Kamus Penyakit

BAB dan BAK Kerap Berdarah, Apa Penyebabnya?

July 14, 2020 | Husni Efendi | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mengalami buang air besar (BAB) atau buang air kecil (BAK) berdarah bisa disebabkan beberapa hal. Keluarnya urine dan feses yang bercampur dengan darah bisa menjadi pertanda adanya kondisi kesehatan yang bermasalah.

Berikut beberapa penyebab dari BAB dan BAK berdarah yang penting untuk kamu ketahui.

Baca Juga: Kedutan Mata Kiri Pertanda Ada yang Kangen? Yang Pasti-Pasti Aja, Ini Alasan Medisnya

Penyebab BAK berdarah

Darah bisa bercampur dalam urine karena ginjal atau organ lain mengalami masalah, dan mengakibatkan kondisi di mana sel darah merah merembes ke urine. Berikut  beberapa kondisi yang menyebabkan buang air kecil berdarah: 

1. Mengalami infeksi saluran kemih

Penyebab kencing atau buang air kecil berdarah, bisa karena infeksi saluran kemih. Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri yang masuk melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih.

Gejalanya bisa berupa sakit atau rasa terbakar saat buang air kecil, dan rasa nyeri pada perut bagian bawah.

2. Mengalami gangguan ginjal

Penyebab buang air kecil menjadi berdarah bisa terjadi karena bakteri yang masuk ke ginjal melalui aliran darah atau melalui saluran kemih. Gejalanya bisa sama dengan infeksi saluran kemih dan biasanya disertai rasa sakit di pinggang.

3. Mengalami pembesaran kelenjar prostat

Kelenjar prostat yang membesar pada pria juga bisa menimbulkan buang air kecil menjadi berdarah. Karena kondisi tersebut bisa menghimpit uretra dan menyebabkan aliran kemih tidak lancar.

Gejalanya bisa berupa kesulitan buang air kecil, dan rasa tidak tuntas setelah buang air kecil, karena keluarnya urine hanya sedikit-sedikit.

 4. Aktivitas atau olahraga yang terlalu berat

Mengalami buang air kecil berdarah akibat aktivitas atau olahraga yang terlalu berat memang jarang terjadi, tetapi ada kemungkinan hal tersebut. 

Penyebabnya bisa karena trauma yang terjadi di kandung kemih, misalnya berupa benturan saat berolahraga, dehidrasi atau penghancuran sel-sel darah merah yang terjadi karena aktivitas atau olahraga yang terlalu berat.

5. Kemungkinan gejala kanker

BAK berdarah, juga bisa menjadi indikasi tanda adanya kanker kandung kemih atau kanker prostat stadium lanjut.

Gejala tersebut diikuti dengan penurunan berat badan secara drastis, nafsu makan yang menurun, dan menjadi mudah lelah.

Jika mengalami hal tersebut, segeralah menghubungi dokter, untuk mengetahui penyebab pasti dan juga antisipasi penanganan yang lebih akurat.

Penyebab BAB menjadi berdarah

Sementara mengenai penyebab buang air besar menjadi berdarah, hal tersebut dikarenakan ada gangguan pada salah satu sistem pencernaan yang terdiri dari esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, rektum, dan anus.

Beberapa gangguan pada saluran pencernaan berikut, dapat menjadi penyebab buang air besar menjadi berdarah.

1. Mengalami wasir atau ambeien

Wasir atau ambeien adalah salah satu gangguan penyebab dari buang air besar bercampur darah. Wasir adalah pembengkakan pada pembuluh darah di anus. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa rasa sakit, gatal dan perih.

Penyebab wasir umumnya karena sembelit, diare, maupun kehamilan.

Pada sebagian penderita wasir cukup bisa diatasi dengan memperbanyak asupan serat dan air putih, atau mengonsumsi obat wasir yang banyak dijual di apotek.

Sebagian lain, jika kondisi wasirnya cukup parah, tindakan operasi bisa dilakukan.

2. Mengalami polip usus

Polip usus adalah kondisi yang merujuk pada tonjolan dan muncul di usus. Ada beberapa jenis polip yang dibedakan dari bentuknya. Jenis polip yang cukup sering muncul di usus adalah polip adenomatosa.

Polip adenomatosa bisa berkembang menjadi kanker usus. Jika dokter mendiagnosis polip sebagai penyebab dari BAB yang berdarah, usahakan untuk rutin memeriksakan kesehatan untuk mencegah terjadinya kanker usus.

3. Mengalami angiodisplasia

Angiodisplasia adalah kelainan pada pembuluh darah di saluran pencernaan, kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyakit ginjal.

Jika tidak ada gangguan organ pencernaan yang secara jelas menjadi penyebab dari BAB yang berdarah, kemungkinan pemicunya adalah angiodisplasia.

4. Mengalami fisura ani

Penyebab dari buang air besar yang bercampur darah selanjutnya adalah fisura ani. Ini adalah kondisi robekan pada dinding anus.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh konstipasi atau karena mengeluarkan feses berukuran besar dan keras.

Untuk meredakan gejala dan mengurangi penyebab rasa sakitnya, bisa menggunakan krim pereda nyeri dan obat pelunak feses supaya buang air besar tidak berdarah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

– Mayoclinic.org, Blood in urine (hematuria), diakses 8 Juli 2020

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/symptoms-causes/syc-20353432

 

– WebMD.com, Blood in Urine (hematuria), diakses 8 Juli 2020

https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-urine-causes#2

 

– Health.harvard.edu, Hematuria, diakses 8 Juli 2020

https://www.health.harvard.edu/a_to_z/hematuria-a-to-z

 

– Verywellhealth.com, Possible Causes of Bloody Stool, diakses 8 Juli 2020

https://www.verywellhealth.com/causes-of-bloody-stool-1124078

 

– WebMD.com, Blood in Stool, diakses 8 Juli 2020

https://www.webmd.com/digestive-disorders/blood-in-stool#1

 

– Medicinenet.com, Rectal Bleeding (Blood in Stool, Hematochezia): Symptoms & Signs, diakses 8 Juli 2020

https://www.medicinenet.com/rectal_bleeding/symptoms.htm

    register-docotr