Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Degeneratif yang Umum Dialami Lansia, Apa Saja?

June 29, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyakit degeneratif adalah penyakit yang memengaruhi fungsi tubuh yang semakin parah dari waktu ke waktu. Penyakit ini tidak menular, namun gejalanya semakin lama akan semakin parah sehingga mengganggu aktivitas penderitanya. Bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan.

Umumnya penyakit degeneratif muncul pada orang berusia lanjut. Penyakit ini biasanya baru diketahui saat kondisinya sudah parah.

Penyakit degeneratif sendiri terbagi menjadi beberapa macam. Berikut penjelasan beberapa penyakit degeneratif yang umum dialami oleh lansia:

Penyakit degeneratif kardiovaskular

Penyakit ini disebut juga penyakit jantung degeneratif. Kondisi yang paling umum terjadi dari degeneratif kardiovaskuler antara lain penyakit jantung koroner.

Jantung koroner

Penyakit ini biasanya muncul setelah terjadinya penumpukan plak pada dinding arteri, menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jantung.

Apa saja gejalanya?

Jantung koroner dapat menyebabkan nyeri dada, dada terasa tertekan dan juga terasa sesak. Kondisi ini juga menimbulkan rasa mual, kram dan gangguan pencernaan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Meski tidak semuanya diberikan resep, pada beberapa kasus dokter akan meresepkan:

  • Beta-blocker untuk mengurangi tekanan darah dan detak jantung
  • Obat untuk memperlebar arteri dan meredakan nyeri dada
  • Obat untuk meningkatkan aliran darah ke jantung

Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk membuka sumbatan atau mengatasi masalah pada arteri.

Penyakit degeneratif sistem saraf (neurodegeneratif)

Jenis penyakit degeneratif ini termasuk yang paling berpotensi mengancam jiwa. Kebanyakan penyakit neurodegeneratif juga tidak memiliki obat. Penderita penyakit ini umumnya hanya menjalani perawatan untuk mengurangi efek gejala yang ditimbulkan.

Kalaupun tidak mengancam jiwa, penyakit ini tetap saja akan semakin parah dari waktu ke waktu. Sama seperti penyakit degeneratif lainnya, penderita penyakit neurodegeneratif akan mengalami nyeri, gangguan gerakan, keseimbangan dan berpotensi mengalami kelumpuhan.

Ada berbagai macam penyakit yang masuk dalam kategori neurodegeneratif. Namun yang umum terjadi antara lain penyakit alzheimer, penyakit parkinson dan penyakit huntington.

Penyakit alzheimer

Penyakit merupakan gangguan pada otak yang menyebabkan penurunan kemampuan berpikir dan berperilaku. Orang yang mengalami penyakit ini akan mengalami kerusakan ingatan yang parah dan disusul dengan kehilangan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari.

Apa saja gejalanya?

  • Biasanya diawali dengan kesulitan mengingat peristiwa atau percakapan yang belum lama dilakukan
  • Saat kondisi memburuk, orang dengan alzheimer biasanya akan melakukan pengulangan pernyataan atau pertanyaan yang sama berkali-kali
  • Tersesat di jalan yang biasa dilalui
  • Di tahap yang cukup parah akan kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara

Bagaimana cara mengatasinya?

Sementara ini pengobatan alzheimer baru sebatas mengurangi gejala, misalnya penggunaan obat jenis inhibitor kolinesterase. Ini adalah obat untuk meningkatkan komunikasi antar sel.

Obat lain yang umum digunakan yaitu memantine. Obat ini digunakan untuk memperlambat perkembangan gejala alzheimer. Salah satu efek sampingnya membuat pusing dan kebingungan.

Penyakit parkinson

Sama seperti alzheimer, penyakit parkinson juga berupa gangguan yang terjadi di saraf otak. Penyakit ini membuat penderitanya mengalami gangguan gerakan, menyebabkan sulit berjalan, berdiri atau melakukan kegiatan sehari-hari lainnya.

Apa saja gejalanya?

  • Tremor atau gemetar pada anggota tubuh. Umumnya pada jari-jari tangan
  • Gerakan lambat. Semakin lama, gerakan seseorang pengidap parkinson akan semakin memakan waktu
  • Otot kaku. Ini menyebabkan pasien merasakan sakit saat bergerak.
  • Postur dan keseimbangan tubuh juga terganggu sehingga sulit untuk berjalan
  • Sulit untuk menulis dan juga bicara

Bagaimana cara mengatasinya?

Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi dokter umumnya akan memberikan resep untuk mengendalikan penyakit ini agar tidak semakin parah. Obat yang biasa digunakan biasanya seperti:

  • Levodopa
  • Carbidopa-levodopa
  • Agonis dopamin
  • Entacapone
  • Inhibitor MAO B

Obat-obatan tersebut akan langsung bekerja pada saraf otak. Semantara itu ada obat lain yang juga diresepkan yaitu obat antikolinergik, yang merupakan obat mengendalikan tremor.

Penyakit huntington

Penyakit degeneratif ini lebih jarang terjadi dibandingkan alzheimer dan parkinson. Namun masih sama, yaitu disebabkan oleh rusak atau terganggunya sel-sel saraf otak. Penyakit ini umumnya muncul pada orang yang berusia 30 atau 40-an.

Dampak penyakit ini lebih luas dibanding alzheimer dan parkinson. Ini karena penyakit huntington bukan hanya mengganggu gerakan sehari-hari dan cara berpikir, tapi juga memengaruhi kondisi kejiwaan penderitanya.

Apa saja gejalanya?

  • Gangguan gerakan yang meliputi masalah otot, gerakan mata tidak normal atau lambat, dan juga kesulitan bicara dan menelan
  • Gangguan berpikir seperti sulit fokus pada tugas, kurangnya kesadaran akan perilaku dan melambatnya proses berpikir
  • Gangguan kejiwaan meliputi mudah sedih, tersinggung, insomnia dan juga menarik diri dari lingkungan sosial. Ada juga yang mengalami pikiran untuk bunuh diri

Bagaimana cara mengatasinya?

Sama seperti dua penyakit saraf degeneratif lainnya, penyakit ini juga tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan untuk menekan gejala yang timbul. Obat yang diberikan antara lain:

  • Obat untuk gangguan gerakan, seperti tetrabenazine atau deutetrabenazine dan jenis obat antipsikotik
  • Obat untuk gangguan kejiwaan, seperti antidepresan dan obat untuk membuat suasana hati stabil

Selain obat-obatan dokter akan merujuk pasien melakukan terapi fisik, terapi bicara dan juga psikoterapi. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko yang mungkin akan bermunculan seiring bertambahnya waktu.

Penyakit degeneratif sendi

Penyakit ini juga dikenal dengan istilah degenerative arthritis. Penyakit yang paling umum terjadi adalah osteoartritis.

Osteoartritis

Ini adalah kondisi berkurangnya fungsi bantalan tulang akibat penuaan dan menyebabkan rasa nyeri yang semakin parah dari waktu ke waktu. Meski bisa terjadi di bagian mana saja, umumnya terjadi di persendian tangan, lutut, pinggul dan tulang belakang.

Apa saja gejalanya?

  • Nyeri pada persendian saat melakukan gerakan
  • Persendian terasa kaku
  • Hilangnya fleksibilitas sendi
  • Serta terjadi pembengkakan di sekitar persendian

Bagaimana cara mengatasinya?

Umumnya pasien akan diberikan obat-obatan penghilang rasa sakit. Bisa berupa parasetamol, obat anti peradangan seperti ibuprofen atau bisa diberikan obat duloxetine.

Di luar obat-obatan, pasien akan dirujuk melakukan terapi fisik. Ini dilakukan untuk melatih otot di sekitar persendian, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi rasa sakit.

Jika dua perawatan tersebut tidak juga ampuh, dokter bisa merekomendasikan prosedur lainnya seperti suntikan kortikosteroid, yang berfungsi meredakan nyeri pada persendian. Atau juga suntikan pelumasan, yang akan memberikan bantalan pada persendian.

Penyakit degeneratif pada tulang

Penyakit degeneratif tulang adalah proses berkurangnya fungsi tulang atau kerusakan pada tulang akibat penuaan.

Penyakit degeneratif pada tulang ini juga memiliki berbagai jenis yang lebih spesifik. Dua yang umum terjadi adalah osteoporosis dan degenerative disk disease atau penyakit degeneratif pada cakram tulang belakang.

Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi tulang lemah dan rapuh sehingga membuat tulang rawan retak dan juga patah. Osteoporosis seringkali terjadi pada tulang pinggul, pergelangan tangan atau tulang belakang.

Apa saja gejalanya?

Biasanya tidak ada gejala di tahap awal osteoporosis. Namun semakin bertambah parahnya kondisi, penderita akan menunjukkan gejala seperti:

  • Badan menjadi bungkuk
  • Nyeri punggung, atau nyeri pada tulang tertentu
  • Tulang lebih rentan dari sebelumnya

Bagaimana cara mengatasinya?

Dokter akan merekomendasikan perawatan yang sesuai dengan hasil tes kepadatan tulang. Jika dibutuhkan, dokter bisa memberikan beberapa jenis obat, seperti:

  • Bifosfonat, yang merupakan obat untuk memperlambat kerapuhan tulang dan untuk membuat tulang menjadi lebih kuat
  • Denosumab. Sama seperti bifosfonat, obat ini juga akan diberikan untuk mengurangi risiko terjadinya patah tulang pada penderita osteoporosis
  • Terapi hormon. Dokter juga bisa menyarankan terapi hormon yang akan membantu menjaga kepadatan tulang. Terutama bagi wanita yang sudah mengalami menopause
  • Selain itu, dokter juga mungkin memberikan obat-obatan pembentuk tulang seperti romosozumab, teriparatide dan abaloparatide

Degenerative disk disease

Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada cakram tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit. Kondisi umum terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia.

Apa saja gejalanya?

  • Nyeri di punggung bagian bawah, dekat bokong atau di paha atas
  • Nyeri kadang muncul tapi kadang juga hilang, namun semakin buruk ketika sakitnya kembali muncul
  • Nyeri semakin parah saat duduk atau berjalan
  • Nyeri membuat sulit membungkuk atau mengangkat benda berat

Bagaimana cara mengatasinya?

  • Dua cara yang paling umum dilakukan adalah mengonsumsi obat dan juga terapi fisik. Obat-obatan yang diresepkan biasanya berupa penghilang rasa sakit dan mampu melawan peradangan.
  • Sementara terapi fisik biasanya berupa gerakan spesifik yang membuat otot di leher dan punggung lebih kuat dan fleksibel. Sehingga mendukung fungsi tulang belakang penderita penyakit ini.
  • Namun dalam kasus yang cukup berat dokter akan merekomendasikan tindakan operasi. Prosedur ini disebut disektomi. Dokter akan menghilangkan bagian bermasalah dan menggantinya dengan cakram tulang belakang buatan.

Selain jenis-jenis penyakit degeneratif umum yang disebutkan di atas, ada juga beberapa jenis penyakit lain yang seringkali dikaitkan dengan kondisi degeneratif, seperti:

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg. Hipertensi dikaitkan dengan penyakit degeneratif karena dapat menyebabkan risiko terjadinya serangan jantung dan stroke.

Menjalani pola hidup sehat dapat membantu kamu terhindar dari tekanan darah tinggi. Mengurangi konsumsi garam, tidak merokok, mengurangi kafein dan rutin berolahraga juga dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Diabetes

Sama seperti tekanan darah tinggi, diabetes juga seringkali dikaitkan dengan penyakit degeneratif karena dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke dan juga penyakit lainnya.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menerapkan pola makan sehat dan juga pola hidup sehat, berolahraga serta rajin melakukan pemeriksaan berkala untuk mengetahui kondisi gula darah terkini.

Demikian beberapa jenis penyakit degeneratif yang umum terjadi. Untuk menghindari berbagai jenis penyakit degeneratif di atas, penting untuk menjaga kesehatan sejak dini. Termasuk mengonsumsi makanan sehat kaya antioksidan agar tubuh mampu menangkal radikal bebas.

Pasalnya, menurut salah satu penelitian, radikal bebas dalam tubuh dapat menyebabkan stres oksidatif dan hal tersebut yang ikut berperan dalam terbentuknya penyakit degeneratif di usia lanjut.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayoclinic.org diakses 24 Juni 2020 Osteoporosis 
  2. Mayoclinic.org diakses 24 Juni 2020 Osteoartritis 
  3. Webmd.com diakses 24 Juni 2020 What Is Degenerative Disk Disease? 
  4. Medlineplus.gov diakses 24 Juni 2020 Degenerative Nerve Diseases 
  5. Betterhealth.vic.gov.au diakses 24 Juni 2020 Chronic or degenerative conditions 
    register-docotr