Kamus Penyakit

Jangan Sepelekan, Ini 8 Penyebab Utama Sakit Dada Sebelah Kiri

February 12, 2021 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sakit dada sebelah kiri memang sangat mengganggu, terutama saat sedang menjalani rutinitas sehari-hari.

Meski sebagian pemicunya adalah masalah pada jantung, nyatanya masih ada banyak faktor lain yang bisa menimbulkan sakit pada dada sebelah kiri.

Kondisi sakit dada

Banyak jenis masalah kesehatan dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri di bagian dada, dengan gejala yang sangat intens sehingga kamu bergegas ke rumah sakit.

Kamu mungkin khawatir bahwa nyeri dada disebabkan oleh serangan jantung, yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat, biasanya oleh gumpalan darah dan arteri yang menyempit.

Gejala serangan jantung yang klasik termasuk tekanan atau perasan di dada, dan nyeri di bahu, lengan, leher, rahang, atau punggung.

Namun nyeri di bagian dada tidak selalu berkaitan dengan kesehatan jantung lho. Pelajari beberapa kemungkinannya di bawah ini!

Kemungkinan penyebab sakit dada sebelah kiri

Apa saja penyebab sakit ini dada sebelah kiri? Simak beberapa kemunginan penyebabnya berikut ini.

1. Kelainan otot jantung

sakit dada sebelah kiri akibat kelainan otot jantung.
Otot jantung. Sumber gambar: shutterstock.

Kelainan otot jantung atau yang memiliki istilah kardiomiopati disebabkan oleh membesarnya ukuran jantung. Meski terkadang tidak ada gejala yang muncul, beberapa tanda-tanda yang bisa dirasakan adalah napas cepat, sesak napas, dan pusing.

Selain itu, kardiomiopati juga dapat menciptakan pembengkakan pada pergelangan tangan, kaki, dan perut. Dalam beberapa kasus, kelainan ini mengharuskan adanya perawatan medis, bahkan hingga pembedahan.

Kardiomiopati dapat muncul dari sejumlah faktor, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, dan faktor genetik. Untuk mencegahnya, kamu bisa mulai mengontrol berat badan, olahraga teratur, dan mengurangi asupan garam.

2. Angina

sakit dada sebelah kiri karena angina.
Sakit dada bagian kiri. Sumber gambar: shutterstock.

Angina bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan gejala yang timbul dari masalah yang ada pada jantung, salah satunya adalah koroner. Angina dapat terjadi karena otot jantung tidak mendapat oksigen yang cukup.

Salah satu tanda yang muncul adalah tidak nyaman dan nyeri pada dada bagian kiri. Untuk memastikan apakah penyebabnya adalah angina, perlu dilakukan pemeriksaan medis.

Dokter akan memberikan diagnosis setelah melakukan tes darah, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), dan pemeriksaan sinar-X pada dada. Sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya angina adalah gaya hidup yang tidak sehat dan manajemen stres yang kurang baik.

Baca juga: Sulit Melihat saat Berkendara di Malam Hari? Cek, Mungkin Ini Penyebabnya

3. Serangan jantung

sakit dada sebelah kiri.
Sakit dada bagian kiri. Sumber gambar: shutterstock.

Serangan jantung dapat terjadi saat angina tidak mendapatkan penanganan yang tepat atau dibiarkan. Pemicunya sama, yaitu kurangnya pasokan oksigen dan darah pada jantung. Beberapa serangan jantung terjadi pada tahap ringan yang kemudian perlahan semakin berat.

Meski, ada juga yang langsung merasakan nyeri pada dada dengan hebat secara tiba-tiba. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan adalah munculnya keringat dingin, rasa sakit pada lengan kiri, dada semakin memberat, sesak napas, mual, dan pusing.

Jika seseorang di dekatmu mengalami gejala-gejala tersebut hampir bersamaan, segera bawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Penanganan terlambat bisa menyebabkan dampak serius, bahkan kematian.

4. Perikarditis

sakit dada sebelah kiri.
Sakit dada bagian kiri. Sumber gambar: shutterstock.

Perikarditis adalah iritasi pada perikardium, lapisan tipis yang membungkus jantung. Sakit pada dada sebelah kiri seperti ditusuk dapat dirasakan saat terjadi radang pada perikardium. Jika dibiarkan, rasa nyeri bisa menjalar ke dada bagian tengah dan kedua bahu.

Operasi jantung dan infeksi bakteri adalah dua di antara beberapa pemicu terjadinya perikarditis. Umumnya, situasi ini lebih sering menyerang pria pada rentang usia 20-50 tahun.

Meski radang tersebut bisa kembali normal dengan sendirinya, ada baiknya kamu tetap berkonsultasi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Baca juga: Produksi Sperma Menurun? Hati-hati Gejala Kemandulan

5. Masalah asam lambung

Sakit dada. Sumber gambar: shutterstock.

The University of Alabama, Birmingham, memaparkan, rasa sakit dada sebelah kiri tidak melulu disebabkan oleh masalah jantung. Asam lambung yang naik ke saluran pencernaan dapat menciptakan rasa nyeri dan tidak nyaman.

Asam lambung yang naik ke kerongkongan (refluks) tidak hanya membuat sakit pada dada, tapi juga sensasi terbakar dan panas, serta rasa asam pada lidah dan mulut. Ini biasanya terjadi saat seseorang berbaring beberapa jam setelah makan.

6. Sakit dada sebelah kiri karena hernia hiatus

Sakit dada bagian kiri. Sumber gambar: shutterstock.

Hampir mirip dengan poin sebelumnya, hernia hiatus adalah kondisi dimana bagian atas perut menekan ke atas dan mendorong otot yang berada di perbatasan dada. Biasanya, dorongan ini berasal dari sisa makanan yang belum berhasil masuk ke lambung.

Untuk menghindarinya, kamu bisa mengurangi porsi makanmu agar seluruh makanan bisa masuk ke dalam lambung secara perlahan. Lalu, tidak langsung berbaring sesaat setelah makan. Gejala yang bisa dirasakan adalah sakit perut, nyeri dada bagian kiri, dan sensasi tersumbat pada dada bagian tengah.

7. Sakit dada sebelah kiri karena cedera otot

sakit dada sebelah kiri.
Cedera otot. Sumber gambar: shutterstock.

Salah satu penyebab sakit dada pada sebelah kiri yang jarang disadari adalah cedera otot. Tubuh manusia terdiri dari banyak otot atau jaringan lunak. Cedera pada jaringan lunak di sekitar tulang rusuk dapat membuat dada bagian kiri terasa nyeri.

Cedera bisa terjadi akibat banyak hal, terutama aktivitas yang menimbulkan trauma pada otot di sekitar dada. Di antaranya adalah kecelakaan mobil, bekerja terlalu berat, serta mengangkat beban berlebihan. Rasa sakit dada sebelah kiri biasanya akan semakin terasa saat bernapas.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 5 Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium 1

8. Sakit dada sebelah kiri karena masalah paru-paru

Radang paru-paru. Sumber gambar: shutterstock.

Masalah pada paru-paru juga dapat menyebabkan sakit pada dada sebelah kiri, seperti kanker paru-paru, radang paru-paru (pneumonia), serta rongga paru-paru dan dada yang berisi udara (pneumotoraks).

Gejala yang muncul adalah flu, sesak napas, pusing, mudah lelah, batuk, dan rasa nyeri pada punggung. Perawatan medis sangat dibutuhkan untuk mengatasi sakit dada yang satu ini.

Baca Juga: Yuk, Mengenal Bronkitis, Penyebab dan Gejalanya

Kapan harus ke dokter?

Sebagian besar nyeri dada bukanlah tanda sesuatu yang serius, tetapi kamu harus mendapatkan saran medis untuk berjaga-jaga. Dapatkan bantuan medis segera jika kamu berpikir kamu mengalami serangan jantung.

Apabila kamu mengalami sakit dada sebelah kiri disertai beberapa gejala berikut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat:

  • Sakit yang menyebar ke lengan, punggung, leher atau rahang kamu
  • Rasa sakitnya membuat dada kamu terasa kencang atau berat
  • Sakit juga dimulai dengan sesak napas, berkeringat, dan merasa sakit
  • Berlangsung lebih dari 15 menit

Karena bisa saja sakit dada sebelah kiri yang kamu alami merupakan gejala serangan jantung. Hubungi pusat gawat darurat sesegera mungkin untuk menghindari kondisi darurat medis.

Gejala serangan jantung dan sakit dada sebelah kiri

Nyeri dada hanyalah salah satu kemungkinan gejala serangan jantung yang akan datang.

Jika kamu merasakan satu atau beberapa tanda di bawah ini pada tubuh kamu atau orang lain, hubungi dokter atau nomor darurat lokal segera.

  • Tekanan yang tidak nyaman, rasa seperti terbakar, sesak, atau nyeri di tengah dada
  • Nyeri, mati rasa, rasa seperti tercubit, menusuk, atau sensasi tidak nyaman lainnya di satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut
  • Sesak napas
  • Mual mendadak atau muntah
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Panas atau keringat dingin
  • Berat, kelemahan, atau sakit mendadak di satu atau kedua lengan

Kamu lebih mungkin memiliki masalah jantung jika usia kamu sudah lanjut atau tahu kamu punya risiko terkena penyakit jantung koroner.

Misalnya, jika kamu:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Memiliki tekanan darah tinggi, diabetes atau kolesterol tinggi
  • Memiliki riwayat serangan jantung atau angina pada anggota keluarga di bawah 60 tahun

Memeriksakan sakit dada ke dokter

Dokter menggunakan beberapa informasi untuk menentukan siapa, dan siapa yang tidak, mengalami serangan jantung.

Selain deskripsi gejala dan profil risiko jantung kamu, dokter menggunakan hasil elektrokardiogram (EKG) dan tes darah yang disebut troponin jantung.

Tapi kadang-kadang ini tidak segera menunjukkan kelainan. Jadi, apa yang harus kamu jelaskan kepada dokter dan riwayat medis sangat penting dalam menentukan langkah awal dalam perawatan.

Saat memeriksakan gejala sakit dada ke dokter, berikut adalah beberapa hal yang ingin diketahui dokter tentang apa yang kamu alami:

  • Apa yang kamu rasakan (rasa sakit, tekanan, sesak, dll.)?
  • Dimana ketidaknyamanannya?
  • Kapan itu dimulai?
  • Apakah semakin parah atau tetap sama?
  • Apakah perasaan konstan, atau apakah itu datang dan pergi?
  • Apakah kamu pernah merasakannya sebelumnya?
  • Apa yang kau lakukan sebelum perasaan ini dimulai?

Jawaban yang jelas untuk pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu dokter melakukan diagnosis. Beberapa detik nyeri menusuk berulang lebih kecil kemungkinannya adalah gejala serangan jantung.

Kapan sakit dada menjadi serius?

Tidak seperti lutut pegal atau punggung bawah yang nyeri, nyeri dada bukanlah sesuatu yang bisa diatasi menunggu sampai besok. Ini juga bukan sesuatu untuk didiagnosis di rumah.

Jangan melakukan diagnosa sendiri, jika kamu khawatir tentang rasa sakit atau ketidaknyamanan di dada, punggung atas, lengan kiri, atau rahang, atau tiba-tiba pingsan atau terkena keringat dingin, mual, atau muntah.

Hubungi 911 atau nomor darurat lokal untuk memanggil kru medis darurat. Ini akan membawa kamu ke rumah sakit dengan kendaraan yang penuh peralatan yang dapat memulai diagnosis dan membuat kamu stabil jika jantung benar-benar dalam kesulitan.

Ada banyak alasan kenapa kamu harus segera menghubungi dokter saat nyeri dada, meskipun kamu:

  • Usia kamu terlalu muda (bahkan usia 20 juga bisa mengalami serangan jantung).
  • Kamu dalam kondisi yang bagus (serangan jantung kadang-kadang tanda pertama penyakit jantung).

Itulah beberapa penyebab sakit pada dada sebelah kiri yang biasanya muncul pada kebanyakan orang.

Yuk, minimalkan risiko terserang sakit dada sebelah kiri dengan mengubah gaya hidup, pola makan, dan aktivitas harian yang lebih sehat!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. The University of Alabama, diakses 28 April 2020, Chest pain: It’s not always a matter of the heart.
  2. Medical News Today, diakses 28 April 2020, What causes chest pain on the left side?
  3. Healthline, diakses 28 April 2020, What’s Causing Pain in the Left Side of My Chest?
  4. Harvard Medical School. Diakses pada 12 Februari 2021. What’s that chest pain?
  5. Harvard Medical School. Diakses pada 12 Februari 2021. Chest pain: A heart attack or something else?
  6. NHS. Diakses pada 12 Februari 2021. Chest pain
  7. cdc. Diakses pada 12 Februari 2021. What is a heart attack?
    register-docotr