Kamus Penyakit

Semangat! Pasien Kanker Otak Bisa Sembuh dengan Beberapa Catatan Ini

August 9, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Mendapat diagnosis penyakit kanker otak tentu bukan hal yang mudah untuk diterima. Namun, ini bukan berarti kamu harus berputus asa. Selalu ada harapan bahwa kanker otak bisa sembuh atau setidaknya mengalami penurunan gejala.

Salah satunya dengan mencari informasi-informasi pendukung seputar hal-hal yang bisa mendorong kanker otak bisa sembuh. Tetap semangat! Yakinlah selama kamu berdoa dan berusaha, akan ada jalan untuk bisa beraktivitas dengan normal seperti sedia kala.

Baca Juga: Ketahui Apa Saja Ciri Kanker Otak Stadium Awal agar Lebih Cepat Ditangani

Apa itu kanker otak?

Dilansir dari mayoclinic.org. kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel otak yang berjalan dengan tidak normal. Kanker otak juga dapat disebut sebagai tumor pada otak yang bersifat ganas.

Secara umum penanganannya pun berbeda-beda. Semua tergantung pada letak, ukuran, dan tingkat keparahannya.

Gejala kanker otak 

Ketika kamu mengalami kanker otak, umumnya akan merasakan sakit kepala yang berkepanjangan. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh pertumbuhan tumor yang menekan tengkorak. 

Kamu akan mengalami rasa sakit kepala yang luar biasa hebat pada saat pagi hari, kemudian bisa semakin parah ketika bersin ataupun batuk. Ada juga beberapa gejala awal kanker otak yang perlu kamu waspadai sebagai berikut: 

  • Sakit kepala, terutama di pagi hari. Intensitasnya bisa ringan ataupun berat.
  • Kelemahan otot yang biasanya terjadi di salah satu sisi tubuh.
  • Parestesia, yaitu kondisi ketika tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemutan.
  • Sulit menjaga keseimbangan dan koordinasi pada gerakan tubuh berantakan.
  • Kesulitan berjalan, lengan dan kaki juga menjadi lemah.
  • Alami kejang.

Stadium kanker otak

Pertumbuhan serta gejala kanker otak tentu saja bervariasi pada setiap pengidapnya, tergantung stadium perkembangan kankernya.

Berikut ini beberapa sistem penilaian pada tingkatan stadium, untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan tumor ganas, antara lain:

Kanker otak stadium 1

Jaringan kanker di otak masih cukup jinak. Sel-sel terlihat menyerupai sel-sel otak normal dan pertumbuhan selnya cenderung lambat.

Kanker otak stadium 2

Jaringan kanker sudah mulai mengganas. Sel-sel kanker mulai terlihat abnormal, tidak seperti sel kanker pada stadium 1.

Kanker otak stadium 3

Jaringan kanker yang ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel yang normal. Sel-sel abnormal ini disebut anaplastik dan mulai tumbuh secara aktif di stadium ini.

Kanker otak stadium 4 

Jaringan kanker ganas mulai menunjukkan sel-sel abnormal yang jelas dan tumbuh secara agresif atau sangat cepat.

Diagnosis kanker otak 

Melansir penjelasan dari MedicineNet, ada beberapa langkah yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker otak pada pasien, yaitu:

Tes wawancara 

Tes awal adalah wawancara yang mencakup riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik orang tersebut oleh penyedia layanan kesehatan. Hasil interaksi ini akan menentukan apakah pengujian khusus lainnya perlu dilakukan.

Tes deteksi kanker otak 

Setelah hasil dari tes wawancara perlu adanya tes lanjutan, biasanya dokter akan mendeteksi kanker otak dengan  CT scan (tomografi terkomputerisasi).

Tes ini menyerupai serangkaian sinar-X dan tidak menyakitkan. Meskipun terkadang pewarna perlu disuntikkan ke pembuluh darah untuk mendapatkan gambar yang lebih baik dari beberapa struktur otak internal. 

Ada tes lain yang populer karena sensitivitasnya yang tinggi untuk mendeteksi perubahan anatomis di otak adalah MRI (magnetic resonance imaging). Tes ini juga menunjukkan struktur otak secara detail lebih baik daripada CT. 

Rujukan konsultasi ke ahli bedah saraf

Jika tes menunjukkan bukti (tumor atau kelainan pada jaringan otak) dari kanker otak, maka dokter lain seperti ahli bedah saraf dan ahli saraf yang berspesialisasi dalam mengobati penyakit otak akan dikonsultasikan untuk membantu menentukan apa yang harus dilakukan untuk merawat pasien. 

Kadang-kadang, sampel jaringan (biopsi) dapat diperoleh dengan pembedahan atau penyisipan jarum untuk membantu menentukan diagnosis.

Tes lain (jumlah sel darah putih, elektrolit, atau pemeriksaan cairan serebrospinal untuk mendeteksi sel-sel abnormal atau peningkatan tekanan intrakranial) dapat dilakukan oleh praktisi perawatan kesehatan untuk membantu menentukan keadaan kesehatan pasien.

Tes ini membantu membedakan antara kondisi kanker dan non-kanker di otak yang dapat menghasilkan gejala serupa (misalnya, penyakit Hippel-Lindau atau penyakit di sumsum tulang belakang atau sistem saraf di luar otak).

Istilah-istilah seputar kesembuhan kanker otak

Pada dasarnya jawaban atas pertanyaan di atas akan bergantung pada bagaimana kamu mendefinisikan kesembuhan itu sendiri.

Menurut cancer.gov, penyakit kanker dikatakan sembuh apabila tidak lagi ditemukan jejak kanker setelah penanganan dan sel-sel tersebut tidak akan kembali lagi.

Tingkat keberlangsungan hidup dari pasien kanker otak

Untuk mengetahui apakah kanker otak bisa sembuh atau tidak, kamu perlu mengenal istilah tingkat keberlangsungan hidup. Istilah ini dilansir dari mayoclinic.org adalah statistik keberhasilan bertahan hidup dari orang-orang yang divonis penyakit kanker.

Angka ini biasanya disajikan dalam bentuk persentase. Ini membantu kamu mengetahui perkiraan masa kelangsungan hidup berdasarkan pengalaman para penderita kanker sebelumnya.

Sebagai gambaran umum, tingkat keberlangsungan hidup penderita kanker otak dilansir dari cancer.net adalah sebesar 36 persen untuk masa 5 tahun, dan 31 persen untuk masa hidup 10 tahun. Angka ini akan semakin tinggi jika kanker otak diderita orang yang masih berusia muda.

Perlu diingat bahwa angka ini hanya merupakan perkiraan dan bukan kepastian. Bagaimana pun pasien kanker otak bisa sembuh sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh, pola hidup, dan jenis penanganan yang diambil.

Tindakan medis untuk mendukung pasien kanker otak bisa sembuh

Pada dasarnya hal ini dapat dilihat dari masing-masing langkah penanganan kanker otak yang dilakukan. Secara rinci hal ini dapat dijelaskan melalui ulasan di bawah ini:

Tindakan operasi

Dilansir dari texasoncology.com, tindakan paling umum yang dilakukan untuk menangani kanker otak adalah operasi dengan tujuan:

  1. Membuang semua atau sebagian besar sel-sel kanker yang tumbuh di dalam otak tanpa menimbulkan kerusakan
  2. Mengurangi gejala yang ditimbulkan dan meningkatkan kualitas hidup penderita dengan menghilangkan tekanan intracranial yang disebabkan kanker
  3. Menyediakan akses untuk kemoterapi maupun radiasi internal.

Untuk meningkatkan keberhasilan penanganan terhadap kanker otak, kamu bisa menerapkan strategi seperti Fluorescent-guided surgery. Teknik ini melibatkan sebuah komponen untuk mengumpulkan sel-sel glioblastoma pada otak.

Adapun tingkat keberhasilan operasi standar diukur dari sel-sel kanker yang berhasil hilang adalah sebesar 36 persen, sedangkan pada Fluorescent-guided surgery sebesar 41 persen.

Sementara tingkat keberhasilan bertahan hidup operasi standar membukukan keberhasilan pada angka 21 persen sedangkan Fluorescent-guided surgery sebesar 41 persen.

Pengobatan kanker otak tanpa operasi

Bagi beberapa orang yang tidak menginginkan tindakan operasi sebagai pengobatan kanker otak, bisa memilih cara lain seperti radiasi dan kemoterapi untuk mendukung pasien sembuh.

Tindakan radiasi dan kemoterapi

Dilansir dari cancer.gov, sebuah percobaan yang melibatkan obat kemoterapi bernama temozolomide pada proses radiasi menunjukkan perkembangan positif mengenai kesembuhan penderita kanker otak.

Hal ini terjadi pada penderita kanker otak glioblastoma di mana tingkat keberlangsungan hidup 1 sampai 2 tahun adalah 37,8 persen. Sedangkan jika ditambah temozolimide angka tersebut bertambah sebesar 10,4 persen.

Untuk tingkat keberlangsungan hidup selama 5 tahun, presentase keberhasilan pada pasien yang mengonsumsi obat ini ada pada angka 56 persen, sementara yang tidak hanya sebesar 44 persen.

Pengobatan lain agar pasien kanker otak bisa sembuh

Kamu mungkin mendapat beberapa alternatif metode penanganan kanker otak lain yang bisa dicoba. Untuk setiap informasi yang kamu dapatkan, pastikan untuk membawanya kepada dokter untuk dikonsultasikan sebelum diterapkan, ya.

Itulah beberapa informasi yang bisa memberikan gambaran apakah kanker otak bisa sembuh atau tidak. Semoga bermanfaat dan jika kamu memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk bertanya lebih lanjut kepada dokter profesional.

Apakah kanker otak bisa sembuh total?

Banyak yang bertanya-tanya apakah kanker otak bisa disembuhkan secara total? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa secara teori, harapan hidup pasien glioblastoma yang menjalani pengobatan lengkap bisa bertahan selama dua tahun.

Namun, beberapa kasus juga menunjukkan bahwa ada yang bisa bertahan hingga lebih dari 5 tahun. Terkadang konsep sembuh antara pasien dan dokter memang berbeda. Banyak pasien yang berharap sel kanker sepenuhnya hilang dari tubuhnya.

Sebenarnya apabila kanker tidak lagi progresif, atau sudah bisa dikendalikan, dan tidak menimbulkan gejala apapun pada pasien, hal itu menjadi sebuah kemajuan besar dan dikatakan sembuh.

Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr