Kamus Penyakit

Kenali Serangan Jantung ‘Widowmaker’ dan Cara Mengatasinya

October 28, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Pernahkah kamu mendengar serangan jantung widowmaker? Jenis serangan jantung ini seringkali terjadi pada orang dengan kolesterol tinggi karena adanya penyumbatan darah oleh plak. 

Namun di sisi lain, serangan jantung widowmaker ini tidak selalu fatal karena dalam beberapa kasus masih bisa diselamatkan. Ketahui lebih lanjut seputar penyebab, gejala dan cara mengatasinya dalam ulasan di bawah ini. 

Baca Juga: Khawatir Serangan Jantung Saat Tidur? Ini Faktanya!

Apa itu serangan jantung widowmaker?

Serangan jantung widowmaker adalah serangan jantung yang terjadi ketika ada penyumbatan di arteri Left Anterior Descending (LAD). Sehingga pasokan darah terganggu termasuk untuk bagian jantung yang paling vital. 

Hanya dalam beberapa detik atau menit setelah penyumbatan terbentuk, otot jantung bisa menjadi sangat lemah, berhenti bekerja, atau mengalami ketidakstabilan hingga jantung berhenti memompa. Jika pemulihan aliran darah tidak berlangsung cepat, otot jantung bisa mati permanen.

Apa penyebab serangan jantung widowmaker?

Serangan jantung widowmaker disebabkan oleh penyumbatan arteri LAD. Arteri LAD ini berfungsi mengangkut darah darah menuju bagian atas dan kiri jantung. Ketika jantung  tidak mendapat pasokan darah, jantung dapat dengan cepat kehabisan oksigen dan berhenti berdetak.

LAD paling sering tersumbat oleh plak dari kolesterol. Kondisi tersebut dikenal sebagai aterosklerosis atau pengerasan arteri.

Plak dapat menyebabkan pembekuan darah yang menyumbat arteri.Dalam beberapa kasus, gumpalan dapat menumpuk dengan cepat dan langsung menyebabkan penyumbatan 100 persen meskipun LAD hanya tersumbat sebagian. 

Gejala serangan jantung widowmaker

Sama dengan gejala serangan jantung secara umum, gejala serangan jantung widowmaker meliputi: 

  • Nyeri dada 
  • Sesak napas
  • Detak jantung jadi lebih cepat atau tidak teratur
  • Nyeri di lengan atau bahu
  • Nyeri yang menjalar ke kaki, punggung, leher, atau rahang
  • Merasa pusing atau lemah
  • Pingsan atau serangan jantung mendadak
  • Keringat berlebih
  • Muntah
  • Nyeri di daerah perut yang terasa seperti mulas
  • Nyeri otot di dada atau leher yang terasa seperti otot tertarik.

Perlu diingat, sebagian orang seringkali tidak menyadari gejala dari serangan jantung hingga mengalami serangan jantung yang sebenarnya. 

Siapa yang berisiko mengalami serangan jantung widowmaker?

Sama halnya dengan serangan jantung biasa, serangan jantung widowmaker lebih berisiko menyerang orang yang punya gaya hidup buruk yang dapat memengaruhi kadar kolesterol seperti:

  • Sering merokok atau mengunyah tembakau 
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menjalani diet yang tidak sehat untuk jantung
  • Mengalami tekanan darah tinggi
  • Memiliki jumlah LDL atau kolesterol “jahat” yang tinggi dalam darah
  • Memiliki HDL atau kolesterol “baik” yang rendah dalam darah
  • Menderita diabetes atau pradiabetes
  • Tidak aktif berolahraga. 

Selain faktor gaya hidup, faktor genetik serta usia juga dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh. Faktor genetik meliputi beberapa hal, seperti:

  • Ras. Berdasarkan informasi dari CDC, orang dengan keturunan Eropa, Afrika-Amerika, atau Native America lebih berisiko mengalami serangan jantung. 
  • Kondisi genetik. Dalam beberapa kasus, kondisi yang disebabkan oleh beberapa varian gen membuat tubuh lebih rentan terkena serangan jantung. 

Bagaimana cara mengatasi serangan jantung widowmaker?

Siapapun yang merasakan serangan jantung sebaiknya segera dilarikan ke unit gawat darurat. Dengan begitu, dokter dapat membantu meminimalkan kerusakan pada jantung. 

Pemberian obat

Di ruang gawat darurat, biasanya serangan jantung widowmaker ini diatasi dengan beberapa cara yang meliputi:

  • Pemberian aspirin atau pengencer darah untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut
  • Pemberian oksigen
  • Pemberian nitrogliserin untuk meningkatkan aliran darah
  • Pemberian obat trombolitik untuk melarutkan gumpalan darah di arteri koroner.

Dokter dapat mengobati penyumbatan arteri LAD total dengan prosedur yang disebut intervensi koroner perkutan primer (PCI). Prosedur ini dilakukan dengan beberapa langkah, meliputi:

  • Memasukkan kateter ke dalam arteri di selangkangan atau pergelangan tangan
  • Kateter akan dibawa melalui arteri sampai mencapai arteri LAD
  • Kemudian kateter digunakan untuk menyedot gumpalan atau membantu membuka arteri
  • Lalu dokter akan memasukkan tabung jaring yang disebut stent ke dalam arteri, stent ini akan mengembang untuk menahan arteri agar tetap terbuka sehingga darah yang mengandung oksigen dapat mengalir ke jantung.

Biasanya, prosedur ini akan membutuhkan waktu perawatan selama 2–3 hari di rumah sakit, dengan 24 jam pertama di unit perawatan intensif hingga akhirnya boleh pulang ke rumah. 

Operasi jantung

Berdasarkan kondisi jantungnya, dokter juga mungkin menyarankan operasi jantung. Orang dengan penyumbatan pada beberapa arteri di sekitar jantung juga biasanya direkomendasikan untuk menjalankannya.

Berikut adalah operasi yang dapat mengobati dan mencegah serangan jantung 

  • Cangkok bypass. Prosedur ini mampu memulihkan aliran darah ke jantung dengan mengalihkan darah melalui cangkok (vena atau pembuluh arteri) sehingga darah bisa melewati penyumbatan.
  • Pemasangan ring. Dokter akan memasang ring di pembuluh darah lain yang memasok darah ke jantung. 
  • Penggantian katup. Prosedur ini dilakukan dengan mengganti katup jantung yang rusak atau sakit dengan yang sehat. Katup pengganti bisa didapatkan dari jaringan jantung sapi atau babi atau katup jantung logam mekanis.

Baca Juga: Cegah Serangan Jantung, Ini Obat Kolesterol Alami yang Aman untuk Tubuh

Harapan hidup akibat serangan jantung widowmaker

Berdasarkan studi yang telah dilakukan, serangan jantung widowmaker menyebabkan peningkatan risiko kematian, gagal jantung, dan stroke tertinggi dibandingkan dengan jenis serangan jantung lainnya.

Namun, seseorang tetap dapat selamat dari serangan jantung widowmaker. Bergantung pada beberapa faktor, yang meliputi:

  • Seberapa cepat serangan jantung diatasi
  • Jenis perawatan yang diterima 
  • Status kesehatan secara keseluruhan 
  • Sejauh mana kerusakan otot jantung
  • Ada atau tidaknya kondisi medis lain.

Ketika seseorang mengalami shock kemungkinan bertahan hidupnya adalah 40 persen. Sementara orang yang tidak mengalami shock, peluang hidupnya dapat melonjak menjadi sekitar 60 persen atau lebih.

Itu tadi beberapa informasi seputar serangan jantung widowmaker. Penanganan yang cepat sangatlah penting bila seseorang mengalami hal ini. Tidak hanya untuk mencegah penyumbatan arteri LAD tetapi juga meningkatkan peluang untuk bertahan hidup. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    Berita Terkait
    register-docotr