Kamus Penyakit

Ciri-ciri Kanker Serviks yang Perlu Kamu Tahu

May 18, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Apakah kamu sudah mengetahui ciri-ciri kanker serviks? Bagi wanita yang belum mengetahuinya, tampaknya kamu perlu mengetahui ciri-cirinya.

Pasalnya menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak diidap wanita Indonesia, selain kanker payudara. 

Untuk kamu yang belum tahu dan ingin mengetahuinya, berikut penjelasan kanker serviks dan juga ciri-cirinya.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di sel-sel serviks, yaitu bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Banyak kasus kanker serviks terjadi karena human papillomavirus (HPV). Meski ada beberapa faktor penyebab lainnya.

Seperti apa gejala kanker serviks?

Pada stadium dini, seringkali tidak terlihat gejala atau ciri-ciri kanker serviks. Banyak wanita yang tidak sadar sudah mengidap penyakit ini karena gejala tidak muncul sampai stadium lanjut. 

Saat ciri-ciri kanker serviks muncul, biasanya sering dianggap masalah biasa atau dianggap masalah hormonal. Ada juga yang mengira ciri-ciri tersebut gejala dari infeksi saluran kemih. 

Berikut ciri-ciri kanker serviks yang perlu diwaspadai.

Keluarnya darah dari vagina secara tak biasa

Ciri-ciri ini adalah yang paling umum terjadi di antara penderita kanker serviks. Darah yang keluar dari vagina ini biasanya terjadi di antara periode menstruasi. 

Terkadang darah juga keluar setelah berhubungan seksual. Atau darah keluar saat sedang berhubungan seksual.

Selain itu darah juga bisa keluar pada wanita yang telah menopause. Jika ini terjadi, segera konsultasikan untuk bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Keputihan

Keputihan seringkali terjadi pada wanita dan dianggap hal yang normal. Namun ada beberapa yang dapat mengindikasikan infeksi atau penanda adanya penyakit lain dalam tubuh. 

Warna dan bentuk keputihan bisa menjadi petunjuk apakah yang keputihan tersebut berbahaya atau tidak. 

Pada wanita yang mengidap kanker serviks keputihan biasanya berwarna coklat, berair, berbau tidak sedap dan terkadang juga terdapat darah pada keputihan. 

Perlu diingat tidak semua keputihan adalah ciri-ciri kanker serviks. Karena keputihan bisa terjadi karena penyebab lain. Atau bisa jadi hanya keputihan normal. 

Karena pada dasarnya keputihan adalah cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina. 

Nyeri panggul pada wanita

Ciri-ciri ini juga ditemui pada gejala penyakit infeksi saluran kemih. Karena itu banyak yang menyalahartikan nyeri pada panggul. 

Namun jika kamu mengalami nyeri panggul disertai dengan keluarnya darah pada vagina yang tidak normal atau disertai dengan keputihan berwarna coklat dan berbau tidak sedap, sebaiknya kamu perlu waspada dengan kanker serviks. 

Pada orang yang mengalami kanker serviks, nyeri panggul juga dirasakan saat berhubungan seksual. Untuk memastikannya, kamu perlu memeriksakannya ke dokter.

Ciri-ciri kanker serviks lainnya

Beberapa ciri lain yang juga biasa ditemukan antara lain adanya masalah frekuensi buang air kecil dan sakit saat buang air kecil.

Ciri atau gejala lainnya bisa berupa pembengkakkan pada satu atau dua kaki dan terjadinya penurunan berat badan. 

Ciri-ciri kanker serviks stadium lanjut

Jika kanker sudah menyebar ke jaringan atau organ di sekitarnya, dapat memicu serangkaian gejala lainnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Nyeri di sisi atau punggung belakang yang terkait dengan kondisi ginjal.
  • Sembelit.
  • Kehilangan kendali kandung kemih.
  • Kehilangan kendali usus.
  • Terdapat darah pada urine.
  • Perdarahan vagina yang parah.

Cara memastikan ciri-ciri kanker serviks

Untuk memastikan seseorang mengidap kanker serviks setidaknya ada tiga tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:

Pap smear

Pap smear adalah prosedur skrining untuk menguji keberadaan sel-sel prakanker atau kanker pada serviks. 

Caranya dengan mengambil sel dari leher rahim menggunakan sejenis sikat halus. Kemudian dokter akan memeriksa sel tersebut dengan mikroskop.

Prosedur ini tidak menimbulkan sakit hanya saja kamu akan merasa tidak nyaman selama proses pengambilan sampel sel.

Kolposkopi

Jika hasil pap smear menunjukkan gejala yang tidak biasa atau abnormal makan dokter akan merekomendasikan kolposkopi. 

Prosedur lanjutan ini berupa pemeriksaan serviks, vagina dan vulva dengan alat yang disebut kolposkopi. 

Kolposkop adalah mikroskop besar dengan cahaya yang memungkinkan dokter untuk melihat lebih jelas serviks dan jaringan di sekitarnya.

Biopsi

Jika hasil kolposkopi memang menunjukkan kecurigaan adanya kanker, maka pasien akan diminta untuk melakukan biopsi. 

Biopsi adalah pengambilan sampel jaringan. Prosesnya dengan cara pembukaan serviks yang disebut endocervical curettage (ECG) dan kemudian akan diperiksa lebih lanjut oleh tim ahli patologi.

Setelah ketiga tahapan tersebut baru bisa dipastikan seseorang mengidap kanker serviks atau tidak.

Di Indonesia pemeriksaan dini kanker serviks bisa dilakukan dengan cara alternatif yang dikenal dengan nama tes inspeksi visual asam asetat atau IVA. 

Prosedurnya berupa pengolesan asam asetat 3-5 persen di daerah serviks yang dicurigai tidak normal. 

Daerah yang terbukti tidak normal akan berubah warna dengan batas tegas menjadi putih. Hal itu mengindikasikan bahwa serviks mungkin memiliki lesi prakanker. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Nhs.uk diakses 15 Mei 2020 Cervical Cancer
  2. Medlineplus.gov diakses 15 Mei 2020 Cervical Cancer 
  3. Healthline.com diakses 15 Mei 2020 Human Papillomavirus (HPV) and Cervical Cancer 
    register-docotr