Kamus Penyakit

Sering Mati Rasa dan Sulit Bicara? Awas Gejala Stroke Ringan!

July 16, 2020 | Muhammad Hanif S.
no-image

Stroke ringan, atau transient ischemic attack (TIA), adalah kondisi saat sejumlah bagian otak mengalami kekurangan darah akibat penyumbatan. Mengetahui gejala stroke ringan bisa membantumu untuk meminimalkan keadaan yang lebih parah.

Mengenali tanda-tanda dari TIA adalah sesuatu yang penting, karena sampai sekarang, prevalensi stroke di dunia masih cukup tinggi. Data dari The Stroke Center menunjukkan, ada 15 juta kasus baru stroke setiap tahun, dengan lima juta di antaranya berujung kematian.

Lalu, apa saja gejala dari stroke ringan? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Gejala stroke ringan paling umum

Pada umumnya, stroke ringan memiliki gejala yang mirip dengan stroke berat. Hanya saja, tanda-tandanya biasanya dapat sembuh kurang dari 24 jam. Meski, tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut akan bertambah parah jika tak mendapat penanganan yang tepat.

Gejala-gejala dari stroke ringan meliputi:

1. Sulit bicara

Gejala pada stroke ringan yang paling bisa diamati adalah sulit bicara. Kondisi yang juga disebut dengan disartria ini bisa terjadi saat otot mulut dan rahang melemah, disebabkan oleh gangguan sistem saraf dan kelumpuhan parsial.

Sehingga, menyebabkan tutur kata menjadi lambat, tidak jelas, dan sulit dipahami. Selain sulit bicara, intonasi dan volume suara yang dikeluarkan juga lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Hati-hati Gaya Hidup Tidak Sehat Menjadi Faktor Penyebab Stroke

2. Gejala stroke ringan pada mata

Gejala stroke ringan yang sering diabaikan adalah berkurangnya penglihatan. Mengutip Virtua.org, kondisi ini disebabkan oleh lobus oksipital yang tidak mendapat asupan darah yang cukup.

Lobus oksipital sendiri merupakan salah satu komponen otak yang berada di bagian belakang. Bagian otak ini memiliki peran penting dalam mengenali objek, dengan menerima pantulan bayangan dari retina.

Saat lobus oksipital tidak berfungsi dengan baik, maka bayangan dari sebuah objek yang diteruskan retina tak bisa diterjemahkan dengan baik.

3. Gangguan keseimbangan

Tanda dari stroke ringan selanjutnya adalah gangguan keseimbangan. Tanda-tanda yang satu ini hampir mirip dengan vertigo, sehingga banyak orang yang tidak menyadari akan bahayanya.

Mengutip UK Stroke Association, gangguan keseimbangan biasanya terjadi saat stroke menyerang bagian batang otak atau otak kecil. Dua bagian otak tersebut memiliki kontrol penuh atas keseimbangan manusia.

Saat batang otak dan otak kecil kekurangan darah akibat adanya penyumbatan, maka kamu bisa merasakan sensasi berputar sama seperti gejala vertigo, sulit untuk berdiri, berjalan, dan menjalankan aktivitas yang lebih berat.

4. Mati rasa

Kamu bisa mengenali tanda-tanda stroke ringan dari kelumpuhan parsial pada anggota tubuh tertentu. Kondisi ini sama seperti saat kamu mengalami mati rasa, tangan dan kaki sulit untuk digerakkan.

Pada stroke ringan, kelumpuhan ini biasanya bersifat sementara. Tapi, waspada tetap harus dilakukan. Sebab, jika tidak ada pencegahan selanjutnya, bisa saja stroke berat akan menyerang dan menyebabkan kelumpuhan permanen.

Mati rasa atau kelumpuhan ini disebabkan oleh gangguan saraf yang terhubung pada bagian tertentu di otak, misalnya otak kecil atau cerebellum. Komponen otak yang bermasalah tidak bisa menerjemahkan impuls (rangsangan atau pesan) dari saraf di sejumlah bagian tubuh.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini 7 Penyebab Sering Kesemutan yang Kerap Diabaikan

5. Gejala stroke ringan berupa pusing

Saat merasakan sakit kepala tanpa sebab, bisa jadi itu adalah gejala stroke. Denyut di kepala yang muncul hampir mirip dengan migrain. Hanya saja, terkadang disertai muntah dan rasa mual.

Mengutip WebMD, sakit kepala sebagai gejala stroke memiliki perbedaan mendasar dengan migrain. Pusing akibat stroke biasanya datang secara tiba-tiba. Sedangkan migrain, muncul secara bertahap.

Cara cepat deteksi gejala stroke

mengenali penyebab stroke ringan
Metode F.A.S.T. untuk kenali gejala stroke. Sumber foto: www.aces.edu

Menurut American Stroke Association, gejala dari stroke ringan tak boleh diabaikan. Sebab, seseorang yang sudah mengalami tanda-tanda tersebut berpotensi untuk terkena stroke yang lebih kronis.

Oleh karena itu, kenali apakah gejala yang muncul adalah tanda dari stroke atau bukan. Caranya, gunakan metode F.A.S.T:

  • F untuk face (wajah): kelumpuhan parsial pada wajah ditandai dengan sulit tersenyum.
  • A untuk arm (lengan): seseorang yang mengalami stroke akan kesulitan mengangkat satu atau seluruh tangannya, dipengaruhi oleh mati rasa atau kelumpuhan.
  • S untuk speech (bicara): orang yang mengalami stroke menunjukkan tanda-tanda sulit bicara, atau ucapan yang tidak jelas.
  • T untuk time (waktu). Saat tiga tanda di atas sudah muncul, jangan buang-buang waktu untuk segera menghubungi dokter.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang gejala stroke ringan yang perlu kamu tahu. Perhatikan setiap tanda yang muncul untuk meminimalkan kondisi yang lebih serius. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 5 Juli 2020, Signs and Symptoms of Ministroke (TIA).
  2. American Stroke Association, diakses 5 Juli 2020, What is a TIA.
  3. WebMD, diakses 5 Juli 2020, Migraine vs. Stroke: How to Tell the Difference.
  4. UK Stroke Association, diakses 5 Juli 2020, Balance problems after stroke.
  5. Virtua.org, diakses 5 Juli 2020, Can Vision Changes or Loss be a Sign of Stroke?
  6. Mayo Clinic, diakses 5 Juli 2020, Dysarthria.
  7. Stroke Center, diakses 5 Juli 2020, Stroke Statistics.

    Berita Terkait
    register-docotr