Kamus Penyakit

Kenali Penyakit Plantar Fasciitis, Saat Tumit Sering Terasa Kaku dan Nyeri

June 17, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Jika kamu sering merasakan rasa sakit pada tumit saat sudah terlalu lama berdiri, kamu mungkin saja terkena penyakit plantar fasciitis.

Penyakit plantar fasciitis dapat terjadi pada jaringan yang menghubungkan tumit dengan jari kaki yang disebut plantar fascia.

Saat kamu memberikan terlalu banyak tekanan pada kaki, jaringan tersebut bisa saja menjadi cedera atau robek, sehingga terasa nyeri. Nah, yuk simak informasi lengkap tentang plantar fasciitis!

Apa itu penyakit plantar fasciitis?

Ilustrasi plantar fasciitis. Foto www.healthdirect.gov.au

Plantar fasciitis adalah salah satu keluhan ortopedi yang paling umum. Penyakit ini menyebabkan rasa sakit di bagian bawah tumit. Biasanya penyakit ini juga menyebabkan rasa sakit yang menusuk dan terasa pada langkah pertama di pagi hari.

Penyakit ini melibatkan peradangan pada pita tebal jaringan yang membentang di bagian bawah kaki dan menghubungkan tulang tumit ke jari-jari kaki atau disebut jaringan plantar fascia.

Ligamen plantar fascia bisa saja mengalami keausan akibat kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan-kegiatan yang terlalu banyak memberikan tekanan yang diberikan pada kaki dapat merusak atau merobek ligamen plantar fascia. Kondisi tersebut dapat menyebabkan plantar fascia menjadi meradang, sehingga nyeri dan terasa kaku.

Faktor risiko penyakit plantar fasciitis

Penyakit ini dapat menyerang siapapun, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko kamu terkena penyakit plantar fasciitis. Faktor yang dimaksud di antaranya adalah:

Pria dan wanita di usia aktif

Pria dan wanita aktif, tepatnya pada usia 40 hingga 60 tahun berada pada risiko tertinggi untuk terserang plantar fasciitis. Penyakit ini juga sedikit lebih umum pada wanita daripada pria.

Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit ini. Hal tersebut disebabkan karena obesitas dapat meningkatkan tekanan pada ligamen plantar fascia.

Pelari jarak jauh

Pelari jarak jauh memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena masalah pada plantar fascia. Selain pelari jarak jauh, pekerja aktif yang sering berjalan atau berlari seperti bekerja di pabrik atau menjadi pelayan restoran juga berisiko terkena penyakit ini.

Memiliki masalah struktural kaki

Jika kamu memiliki masalah terkait struktural pada bagian kaki, seperti kaki dengan lengkungan yang sangat tinggi atau kaki yang sangat rata, kamu juga berisiko dapat mengalami plantar fasciitis.

Melakukan aktivitas tertentu

Kegiatan-kegiatan yang membuat banyak tekanan pada tumit dan jaringan yang menempel dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit ini. Kegiatan seperti lari jarak jauh, menari balet, dan tarian aerobik dapat berkontribusi pada timbulnya plantar fasciitis.

Gejala penyakit plantar fasciitis

Keluhan utama dari mereka dengan plantar fasciitis adalah rasa sakit di bagian bawah tumit atau kadang-kadang di bagian bawah pertengahan kaki. Ini biasanya terasa hanya pada satu kaki, tetapi dapat juga memengaruhi kedua kaki.

Nyeri dari plantar fasciitis berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu. Rasa sakitnya bisa tidak terasa hingga menyebabkan rasa sangat nyeri. Beberapa orang merasakan terbakar atau sakit di bagian bawah kaki yang memanjang ke bagian tumit.

Rasa sakit biasanya lebih buruk di pagi hari ketika kamu mengambil langkah pertama dari tempat tidur, atau jika kamu berdiri setelah duduk atau berbaring sebentar. Kamu juga bisa mengalami kesulitan saat menaiki tangga karena adanya kekakuan pada tumit.

Setelah aktivitas yang berkepanjangan, rasa sakit bisa sangat terasa karena peningkatan iritasi atau peradangan. Orang-orang dengan plantar fasciitis biasanya tidak merasakan sakit selama aktivitas, tetapi setelah berhenti dari aktivitas rasa sakit tersebut barulah muncul.

Pemeriksaan dan diagnosis penyakit plantar fasciitis

Untuk memastikan apakah gejala yang kamu rasakan disebabkan oleh penyakit plantar fasciitis, dokter perlu melakukan beberapa tindakan diagnosis. Tindakan yang biasanya dokter lakukan di antaranya adalah sebagai berikut:

Diagnosis riwayat medis

Dokter akan melakukan diagnosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Selama pemeriksaan, dokter akan memeriksa area nyeri di kaki. Lokasi tersebut dapat membantu dokter menentukan penyebabnya.

Tes menggunakan rontgen

Dokter mungkin menyarankan X-ray atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk memastikan masalah lain, seperti bisa saja rasa nyeri disebabkan oleh fraktur stres, patah tulang ataupun saraf terjepit.

Cara pengobatan penyakit plantar fasciitis

Sebagian besar orang yang mengalami plantar fasciitis dapat sembuh dalam beberapa bulan dengan perawatan konservatif, termasuk istirahat, membekukan daerah yang sakit dan peregangan.

Beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan jika kamu terkena penyakit plantar fasciitis di antaranya adalah:

Konsumsi obat-obatan sesuai resep dokter

Menggunakan obat-obatan penghilang rasa sakit seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve) dapat meringankan rasa sakit dan peradangan yang disebabkan oleh plantar fasciitis.

Penggunaan obat ini tidak boleh dilakukan dalam jangka panjang tanpa adanya pengawasan dari dokter. Penggunaan obat-obatan tersebut secara terus-menerus dapat menimbulkan risiko efek samping.

Melakukan terapi khusus

Menurut penelitian yang dimuat dalam National Library of Medicine tahun 2015 menyarankan bahwa membalut kaki juga dapat menghilangkan rasa sakit akibat penyakit ini secara sementara.

Latihan peregangan dan penguatan atau menggunakan alat khusus dapat meredakan gejala.  Terdapat beberapa jenis terapi yang biasanya dilakukan untuk mengobati penyakit ini, yaitu:

1. Terapi fisik

Seorang ahli terapi fisik dapat menunjukkan serangkaian latihan untuk meregangkan plantar fascia dan tendon Achilles dan untuk memperkuat otot-otot kaki bagian bawah.

2. Terapi menggunakan night splints atau braces

Terapis fisik atau dokter mungkin menyarankan agar kamu menggunakan night splints yang berfungsi meregangkan betis dan lengkungan kaki saat kamu tidur.

3. Orthotic

Dokter mungkin akan meresepkan penunjang lengkung atau alat bernama orthotics yang digunakan untuk membantu mendistribusikan tekanan pada kaki secara lebih merata.

Melakukan prosedur bedah atau lainnya

Jika tindakan yang lebih konservatif tidak berhasil setelah beberapa bulan pengobatan, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa tindakan atau prosedur bedah, seperti:

1. Pengobatan melalui suntikan

Menyuntikkan obat steroid ke dalam area tender dapat memberikan penghilang rasa sakit secara sementara. Beberapa suntikan tidak disarankan karena dapat melemahkan plantar fascia dan mungkin mengakibatkan jaringan tersebut pecah. Semua perlu pertimbangan dokter, ya.

2. Terapi gelombang kejut ekstrakorporeal

Dalam prosedur ini, gelombang suara diarahkan pada area nyeri tumit untuk merangsang penyembuhan. Ini biasanya digunakan untuk plantar fasciitis kronis yang belum merespons perawatan konservatif.

3. Perbaikan jaringan ultrasonik

Teknologi invasif minimal ini telah cukup banyak dikembangkan. Dokter dapat menggunakan pencitraan ultrasound untuk memandu probe mirip jarum ke dalam jaringan plantar fascia yang rusak.

Energi ultrasound dapat menyebabkan ujung probe bergetar dengan cepat untuk memecah jaringan yang rusak, yang kemudian akan disedot keluar.

4. Operasi atau pembedahan

Hanya sedikit orang yang membutuhkan pembedahan untuk melepaskan plantar fascia dari tulang tumit. Ini umumnya merupakan pilihan hanya ketika rasa sakitnya parah dan perawatan lain gagal.

Prosedur ini dapat dilakukan sebagai prosedur terbuka atau melalui sayatan kecil dengan anestesi lokal.

Cara pencegahan penyakit plantar fasciitis

Untuk mencegah penyakit plantar fasciitis, kamu dapat beberapa cara di bawah ini:

Pertahankan berat badan yang sehat

Memiliki berat badan berlebih dapat memberi tekanan ekstra pada plantar fascia. Sebaiknya, pertahankan berat badan ideal untuk menghindari risiko terkena penyakit ini.

Pilih sepatu yang nyaman

Belilah sepatu dengan tumit rendah hingga sedang, memiliki sol tebal, memiliki penyangga lengkung yang baik dan bantalan ekstra yang empuk. Sepatu yang tepat dapat membantumu terhindar dari risiko penyakit plantar fasciitis. Sebaiknya hindari berjalan tanpa alas kaki.

Jangan memakai sepatu yang sempit

Selain jenis sepatu, kamu juga harus memastikan sepatu yang kamu gunakan memiliki ukuran yang tepat. Memaksakan menggunakan sepatu yang sempit saat beraktivitas dapat menyebabkan risiko terkena penyakit ini.

Hindari olahraga ekstrem

Jika kamu selama ini merupakan pecinta olahraga ekstrem yang melibatkan kegiatan menggunakan kaki, cobalah untuk mengganti jenis olahragamu dengan olahraga yang lebih ringan, seperti berenang atau bersepeda, alih-alih berjalan atau joging.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan sebelum olahraga dan melakukan pendinginan setelahnya. Jika kamu melakukan kegiatan olahraga yang sesuai, kamu pasti akan merasakan manfaat besar dari berolahraga tanpa khawatir mengalami cedera.

Melakukan peregangan kaki

Lakukan latihan-latihan sederhana di rumah, dapat membantumu meregangkan plantar fascia, tendon Achilles, dan otot betis.

Kompres dengan es saat nyeri

Jika kamu merasakan nyeri pada tumit atau bagian kaki setelah beraktivitas, kamu dapat melakukan kompres menggunakan es, untuk mengurangi nyeri tersebut.

Cara melakukannya cukup mudah kamu hanya perlu melapisi es menggunakan kain dan letakkan pada bagian yang terasa nyeri. Kamu dapat melakukan kompres es ini sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari agar nyeri yang kamu rasakan segera hilang.

Komplikasi penyakit plantar fasciitis

Jika kamu memilih untuk mengabaikan penyakit ini, bukan tidak mungkin kamu akan mengalami komplikasi seperti nyeri tumit kronis. Komplikasi ini dapat menyebabkan perubahan cara berjalan dan cedera pada kaki, lutut, dan pinggul.

Nah, itu dia beberapa hal mengenai penyakit plantar fasciitis yang perlu kamu ketahui. Jika kamu merasakan adanya gejala yang mirip dengan yang disebutkan di atas, kamu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

NIH (2015). Diakses pada 14/06/20.Taping for Plantar Fasciitis – PubMed

MayoClinic (2019). Diakses pada 14/06/20. Plantar fasciitis – Diagnosis and treatment

Healthline (2019). Diakses pada 14/06/20. Everything you want to know about plantar fasciitis

WebMD (2019). Diakses pada 14/06/20. Plantar Fasciitis: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment

WebMD (2019). Diakses pada 14/06/20.What can i do for my plantar fasciitis

    register-docotr