Kamus Penyakit

Yuk, Kenali Perbedaan Usus Buntu dan Batu Ginjal Berikut Ini

June 23, 2020 | Dhiamara Arradea | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Sakit perut atau nyeri pada perut sudah menjadi kejadian normal, hal itu sudah menjadi pengalaman hampir semua orang. Namun, jangan disepelekan lho! Bisa jadi, itu adalah gejala dari usus buntu atau batu ginjal.

Bagi sebagian orang, rasa sakit tersebut bisa sangat mengganggu. Karena sakit yang dirasakan terjadi secara intens bisa membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Maka penting bagi kamu untuk mengetahui penyebab dari mana sakit itu berasal. Sehingga kamu bisa memberikan tindakan medis yang sesuai dengan gejala yang kamu rasakan.

Apa itu usus buntu dan batu ginjal?

Usus buntu                                           

Usus buntu terjadi karena adanya peradangan atau biasa disebut apendisitis, di mana sebuah kantong berbentuk jari yang menonjol dari usus besar kamu yang terletak di sisi kanan bawah perut kamu.

Hal itu menyebabkan munculnya rasa nyeri pada bagian kanan bawah perut kamu. Namun, pada sebagian orang, sakit yang dirasakan dimulai dari pusar. Ketika peradangan memburuk, nyeri usus buntu biasanya meningkat dan akan menjadi semakin parah.

Dilansir dari mayoclinic.org, siapapun bisa menderita penyakit ini. Tetapi, usus buntu sering dialami oleh seseorang yang berusia 10 hingga 30 tahun. Pengobatan yang standar dijalani yaitu pengangkatan usus buntu secara bedah.

Penyumbatan, atau obstruksi, pada usus buntu dapat menyebabkan radang dan infeksi pada usus buntu kamu. Penyumbatan dapat disebabkan oleh penumpukan lender, parasite, atau yang paling umum adalah kotoran.

Batu Ginjal

Batu ginjal (nefrolitiasis, atau urolitiasis) adalah endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk dalam ginjal. Diet, kelebihan berat badan, beberapa kondisi medis, dan suplemen serta obat-obatan tertentu adalah salah satu dari penyebab batu ginjal.

Batu ginjal dapat memengaruhi bagian mana pun dari saluran kemih kamu. Seringkali, batu terbentuk ketika urin menjadi pekat, mengakibatkan mineral menjadi kristal dan saling menempel satu sama lain.

Mengalami batu ginjal bisa sangat menyakitkan. Tetapi, jika ditangani tepat pada waktunya, batu-batu itu biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen. Tergantung pada kondisi, mungkin kamu hanya perlu meminum obat penhilang rasa sakit dan minum banyak air putih.

Dalam kasus lain, jika batu menjadi bersarang di saluran kemih, akan mengakibatkan infeksi kemih bahkan hingga komplikasi. Maka, operasi mungkin akan diperlukan.

Perbedaan gejala usus buntu dan batu ginjal

Gejala usus buntu

Jika kamu tidak melakukan perawatan untuk usus buntu yang meradang dengan cepat, hal itu akan menyebabkan usus buntu menjadi pecah dan melepaskan bakteri ke perut kamu.

Infeksi yang dihasilkan disebut peritonitis. Usus buntu yang pecah adalah situasi yang mengancam jiwa dan merupakan kondisi serius serta diperlukan perhatian medis.

Sangat penting untuk mengenali gejala awal usus buntu sehingga kamu dapat segera mencari perawatan medis. Usus buntu menyebabkan berbagai gejala, termasuk:

  • Nyeri di sisi kanan perut bagian bawah
  • Nyeri di sekitaran pusar dan sering bergeser ke perut kanan bagian bawah
  • Demam rendah
  • Merasa sakit di bagian perut ketika batuk, berjalan, dan melakukan gerakan lainnya
  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Sembelit
  • Diare
  • Perut kembung dan kesulitan buang gas

Tidak semua orang memiliki gejala yang sama, tetapi sangat penting bagi kamu untuk memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin.

Batu ginjal

Batu ginjal biasanya tidak menibulkan gejala sampai adanya pergerakan dalam ginjal atau masuk ke ureter kamu (tabung yang menghubungkan ginjal dengan kantung kemih).

Jika dimasukan ke dalam ureter, akan menghalangi aliran urin dan menyebabkan ginjal membengkak dan ureter menjadi kejang.

Berikut merupakan gejala dari batu ginjal:

  • Nyeri hebat di samping dan belakang bagian tulang rusuk
  • Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan
  • Rasa sakit yang datang dalam gelombang dan berfluktuasi dalam intensitas
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urin berwarna merah muda, merah, atau coklat
  • Urin berbau busuk
  • Kebutuhan buang air kecil terus-menurus, buang air kecil lebih sering dari biasanya, tetapi dalam jumlah sedikit
  • Mual dan muntah
  • Demam da kedinginan jika ada infeksi

Rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah, misalnya bergeser ke lokasi yang berbeda atau meningkatkan intensitas ketika batu bergerak melalui saluran kemih kamu.

Segara perika ke dokter

Jika kondisi kamu semakin memburuk maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan secara tepat, terlebih ketika kamu mengalami kondisi sebagai berikut:

Usus buntu

Segeralah buat janji dengan dokter jika kamu memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Nyeri perut yang parah membutuhkan perhatian medis secapat mungkin.

Batu ginjal

Segeralah buat janji dengan dokter kamu jika memiliki tanda dan gejala yang mengkhawatirkan. Cari bantuan medis segera jika kamu mengalami:

  • Rasa sakit yang sangat parah sehingga kamu tidak bisa duduk diam dan menemukan posisi nyaman
  • Nyeri disertai mual dan muntah
  • Nyeri disertai demam dan kedinginan
  • Terdapat darah di urin kamu
  • Kesulitan buang air kecil

Baca Juga: Apakah Usus Buntu Harus Dioperasi? Ketahui Prosedurnya di Sini

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar gejala usus buntu dan batu ginjal, kamu bisa konsultasikan dengan dokter kami melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019). Diakses pada 20 Juni 2020. Emergency Signs and Symptoms of Appendicitis
  2. Healthline.com (2018). Diakses pada 20 Juni 2020. Kindey Stones
  3. Muschealth.org. Diakses pada 20 Juni 2020. Abdominal Pain
  4. Mayoclinic.org (2019) . Diakses pada 20 Juni 2020. Appendicitis
  5. Mayoclinic.org (2020) . Diakses pada 20 Juni 2020. Kindey Stones
    Berita Terkait
    register-docotr