Kamus Penyakit

Waspada Penyakit Sepsis! Yuk, Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

June 14, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Penyakit sepsis termasuk komplikasi infeksi yang memicu tekanan darah turun drastis dan rusaknya banyak organ. Bila diabaikan, maka orang tersebut bisa menghadapi kematian.

Sepsis bisa dikatakan komplikasi berbahaya karena infeksi. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kehilangan kendali.

Saat terkena infeksi, tubuh kita akan mengeluarkan respons melalui sistem kekebalan tubuh. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan sepsis, mari simak artikel ini sampai selesai!

Apa itu sepsis

Sepsis dikenal dengan septikemia, merupakan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa seseorang. Penyakit ini disebabkan oleh respons tubuh terhadap infeksi.

Tubuh biasanya melepaskan bahan kimia ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi. Sepsis dapat terjadi ketika respons tubuh terhadap bahan kimia tersebut tidak seimbang, ketidakseimbangan tersebut dapat memicu perubahan yang dapat merusak banyak sistem organ.

Sepsis terjadi ketika tubuh telah terserang infeksi terlebih dahulu, infeksi dapat terjadi di organ tubuh manapun dan dapat menyerang siapapun. Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, sepsis dapat menyerang semua orang tanpa pandang usia.

Penyakit ini bisa dikatakan berbahaya karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti syok septik yang dapat berujung kepada kegagalan paru-paru, ginjal, hati bahkan hingga menyebabkan kematian.

Faktor risiko sepsis

Meskipun dapat terjadi pada siapapun, sepsis paling umum dan paling berbahaya menyerang beberapa kelompok dengan beberapa kondisi di bawah ini:

  • Lansia.
  • Wanita hamil.
  • Anak-anak di bawah 1 tahun.
  • Orang yang memiliki kondisi kronis, seperti, penyakit ginjal atau paru-paru, atau kanker.
  • Orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.
  • Mengidap diabetes atau sirosis.
  • Sering mendapatkan perawatan di unit intensif rumah sakit.
  • Memiliki luka atau cedera, seperti terbakar.
  • Memiliki alat invasif, seperti kateter intravena atau tabung pernapasan.
  • Sebelumnya telah menjalankan terapi antibiotik atau kortikosteroid.

Penyebab sepsis

Sementara ini diketahui bahwa semua jenis infeksi bakteri, virus atau jamur  dapat menyebabkan seseorang terserang sepsis. Jenis infeksi yang memiliki risiko lebih tinggi dapat menjadi penyebab dari penyakit ini di antaranya adalah:

  • Radang paru-paru.
  • Infeksi pada sistem pencernaan (yang meliputi organ-organ seperti lambung dan usus besar).
  • Infeksi ginjal, kandung kemih dan bagian lain dari sistem kemih.
  • Infeksi aliran darah (bakteremia).
  • Resistensi antibiotik.

Gejala sepsis

Berdasarkan tingkat keparahannya, sepsis digolongkan menjadi tiga tingkatan. Setiap tingkatan tersebut memiliki beberapa gejala yang berbeda. Tiga tingkatan tersebut adalah sepsis, sepsis berat, dan syok septik.

Jika kamu mengalami gejala-gejala di bawah ini, sebaiknya kamu segera mencari pertolongan medis. Semakin dini kamu mendapatkan pertolongan, maka semakin besar peluang kamu untuk mendapatkan keberhasilan pengobatan dari penyakit ini.

Gejala yang dapat dirasakan berdasarkan tingkatannya adalah:

1. Sepsis

Gejala-gejala berikut ini dapat terjadi, jika seseorang terkena sepsis yaitu:

  • Demam di atas 38ºC atau suhu di bawah 36ºC.
  • Detak jantung lebih tinggi dari 90 detak per menit.
  • Tingkat pernapasan lebih tinggi dari 20 napas per menit.
  • Sebelumnya terkonfirmasi terserang infeksi.

Seseorang harus memiliki dua gejala di atas ini sebelum dokter dapat mendiagnosis sepsis.

2. Sepsis berat

Sepsis berat terjadi ketika kegagalan organ. Seseorang harus memiliki satu atau lebih dari tanda-tanda berikut untuk didiagnosis dengan sepsis berat:

  • Bercak kulit berubah warna.
  • Jarang buang air kecil.
  • Perubahan kemampuan mental.
  • Jumlah trombosit (sel pembeku darah) rendah.
  • Mengalami masalah pernapasan.
  • Fungsi jantung abnormal.
  • Menggigil karena turunnya suhu tubuh.
  • Ketidaksadaran.
  • Tubuh lemah.

3. Syok septik

Gejala syok septik termasuk gejala sepsis berat, kondisi ini lebih berbahaya dan menyebabkan kematian. Pada kondisi ini biasanya seseorang akan mengalami perubahan pada sistem peredaran darah, sel-sel tubuh, dan perubahan pada cara tubuh mengolah energi.

Orang yang sudah sampai ke tahap ini biasanya juga membutuhkan obat untuk menjaga tekanan darah agar lebih besar atau paling tidak sama dengan 65 mmHg. Selain itu, biasanya orang tersebut juga memiliki kadar asam laktat yang tinggi di dalam darah.

Pengobatan medis sepsis

Pemeriksaan dini merupakan kunci keberhasilan pengobatan sepsis. Potensi penyakit ini dapat disembuhkan akan semakin besar jika kamu segera memeriksakan diri, ketika merasakan tanda-tanda yang dijelaskan di atas.

Sepsis dapat menyebar ke orang vital, kondisi ini merupakan kondisi serius yang memerlukan perawatan secara intensif di rumah sakit. Peralatan medis tertentu dapat dipasangkan ke badan kamu, untuk menunjang organ-organ vital selagi pengobatan sepsis dijalani.

Namun, jika kamu berhasil untuk mengenali gejala-gejala sepsis dan mendapat perawatan sejak dini mungkin, sepsis dapat disembuhkan hanya dengan meminum antibiotik di rumah. Beberapa jenis obat mungkin akan diresepkan untuk membantu pengobatanmu, seperti:

1. Antibiotik sebagai anti infeksi

Perawatan dengan antibiotik harus segera dimulai. Awalnya dokter mungkin saja akan memberikan antibiotik spektrum luas yang dapat melawan infeksi bakteri gram negatif maupun bakteri gram positif. Antibiotik dapat diberikan secara intravena (IV).

Setelah mempelajari hasil tes darah, dokter dapat beralih ke antibiotik lain yang ditargetkan untuk melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.

2. Cairan intravena

Cairan intravena dapat diberikan kepada seseorang yang mengalami sepsis, biasanya cairan dalam tiga jam.

3. Obat untuk meningkatkan tekanan darah

Jika tekanan darahmu tetap terlalu rendah walaupun telah menerima cairan intravena, dokter mungkin saja memberikan obat vasopresor. Obat ini dapat menyempitkan pembuluh darah dan bertujuan membantu meningkatkan tekanan darah.

4. Insulin

Pemberian insulin secara intravena juga dapat diberikan sebagai penstabil gula darah saat perawatan penyakit ini.

5. Kortikosteroid

Untuk membantu mengurangi peradangan akibat infeksi, kortikosteroid dapat diberikan oleh dokter kepada penderita. Kortikosteroid biasanya diberikan dalam dosis rendah.

6. Obat penghilang rasa sakit

Beberapa obat penghilang rasa sakit atau juga obat penenang biasanya dibutuhkan untuk penderita penyakit sepsis.

7. Dialisis atau cuci darah

Jika penyakit ini sudah menyerang ginjal, beberapa orang mungkin saja memerlukan perawatan suportif lainnya seperti cuci darah.

Perawatan suportif lainnya juga dapat diberikan tergantung pada kondisi penderita. Perawatan suportif lainnya seperti bantuan oksigen untuk pernapasan.

8. Operasi

Pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan sumber infeksi, seperti pengumpulan nanah (abses), jaringan yang terinfeksi atau gangren.

Diagnosis penyakit sepsis

Untuk memastikan jenis penyakit pada seseorang, dokter perlu menjalankan beberapa tes untuk mengetahui penyebab dari gejala-gejala yang dirasakan. Untuk mendiagnosis penyakit sepsis, berikut adalah beberapa tes yang dapat dilakukan:

1. Tes darah

Sampel darah biasanya diambil dari dua lokasi berbeda, sampel darah diuji untuk membuktikan adanya beberapa masalah terkait

  • Infeksi.
  • Pembekuan darah.
  • Fungsi hati atau ginjal yang tidak normal.
  • Ketersediaan oksigen terganggu.
  • Ketidakseimbangan elektrolit.

2. Tes laboratorium lainnya

Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dilakukan tergantung pada gejala yang kamu rasakan. Pemeriksaan laboratorium mungkin saja memerlukan satu atau lebih sampel cairan tubuh untuk dianalisis. Sampel yang biasanya diperlukan adalah:

1. Air seni

Jika dokter mencurigai infeksi terjadi pada saluran kemih, dokter mungkin ingin memeriksa tanda-tanda bakteri dari urine menggunakan sampel air seni.

2. Sekresi luka

Jika kamu memiliki luka yang tampaknya terinfeksi, dokter akan menguji sampel sekresi luka agar dapat membantu menunjukkan jenis antibiotik apa yang paling kamu perlukan.

3. Sekresi pernapasan

Dokter juga bisa mengambil sampel dari sekresi pernapasan seperti lendir saat batuk atau disebut juga dengan sputum. Sampel ini akan diuji untuk menentukan jenis kuman apa yang menyebabkan infeksi.

4. Pemeriksaan radiologi

Pemeriksaan radiologi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengobati suatu penyakit yang berada di dalam tubuh.

Jika lokasi terjadinya infeksi tidak dapat ditemukan dengan jelas, dokter dapat melakukan satu atau lebih dari tes radiologi berikut ini:

1. Sinar-X

Sinar-X bagus untuk memvisualisasikan masalah di paru-paru.

2. Computerized tomography (CT)

Infeksi pada apendiks atau pankreas dapat dengan lebih mudah dilihat menggunakan CT scan. Teknologi ini mengambil sinar-X dari berbagai sudut dan menggabungkannya untuk menggambarkan irisan melintang dari struktur internal tubuh Anda.

3. Ultrasonografi

Teknologi ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar real-time pada monitor video. Ultrasonografi mungkin sangat berguna untuk memeriksa infeksi di kantung empedu atau ovarium.

4. Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI dapat membantu mengidentifikasi infeksi jaringan lunak. Teknologi ini menggunakan gelombang radio dan magnet yang kuat untuk menghasilkan gambar penampang struktur internal tubuh.

Sepsis pada bayi baru lahir

Sepsis dapat juga terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini disebut juga dengan istilah sepsis neonatal. Sepsis neonatal dapat terjadi pada bayi yang infeksi darah dalam bulan pertama kehidupannya. Dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada bayi.

Sepsis neonatal diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal seperti waktu infeksi, berdasarkan apakah infeksi tersebut dikontrak selama proses kelahiran (onset dini) atau setelah kelahiran (onset lambat).

Jenis penggolongan tersebut dapat membantu dokter memutuskan jenis perawatan apa yang akan diberikan. Bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi prematur lebih rentan terhadap sepsis onset lambat karena sistem kekebalan tubuh mereka belum matang.

Gejala yang dapat terjadi pada sepsis neonatal di antaranya adalah:

  • Lesu.
  • Tidak mau menyusu dengan baik.
  • Suhu tubuh rendah.
  • Apnea (berhenti bernapas sementara).
  • Demam.
  • Warna pucat.
  • Sirkulasi kulit yang buruk dengan ekstremitas dingin.
  • Pembengkakan perut.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Kejang.
  • Gelisah.
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice).
  • Mengalami masalah makan.

Cara pencegahan sepsis

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, di antaranya adalah:

  • Melakukan vaksinasi, beberapa vaksin dapat digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi.
  • Menjaga kebersihan badan.
  • Menjaga kebersihan luka, jika kamu memiliki luka perhatikan kebersihan luka untuk mencegah infeksi.
  • Dapatkan perawatan segera jika Anda mengalami tanda-tanda infeksi.

Itulah beberapa hal mengenai penyakit sepsis yang perlu kamu ketahui. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Sepsis merupakan penyakit yang berbahaya dan perlu segera mendapatkan perawatan medis.

Jika kamu merasakan gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 08/06/20. Sepsis – Symptoms and causes

Healthline (2018). Diakses pada 08/06/20. Sepsis

WebMD (2019). Diakses pada 08/06/20. What is Sepsis?

CDC (2019).  Diakses pada 08/06/20. What is sepsis? | Sepsis

Sepsis. Diakses pada 08/06/20. What is Sepsis

Medical News Letter (2018).  Diakses pada 08/06/20. Sepsis (blood poisoning): Risk factors,  symptoms, and treatment

    Berita Terkait
    register-docotr