obat-obatan golongan H-2 receptor blockers, seperti cimetidine, famotidine, dan ranitidine.

Atau juga golongan obat proton pump inhibitors (PPIs), seperti lansoprazole dan omeprazole. Obat ini adalah jenis obat dengan golongan penekan produksi asam yang kuat.

Untuk mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan tadi untuk mengobati GERD, kamu perlu berkonsultasi terlebih dulu dengan  dokter.

Selain obat-obatan tersebut, yang terpenting juga melakukan gaya hidup sehat. Seperti membuat berat badan tidak berlebih dan tetap ideal.

Tidak merokok, atau mengonsumsi minuman yang beralkohol. Menghindari makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti makanan yang pedas.

Cara mengatasi maag dengan berbagai metode pengobatan

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh maag dapat membuat aktifitas terganggu. Sangat penting untuk segera mengobati kondisi ini agar tidak semakin parah.

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan yang telah disebutkan di atas, maag juga dapat diatasi dengan cara mengubah gaya hidup dan melakukan perawatan alternatif. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan selengkapnya.

Cara mengatasi maag dengan mengubah gaya hidup

Salah satu cara mengatasi maag yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengubah gaya hidup, ini termasuk:

  • Makan dalam porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering: Sebaiknya kunyahlah makanan secara perlahan dan menyeluruh
  • Hindari pemicunya: Makanan berlemak dan pedas, makanan olahan, minuman berkarbonasi, kafein, alkohol, dan rokok dapat memicu gangguan pencernaan
  • Menjaga berat badan yang sehat: Berat badan berlebih dapat memberi tekanan pada perut, yang mana dapat mendorong perut dan menyebabkan asam kembali ke kerongkongan
  • Berolahraga secara teratur: Olahraga dapat membantu untuk menurunkan berat badan berlebih dan meningkatkan fungsi pencernaan
  • Kelola stres: Maag juga dapat dipicu oleh stres. Untuk mengatasinya, kamu dapat mengelola stres dengan cara menciptakan lingkungan yang tenang saat makan. Mempraktekan tekni relaksasi seperti melakukan meditasi atau yoga, juga dapat membantumu menurunkan itngkat stres
  • Mengganti obat-obatan yang dikonsumsi: Jika obat yang kamu konsumsi dapat menyebabkan iritasi pada lapisan perut, sebaiknya hentikanlah konsumsi obat tersebut, namun sebelumnya hal ini harus didasarkan oleh persetujuan dokter terlebih dahulu

Cara mengatasi maag dengan pengobatan alternatif

Selain obat-obatan yang sudah disebutkan sebelumnya, cara mengatasi maag juga dapat dilakukan dengan melakukan perawatan alternatif, seperti:

  • Terapi herbal seperti mengonsumsi ramuan peppermint dan jintan
  • Melakukan perawatan psikologis, seperti mengubah perilaku, melakukan teknik relaksasi, terapi perilaku kognitif, serta hipnoterapi
  • Akupunktur, yang dapat bekerja dengan memblokir jalur saraf yang membawa sensasi nyeri ke otak

Meskipun demikian, perawatan alternatif ini masih belum dipelajari dengan baik. Maka dari itu, sebelum melakukan perawatan ini, ada baiknya berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter.

Gejala maag yang perlu diwaspadai

Selain gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, maag juga memiliki gejala lainnya yang perlu kamu ketahui. Berikut adalah gejala maag tersebut:

  • Perut kembung
  • Bersendawa dan gas berlebih
  • Rasa asam di mulut
  • Perut berdeguk
  • Refluks asam
  • Nyeri, rasa yang tidak nyaman, atau rasa terbakar di dada atau perut

Jika gejala tersebut berlanjut selama lebih dari 2 minggu. Sebaiknya segeralah berkonsultasi dengan dokter. Jika gejala maag yang lebih parah muncul, segeralah cari pertolongan medis.

Gejala maag yang lebih parah dapat meliputi:

  • Napas pendek
  • Kesulitan menelan
  • Muntah yang terjadi secara terus menerus
  • Muntah darah
  • Keringat dingin
  • Nyeri tiba-tiba di dada, lengan, leher, atau rahang

Ciri-ciri maag

Ciri-ciri maag dan gejala yang ditimbulkan sebenarnya sama dan keduanya tidak memiliki perbedaan. Biasanya gejala gangguan pencernaan berasal dari saluran pencernaan bagian atas, terutama perut, dan bagian pertama usus kecil.

Sebagai tambahan, berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai ciri-ciri maag yang paling umum:

Rasa kenyang lebih awal dan tak nyaman saat makan

Kamu belum makan banyak, tetapi kamu sudah merasa kenyang, atau bahkan kamu mungkin saja tidak bisa menyelesaikan makan.

Ciri-ciri maag lainnya yakni perasaan kenyang yang tidak nyaman saat makan. Kamu dapat merasa perut lebih penuh dan berlangsung lebih lama dari yang seharusnya.

Tidak nyaman di perut bagian atas

Kamu dapar merasakan nyeri ringan hingga parah di area antara bagian bawah tulang dada dan pusar.

Sensasi terbakar dan kembung di perut bagian atas

Kamu juga dapat merasakan panas dan sensasi terbakar yang membuat tidak nyaman. Hal ini dapat terjadi di antara bagian bawah tulang dada dna pusar.

Kembung merupakan ciri-ciri maag yang paling utama yang sering dirasakan oleh banyak orang. Hal ini dapat menyebabkan sensasi sesak yang tidak nyaman akibat dari gas yang menumpuk.

Mual

Ciri-ciri maag lainnya yang paling umum adalah perasaan mual. Rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh kondisi ini dapat membuatmu merasa ingin muntah.

Demikian informasi tentang perbedaan maag dengan GERD, cara mengatasi maag dan gejala maag yang perlu kamu ketahui. Jangan tunda cek ke dokter jika curiga mengalaminya, ya.

Untuk mengetahui lebih jelas terkait perbedaan maag dan GERD, atau jika kamu memiliki gejalanya, kamu bisa bertanya ke dokter melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr