Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Sirosis, Gejala, Risiko hingga Cara Pencegahannya!

July 13, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Penyakit sirosis hepatitis merupakan kondisi akhir dari jaringan parut (fibrosis) hati. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai bentuk penyakit hati yang berkepajangan seperti hepatitis dan alkoholis kronis.

Dalam proses ini biasanya jaringan perut mulai terbentuk dan membuat hati menjadi sulit berfungsi bahkan bisa sampai mengancam jiwa lho.

Kerusakan hati yang disebabkan oleh sirosis umumnya tidak dapat diatasi. Tetapi jika sirosis hepatitis atau sirosis hati dapat didiagnosis sejak dini dan segera diobati, mungkin kerusakan hati lebih lanjut dapat diatasi.

Bagaimana sirosis terbentuk?

Sirosis adalah komplikasi dari banyak penyakit hati yang ditandai oleh struktur dan fungsi hati yang tidak normal. Penyakit pada hati yang berkepanjangan membuat beberapa sel-sel hati menjadi mati dan terbentuklah jaringan parut.

Ada banyak penyebab sirosis termasuk bahan kimia (seperti alkohol, lemak, dan obat-obatan tertentu), virus, logam beracun (seperti besi dan tembaga yang menumpuk di hati sebagai akibat dari penyakit genetik), dan penyakit hati autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang hati.

Apa saja gejalanya?

Orang dengan sirosis hati tahap awal biasanya tidak memiliki gejala. Seringkali, sirosis pertama kali terdeteksi melalui tes darah rutin atau pemeriksaan.

Untuk membantu memastikan diagnosis, kombinasi tes laboratorium dan pencitraan biasanya dilakukan. Ketika tanda dan gejala muncul, mereka mungkin merasakan gejala seperti berikut:

  • Sering merasa kelelahan
  • Memar yang mudah dari penurunan produksi faktor pembekuan darah oleh hati yang sakit
  • Mual
  • Pembengkakan di kaki, atau pergelangan kaki (edema)
  • Penurunan berat badan
  • Kulit yang gatal
  • Perubahan warna kuning pada kulit dan mata (jaudience), karena akumulasi bilirubin dalam darah
  • Kelebihan cairan pada perut (asites)
  • Pembuluh darah yang terlihat seperti sarang laba-laba pada kulit
  • Kemerahan di telapak tangan
  • Kehilangan masa menstruasi yang tidak berkaitan dengan menopause (jika wanita)
  • Kehilangan gairah seks, pembesaran jaringan kelenjar payudara (ginekomastia), dan atrofi testis atau pengecilan testis (jika pria)
  • Merasa bingung hingga berbicara cadel (ensefalopati hepatik)

Beberapa gejala lain yang mungkin kamu alami, seperti:

  • Muntah darah
  • Kram otot yang parah
  • Urin berwarna kecoklatan
  • Demam
  • Limpa yang membesar

Namun, perlu kamu ingat bahwa tidak semua gejala tersebut akan kamu rasakan dan belum tentu juga merupakan tanda dari kondisi sirosis hepatitis.

Baca Juga: Penyakit Liver: Kenali Jenis-jenis, Gejala, hingga Penyebabnya!

Faktor risiko

Sirosis tidak terjadi dalam semalam. Hal-hal yang paling umum untuk meningkatkan peluang sirosis adalah:

  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Infeksi hepatitis B atau hepatitis C jangka panjang

Lalu, beberapa kondisi dan penyakit jangka panjang lainnya yang dapat menyebabkan sirosis meliputi:

  • Fibrosis kistik
  • Gangguan metabolisme gula yang diturunkan (galaktosemia atau penyakit penyimpanan glikogen)
  • Terlalu banyak penumpukan zat besi pada tubuh (hemochromatosis)
  • Penyakit wilson, di mana terlalu banyak tembaga yang tersimpan di hati
  • Akumulasi lemak di hati (penyakit hati berlemak nonalkohol)
  • Penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh (hepatitis autoimun)
  • Penyumbatan saluran empedu, yang membawa enzim pencernaan dari hati ke usus (atresia bilier)
  • Penghancuran saluran empedu (sirosis bilier primer)
  • Pengerasan dan jaringan parut pada saluran empedu (primary sclerosing cholangitis)
  • Gangguan pencernaan genetik tertentu (alagille syndrome)
  • Beberapa infeksi, termasuk sifilis dan brucellosis
  • Reaksi buruk terhadap obat-obatan tertentu, termasuk metotreksat atau isoniazid

Komplikasi yang bisa terjadi

Dilansir dari mayoclinic.org, adapun komplikasi sirosis dapat meliputi:

Tekanan darah tinggi di pembuluh darah

Sirosis memperlambat aliran darah normal melalui hati, sehingga meningkatkan tekanan pada vena yang membawa darah ke hati dari usus dan limpa.

Pembengkakan di kaki dan di perut

Tekanan yang meningkat pada vena porta dapat menyebabkan cairan menumpuk di kaki (edema) dan di perut (asites). Edema dan asites juga dapat terjadi akibat ketidakmampuan hati untuk mencukupi protein darah tertentu, seperti albumin

Pembesaran limpa (splenomegali)

Hipertensi portal juga dapat menyebabkan perubahan dan pembengkakan limpa, dan terperangkapnya sel darah putih dan trombosit. Penurunan sel darah putih dan trombosit dalam darah bisa menjadi tanda pertama sirosis.

Perdarahan

Hipertensi portal dapat menyebabkan darah di alihkan ke vena yang lebih kecil. Hal tersebut dikarenakan tekanan ekstra, maka pembuluh darah kecil bisa menjadi pecah dan menyebabkan perdarahan serius.

Selain itu, hipertensi portal juga bisa menyebabkan vena yang membesar (varises) di esofagus (varises esofagus) atau lambung (varises lambung) dan menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Jika hati tidak dapat membuat faktor pembekuan yang cukup, akan menyebabkan perdarahan yang berkelanjutan.

Infeksi

Jika kamu memiliki sirosis, tubuh mungkin akan mengalami kesulitan dalam melawan infeksi. Asites dapat menyebabkan peritonitis bakteri, dan infeksi serius.

Malnutrisi

Sirosis dapat mempersulit tubuh kamu untuk memproses nutrisi, yang menyebabkan kelemahan dan penurunan berat badan.

Penumpukan racun di otak (ensefalopati hepatic)

Hati yang rusak oleh sirosis tidak dapat membersihkan racun dari darah dan juga dari hati yang sehat. Racun-racun tersebut kemudian dapat menumpuk di otak dan menyebabkan kebingungan mental dan kesulitan berkonsentrasi.

Dengan seiringnya waktu, enfalopati hepatic dapat berkembang menjadi tidak responsif atau yang biasa disebut koma.

Jaundice/kuning

Penyakit kuning terjadi ketika hati yang sakit tidak mengeluarkan bilirubin yang cukup. Penyakit kuning menyebabkan kulit dan mata menjadi berwarna kuning, juga bisa membuat urin menjadi berwarna gelap.

Penyakit tulang, beberapa orang dengan sirosis kehilangan kekuatan tulang dan memiliki risiko patah tulang yang lebih besar.

Peningkatan risiko kanker hati

Sebagian besar orang yang menderita kanker hati adalah orang yang memiliki sirosis sebelumnya.

Sirosis akut kronis

Beberapa orang akhirnya mengalami kegagalan multiorgan. Para peneliti sekarang percaya ini adalah komplikasi yang berbeda pada beberapa orang yang memiliki sirosis, tetapi tidak sepenuhnya memahami penyebabnya.

Apa saja tahapan sirosis hati?

Sirosis itu sendiri merupakan tahapan akhir dari kerusakan hati. Pada tahap awal penyakit hati akan menyebabkan peradangan hati. Jika peradangan ini tidak diobati akan membuat jaringan parut (fibrosis). Pada tahap ini, masih memungkinkan hati untuk bisa sembuh dengan pengobatan.

Orang dengan sirosis yang memiliki tanda-tanda komplikasi dapat memunculkan penyakit hati stadium akhir, dan satu-satunya pengobatan adalah transplantasi hati. Adapun tahapan dari sirosis adalah:

Sirosis tahap 1

Melibatkan beberapa jaringan parut hati, tetapi hanya menimbulkan beberapa gejala. Tahap ini dianggap sebagai sirosis kompensasi, di mana tidak ada komplikasi sama sekali.

Sirosis tahap 2

Meliputi hipertensi portal yang memburuk dan perkembangan varises.

Sirosis tahap 3

Melibatkan pengembangan pembengkakan di perut dan jaringan parut hati lanjut. Tahap ini menandai sirosis dekompensasi, dengan komplikasi serius dan kemungkinan akan menyebabkan gagal hati.

Sirosis tahap 4

Pada tahap ini sirosis dapat mengancam jiwa dan orang-orang telah mengembangkan penyakit hati stadium akhir, yang berakibat fatal jika tanpa transplatasi.

Apa saja langkah pencegahannya?

Kamu bisa mengurangi risiko sirosis dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Jangan minum alkohol jika kamu memiliki sirosis. Begitu juga jika kamu memiliki penyakit hati lainnya, hindari alkohol untuk mencegah sirosis.
  • Makan makanan sehat, lakukan diet nabati yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran. Pilih biji-bijian dan sumber protein tanpa lemak. Kurangi jumlah makanan berlemak dan makanan yang digoreng.
  • Pertahankan berat badan yang sehat, jumlah lemak tubuh yang berlebihan dapat merusak hati. Bicarakan dengan dokter kamu tentang rencana penurunan berat badan jika kamu mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Berbagai jarum dan hubungan seks tanpa pengaman dapat meningkatkan risiko hepatitis B dan C. Tanyakan kepada dokter kamu tentang vaksinasi hepatitis.

Jika kamu khawatir tentang risiko sirosis hati, bicarakan dengan dokter kamu tentang cara yang tepat untuk mengurangi risiko.

Bagaimana cara pengobatannya?

Perawatan untuk sirosis tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan hati yang dialami. Tujuan pengobatan adalah untuk memperlambat perkembangan jaringan parut di hati dan untuk mencegah atau mengobati gejala dan komplikasi sirosis.

Beberapa langkah untuk pengobatan sirosis meliputi:

  • Obat untuk mengendalikan hepatitis
  • Obat untuk mengendalikan penyebab dan gejala sirosis lainnya
  • Obat-obatan lain yang dapat meredakan gejala-gejala tertentu. Seperti, gatal-gatal, kelelahan, dan nyeri
  • Diet rendah sodium
  • Obat-obatan tekanan darah untuk mengendalikan peningkatan tekanan dalam pembuluh darah
  • Obat untuk mengurangin risiko perdarahan
  • Antibiotik untuk merawat suatu infeksi
  • Tes darah secara berkala
  • Operasi transplantasi hati

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Mayoclinic.org (2018). Diakses pada 8 Juli 2020. Cirrhosis
  2. Mayoclinic.org (2018). Diakses pada 8 Juli 2020. Chirrhosis
  3. Medicinenet.com (2019). Diakses pada 8 Juli 2020. Cirrhosis (Liver)
  4. Webmd.com (2019). Diakses pada 8 Juli 2020. Chirrhosis and Your Liver
    Berita Terkait
    register-docotr