Kamus Penyakit

Gejala Stroke pada Wajah yang Perlu Kamu Kenali, Apa Saja?

August 9, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Stroke menjadi salah satu penyakit yang ditakuti karena terkadang gejalanya sering berlangsung cepat dan tidak disadari. Gejala stroke pada wajah sebenarnya bisa dengan mudah kamu kenali, loh.

Mulai dari ketidak mampuan tersenyum atau mata yang tidak bisa berkedip, itu adalah sebagian dari gejalanya. Ada beberapa lainnya yang mesti kamu ketahui. Mari simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: Fisioterapi untuk Stroke, Apakah Bisa Pulihkan Fungsi Tubuh?

Apa itu stroke

Stroke adalah hasil dari suplai darah ke bagian otak yang tiba-tiba terputus. Sel-sel otak membutuhkan pasokan oksigen yang konstan dari darah. Jika suplai darah dibatasi cukup lama, sel-sel di daerah otak yang terkena menjadi rusak dan mati. Stroke kadang-kadang disebut serangan otak.

Jika suplai darah bisa kembali sebelum kerusakan permanen terjadi itu disebut transient ischemic attack (TIA), atau stroke ringan.

Jenis stroke

Terdapat dua jenis stroke, yaitu iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik terjadi ketika penyumbatan dalam pembuluh darah membuat darah tidak mengalir ke bagian otak. Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah pecah atau bocor dan mencegah darah mengalir ke otak.

Gejala stroke pada wajah

Ketika seseorang mengalami stroke, gejala juga mungkin dikenali pada wajah. Gejala stroke pada wajah biasanya menyebabkan muka jadi tidak simetris atau mengalami kelumpuhan wajah.

Kamu akan mengalami mati rasa pada sebagian wajah kamu, membuat wajah sisi kanan tidak bisa tersenyum dan kesulitan menutup mata kanan. Kelumpuhan wajah terjadi selama stroke ketika saraf yang mengontrol otot-otot di wajah rusak di otak.

Ini disebabkan oleh stroke di berbagai lokasi di otak dan batang otak. Stroke yang melibatkan otak biasanya menyebabkan kelemahan wajah sentral yang melibatkan mulut dan menyumbat mata dan dahi.

Stroke yang melibatkan batang otak kadang-kadang dapat menyebabkan kelemahan mulut, mata, dan dahi. Ini biasanya terjadi pada penderita stroke iskemik akut.

Untuk mengetahui gejala stroke pada wajah, kamu dapat melakukan pemeriksaan neurologis, ada beberapa yang bisa kamu kenali, seperti berikut ini:

1. Lipatan nasolabial yang menghilang

Gejala stroke pada wajah juga bisa kamu lihat dari lipatan nasolabial yang menghilang. Lipatan nasolabial yang merupakan kerutan di antara sudut hidung dan sudut mulut ini akan menghilang karena wajah mengalami kelemahan sehingga wajah di tarik ke bawah oleh gravitasi.

2. Kerutan dahi yang asimetris

Pada lesi sentral, kamu mengalami kelumpuhan wajah hanya bagian bawah. Sementara bagian kerutan dahi kamu menjadi terangkat secara simetris. Namun, pada lesi perifer, di mana kamu mengalami kelumpuhan di semua sisi wajah, dahi kamu hanya bisa mengerut di satu sisi saja.

Atau memiliki lebih sedikit kerutan di sisi tersebut. Asimetris pada kerutan dahi adalah tanda kelumpuhan saraf wajah perifer.

3. Gejala stroke pada wajah yakni bagian mulut

Ketika stroke, penyakit ini akan memengaruhi kemampuan penderitanya untuk tersenyum, mereka akan kesulitan untuk senyum sebagaimana mestinya. Senyum menjadi tidak simetris. Bahkan ketika gejala sudah semakin buruk, penderita stroke tidak mampu untuk tersenyum.

Ini juga berdampak pada lidah, di mana lidah kesulitan bergerak sehingga kamu kesulitan ketika berbicara dan juga kamu bisa mengalami gangguan ketika menelan makanan.

4. Bagian Mata

Biasanya gejala stroke akan membuat mata sulit untuk berkedip dan dipejamkan. Butuh usaha kuat untuk kamu ketika memejamkan mata. Ini juga memengaruhi alis, di mana kamu jadi tidak bisa mengangkat alis kamu.

5. Gejala stroke pada wajah yakni bagian hidung

Pada bagian hidung, kamu merasa tidak bisa untuk mengembangkan lubang hidung dan mengerutkan hidung. Biasanya karena hal ini kamu akan merasa pengap.

Baca Juga: Sering Mati Rasa dan Sulit Bicara? Awas Gejala Stroke Ringan!

6. Kehilangan sensasi

Beberapa gejala yang terjadi akan memengaruhi sensasi termasuk rasa sakit, serta gerakan wajah. Ini mungkin berarti bahwa saraf yang bertanggung jawab untuk sensasi (saraf trigeminal) telah rusak. Saraf wajah mengontrol pergerakan, produksi air mata, produksi air liur dan rasa.

Kehilangan sensasi bisa berarti kamu tidak bisa merasakan wajah kamu saat menyentuhnya. 

Semua gejala stroke adalah keadaan darurat yang harus segera dievaluasi oleh dokter. Jika kamu atau keluargamu mengalaminya, segeralah mengunjungi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar gejala stroke pada wajah? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Jems (2019). Diakses pada 02 Agustus 2020. Differentiating Facial Weakness Caused by Bell’s Palsy vs. Acute Stroke

UR Medicine (n.d ). Diakses pada 02 Agustus 2020. Stroke and Transient Ischemic Attack (TIA)

Facial Palsy (2019). Diakses pada 02 Agustus 2020. Symptoms of Facial Palsy

 

    register-docotr