Kamus Penyakit

Anemia Hemolitik

November 12, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Tubuh biasanya menghancurkan sel darah merah tua atau yang telah rusak di limpa atau bagian lain dalam tubuh melalui proses yang dikenal sebagai hemolisis. Penyakit anemia hemolitik terjadi ketika jumlah sel darah merah menjadi rendah akibat terlalu banyak hemolisis dalam tubuh.

Baca juga: Sering Merasa Lelah? Yuk Kenali Beberapa Penyebab Anemia Secara Umum!

Apa itu penyakit anemia hemolitik?

Sel darah merah memiliki peran penting untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jantung dan seluruh tubuh. Sel darah merah dibentuk di sumsum tulang.

Penyakit anemia hemolitik adalah anemia yang terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari normal.   

Perlu diketahui bahwa ketika kamu mengalami anemia, darah tidak dapat membawa oksigen yang cukup ke seluruh jaringan dan organ. Tanpa oksigen yang cukup, tubuh tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Apa penyebab anemia hemolitik?

Penyebab langsung penyakit anemia hemolitik adalah kerusakan sel darah merah secara dini. Anemia hemolitik dapat disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu serta faktor lain yang menyebabkan tubuh menghancurkan sel darah merahnya.

Melansir dari Boston Children’s Hospital, penyebab penyakit ini bisa dilihat berdasarkan jenisnya, berikut adalah penjelasannya masing-masing.

Anemia hemolitik karena faktor keturunan

Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada sel darah merah itu sendiri dan terjadi ketika satu atau beberapa gen yang mengontrol produksi sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Kamu bisa mendapatkan gen sel darah merah tersebut dari salah satu atau kedua orangtua.

Jenis anemia hemolitik yang diturunkan meliputi:

  • Anemia sel sabit
  • Thalasemia
  • Pyruvate kinase deficiency (PKD)
  • Defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD)

Baca juga: Kenali Penyakit Anemia Sel Sabit: Kelainan Darah yang Bisa Sebabkan Kematian

Anemia hemolitik di luar faktor keturunan

Pada anemia jenis ini tubuh membuat sel darah merah secara normal. Akan tetapi, suatu penyakit, kondisi tertentu, atau bahkan faktor lain membuat sel menjadi hancur, misalnya saja:

  • Penyakit autoimun, seperti anemia hemolitik autoimun (AIHA)
  • Infeksi
  • Reaksi terhadap obat-obatan atau transfusi darah
  • Hipersplenisme (limpa yang membesar)

Apa gejala dan ciri-ciri anemia hemolitik?

Anemia hemolitik bisa terjadi secara tiba-tiba atau perlahan, ini bisa berlangsung ringan atau parah. Gejala pada masing-masing orang dengan kondisi ini tidak dapat disamakan.

Meskipun demikian, umumnya gejala dari penyakit anemia hemolitik meliputi:

  • Kulit, mata, dan mulut berwarna kuning (jaundice)
  • Kulit pucat
  • Kelelahan
  • Demam
  • Pusing
  • Urine berwarna gelap
  • Merasa lemah atau bahkan tidak mampu untuk melakukan aktivitas fisik

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit anemia hemolitik?

Jika penyakit ini berlangsung secara parah dan tidak segera diobati, ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:

  • Aritmia, irama jantung yang tidak teratur
  • Kardiomiopati, kelainan pada otot jantung
  • Gagal jantung

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati anemia hemolitik?

Anemia hemolitik dapat diobati dengan beberapa cara, berikut penjelasan selengkapnya.

Perawatan anemia hemolitik di dokter

Dokter biasanya akan melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mengobati pernyakit ini. Pengobatan didasarkan dari usia, seberapa parah kondisi, riwayat kesehatan, penyebab, dan bagaimana kamu merespons obat-obatan, perawatan, atau terapi.

Pilihan pengobatan untuk penyakit ini dapat termasuk:

  • Transfusi darah
  • Obat-obatan tertentu
  • Operasi
  • Transplantasi sel punca darah dan sumsum
  • IVIG (imunoglobulin intravena)

Cara mengatasi anemia hemolitik secara alami di rumah

Untuk mendukung pengobatan penyakit ini yang telah dilakukan melalui pengobatan oleh dokter. Kamu juga bisa melakukan perubahan pada gaya hidup.

Jika kamu memiliki AIHA dengan antibodi reaktif dingin, cobalah sebisa mungkin menghindari suhu dingin. Ini dapat membantu mencegah kerusakan sel darah merah. Untuk melindungi diri sendiri kamu bisa melakukan beberapa cara di bawah ini:

  • Kenakan sarung tangan saat mengeluarkan makanan dari lemari es
  • Kenakan topi, syal, dan mantel yang nyaman saat cuaca dingin
  • Matikan air conditioning (AC), atau kenakan pakaian hangat saat berada di ruangan ber-AC
  • Menjaga rumah selalu hangat

Apa saja obat penyakit anemia hemolitik yang biasa digunakan?

Berikut adalah penjelasan mengenai obat-obatan yang biasa digunakan.

Obat hemolitik anemia di apotek

Perawatan untuk mengobati penyakit ini salah satunya adalah menggunakan obat-obatan tertentu. Obat kortikosteroid digunakan untuk mengobati anemia hemolitik autoimun.

Kortikosteroid dapat membantu mengurangi aktivitas sistem kekebalan sehingga dapat membantu mencegah sel darah merah dihancurkan lebih cepat.

Sebaiknya bicarakanlah dengan dokter mengenai obat-obatan untuk mengatasi penyakit ini, dan konsumsilah obat-obatan yang hanya diresepkan oleh dokter ya.

Obat anemia hemolitik alami

Pengobatan kondisi ini harus dilakukan secara berhati-hati. Sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter mengenai obat alami yang bisa digunakan untuk mengurangi gejala penyakit ini.

Bagaimana cara mencegah penyakit anemia hemolitik?

Mengurangi risiko anemia hemolitik dapat dilakukan dengan cara mengurangi risiko infeksi, seperti:

  • Sering mencuci tangan
  • Menghindari kerumunan orang banyak
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit
  • Menghindari makanan yang tidak matang

Melansir dari Centers for Cancer Care and Blood Disorders, anemia hemolitik yang diturunkan tidak bisa dicegah, kecuali defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD).

Jika kamu memiliki G6PD, kamu dapat menghindari zat yang dapat memicu kondisi ini, misalnya saja menghindari kacang fava, naftalena, serta obat-obatan tertentu yang tidak dianjurkan oleh dokter.

Beberapa jenis anemia hemolitik yang tidak diturunkan juga dapat dicegah, misalnya saja reaksi terhadap transfusi darah. Ini dapat dilakukan dengan cara mencocokkan jenis darah secara cermat antara pendonor dan penerima.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Boston Children Hospital. Diakses pada 03 November 2020. Hemolytic Anemia 

Centers for Cancer Care and Blood Disorders. Diakses pada 03 November 2020. Hemolytic Anemia

Healthline (2019). Diakses pada 03 November 2020. Hemolytic Anemia: What It Is and How to Treat It 

John Hopkins Medicine. Diakses pada 03 November 2020. Hemolytic Anemia 

NIH. Diakses pada 03 November 2020. Hemolytic Anemia 

    register-docotr