Kamus Penyakit

Kamu Punya Masalah Pencernaan? Yuk Ketahui Jenis dan Cara Pencegahannya

June 29, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Gangguan sistem pencernaan memang menyebabkan ketidaknyamanan, namun jika dibiarkan tanpa penanganan bisa berbahaya, lho! Ya, perlu diketahui jika sistem pencernaan merupakan bagian tubuh yang rumit dan luas sehingga apabila terganggu maka bisa menyebabkan masalah serius.

Sistem pencernaan sendiri memiliki tugas yang cukup penting yakni membantu tubuh menyerap nutrisi penting dan bertanggung jawab membuang limbang. Nah, karena itu masalah sistem pencernaan ada banyak jenisnya dan dapat dibedakan berdasarkan faktor penyebab.

Baca juga: Sebelum Transplantasi Ginjal, Yuk Pahami Dulu Prosedur dan Risikonya Setelah Operasi!

Apa itu gangguan sistem pencernaan?

Gangguan sistem pencernaan adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh manusia dan memiliki jenis berbeda-beda mulai dari ringan hingga berat. Masalah sistem pencernaan terkadang muncul tanpa gejala yang jelas sehingga sulit untuk dibedakan. 

Dilansir dari Webmd, sistem pencernaan memiliki proses cukup panjang yang melibatkan banyak organ sehingga sangat berbahaya jika masalah tidak ditangani dengan benar. Pencernaan dimulai dari mulut di mana air liur yang pertama kali memecah makanan ketika kamu mengunyahnya.

Saat menelan, makanan yang dikunyah bergerak ke kerongkongan yakni tabung penghubung antara tenggorokan dan perut. Otot-otot di kerongkongan kemudian mendorong makanan ke katup di bagian bawah kerongkongan yang terbuka untuk membiarkannya masuk ke perut.

Perut akan memecah makanan dengan menggunakan asam lambung yang kemudian bergerak lagi ke usus kecil. Di sana, cairan pencernaan dari berbagai organ seperti pankreas dan kantong empedu lebih banyak menghancurkan makanan serta nutrisi yang diserap.

Sisa dari makanan akan melewati usus besar untuk diserap airnya dan kemudian bergerak keluar dari tubuh. 

Beberapa macam gangguan sistem pencernaan pada tubuh

GERD merupakan salah satu bentuk gangguan sistem pencernaan paling umum. (Foto: boldsky.com)

Gangguan pada sistem pencernaan sering kali terjadi karena kebiasaan buruk, seperti pola makan yang tidak teratur dan sembarangan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut beberapa jenis gangguan pada sistem pencernaan yang sering dialami.

Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD

Ketika asam lambung kembali ke kerongkongan maka kondisi ini disebut dengan acid reflux. Jika hal ini sudah terjadi, biasanya kamu akan merasakan sakit seperti terbakar di tengah dada dan sering muncul setelah makan atau malam hari.

Ketika seseorang mengalami sakit maag, maka kemungkinan menderita penyakit gastroesophageal reflux atau GERD. Nah, untuk itu perlu dilakukan evaluasi bersama dokter untuk mengetahui penyebab dan jenis pengobatan paling tepat.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi ini terkadang dapat mengakibatkan munculnya rasa sakit ekstrem di dada sehingga sering disalah artikan sebagai serangan jantung.

Mengontrol GERD dapat dimulai dengan mengubah gaya hidup sederhana, termasuk menghindari konsumsi makanan setidaknya dua jam sebelum tidur.

Penyakit celiac

Penyakit seliaka merupakan kondisi di mana tubuh memiliki sensitivitas serius terhadap gluten, yakni protein yang sering ditemukan dalam gandum.

Tubuh yang sensitif terhadap gluten akan menyebabkan sistem kekebalan diserang dan merusak vili. Vili adalah tonjolan seperti jari di usus kecil yang membantu menyerap nutrisi dari makanan.

Gejala yang akan dirasakan pada anak-anak dan orang dewasa memiliki sedikit perbedaan. Tanda anak menderita penyakit seliaka adalah sakit perut, kembung, diare, sembelit, muntah, hingga penurunan pada berat badan.

Sementara itu, pada orang dewasa penyakit seliaka akan ditandai dengan beberapa gejala yakni berupa anemia, kelelahan, tulang kehilangan kekuatan, depresi, hingga mengalami kejang.

Untuk itu, pemeriksaan bersama dokter harus segera dilakukan sebelum penyakit semakin bertambah serius dan menyebabkan komplikasi berbahaya.

Diare kronis

Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh berbagai penyebab. Buang air kecil sesekali memang diperlukan, namun jika sudah lebih dari tiga kali dalam sehari maka termasuk diare kronis.

Diare terkadang sulit diobati karena penyebab penyakit tidak diketahui secara pasti. Nah, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai jika sudah memunculkan gejala diare kronis adalah Crohn serta kolitis ulserativa.

Penyakit Crohn adalah sindrom iritasi usus yang umumnya belum diketahui penyebabnya, bisa karena genetika atau riwayat keluarga. Namun, umumnya seseorang yang menderita penyakit crohn akan memiliki gejala nyeri perut, diare, perdarahan dubur, penurunan berat badan, dan demam.

Pengobatannya tergantung pada gejala, namun biasanya akan diberikan obat topikal imunosupresan hingga melakukan tindakan operasi.

Beberapa pencegahan juga perlu dilakukan, antara lain hindari produk susu, minuman berkarbonasi, alkohol, kopi, sayuran mentah, daging merah, serta makanan pedas dan berlemak.

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyakit gangguan sistem pencernaan yang disebabkan oleh infeksi, baik virus maupun bakteri di usus.

Infeksi bakteri umumnya diakibatkan oleh E.coli atau salmonella sedangkan infeksi virus disebabkan oleh rotavirus atau norovirus. Selain bakteri dan virus, parasit juga bisa menyebabkan penyakit gastroenteritis ini.

Jika gejala berlangsung selama beberapa hari, maka disarankan untuk minum banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi. Gejala yang dirasakan selama berhari-hari membutuhkan pengamatan lebih lanjut dan mencakup pengujian antibodi guna melihat tanda-tanda infeksi pada tinja.

Dokter akan memberikan perawatan yang cocok setelah melihat hasil diagnosis melalui pemeriksaan. Untuk mencegah penyakit ini, biasakan untuk tangan bersih ketika menyeka dubur atau kemaluan.

Biasakan juga untuk menyeka kemaluan, terutama pada wanita dari arah yang benar yakni dari depan ke belakang agar bakteri tidak masuk ke saluran kencing.

Penyakit radang usus atau IBD

Penyakit radang usus merupakan sejenis pembengkakan kronis yang dapat memengaruhi salah satu bagian dari sistem pencernaan. Terdapat dua jenis radang usus yang perlu diketahui, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Penyakit Crohn umumnya akan memengaruhi seluruh saluran gastrointestinal atau GI namun lebih sering menyerang usus kecil dan usus besar.

Sementara kolitis ulserativa hanya akan menyerang usus besar hingga mengakibatkan penyakit pencernaan yang lebih umum seperti sakit perut dan diare.

Beberapa gejala lain yang akan muncul akibat menderita penyakit radang usus adalah kelelahan, buang air besar lebih sering, hilang nafsu makan, perdarahan pada dubur, dan berat badan turun.

Karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan bersama dokter untuk mengetahui diagnosis dan jenis perawatan.

Divertikulitis

Kantong-kantong kecil yang disebut divertikula dapat terbentuk di mana saja pada lapisan sistem pencernaan tubuh. Biasanya, jika memiliki masalah ini kamu tidak akan merasakan gejala sehingga sulit dideteksi tanpa melakukan pemeriksaan bersama dokter.

Biasanya, penyakit ini sering diderita oleh orang dewasa yang lebih tua dan jarang menyebabkan masalah serius. Namun, meskipun begitu gejala umum juga dapat dirasakan oleh beberapa orang yakni seperti demam, kedinginan, mual, sakit perut. 

Divertikulitis ringan dapat diobati dengan antibiotik dan dokter biasanya akan menyarankan konsumsi makanan tinggi serat. Jika kamu memiliki serangan hebat akibat divertikulitis dan sering kambuh, maka operasi mungkin diperlukan untuk mengangkat bagian usus yang terinfeksi. 

Penyakit wasir

Wasir termasuk ke dalam penyakit gangguan sistem pencernaan yang ditandai dengan darah merah cerah ketika buang air besar. Wasir adalah peradangan pembuluh darah di ujung saluran pencernaan yang bisa menyebabkan rasa sakit dan gatal.

Penyebab umum penyakit wasir, dapat berupa sembelit kronis, diare, mengejan terlalu keras saat buang air besar, dan kekurangan serat dalam makanan. Biasanya, penyakit ini bisa diatasi dengan mengonsumsi lebih banyak makanan berserat, minum banyak cairan, dan rutin berolahraga.

Selain itu, untuk mempercepat proses penyembuhan, dokter akan memberikan krim dan suppositoria yang dijual bebas untuk meredakan wasir sementara. Jika perawatan tersebut belum bisa menyembuhkan wasir, maka segera lakukan penanganan lainnya berupa tindak bedah atau operasi.

Batu empedu

Batu empedu merupakan endapan keras yang terbentuk di kantong empedu, yakni kantong kecil berbentuk buah pir di mana bertugas untuk mengeluarkan empedu dalam pencernaan.

Batu empedu sendiri dapat terbentuk ketika ada terlalu banyak kolesterol atau limbah di dalamnya atau karena empedu tidak kosong dengan baik.

Ketika batu empedu menyumbat saluran yang mengarah dari kantong empedu ke usus, maka bisa mengakibatkan rasa sakit tajam di perut bagian kanan atas.

Dokter biasanya akan memberikan obat guna melarutkan empedu, namun jika tidak berhasil maka akan dilakukan pengangkatan kantong empedu melalui operasi.

Tukak lambung

Tukak lambung seringkali dikaitkan dengan gaya hidup buruk, stres, dan diet tidak imbang. Namun, penyakit ini juga bisa disebabkan karena adanya bakteri di dalam perut dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen.

Bakteri dan obat antiinflamasi ini bisa merusak lendir yang melapisi bagian dalam lambung dan menyebabkan asam mengiritasi jaringan dan memunculkan penyakit tukak lambung.

Pada dasarnya, sakit di bagian dalam perut sulit untuk diatasi terutama jika paparan asam dalam lambung terjadi secara konstan.

Namun, dokter biasanya akan melakukan tes untuk menentukan apakah tukak lambung disebabkan oleh infeksi dan akan meresepkan antibiotik untuk pengobatan.

Selain itu, untuk mengurangi asam pada lambung, dokter juga menggunakan inhibitor pompa proton. Perawatan tukak lambung harus segera dilakukan karena jika tidak bisa mengakibatkan anemia.

Baca juga: Serba-serbi Albendazole: Obat untuk Mengobati Infeksi Akibat Cacing

Pencegahan terhadap masalah gangguan sistem pencernaan

Untuk menghindari gangguan pada sistem pencernaan, beberapa tindak pencegahan yang disarankan perlu segera dilakukan. Nah, cara efektif untuk mencegah munculnya masalah pada sistem pencernaan, antara lain:

Atur pola makan

Makan secara teratur dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mencegah masalah pencernaan. Jika kamu memiliki kebiasaan makan banyak dalam satu waktu, maka sistem pencernaan akan kelebihan beban dan menyebabkan rasa mulas dari asam.

Oleh sebabb itu, pastikan untuk rutin mengonsumsi makanan sehat dan hindari berbaring setelah makan.

Perbanyak konsumsi serat

Serat adalah makanan nabati yang dapat membantu mencegah masalah pencernaan dengan mengatur sistem.

Dilansir dari Healthline, asupan serat harian untuk pria di bawah 50 tahun adalah 38 gram dan wanita dalam kelompok usia yang sama membutuhkan 25 gram serat. Serat ini bisa didapat dari berbagai macam buah, sayur, kacang polong, dan biji-bijian.

Banyak minum air

Air diketahui memiliki peran penting untuk membantu pencernaan dalam membersihkan seluruh sistem. Ketika kamu sembelit, perbanyaklah konsumsi air karena bisa melunakkan feses.

Selain itu, air juga bisa membantu sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi. Usahakan untuk minum 8 gelas air setiap hari dan hindari minuman manis karena bisa memperburuk pencernaan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 24 Juni 2020. Understanding Digestion Problems
  2. Tanner.org (2019), diakses 24 Juni 2020. 6 Common Digestive Disorders
  3. Everydayhealth.com (2020), diakses 24 Juni 2020. 9 Common Digestive Conditions From Top to Bottom
  4. Webmd (2019), diakses 24 Juni 2020. Digestive Health Tips
  5. Healthline (2018), diakses 24 Juni 2020. Preventing Digestion Problems
    Berita Terkait
    register-docotr