Kamus Penyakit

Tak Hanya Menyerang Anak-Anak, Simak Fakta Penting Tentang Cacar Air

May 6, 2020 | Felicia Elfriestha | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Pasti kebanyakan dari kamu sudah pernah mengalami cacar air sewaktu kecil. Tetapi nyatanya bukan hanya saat kita masih kecil saja loh, ternyata penyakit ini bisa menyerang usia dewasa. Untuk lebih jelasnya, yuk kita kenali semua hal mengenai penyakit ini!

Baca Juga: Sembelit saat Puasa? Berikut 3 Tips Ampuh untuk Mengatasinya

Pengertian cacar air

Cacar air adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan rasa gatal di kulit dan biasanya ditandai dengan munculnya bintik merah  berisi cairan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella-zoster.

Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat mudah penularannya. Penyakit ini sangat mudah menular kepada orang yang belum pernah terkena penyakit ini dan yang belum divaksinasi. 

Pada umumnya, sebelum adanya vaksinasi cacar air hampir semua orang pernah mengalami panyakit ini sebelum umur 18 tahun. Bagi orang dewasa, gejala cacar air biasanya lebih berat dibandingkan biasanya.

Mungkin juga pada beberapa kasus tertentu penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi yang serius.

Sebenarnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Bahkan bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik, hanya akan berlangsung hanya beberapa hari saja. 

Sebenarnya penyakit ini merupakan salah satu penyakit ringan dan bisa sembuh jika diobati dengan cara yang tepat. Apalagi sekarang sudah ada vaksinasi terhadap penyakit yang satu ini. Jadi kamu bisa mencegah agar tidak terkena penyakit ini.

Secara umum, orang akan terkena cacar air sekali saja seumur hidup. Tetapi bisa saja saat dewasa kamu bisa terkena cacar jenis lain yang disebut dengan cacar api atau shingles.

Penyebab cacar air

Virus penyebab cacar air, varisela zoster. Foto: https://varicellazostervirusroth.weebly.com

Ada beberapa penyebab yang memicu kamu terkena penyakit yang satu ini. Salah satu penyebab utamanya adalah virus varisela zoster yang menyerang sistem kekebalan tubuh kamu.

Virus ini dapat menular dengan mudah dan cepat melalu cairan ludah ataupun cairan yang berasal dari lepuhan kulit orang yang menderita cacar air.

Selain penyebab utama yang telah dijelaskan di atas, ada beberapa penyebab lain terkena penyakit ini, berikut jabarannya:

  • Tidak pernah terkena cacar air sebelumnya
  • Tidak mendapatkan vaksinasi, terlebih bagi para ibu hamil karena hal ini sangatlah penting untuk menjaga janin 
  • Melakukan kontak langsung dengan penderita cacar air
  • Terkena cairan dari lepuhan kulit penderita, misalnya menggunakan alat makan secara bersamaan dengan penderita
  • Berada dalam satu ruangan tertutup lebih dari 1 jam bersama penderita cacar air
  • Tinggal bersamaan dengan anak kecil di bawah umur 10 tahun
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah, sehingga virus mudah menyerang

Biasanya orang sudah pernah terkena cacar air dan pernah mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit ini memiliki kekebalan terhadap penyakit ini.

Jika seseorang terkena penyakit ini untuk kedua kalinya biasanya gejalanya lebih ringan dan biasanya sesorang bisa saja mengalami cacar lebih dari 2 kali tetapi kasus ini jarang sekali ditemukan.

Gejala cacar air

Secara umum gejala penyakit yang satu ini akan muncul sekitar 10-21 hari setelah terpapar virus dan biasanya akan sembuh setelah 5-10 hari. Pada anak di bawah umur biasanya tidak muncul gejala, sedangkan pada orang dewasa bisa lebih parah gejalanya.

Berikut gejala cacar air yang paling umum:

  • Demam tinggi dan munculnya ruam merah yang berubah menjadi bintil yang berisikan air
  • Di seluruh bintil akan terasa gatal dan sakit
  • Otot akan terasa lebih nyeri dan sakit kepala yang cukup mengganggu aktivitas sehari-hari kamu
  • Kehilangan nafsu makan

Biasanya bintil yang muncul tidak langsung bersamaan, ada yang mengelupas terlebih dahulu lalu muncul bintil begitupun sebaliknya. Biasanya para penderita merasa tidak tahan untuk menggaruknya karena rasa gatal yang luar biasa di bintil cacar air.

Bagi para penderita yang sering menggaruknya, hal ini mengakibatkan bekas luka dan bisa kemungkinan terjadinya infeksi. Maka dari itu, jika kamu sedang menderita penyakit ini, sebaiknya menahan diri untuk tidak menggaruknya ya.

Komplikasi cacar air

Meksi pada dasarnya penyakit ini merupakan penyakit yang ringan dan mudah sembuh, tetapi bisa menjadi fatal dan berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan benar. Berikut beberapa komplikasi yang dapat terjadi dari penyakit ini:

  • Infeksi bakteri pada kulit, jaringan yang lembut, tulang, dan sendi atau jaringan darah
  • Mengakibatkan dehidrasi 
  • Peradangan pada otak
  • Pneumonia yang diakibatkan oleh virus lain
  • Peradangan pada jantung
  • Peradangan pada hati

Penyakit ini bisa memunculkan infeksi bakteri stafilokokus akibat infeksi dari garukan pada kulit yang gatal. Tidak hanya itu saja, bahkan penyakit ini bisa menyebabkan kelenjar getah bening pada leher bagian samping. 

Adapun bagian-bagian sensitif seperti bagian mulut, pernapasan, vagina, kelopak mata  yang bisa menyebabkan luka. Jika bagian pita suara kamu juga terkena cacar air, dapat mengakibatkan gangguan pernapasan.

Pengobatan oleh dokter

Biasanya para penderita penyakit ini akan sembuh dan beraktivitas normal kembali dalam 1 hingga 2 minggu setelah terdiagnosa. Meski tidak ada obat khusus untuk menyingkirkan virus ini tetapi ada beberapa cara untuk meredakan penyakit ini.

Biasanya dokter akan menyarankan beberapa langkah perawatan, seperti:

Pertama, memberikan obat untuk meredakan demam dan nyeri. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk meredakan demam dan nyeri yang timbul akibat penyakit ini.

Dokter akan memberikan obat dengan bahan asetaminofen untuk meredakan keluhan tersebut. 

Asetaminofen merupakan bahan obat yang aman untuk dikonsumsi anak yang berusia di atas dua bulan ataupun ibu hamil. Sebaiknya kamu menghindari konsumsi obat dari golongan Obat Non-steroid Anti Inflamasi karena dapat memperparah kondisi kamu.

Kedua, pemberian obat antivirus. Meski tidak ada obat yang dapat mematikan virus ini secara langsung, obat antivirus ini berguna untuk membantu menghambat pergerakan serta perkembangan virus di tubuh kamu. 

Biasanya obat ini diberikan pada orang yang berisiko tinggi terkena komplikasi seperti anak berusia di atas 12 tahun, ibu hamil, memiliki penyakit kulit (eksim), dan memiliki daya tahan tubuh yang lemah.

Pengobatan mandiri di rumah

Selain pengobatan yang dapat dilakukan melalui dokter, ada cara lain yang dapat kamu lakukan dengan mudah di rumah untuk mempercepat proses penyembuhan dan meredakan penyakit ini, simak ulasannya di bawah ini:

  • Perbanyak minum air putih

Sebagaimana kita ketahui, air putih sangat baik untuk kesehatan tubuh kita terlebih bagi para penderita penyakit ini. Perbanyak minum air putih dapat membantu kita utuk mengeluarkan virus yang ada di tubuh kita lebih cepat dan mencegah terjadinya dehidrasi.

  • Meredakan rasa gatal

Penyakit ini akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa di seluruh bintil yang berisikan air. Tetapi ingat sebaiknya kamu jangan menggaruknya agar tidak menjadi luka dan infeksi.

Cara yang dapat kamu lakukan misalnya dengan menggunting kuku agar tetap bersih.

Selain itu kamu juga sebaiknya menggunakan sarung tangan yang tebal dan kaus kaki agar saat kamu kamu tidak sengaja menggaruk, tidak membuat kulit kamu terluka.

Kamu juga bisa menggunakan losion calamine atau mandi menggunakan oatmeal untuk mengurangi rasa gatal.

  • Kompres dengan air dingin

Kamu bisa mengompres bagian kulit kamu yang gatal dan nyeri menggunakan air dingin. Hal ini mampu meredakan gatal dan nyeri sehingga kamu tidak berkeinginan untuk selalu menggaruknya.

Cara pencegahan penularan cacar air

Dikarenakan penyakit ini sangatlah cepat penularannya, ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya penularan.

Salah satunya vaksinasi yang merupakan cara terbaik untuk mencegah terkena penyakit ini. Tetapi kamu juga bisa mengurangi risiko penularan dengan cara ini.

  • Hindari interaksi dengan penderita cacar air

Sebaiknya kamu jangan melakukan interaksi terhadap orang yang sedang menderita cacar air. Hal ini dapat menyebabkan kamu mudah tertular lewat cairan cacar air dan udara. 

  • Hindari menggaruk kulit

Meski terasa sangat gatal dan nyeri, sebaiknya para penderita cacar air menahan diri untuk menggaruk bintil-bintil di kulit kamu. Karena bintil tersebut dapat pecah sehingga cairan yang ada di dalamnya bisa mudah menularkan kepada orang lain.

  • Perbanyak istirahat di rumah

Bagi para penderita cacar air sebaiknya kurangi dan hindari kegiatan di luar rumah, karena hal ini dapat memperburuk keadaan dan menyebabkan penularan yang sangat cepat.

Apalagi bagi anak kecil sebaiknya disarankan untuk tidak berinteraksi dengan anak lain hingga fase penularan usai.

  • Menjaga kebersihan kuku

Orang yang sedang menderita cacar air sebaiknya memotong kuku secara rutin agat tetap pendek. Hal ini untuk menghindari adanya luka akibat garukan pada cacar kamu.

Baca Juga: ‘Batuk Tak Henti, Apakah Saya Kena TBC?’ Cari Tahu Gejalanya di Sini

Obat alami cacar air

Selain hal di atas, ada beberapa cara untuk mengobati cacar air dengan cepat dengan bahan-bahan alami yang mudah didapati, apa saja?

Madu, makanan yang satu ini memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh kita loh. Tidak hanya untuk kesehatan, ternyata madu dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kulit kita.

Kamu dapat mengonsumsinya secara langsung ataupun megoleskannya ke ruam kulit yang terkena cacar.

Cuka apel, sebagaimana kita ketahui cuka apel memang memiliki manfaat baik untuk kesehatan kulit. Kamu bisa menggunakan cuka apel untuk meredakan penyakit ini dengan mencampurkan satu sendok cuka apel dengan air.

Kamu bisa mengoleskannya menggunakan kapas ke ruam yang memerah, tapi ingat jangan menggunakannya pada ruam yang terbuka ya.

Baking soda, kamu bisa menggunakan bahan makanan yang satu ini untuk meredakan rasa gatal akibat cacar air. Kamu cukup mencampurkan secuil baking soda dengan air.

Lalu oleskan pada kulit yang terasa panas dan gatal. Tetapi jangan terlalu sering karena bisa menyebabkan kulit terbakar.

Oatmeal, kamu bisa menggunakan oatmeal saat kamu mandi. Caranya dengan menghaluskan oatmeal ke bak mandi yang sudah berisi air. Lalu kamu berendam kurang lebih selama 20 menit, setelah itu bilas dengan air bersih.

Teh chamomile,kamu dapat menggunakannya dengan cara menyeduh 3 hingga 4 kantong teh, lalu celupkan larutan teh dengan kapas. Setelah itu taruh kapas di atas ruam yang terasa gatal dan tepuk secara lembut. Hal ini dapat meredakan rasa gatal pada ruam.

Kunyit, sudah tak asing lagi kalau kunyit memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Kunyit berfungsi sebagai remedi setelah cacar air mengering.

Kamu bisa membuat ramuannya dengan menghaluskan kunyit dengan mencampurkannya dengan minyak kelapa lalu dipanaskan.

Kamu bisa mengoleskannya ramuan tersebut ke bekas luka cacar air untuk menghilangkan luka-luka yang membekas pada kulit.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org (2019) diakses 5 Mei 2020. Chickenpox. 5 mei 2020 pukul 15.30.
  2. healthline.com (2017) diakses 5 Mei 2020. Chickenpox. 5 Mei 2020 pukul 15.45.
  3. rsjakarta.co.id (2020) diakses 5 Mei 2020. Cacar Air. 5 Mei 2020 pukul 16.00.
    Berita Terkait
    register-docotr