Kamus Penyakit

Yuk, Kenali Penyebab Detak Jantung Lemah pada Orang Dewasa Berikut Ini

July 25, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sebagai organ penting, kita harus mengetahui keadaan jantung kita. Karena jika lemah itu bisa menjadi gejala yang membahayakan. Ada beberapa penyebab detak jantung lemah yang mungkin selama ini jarang kamu sadari.

Hal ini karena, seringnya keadaan detak jantung lemah tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun. Lalu apa sajakah penyebab detak jantung lemah?

Apa itu detak jantung lemah

Jantung adalah organ terpenting dalam sistem peredaran darah. Lemah atau tidak teraturnya detak jantung bisa jadi mengindikasikan masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab detak jantung lemah.

Dalam kondisi normal, jantung orang dewasa biasanya berdenyut antara 60 hingga 100 kali per menit. Sementara, orang dengan jantung lemah hanya mengalami kurang dari 60 kali detakan dalam satu menit. 

Cara mengetahui detak jantung lemah

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai penyebab detak jantung lemah, kamu harus mengukurnya terlebih dahulu. Kamu bisa mengetahuinya dari denyut nadi yang berada di bawah rahang atau di bawah jempol.

Tempelkan jari tengah pada salah satu bagian tersebut, lalu hitung denyut nadi selama 15 detik. 

Kemudian, hasilnya dikalikan 4 dan itulah banyaknya detak jantungmu dalam satu menit. Ingat, jika jumlah detakan kurang dari 60, artinya detak jantungmu lemah. 

Penyebab detak jantung lemah pada orang dewasa

Pada umumnya, penyebab detak jantung lemah adalah penyakit jantung yang diderita seseorang. Penyakit atau kelainan tersebut kemudian mengganggu fungsi jantung sehingga tidak bisa bekerja secara normal. Atau ini bisa juga karena tanda dari masalah siste listrik jantung.

Inilah beberapa faktor penyebab detak jantung lemah:

1. Gangguan simpul sinoatrial

Simpul sinoatrial berfungsi sebagai alat pacu jantung alami untuk mengatur detak jantung. Ketika simpul sinoatrial tidak bekerja normal, jantung akan berdetak lebih lambat atau justru sangat cepat.

Pada umumnya, yang mempengaruhi kerja simpul sinoatrial ini adalah penyakit arteri koroner dan kerusakan jaringan jantung. 

2. Gangguan metabolisme

Gangguan metabolisme juga bisa menjadi salah satu penyebab detak jantung lemah. Adapun, kondisi metabolisme yang mempengaruhi fungsi jantung yaitu ketika tubuh kurang memproduksi hormon tiroid. Artinya, hormon yang dihasilkan tidak mencukupi.

Orang yang kekurangan hormon tiroid atau hipotiroidisme beresiko memiliki detak jantung lemah. Hipotiroidisme lebih beresiko bagi orang sehat yang berusia muda. Setidaknya 4 sampai 10 persen warga Amerika Serikat (AS) menderita penyakit ini.

3. Kekurangan oksigen (hipoksia)

Kurangnya oksigen yang diterima tubuh menjadi masalah utama melemahnya detak jantung. Dalam istilah medis, kondisi seperti ini disebut sebagai hipoksia.

Ketika hipoksia mengakibatkan detak jantung lemah, segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Biasanya, hipoksia terjadi ketika seseorang tersedak atau menderita asma. Penyakit paru – paru yang kronis juga bisa menyebabkan hipoksia.

4. Penyakit jantung

Penyakit jantung seperti gangguan fungsi arteri koroner hingga gagal jantung yang dibawa seseorang sejak lahir mempengaruhi detak jantung. Ketika menderita penyakit jantung, maka jantung akan memompa kurang efektif. Akibatnya, detak jantung beresiko menjadi lebih lambat.

5. Efek samping obat

Obat yang paling berpengaruh pada detak jantung pada umumnya adalah obat untuk diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, orang yang memiliki detak jantung tak beraturan harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Selain itu, faktor penuaan juga bisa menjadi penyebab mengapa detak jantung kamu melemah.

Kapan harus ke dokter?

Untuk memastikan penyebab detak jantung lemah, pemeriksaan medis juga diperlukan. Antara lain yaitu, elektrokardiogram, tes laboratorium, dan studi diagnostik lainnya dapat dilakukan.

Jika kamu mulai merasa sulit bernapas dan nyeri di bagian dada selama berhari – hari, segeralah pergi ke dokter. Kondisi seperti itu menunjukkan bahwa lemahnya detak jantung telah memberi efek buruk pada tubuh.

Segeralah ke dokter untuk mendapat penanganan tepat dan mencegah munculnya masalah kesehatan lainnya.

Apakah detak jantung yang lemah perlu diobati?

Bagi sebagian orang, detak jantung yang lemah tidak akan memberikan efek apapun. Orang dengan kondisi tubuh yang sehat tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Namun, bagi sebagian lainnya, detak jantung lemah justru akan menimbulkan masalah kesehatan.

Orang-orang yang menderita penyakit tertentu akan berbahaya jika detak jantungnya lemah. Berikut beberapa masalah kesehatan yang akan semakin parah jika disertai detak jantung lemah:

1. Disfungsi simpul sinus

Simpul sinus adalah bagian dari sel khusus yang berada di sebelah kanan atas jantung. Simpul sinus berfungsi mengatur irama detak jantung. Oleh karena itu, orang dengan disfungsi simpul sinus mengalami detak jantung yang tidak teratur.

Irama yang tidak teratur yaitu keadaan di mana jantung berdetak lebih cepat atau lebih lambat dari biasanya. Ketika simpul sinus tidak lagi berfungsi normal, jantung akan berdetak secara tidak konsisten. 

Orang yang menderita penyakit ini harus segera mendapat pertolongan medis ketika detak jantungnya melemah.

2. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kelainan di mana penderitanya kekurangan hormon tiroid. Dibandingkan dengan pria, wanita lanjut usia lebih beresiko mengalami hipotiroidisme.

Hipotiroidisme bisa menjadi salah satu penyebab detak jantung melemah. Maka, penderita penyakit ini harus memeriksa secara rutin kondisi detak jantungnya.

Jika detak jantung penderita tiba-tiba melemah, segeralah kunjungi rumah sakit. Penanganan medis yang diberikan lebih cepat akan mengurangi kemungkinan resiko.

3. Penyakit lyme

Penyakit Lyme adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri borrelia burgdorferi. Jika dibiarkan, bakteri ini akan menyebabkan infeksi di bagian jantung. Oleh karena itu, detak jantung yang melemah bisa mengindikasikan infeksi semakin parah.

4. Penyakit arteri koroner

Dalam sistem peredaran darah, arteri merupakan jalan untuk oksigen dan nutrisi. Namun, lemak, kolesterol dan kalsium dapat membangun plak di arteri sehingga menyebabkan penyakit arteri koroner. Plak ini membuat darah sulit mengalir dan dapat menekan jantung.

Penyakit arteri koroner berpotensi melemahkan jantung. Akibatnya, jantung tidak lagi dapat berfungsi normal. 

Kondisi penderita akan semakin parah jika disertai detak jantung yang melemah secara mendadak. Ketika detak jantung melemah, penderita beresiko mengalami gagal jantung. 

Mencegah detak jantung lemah

Cara paling efektif untuk mencegah detak jantung lemah adalah mengurangi risiko terserang penyakit jantung. Jika kamu sudah menderita penyakit jantung, ikuti perawatan medis untuk mencegahnya.

Agar terhindar dari penyakit jantung, kamu harus menerapkan pola hidup sehat. Yaitu, dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga secara teratur. Kemudian, hindari merokok, tidak meminum minuman keras mengandung alkohol.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Medical News Today (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. What to know about slow heart rate

Healthline (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Bradycardia (Slow Heart Rate)

Healthline (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Everything You Need to Know About Lyme Disease

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Bradycardia

Health Harvard (2019). Diakses pada 22 Juli 2020. Bradycardia

    Berita Terkait
    register-docotr