Kamus Penyakit

Kekurangan Oksigen dalam Darah: Penyebab, Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

August 29, 2020 | Dani Kosasih | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kekurangan oksigen dalam darah merupakan kondisi yang sangat serius dan harus segera mendapat penanganan medis.

Apabila kondisi ini didiamkan, maka efeknya akan berakibat pada rusaknya organ-organ di dalam tubuh. Kekurangan oksigen dalam darah sendiri biasa dikenal dengan istilah hipoksemia.

Gejala kekurangan oksigen dalam darah

Tingkat oksigen dalam darah merupakan indikator penting untuk mengetahui seberapa baik tubuh kamu mendistribusikan oksigen dari paru-paru ke sel-sel tubuh.

Untuk mengetahui apakah kamu mengalami kondisi kekurangan oksigen dalam darah, ada beberapa gejala yang bisa kamu perhatikan, seperti:

  • Mengalami sesak napas
  • Mengalami batuk atau mengi
  • Mengalami sakit kepala
  • Mengalami detak jantung yang cepat
  • Mengalami kondisi linglung atau merasa bingung pada beberapa saat
  • Mengalami kondisi kulit, bibir, dan kuku yang membiru atau sianosis
  • Mengalami penurunan kesadaran atau yang lebih parah bisa koma

Perlu kamu perhatikan bahwa beberapa gejala di atas juga bisa menunjukkan gejala-gejala pada penyakit lain.

Agar kamu benar-benar yakin mengalami kondisi darah yang kekurangan oksigen, maka perlu dilakukan pemeriksaan dan konsultasi bersama dokter.

Penyebab kekurangan oksigen dalam darah

Kondisi darah yang kekurangan oksigen biasanya disebabkan oleh beberapa gangguan medis, seperti:

  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS)
  • Apnea tidur
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Emfisema
  • Penyakit paru interstitial
  • Pneumotoraks
  • Fibrosis paru atau jaringan parut di paru-paru
  • Edema paru atau terdapat cairan di paru-paru
  • Emboli paru atau pembekuan darah di paru-paru
  • Anemia
  • Penyakit jantung bawaan
  • Radang paru-paru
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menurunkan laju pernapasan, seperti beberapa narkotika dan anestesi

Kondisi lain yang dapat menyebabkan kamu mengalami kondisi darah yang mengalami kekurangan oksigen adalah:

  • Kamu berada di ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut atau lebih
  • Kamu berada di lingkungan penuh polusi udara
  • Kamu berada di dekat atau di lingkungan perokok
  • Tercekik yang akhirnya menyebabkan jalan napas terhambat
  • Kecelakaan

Efek kekurangan oksigen dalam darah

Beberapa orang yang mengalami sleep apnea atau kondisi paru-paru lainnya mungkin akan lebih sering mengalami hipoksemia pada malam hari.

Kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan pernapasan selama tidur yang menurunkan jumlah oksigen untuk mencapai aliran darah.

Pada orang yang tidak memiliki kondisi paru-paru atau kondisi jantung sebelumnya, perubahan pernapasan ini mungkin tidak memiliki efek seperti itu.

Diagnosis

Pada tahap awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap kondisi kesehatan jantung dan paru-paru.

Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik pada kondisi kulit, kuku, atau bibir untuk melihat apakah terjadi perubahan warna atau tidak.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, kemungkinan dokter juga akan melakukan beberapa tes tambahan seperti:

Pulse oximetry

Tes pulse oximetry dilakukan menggunakan sensor yang ditempatkan di jari untuk mengukur kadar oksigen darah.

Tes gas darah arteri

Tes gas darah arteri dilakukan dengan menggunakan jarum untuk mengambil sampel darah dari arteri dengan tujuan mengukur kadar oksigen dalam darah.

Tes pernapasan

Tes pernapasan biasanya dialkuakn untuk mengevaluasi pernapasan kamu melalui mesin atau dengan bernapas ke dalam tabung.

Langkah pengobatan

Beberapa langkah penanganan atau pengobatan untuk kondisi hipoksemia biasanya dilakukan dengan tujuan meningkatkan kadar oksigen dalam darah agar kembali normal.

Terapi oksigen dapat digunakan untuk mengobati kondisi ini. Terapi mungkin bisa dilakukan dengan penggunaan masker oksigen atau tabung kecil yang dijepitkan ke hidung untuk menerima oksigen tambahan.

Pengobatan mandiri

Agar kamu terhindar dari beberapa penyebab darah kekurangan oksigen, kamu bisa melakukan beberapa langkah sederhana seperti:

Berhenti merokok

Jika kamu telah didiagnosis menderita penyakit paru-paru, hal terpenting yang dapat kamu lakukan adalah berhenti merokok.

Jika kamu tidak merokok, hindarilah tempat-tempat di mana banyak orang yang merokok. Sebab, asap rokok dapat menyebabkan kerusakan paru-paru lebih lanjut.

Berolahragalah secara teratur

Mulailah rutin berolahraga secara teratur agar kamu dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. medicalnewstoday.com (2020). Diakses 27 Agustus 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321044

2. healthline.com (2019). Diakses 27 Agustus 2020. https://www.healthline.com/health/hypoxemia#diagnosis

3. verywellhealth.com (2020). Diakses 27 Agustus 2020. https://www.verywellhealth.com/understanding-hypoxemia-copd-914904

4. drugs.com (2018). Diakses 27 Agustus 2020. https://www.drugs.com/mcs/hypoxemia-low-blood-oxygen

5. pubs.rsc.org (2019). Diakses 27 Agustus 2020. https://pubs.rsc.org/en/content/articlelanding/2019/cs/c8cs00304a#!divAbstract

    register-docotr