Kamus Penyakit

Penyempitan Pembuluh Darah

September 20, 2020 | Dewi Nurfitriyana
no-image

Kata aterosklerosis mungkin masih terdengar asing di telinga kamu. Tapi jika diganti dengan istilah penyempitan pembuluh darah, kamu pasti merasa lebih mengenal kata tersebut.

Penyempitan pembuluh darah banyak dikaitkan dengan gangguan kesehatan yang melibatkan organ jantung. Padahal sebenarnya kedua kondisi tersebut adalah hal yang berbeda satu sama lain.

Untuk lebih mengenali apa itu penyempitan pembuluh darah, bagaimana gejala, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya, kamu bisa membaca ulasannya secara lengkap berikut ini.

Apa itu penyakit penyempitan pembuluh darah?

Aterosklerosis adalah penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh plak yang menumpuk. Arteri sendiri adalah pembuluh darah berotot, yang bertugas membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh.

Penyempitan pembuluh darah, adalah masalah kesehatan yang umum yang dikaitkan dengan proses penuaan. Meski terbilang berat dan berbahaya, kondisi ini dapat dicegah dan bisa diatasi dengan beberapa metode pengobatan tertentu.

Jika tidak diobati, kondisi ini akan menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti serangan jantung, stroke, atau bahkan gagal jantung.

Baca juga: Praktis dan Mudah Diolah, Apa Kandungan Gizi yang Dimiliki Telur?

Apa penyebab penyempitan pembuluh darah?

Alasan utama terjadinya penyakit ini, adalah adanya plak yang membuat pembuluh darah menjadi sempit. Salah satu faktor penyebabnya adalah pertambahan usia.

Ketika seseorang semakin tua, jumlah lemak, kolesterol, dan kalsium yang menumpuk, dapat terkumpul di pembuluh darah dan pada akhirnya membentuk plak.

Penumpukan tersebut lama-kelamaan akan membuat darah sulit mengalir, dan menyebabkan penurunan aliran darah serta oksigen ke berbagai jaringan yang ada di dalam tubuh. Bahkan potongan plak tersebut juga bisa pecah, dan menyebabkan penggumpalan darah.

Aterosklerosis sendiri adalah penyakit yang bisa terjadi tanpa disadari, karena gejalanya seringkali tidak terlihat. Kondisi ini umum diawali dengan cedera pada lapisan dalam arteri yang diakibatkan:

Kolesterol tinggi

Dilansir dari Healthline, kolesterol adalah sejenis zat kuning seperti lilin yang ditemukan secara alami di dalam tubuh, serta pada makanan tertentu yang kamu makan.

Jika kadarnya dalam darah terlalu tinggi, ini dapat menjadi plak keras yang menghalangi sirkulasi darah ke jantung dan organ lain.

Usia yang semakin menua

Seiring bertambahnya usia, jantung dan pembuluh darah harus bekerja lebih keras untuk memompa dan menerima darah.

Pada situasi ini, besar kemungkinan pembuluh darah pun menjadi kurang elastis dan mengalami penyempitan.

Faktor lain

Selain kedua faktor utama di atas, plak penyebab penyempitan pembuluh darah juga bisa terjadi akibat beberapa hal lain.

Misalnya tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, obesitas, diabetes, radang sendi, atau infeksi lain yang tidak diketahui penyebabnya.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena penyempitan pembuluh darah?

Banyak faktor yang bisa membuat seseorang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit ini. Beberapa faktor risiko tersebut di antaranya:

Riwayat kesehatan keluarga

Jika ada anggota keluarga yang pernah terindikasi mengalami gangguan kesehatan ini, maka ada kemungkinan kamu juga akan terpapar risiko terserang penyakit yang sama.

Kurang berolahraga

Gaya hidup yang tidak sehat, ditambah jarang melakukan aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko kamu terhadap sejumlah masalah kesehatan, termasuk penyempitan pembuluh darah.

Oleh sebab itu, kamu disarankan untuk melakukan olahraga secara teratur, agar otot jantung kuat mendorong oksigen dan aliran darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Baca juga: Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan, Atasi Sembelit sampai Cegah Osteoporosis

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah dengan membuatnya menjadi sempit.

Diabetes

Orang dengan riwayat penyakit diabetes dinilai memiliki risiko lebih besar terserang gangguan penyempitan pembuluh darah.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit penyempitan pembuluh darah?

Penyakit ini terjadi dan berkembang secara bertahap. Jika kamu didiagnosis terserang aterosklerosis ringan, umumnya kamu tidak akan menunjukkan gejala apa pun.

Kamu baru akan menyadari ada sesuatu yang salah, setelah arteri tersumbat dan tidak mampu memasok darah dalam jumlah cukup kepada jantung.

Gejala ateroklesis sedang hingga berat

Gejala aterosklerosis sedang hingga berat, sangat bergantung pada arteri bagian mana yang terpengaruh. Misalnya, apabila ini terjadi pada arteri jantung, maka gejala yang akan muncul salah satunya adalah nyeri dada angina.

Sementara jika penyempitan pembuluh darah terjadi pada arteri yang menuju ke otak, maka gejala yang akan muncul bisa bermacam-macam.

Mulai dari mati rasa atau kebas pada lengan atau kaki, kesulitan berbicara atau cadel, kehilangan penglihatan sementara pada satu mata, atau otot wajah menjadi terkulai.

Sedangkan apabila kamu mengalami aterosklerosis pada arteri di lengan dan tungkai, kamu mungkin akan mengalami gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri tungkai saat berjalan.

Terakhir, jika kamu menderita penyempitan pembuluh darah di arteri yang menuju ginjal, maka gejala yang akan muncul di antaranya adalah tekanan darah tinggi, atau gagal ginjal.

Baca juga: Begitu Lezat, Simak Berbagai Kandungan Gizi Susu Berikut Ini

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyempitan pembuluh darah?

Jika tidak ditangani dengan segera, penyakit ini bisa mengalami komplikasi dan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan lain yang lebih serius. Adapun beberapa komplikasi yang bisa terjadi di antaranya adalah:

Penyakit arteri koroner

Ini terjadi ketika aterosklerosis mempersempit pembuluh darah di dekat jantung. Saat komplikasi ini terjadi, kamu bisa jadi akan mengalami nyeri dada, serangan jantung, atau gagal jantung.

Penyakit arteri karotis

Pembuluh darah ada juga yang terletak di dekat otak, dan saat ini mengalami penyempitan, maka kamu bisa berisiko mengalami penyakit yang dinamakan arteri karotis.

Ini adalah masalah kesehatan yang menyebabkan serangan iskemik sementara atau stroke.

Penyakit arteri perifer

Apabila penyakit ini menyerang pembuluh darah di bagian lengan atau kaki, hal selanjutnya yang mungkin akan terjadi adalah masalah sirkulasi darah di kedua organ tersebut. Kondisi ini dikenal dengan istilah medis penyakit arteri perifer.

Mengalami penyakit ini akan membuat kamu kurang sensitif terhadap panas maupun dingin. Jika dibiarkan tanpa ditangani secara serius, maka penyakit ini bisa sampai meningkatkan risiko luka bakar atau radang dingin.

Aneurisma

Aterosklerosis juga dapat menyebabkan aneurisma. Ini merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi pada anggota tubuh manapun yang kamu miliki.

Kebanyakan penderita aneurisma tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, jika sampai kamu merasa nyeri dan denyutan di area yang terjadi aneurisma, ini merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyempitan pembuluh darah?

Tujuan utama dari langkah-langkah pengobatan yang dilakukan adalah mencegah penyempitan pembuluh darah secara signifikan.

Sehingga gejala tidak perlu berkembang dan organ vital tidak harus mengalami rusak. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut.

Perawatan penyempitan pembuluh darah di dokter

Apabila aterosklerosis yang kamu derita sudah sangat parah, umumnya dokter akan menyarankan pengobatan medis seperti obat-obatan atau pembedahan.

Pemberian beberapa jenis obat seperti obat penurun kolesterol, penghambat enzim pengubah angiotensin, antikoagulan, dan obat antiplatelet seperti aspirin dinilai mampu mencegah gejala penyakit ini menjadi semakin parah.

Apabila pemberian obat-obatan tidak efektif membantu menangani gejala penyakit ini, dokter bisa menyarankan tindakan operasi yang meliputi:

  1. Operasi bypass, untuk mengalirkan darah ke sekitar pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit
  2. Terapi trombolitik, yang dilakukan dengan menyuntikkan obat khusus ke dalam arteri yang terkena penyempitan
  3. Angioplasti, untuk memperluas pembuluh darah
  4. Endarterektomi, dengan tujuan membuang timbunan lemak dari pembuluh darah, dan
  5. Aterektomi, yang berusaha mengangkat plak dari pembuluh darah dengan menggunakan kateter

Cara mengatasi penyempitan pembuluh darah secara alami di rumah

Penanganan utama penyakit ini yang dapat dilakukan dari rumah adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Kurangi asupan konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol dan kamu juga disarankan untuk lebih banyak berolahraga.

Dua kebiasaan ini sangat berguna untuk meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Apa saja obat penyempitan pembuluh darah yang biasa digunakan?

Secara umum tidak ada obat khusus untuk mengobati penyakit aterosklerosis.

Akan tetapi pemberian obat-obatan tertentu dilansir dari Drugs, dapat memperlambat atau menghentikan gejala penyakit ini secara signifikan.

Obat penyempitan pembuluh darah di apotek?

Jika kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi yang tidak dapat turun meski sudah melakukan diet dan olahraga, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan obat penurun kolesterol seperti:

  1. Lovastatin (Mevacor)
  2. Simvastatin (Zocor)
  3. Pravastatin (Pravachol)
  4. Fluvastatin (Lescol)
  5. Atorvastatin (Lipitor), dan
  6. Rosuvastatin (Crestor)

Obat penyempitan pembuluh darah alami?

Ada sejumlah suplemen, banyak yang berasal dari tumbuhan, yang dapat membantu mengobati aterosklerosis. Kebanyakan dari itu semua bekerja dengan membuat kadar kolesterol dalam tubuh menjadi turun.

Beberapa jenis tumbuhan, maupun makanan yang bisa dicoba untuk mengatasi gangguan kesehatan ini di antaranya adalah:

  1. Ekstrak artichoke
  2. Bawang putih, dan
  3. Niacin yang terdapat pada ayam, tuna, atau salmon.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita penyempitan pembuluh darah?

Jika dokter pernah mendiagnosis penyakit jantung koroner, maka kamu harus sangat memerhatikan tingkat kolesterol, tekanan darah, dan berat badan yang kamu miliki.

Apabila tidak, maka risiko terjadinya penyakit ini akan menjadi semakin besar. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya, adalah dengan menghindari makanan tinggi lemak dan tinggi natrium. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Mentega
  2. Saus
  3. Krim non-susu
  4. Gorengan
  5. Daging olahan
  6. Kue kering
  7. Potongan daging tertentu
  8. Makanan cepat saji, seperti keripik kentang, kue, dan es krim

Bagaimana cara mencegah penyempitan pembuluh darah?

Perubahan gaya hidup sehat sangat direkomendasikan untuk mengobati masalah kesehatan ini. Oleh sebab itu, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan seperti:

  1. Berhenti merokok
  2. Makan makanan sehat
  3. Berolahraga secara teratur, dan
  4. Menjaga berat badan yang sehat

Jangan memaksakan diri untuk melakukan perubahan gaya hidup secara drastis. Lakukan semua selangkah demi selangkah, dan ingatlah bahwa kamu melakukan ini semua demi mendapatkan kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Arteriosclerosis / atherosclerosis, https://www.healthline.com/health/atherosclerosis#causes, diakses pada 17 September 2020

Atherosclerosis, https://www.drugs.com/health-guide/atherosclerosis.html diakses pada 17 September 2020

The 6 Best Supplements and Herbs for Atherosclerosis, https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/herbs-for-atherosclerosis#atherosclerosis-and-cholesterol diakses pada 17 September 2020

 

 

 

 

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr