Kamus Penyakit

Yuk, Kenali Jenis Diare dan Cara Pencegahannya

April 20, 2020 | Ahmad Ridwan
no-image

Diare merupakan salah satu jenis penyakit pencernaan yang membuat penderita menjadi sering buang air besar disertai tinja yang encer. Umumnya penyebab diare disebabkan oleh makanan dan minuman yang terpapar parasit, bakteri, atau virus.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus diare di Indonesia pada 2017 sebanyak 7 juta kasus. Diare yang menyebabkan dehidrasi dapat berdampak fatal bagi kondisi kesehatan dan butuh pertolongan dokter secepat mungkin.

Berikut jenis-jenis diare yang perlu kamu ketahui.

Jenis-jenis diare

Orang awam kerap menyebut diare dengan istilah mencret. Diare merupakan salah satu penyakit pencernaan, definisi diare dibedakan menjadi dua jenis tergantung berapa lama kondisinya berlangsung.

1. Diare akut

Yakni buang-buang air yang lamanya kurang lebih 3 hari sampai 1 minggu. Kebanyakan penderita diare jangka pendek disebabkan oleh adanya infeksi saluran pencernaan.

2. Diare kronis

Diare kronis umumnya terjadi lebih dari 4 minggu. Biasanya disebabkan oleh alergi, efek obat-obatan, kondisi medis tertentu, hingga infeksi kronis.

Diare dapat menyerang anak-anak, dewasa maupun lansia. Rata-rata orang dewasa bisa terjangkit diare 4 kali dalam 1 tahun. Jika diare berlangsung terlalu lama, bisa jadi merupakan pertanda kondisi yang serius. 

Kapan harus periksa ke dokter?

Cara penenganan diare antara anak-anak dan orang dewasa berbeda-beda. Berikut penjelasanya:

  1. Diare pada bayi dan anak-anak

Jika anak-anak dan bayi buang air besar terus-menerus, maka kondisi tersebut harus segera ditangani. Diare pada anak-anak maupun bayi akan menyebabkan dehidrasi dan membahayakan nyawanya dalam waktu singkat.

Maka perlu segera ke dokter jika anak mengalami kondisi seperti mulut kering, sakit kepala, lesu, produksi urine berkurang, mengantuk, kulit kering, intensitas BAB meningkat, feses serta demam dengan suhu yang tinggi.

  • Diare pada orang dewasa

Sementara bagi orang dewasa jika mengalami beberapa gejala seperti feses berwarna gelap, muntah, sering merasa mual, kurang tidur, dan berat badan menurun drastis maka segera periksakan diri ke dokter.

Diare jika dapat diatasi secara cepat dengan perawatan yang benar, kemungkinan dapat sembuh dalam beberapa hari saja.

Namun jika dibiarkan, diare akan menyebabkan beberapa risiko seperti kehilangan banyak nutrisi, perdarahan serta iritasi usus, dan dehidrasi.

Faktor risiko terjangkit diare

Ada beberapa kebiasaan dan kondisi yang dapat meningkatkan faktor risiko penyebab diare yakni:

  • Jarang membersihkan dapur dan toilet.
  • Sumber air tidak bersih.
  • Penyimpanan dan proses persiapan makanan tidak higienis.
  • Jarang mencuci tangan pasca dari toilet.
  • Makan makanan sisa yang sudah dingin.

Selain kondisi di atas, perubahan pola makan juga dapat menyebabkan diare akut, misalnya mengonsumsi teh, kopi dan minuman bersoda secara berlebihan serta permen karet dengan kandungan gula yang sulit diserap.

Berita Terkait
register-docotr