Kamus Penyakit

Batu Ginjal

May 4, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Ingin konsultasi dengan dokter tentang batu ginjal? Silakan chat langsung dengan dokter kami di fitur Kesehatan di aplikasi Grab. Atau langsung klik di sini untuk chat dengan dokter.

Penyakit batu ginjal terbilang cukup banyak diderita oleh orang Indonesia. Sering dikaitkan dengan kebiasaan minum air putih yang jarang, gangguan kesehatan yang satu ini secara umum bisa menyerang siapa saja.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Daftar Makanan Penyebab Batu Ginjal yang Sering Dikonsumsi

Apa itu penyakit batu ginjal?

Batu ginjal adalah penyakit yang terjadi akibat tumpukan mineral dan garam yang mengeras di dalam ginjal. Pengkristalan tersebut membuat air kencing menjadi pekat karena beberapa mineral yang menempel satu sama lain

Penyakit yang memiliki istilah medis renal lithiasis ini akan mengeluarkan batu dari dalam tubuh sehingga muncul rasa sakit yang cukup parah. Tapi, meski demikian penyakit ini relatif tidak menimbulkan gangguan kesehatan permanen jika diketahui dan diobati sejak dini.

Apa penyebab batu ginjal?

Tak hanya berdiam di ginjal, batu ini juga bisa dengan mudah berpindah ke organ tubuh lain seperti kandung kemih, saluran kencing, dan urethra. Adapun beberapa penyebab penyakit ini secara umum, yakni sebagai berikut:

Kurang minum

Jika kamu kurang minum atau sering berkeringat, air kencing akan berubah menjadi berwarna gelap. Ini menunjukkan adanya mineral-mineral yang terkonsentrasi di dalamnya. Untuk mengatasinya kamu perlu buang air kecil yang banyak.

Tujuannya untuk ‘mengencerkan’ berbagai mineral yang berpotensi menjadi batu. Diharapkan dengan menjaga tubuh terhidrasi, mineral-mineral itu akan larut dan air seni pun menjadi berwarna kuning pucat atau jernih kembali.

Sebagai catatan jika sebelumnya kamu pernah mengalami penyakit ini, setidaknya kamu harus menghasilkan 8 cangkir urine setiap hari. Jadi menargetkan buang air kecil sebanyak 10 cangkir sehari terbilang aman, mengingat kamu juga harus mengeluarkan air lewat keringat dan bernafas.

Diet yang tidak sehat penyebab batu ginjal

Salah satu zat pada makanan yang rentan menimbulkan penyakit ini adalah kalsium dan oksalat. Jika kamu mengonsumsinya secara bersamaan, sangat mungkin kedua zat tersebut saling menempel ketika ginjal memproduksi air kencing dan berubah menjadi batu.

Oksalat sendiri adalah senyawa kimia yang banyak terkandung pada sayur-sayuran. Jadi apabila kamu sedang diet, ada baiknya membatasi konsumsi sayur-sayuran seperti bayam, bubur jagung, dan sejenisnya untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.

Garam juga perlu dihindari karena rentan menyebabkan penyakit ini. Jadi ganti camilan seperti keripik kentang, dan makanan kaleng dengan buah-buahan saja, ya. Begitu pula dengan air kencing yang terlalu asam akibat konsumsi beberapa jenis daging merah, dan kerang.

Uric acid di dalam tubuh yang menjadi tinggi bisa meningkatkan kadar kalsium di dalam urine dan secara bersamaan menurunkan jumlah asam sitrat di dalamnya. Kondisi ini sangat mungkin menyebabkan terjadinya batu dalam ginjal.

Gangguan saluran cerna

Munculnya batu adalah gangguan kesehatan paling sering pada ginjal seseorang yang mengalami peradangan usus. Jadi selain kesulitan buang air kecil, orang berpenyakit autoimun yang menyerang usus seperti sindrom Crhon, juga bisa mengalami diare berkepanjangan.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena batu ginjal?

Kamu dikatakan rentan terkena risiko penyakit ini apabila termasuk dalam beberapa kriteria di bawah ini:

Riwayat keluarga

Apabila ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini, maka risiko kamu menderita gangguan yang sama menjadi cukup tinggi. Apalagi jika kamu pernah mengalaminya sebelumnya, sangat memungkinkan ginjal akan menghasilkan batu yang sama secara berulang-ulang.

Dehidrasi

Mencukupi asupan cairan pada tubuh adalah cara efektif untuk menghindari penyakit ini. Terlebih jika kamu tinggal di daerah bersuhu panas yang mengakibatkan tubuh sering berkeringat. Minum air dengan rutin sangat disarankan agar tidak terjangkit penyakit ini.

Obesitas, faktor pembawa risiko batu ginjal

Salah satu indikator kelebihan berat badan bisa dilihat dari angka body mass index (BMI). Selain itu lingkar pinggang yang besar dan kenaikan berat badan secara berlebihan juga banyak dikaitkan dengan risiko penyakit ini.

Baru menjalani operasi lambung atau usus

Gangguan pada sistem pencernaan seperti lambung dan usus yang mengharuskan kamu dioperasi juga bisa menyebabkan penyakit ini.

Ini dikarenakan adanya pembengkakan atau iritasi pada lambung yang membuat fungsi penyerapan nutrisi menjadi terganggu. Kalsium dan air pun jadi tidak bisa terserap dengan sempurna. Pada akhirnya kondisi ini mendorong pembentukan materi-materi batu pada air seni.

Diagnosis penyakit tertentu

Beberapa jenis penyakit yang menyebabkan urine mengandung cystine, oksalat, uric acid, dan sodium dalam jumlah tinggi, sangat bisa membentuk batu pada air kencingmu.

Konsumsi obat-obatan diuretik yang berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urine juga dapat menyebabkan hal yang sama.

Apa gejala dan ciri-ciri batu ginjal?

Jika ukuran batu yang ada di dalam tubuhmu masih relatif kecil, kamu tidak akan menunjukkan gejala apapun terkait penyakit ini. Namun bila ukurannya sudah cukup besar, kemungkinan besar akan timbul beberapa gejala seperti:

  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Air kecing berdarah
  • Air kencing berwarna pink, merah, atau coklat
  • Bau busuk pada urine
  • Rasa ingin buang air kecil yang tidak bisa ditahan
  • Demam apabila terdapat infeksi
  • Buang air kecil dalam jumlah sedikit
  • Sakit yang teramat sangat pada perut bagian bawah
  • Pusing dan muntah.

Rasa sakit yang ditimbulkan juga bisa berganti-ganti lokasi tergantung ke mana batu tersebut bergerak. Kamu akan merasa sangat kesakitan umumnya ketika batu melintasi saluran kandung kemih.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Dilansir dari Medical News Today, batu ginjal yang tertinggal di dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Nah, salah satu komplikasinya adalah penyumbatan saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Batu bisa menghalangi jalur yang digunakan urine untuk keluar dari tubuh.

Seperti yang telah diulas sebelumnya, penyakit ini juga bisa berkembang mengganggu fungsi organ tubuh lainnya. Selain berdiam di ginjal, biasanya ia akan bergerak menuju saluran kandung kemih yang berukuran kecil dan bertekstur halus.

Ini tentu menjadi sangat riskan, karena jika batu tersebut lewat akan mengakibatkan iritasi dan kejang pada saluran kandung kemih.

Efek jangka panjangnya air seni akan berubah pink, atau merah karena mengandung darah. Ada juga efek lainnya yang tak kalah mengganggu yakni infeksi dan gagal ginjal.

Perlu diketahui juga, menurut penelitian penderita penyakit ini memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ginjal kronis. Karena itu, penting untuk melakukan pengobatan, seperti operasi sebelum menyebabkan komplikasi berbahaya.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati batu ginjal?

Agar terhindar dari komplikasi penyakit termasuk gagal ginjal, terdapat beberapa cara penanganan yang dapat berbeda-beda tergantung jenis batu dan penyebabnya. Apabila dikelompokkan secara umum, penanganan untuk penyakit ini diantaranya adalah:

Perawatan batu ginjal di dokter

Penyakit batu ginjal biasanya diobati melalui perawatan medis bersama dokter, termasuk laser. Nah, prosedur perawatan lainnya yang perlu kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

Terapi farmakologi

Komplikasi berupa gagal ginjal bisa dihindari dengan melakukan terapi medis untuk membantu batu ginjal keluar. Jenis pengobatan ini biasa disebut alpha blocker.

Cara kerjanya ia akan membuat otot ureter terasa rileks sehingga batu bisa keluar dari saluran kencing tanpa rasa sakit yang berlebihan.

Operasi batu ginjal

Jika pengobatan biasa masih belum bisa mengatasi penyakit, maka laser perlu segera dilakukan. Dalam beberapa kasus, seorang ahli urologi dapat melakukan terapi gelombang kejut yang disebut lithotripsy.

Terapi ini bertujuan untuk memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil dan membiarkannya lewat. Namun, jika batu besar terletak di daerah yang tidak memungkinkan maka operasi batu ginjal akan dilakukan.

Operasi batu ginjal ini merupakan prosedur pembedahan untuk mengangkat batu melalui sayatan di belakang atau memasukkan tabung tipis ke dalam uretra.

Cara mengatasi batu ginjal secara alami di rumah

Langkah awal perawatan di rumah yang bisa dilakukan adalah memperbanyak asupan air minum agar urine kembali normal. Dokter mungkin akan meminta mengeluarkan batu ginjal secara alami melalui buang air kecil. Perawatan alami lainnya yang bisa dilakukan, yakni:

Diet sehat

Diet sehat bisa dilakukan sebagai salah satu perawatan alami untuk penyakit batu ginjal dan makanan yang disarankan adalah kacang merah. Beberapa makanan lain yang dapat melindungi ginjal, meliputi kemangi, seledri, apel, anggur, dan buah delima.

Apa saja obat batu ginjal yang biasa digunakan?

Dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat-obatan sebagai penghancur batu ginjal. Obat-obatan untuk menyembuhkannya bisa dari medis atau bahan alami, seperti berikut ini:

Obat batu ginjal di apotek

Batu yang melewati saluran kandung kemih akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Untuk sedikit meredakannya, dokter bisa meresepkan beberapa jenis obat penghancur batu ginjal seperti ibuprofen, acetaminophen, atau naproxen sodium.

Obat batu ginjal alami

Selain obat medis, batu ginjal juga bisa disembuhkan dengan rutin mengonsumsi cukup air mineral. Beberapa obat penghancur batu ginjal alami lainnya, meliputi jus lemon, jus kemangi, cuka sari apel, jus seledri, jus delima, dan kaldu kacang merah.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita batu ginjal?

Untuk mencegah kambuhnya batu ginjal, terdapat beberapa makanan dan pantangan yang perlu diketahui. Beberapa pantangan yang harus dihindari oleh penderita, antara ain:

  • Garam. Kadar natrium yang tinggi dalam tubuh bisa meningkatkan penumpukan kalsium dalam urine. Karena itu, hindari menambahkan garam pada makan dan selalu periksa label pada produk olahan.
  • Protein hewani. Beberapa protein hewani, seperti daging merah, babi, ayam, unggas, ikan, dan telur bisa mengurangi zat kimia dalam urine atau sitrat. Jika sitrat berkurang makan pembentukan batu dapat terjadi kembali.
  • Gula tambahan. Makan dan minuman olahan yang mengandung gula tambahan perlu dihindari. Menambahkan sukrosa dan fruktosa dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Bagaimana cara mencegah batu ginjal?

Mencegah penyakit ini dapat diawali dengan melakukan beberapa kebiasaan sehat secara rutin. Salah satu kebiasaan sehat yang bisa dimulai adalah mengonsumsi air putih secara cukup.

Sementara itu, pencegahan juga bisa kamu lakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang mengandung oksalat, memilih diet rendah garam dan protein hewani, serta lebih mengutamakan asupan kalsium secara alami ketimbang yang sudah diproses dalam bentuk suplemen.

Tipe-tipe batu ginjal

batu ginjal
Batu ginjal. Sumber foto: Shutterstock

Tidak semua batu ginjal terbuat dari mineral yang sama. Ia juga memiliki ukuran yang bervariasi. Ada yang sekecil butiran pasir, berlian, bahkan ada yang lebih besar dari sebuah pir.

Ia bisa diam di dalam ginjal namun juga dapat melewati saluran lain di dalam tubuh yang menimbulkan rasa sakit luar biasa. Adapun tipe-tipenya menurut beberapa mineral yang membentuknya adalah sebagai berikut;

Batu kalsium

Sebagian besar penyakit ini disebabkan oleh kalsium oksalat. Tak hanya mudah dijumpai pada beberapa jenis makanan yang kita konsumsi, oksalat juga diproduksi secara alami oleh hati.

Asupan vitamin D yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme yang meningkatkan zat ini di dalam urine.

Batu struvite, salah satu jenis batu ginjal

Batu jenis ini muncul sebagai respons terhadap infeksi pada saluran kandung kemih. Ia dapat tumbuh dengan sangat cepat dan besar.

Batu uric acid

Batu ini biasanya muncul pada orang yang tidak minum air putih secara rutin atau terlalu mudah kehilangan cairan pada tubuhnya. Orang yang menjalani diet tinggi protein, sering mengalami encok, dan punya bawaan genetik sangat rentan terkena penyakit batu ini.

Batu cystine

Terjadi karena ginjal mengekstrak asam amino terlalu banyak, penyakit ini relatif jarang muncul kecuali pada orang dengan kelainan genetik yang menyebabkan cystine bocor dari ginjal.

Tes untuk mendiagnosis batu ginjal

Prosedur operasi, termasuk laser bisa dilakukan setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter. Biasanya, dokter akan mendiagnosis penderita melalui menjalani beberapa beberapa tes seperti:

Tes darah

Tes ini diperlukan untuk melihat banyaknya kalsium dan / atau uric acid di dalam darah. Hasil dari tes ini dapat dipergunakan sebagai alat monitoring kesehatan ginjal dan menjadi pijakan dokter apabila hendak melakukan tes-tes yang lain.

Tes urine untuk mendeteksi batu ginjal

Pengetesan urine yang dikumpulkan sehari sebelumnya, dapat menunjukkan apakah kamu menghasilkan terlalu banyak mineral-mineral pembentuk batu atau tidak. Untuk tes ini, bisa jadi dokter akan memintamu melakukan tes urine selama dua hari berturut-turut.

Foto X Ray

Pengambilan foto akan membantu dokter melihat kondisi batu di saluran kandung kemihmu. Terdapat beberapa pilihan yang mungkin akan disarankan.

Pertama pengambilan foto X ray pada perut bagian bawah yang memiliki kekurangan tidak bisa melihat batu ginjal berukuran kecil. Kedua Computerized Tomography (CT) yang lebih rinci karena mampu melihat batu berukuran kecil.

Analisis fisik

Dokter mungkin akan memintamu untuk buang air kecil melalui saringan khusus. Tujuannya adalah untuk menangkap batu yang telah melewati saluran kandung kemih.

Analisis lab akan menentukan jenis batu apa yang mereka ambil. Informasi ini akan digunakan dokter untuk mencari penyebabnya, sekaligus sebagai bahan rencana pencegahan agar batu tidak muncul lagi di waktu yang akan datang.

Baca Juga: Cara Menghitung Usia Kehamilan yang Harus Moms Ketahui

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medical News Today (2017), diakses 14 September 2020. How do you get kidney stones?
  2. Healthline (2020), diakses 14 September 2020.  Home Remedies for Kidney Stones: What Works?
  3. Healthline (2018), diakses 14 September 2020. Kidney Stone Diet: Foods to Eat and Avoid
    register-docotr