Kamus Penyakit

Sering Sakit Saat BAB? Bisa Jadi Kamu Terkena Penyakit Anal Fistula

August 2, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Mungkin kamu jarang mendengar penyakit yang satu ini. Penyakit anal fistula merupakan kondisi terinfeksinya saluran antara anus dan kulit. Supaya tidak terlambat mengetahuinya, yuk kenali penyakit ini lebih mendalam!

Baca Juga: Daftar Penyakit Sistem Pencernaan Manusia yang Umum Dialami, Yuk Simak Ulasannya!

Pengertian penyakit anal fistula

Pada dasarnya penyakit anal fistula merupakan sebuah lubang terowongan kecil yang terbentuk antara kulit dan otot dari anus.

Lubang ini terbentuk karena infeksi yang terjadi di daerah dekat anus yang menyebabkan kumpulan nanah. Jika nanah sudah hilang akan membentuk saluran kecil.

Penyakit anal fistula. Foto: wikipedia.org

Anal fistula biasanya memiliki bentuk yang sederhana dan bisa juga kompleks atau bercabang. Ketika buang air besar, anal fistula ini dapat mengeluarkan darah, nanah, atau bahkan kotoran.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman selama dan setelah melakukan buang air besar.

Penyakit anal fistula biasanya lebih sering terjadi pada laki laki dibanding perempuan. Basanya kasus ini terjadi pada usia 20 tahun hingga 40 tahun. Namun demikian, bisa juga terjadi pada bayi dan anak – anak, akibat kelainan kongenital atau cacat bawaan.

Gejala penyakit anal fistula

Adapun beberapa gejala yang dapat ditimbulkan dari penyakit anal fistula ini, antara lain seperti:

  • Kesulitan dalam mengontrol buang air besar.
  • Terdapat bau busuk dari sekitar anus.
  • Jika buang air besar terdapat nanah atau darah.
  • Suka merasakan sakit yang terus menerus dan terasa denyutan yang biasanya terasa pada saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk.
  • Terdapat iritasi kulit di sekitar anus.
  • Timbulnya kemerahan dan bengkak di area anus, terdapat nanah, atau demam.
  • Demam, meriang, dan merasa kelelahan.
  • Terasa gatal pada lubang anus dan fistula.
  • Terbentuknya lubang di kulit dan munculnya cairan atau feses dari lubang tersebut.
  • Konstipasi atau sembelit atau juga nyeri berhubungan dengan pergerakan usus.

Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Tetapi ada juga yang mengalami semua gejala dan ada pula yang mengalami beberapa gejala.

Biasanya rasa nyeri akan terus bertambah ketika sedang buang air besar, duduk, atau ketika banyak bergerak. Apabila merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

Penyebab penyakit anal fistula

Pada dasarnya penyebab utama dari anal fistula adalah terbentuknya abses di sekitar anus. Di mana awalnya, kondisi ini terjadi ketika kelenjar di sekitar anus tersumbat.

Dengan seiring waktu, penumpukan nanah pada abses anus akan menekan area di sekelilingnya dan mencari jalan keluar. Akibatnya, terbentuklah sebuah saluran dari abses ke anus atau dubur yang disebut fistula.

Tetapi ada juga penyebab lain yang menyebabkan penyakit ini timbul antara lain seperti:

  • Infeksi tuberkulosis atau HIV.
  • Komplikasi dari operasi dekat anus.
  • Penyakit Crohn atau peradangan pencernaan.
  • Hidradenitis suppurativaatau abses dan jaringan parut yaitu kondisi kulit kronis yang menyebabkan munculnya benjolan seperti jerawat pada bagain tubuh.
  • Munculnya divertikulitis yaitu peradangan yang terjadi pada divertikula yang merupakan kantong kecil yang ada dalam saluran pencernaan.
  • Trauma atau komplikasi bekas operasi di dekat anus.
  • Kanker anus dan usus besar.

Diagnosis penyakit anal fistula

Pada umumnya, di tahap awal biasanya dokter akan melakukan wawancara terkait keluhan yang dialami, lalu melakukan pemeriksaan fisik terutama di daerah sekitar anus. 

Kemudian dokter akan memasukkan jari ke dalam anus dan mencari saluran pembuka fistula pada kulit. Setelah itu, dokter akan menentukan seberapa dalam saluran tersebut dan mengarah ke mana.

Jika fistula tidak terlihat di permukaan kulit, biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan dan tes tambahan, antara lain:

  • Anoskopi yaitu yaitu pemeriksaan menggunakan semacam kamera untuk melihat kondisi dalam anus dan rektum.
  • Ultrasonografi atau magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat arah dan kedalaman terowongan.
  • Fistula probe, yaitu pemeriksaan dengan alat dan pewarna khusus, untuk mengetahui lokasi saluran fistula dan abses.
  • Kolonoskopi merupakan pemeriksaan yang menggunakan semacam kamera untuk melihat kondisi usus besar. Alat ini dimasukkan melalui anus. Biasanya dilakukan jika penyebabnya dikarenakan oleh penyakit crohn, kanker rektum dan anus, atau divertikulitis.

Pengobatan penyakit anal fistula

Secara umum pengobatan ini dilakukan untuk mengeluarkan nanah dan menghilangkan fistula dengan tetap melindungi otot sfingter anus (otot yang berfungsi untuk mengatur buka tutup anus).

Pengobatan anal fistula juga sebaiknya dilakukan tidak terlalu lama karena bisa menyebabkan masalah lain yang lebih fatal misalnya terjadinya kanker tulang, kanker di lubang anus dan lain sebagainya

Pada kebanyakan kasus, penyakit anal fistula dilakukan dengan tindakan operasi. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit anal fistula antara lain:

Fistulotomy

Fistulotomy untuk atasi anal fistula. Foto: springer.com

Hal ini merupakan prosedur yang paling umum dilakukan sebagai obat fistula adalah fistulotomi.

Prosedur operaasi ini mengharuskan pemotongan sepanjang panjang fistula untuk membuka fistula. Prosedur ini direkomendasikan untuk fistula yang tidak banyak melewanit otot sfingter.

Teknik seton

Prosedur ini merupakan pemasangan bahan sejenis benang (seton) yang akan dipasang melalui bukaan fistula membentuk sebuah simpul sehingga saluran fistula melebar dan nanah dari abses dapat keluar.

Biasanya tingkat kekencangan ikatan benang akan diatur dokter untuk menutup saluran fistula pada masa pemulihan. Ketika saluran sudah tertutup, benang akan dilepas. Secara umum, benang seton dipasang selama 6 minggu.

Pemasangan flap lanjutan

Prosedur ini biasanya dilakukan ketika fistula cukup kompleks atau ada risiko tinggi inkontinensia. Flap adalah sepotong jaringan yang dipindahkan dari rektum ke kulit sekitar anus. 

Selama operasi, saluran fistula dipindahkan dan dilekatkan kembali ke tempat awal terbukanya fistula. Operasi efektif pada 70% kasus karena terbilang rumit.

Penyumbatan fistula

Prosedur ini biasanya dilakukan setelah nanah dikeluarkan. Pada prosedur ini, saluran fistula akan disumbat dengan bahan khusus yang dapat terserap oleh tubuh, hingga akhirnya menutup fistula.

Lem fibrin

Prosedur ini merupakan pilihan terapi non bedah. Caranya dengan menyuntikkan lem ke fistula untuk merekatkan saluran. Prosedur ini cukup simpel, aman dan minimal nyeri namun hasil jangka panjang untuk metode ini kurang bagus.

Bioprosthetic plug

Plug berbentuk kerucut ini terbuat dari jaringan manusia yang digunakan untuk menghambat pembukaan fistula. 

Prosedur ini tidak menutup fistula secara sempurna sehingga bisa terus mengalami drainase. Jaringan baru biasanya tumbuh di sekitar plug untuk menyembuhkan fistula.

Biasanya setelah operasi dilakukan, pada kebanyakan pasien akan diberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa nyeri.

Antibiotik biasanya diberikan kepada beberapa orang termasuk pasien fistula yang mengalami diabetes melitus (kencing manis) atau juga yang mengalami penurunan sistem imun. 

Pasien bisa pulang pada hari yang sama pasca operasi namun beberapa juga butuh menjalani rawat inap lebih lama jika pembedahan relatif rumit. Pasien biasanya menggunakan pembalut luka sampai luka operasi benar – benar sembuh.

Perawatan pasca operasi

Secara umum penyembuhan penyakit ini membutuhkan waktu kurang lebih 6 minggu. Pada minggu-minggu pertama, bekas luka mungkin akan mengeluarkan darah dan cairan, jadi sebaiknya gunakan pembalut atau handuk kecil pada celana dalam untuk menahan cairan tubuh tersebut.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan, antara lain seperti:

  • Berendam di air hangat sebanyak 3–4 kali sehari.
  • Mengenakan bantalan pada area anus selama masa pemulihan luka.
  • Memperbanyak makanan kaya serat dan minum air untuk mencegah sembelit.
  • Mengonsumsi obat pencahar agar tinja lunak bila diperlukan.

Pencegahan anal fistula

Agar terhindar dari penyakit anal fistula, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, antara lain:

  • Harus selalu menjaga kebersihan alat kelamin, anus, dan area di sekitarnya.
  • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang, serta minum air putih dalam jumlah yang cukup.
  • Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup serta air putih 1,5–2 liter per hari, baik untuk mencegah sembelit dan menjaga feses tetap lunak. 
  • Langkah ini juga akan mencegah terjadinya luka di anus. Hal ini secara tidak langsung akan mencegah terbentuknya fistula.
  • Tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan intim.
  • Melakukan pengobatan dan kontrol berkala ke dokter bila menderita penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya fistula.
  • Jika terdapat bisul, segera obati sehingga tidak menjadi fistula. Usahakan hindari faktor risiko terjadinya fistula.

Komplikasi penyakit anal fistula

Biasanya risiko komplikasi yang timbul setelah operasi fistula berbeda-beda, tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan. Ada pun risiko komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi, inkontinensia usus, kondisi fistula ani kembali terjadi.

Sebaiknya pasien memeriksakan diri ke dokter pasca operasi jika pasien mengalami komplikasi – komplikasi pasca pembedahan seperti:

  • Terjadinya perdarahan yang hebat.
  • Meningkatnya rasa nyeri, bengkak dan juga keluarnya cairan (discharge).
  • Mengalami demam atau temperatur tinggi hingga 38 derajat celsius atau lebih.
  • Merasakan mual.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Kesulitan untuk berkemih.
  • Timbulnya infeksi.
  • Jaringan parut mengalami masalah.

Kapan sebaiknya harus ke dokter?

Sebaiknya segera ke dokter jika kamu mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama jika pernah mengalami fistula sebelumnya, karena kondisi ini mungkin kambuh kembali. 

Hal ini sangatlah penting untuk menangani kondisi sedini mungkin dan mencegah komplikasi. Orang-orang yang memiliki abses anus, menderita penyakit menular seksual, dan penyakit crohn, lebih berpotensi mengalami penyakit ini.

Maka dari itu, jika kamu mengalami penyakit atau kondisi tersebut, lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memantau kondisinya dan melakukan upaya pencegahan munculnya fistula.

Jangan sampai terlambat mengetahuinya agar penyakit ini tidak semakin parah dan membahayakan tubuh dan kesehatan kamu ya. Jangan lupa untuk menerapkan hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. webmd.com diakses 30 Juli 2o20. What Is an Anal Fistula?. 30 Juli 2020 pukul 13.00.
  2. fascrs.org diakses 30 Juli 2020. Abscess and Fistula Expanded Information. 30 Juli 2020 pukul 13.45.
  3. nhs.uk (2019) diakses 30 Juli 2020. Anal fistula. 30 Juli 2020 pukul 14.30
    Berita Terkait
    register-docotr