Kamus Penyakit

Angina Pectoris

September 28, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
no-image

Angina pectoris adalah bahasa medis untuk kondisi yang umum dikenal masyarakat sebagai angin duduk.

Penyakit ini ditandai dengan adanya rasa nyeri di bagian dada akibat gangguan pada organ jantung.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang angin duduk atau angina pectoris dari gejala, penyebab, cara mengatasi, dan cara mencegahnya, simak pembahasan di bawah ini.

Apa itu penyakit angina pectoris

Angina pectoris atau angin duduk adalah nyeri dada. Kondisi tersebut terjadi ketika beberapa bagian jantung tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen. 

Angina stabil atau juga disebut angina pectoris adalah jenis angina yang paling umum. Ada 2 jenis angina yakni angina pectoris (angina stabil) dan angina tidak stabil.

Angina stabil adalah pola nyeri dada yang dapat diprediksi. Kamu biasanya dapat melacak polanya berdasarkan apa yang kamu lakukan saat nyeri dada terjadi. Melacak angina stabil dapat membantu kamu mengelola gejala dengan lebih mudah.

Berikut beberapa karakteristik angina pectoris atau angina stabil:

  • Berkembang saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat kamu berolahraga atau menaiki tangga
  • Biasanya bisa diprediksi dan rasa sakitnya biasanya mirip dengan jenis nyeri dada yang pernah kamu alami sebelumnya
  • Berlangsung dalam waktu singkat, mungkin lima menit atau kurang
  • Hilang lebih cepat jika dengan istirahat atau menggunakan obat angina

Apa penyebab angina pectoris

Penyebab angina pectoris adalah ketika otot jantung (miokardium) tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen untuk tingkat pekerjaan tertentu. Pasokan darah yang tidak mencukupi disebut iskemia.

Angina biasanya terjadi karena penyakit jantung. Zat lemak yang disebut plak menumpuk di arteri dan menghalangi aliran darah ke otot jantung.

Kondisi ini memaksa jantung bekerja dengan sedikit oksigen. Itulah yang menyebabkan rasa sakit. Selain itu, ada beberapa penyebab angina pectoris yang jarang terjadi yakni:

  • Penyumbatan di arteri utama paru-paru (emboli paru)
  • Jantung yang membesar atau menebal (kardiomiopati hipertrofik)
  • Penyempitan katup di bagian utama jantung (stenosis aorta)
  • Pembengkakan kantung di sekitar jantung (perikarditis)
  • Robek di dinding aorta, yakni arteri terbesar di tubuh (diseksi aorta)

Siapa saja yang lebih berisiko terkena angina pectoris?

Apapun yang menyebabkan otot jantung membutuhkan lebih banyak darah atau suplai oksigen dapat menyebabkan angina. 

Faktor risiko termasuk aktivitas fisik, stres emosional, suhu dingin dan panas yang ekstrim, makanan berat, minum alkohol berlebihan, dan merokok.

Beberapa orang dengan kondisi di bawah ini memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit angina pectoris:

  • Usia yang lebih tua: Pria yang berusia di atas 45 tahun dan wanita yang berusia di atas 55 tahun memiliki risiko lebih besar dibandingkan orang dewasa yang lebih muda.
  • Riwayat penyakit jantung keluarga: Jika anggota keluarga menderita penyakit arteri koroner atau pernah mengalami serangan jantung, kamu berisiko lebih besar terkena angina.
  • Tekanan darah tinggi: Seiring waktu, tekanan darah tinggi merusak arteri dengan mempercepat pengerasan arteri.
  • Kolesterol Tinggi: Kolesterol LDL (low-density lipoprotein) tingkat tinggi, juga dikenal sebagai kolesterol “jahat”, meningkatkan risiko angina dan serangan jantung.
  • Diabetes: Diabetes meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, yang menyebabkan angina dan serangan jantung dengan mempercepat aterosklerosis dan meningkatkan kadar kolesterol.
  • Kegemukan: Obesitas dikaitkan dengan kadar kolesterol darah tinggi, tekanan darah tinggi dan diabetes, yang semuanya meningkatkan risiko angina dan penyakit jantung.
  • Stres: Stres dapat meningkatkan risiko angina dan serangan jantung. Terlalu banyak stres dan amarah, juga bisa meningkatkan tekanan darah. Lonjakan hormon yang dihasilkan selama stres dapat mempersempit arteri dan memperberat angina.
  • Menggunakan produk tembakau: Merokok atau terpapar asap rokok dalam jangka panjang dapat merusak dinding bagian dalam arteri (termasuk arteri ke jantung) yang memungkinkan penumpukan kolesterol dan memblokir aliran darah.
  • Tidak cukup berolahraga: Gaya hidup yang tidak aktif berkontribusi pada kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Apa gejala dan ciri-ciri angina pectoris?

Gejala utama angina pectoris adalah nyeri dada yang berulang dan kerap datang kembali. Setiap gejala bisa muncul berbeda-beda pada tiap orang.

Berikut adalah gejala angina yang paling umum:

  • Terjadi saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat kamu berolahraga atau menaiki tangga 
  • Rasa sakit di dada yang terasa seperti ditekan, diremas, atau dihancurkan. Nyeri ini biasanya dirasakan di bawah tulang dada
  • Nyeri juga dapat terjadi di punggung atas, kedua lengan, leher, atau lobus telinga
  • Nyeri menjalar di lengan, bahu, rahang, leher, atau punggung
  • Sesak napas
  • Kelemahan dan kelelahan
  • Merasa lemah
  • Biasanya berlangsung dalam waktu singkat (5 menit atau kurang)
  • Mungkin terasa seperti gas atau gangguan pencernaan

Nyeri dada angina biasanya hilang dalam beberapa menit dengan istirahat atau dengan minum obat jantung yang diresepkan, seperti nitrogliserin.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat angina pectoris?

Nyeri dada yang terjadi dengan kondisi angina pectoris dapat membuat aktivitas normal, seperti berjalan kaki menjadi tidak nyaman.

Namun, komplikasi yang paling berbahaya dari angina pectoris adalah serangan jantung. Berikut tanda atau gejala umum serangan jantung:

  • Tekanan, rasa penuh, atau nyeri di tengah dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit
  • Nyeri yang menjalar dari dada ke bahu, lengan, punggung, atau bahkan ke gigi dan rahang
  • Meningkatnya episode nyeri dada
  • Mual dan muntah
  • Nyeri berkepanjangan di perut bagian atas
  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Pingsan

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati angina pectoris?

Perawatan atau pengobatan angina pectoris tergantung pada seberapa banyak kerusakan pada jantung.

Untuk penderita angina ringan, pengobatan dan perubahan gaya hidup seringkali dapat membantu aliran darah lebih baik serta mengontrol gejala.

1. Perawatan angina pectoris di dokter

Jika obat-obatan tidak cukup, kamu mungkin perlu membuka arteri yang tersumbat dengan prosedur medis atau operasi. Prosedur yang umum dilakukan untuk mengatasi angina pectoris adalah:

  • Angioplasti/stenting. Ahli bedah AKAN menempatkan balon kecil di dalam arteri. Balon digelembungkan untuk memperlebar arteri, dan kemudian stent (kumparan kawat kecil) dimasukkan. Stent dipasang secara permanen di arteri agar lorong tetap terbuka.
  • Cangkok bypass arteri koroner (CABG). CABG atau operasi bypass dilakukan dengan dokter bedah mengambil arteri atau vena yang sehat dari bagian lain tubuh dan menggunakannya untuk mengelilingi pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.

2. Cara mengatasi angina pectoris secara alami di rumah

Jika kamu didiagnosis mengalami angina pectoris, maka perubahan gaya hidup sangat disarankan untuk mengelola gejala dari penyakit ini.

Penyesuaian gaya hidup tertentu dapat membantu mencegah episode angina stabil di masa mendatang. Perubahan ini mungkin termasuk berolahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.

Kamu juga harus berhenti merokok jika kamu adalah seorang perokok. Kebiasaan ini juga bisa menyebabkan risiko terkena penyakit kronis (jangka panjang), seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kondisi-kondisi tersebut dapat memengaruhi angina stabil dan pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit jantung.

Apa saja obat angina pectoris yang biasa digunakan

Tenaga medis mungkin meresepkan obat-obatan jika kamu menderita angina pectoris. Obat angina pectoris yang umum diberikan adalah nitrogliserin.

Obat ini bekerja meredakan nyeri dengan memperlebar pembuluh darah. Hal ini memungkinkan lebih banyak aliran darah ke otot jantung dan mengurangi beban kerja jantung.

Nitrogliserin dapat dikonsumsi secara oral rutin setiap hari untuk mencegah angina. Atau, bisa juga digunakan dalam bentuk sebagai semprotan hidung, atau di bawah lidah saat angina terjadi.

Konsultasikan dengan dokter sebelum kamu mengonsumsi obat apapun untuk mengatasi gejala angina pectoris.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita angina?

Kebiasaan makan yang sehat akan membantu kamu mengontrol beberapa faktor risiko penyakit jantung dan juga angina pectoris.

Berikut rekomendasi makanan yang baik dan yang harus dihindari penderita angina pectoris:

  • Makan banyak buah, sayuran, dan biji-bijian.
  • Pilih protein tanpa lemak, seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan.
  • Makan produk susu tanpa lemak atau rendah lemak, seperti susu skim dan yogurt rendah lemak.
  • Hindari makanan yang mengandung natrium (garam) tinggi.
  • Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak terhidrogenasi parsial atau terhidrogenasi. Ini adalah lemak tidak sehat yang sering ditemukan pada gorengan, makanan olahan, dan makanan yang dipanggang.
  • Makan lebih sedikit makanan mengandung keju, krim, atau telur.

Baca Juga : Inilah Jenis Makanan yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan Jantung

Bagaimana cara mencegah angina?

Kamu dapat mencegah angina pectoris dengan melakukan perubahan gaya hidup, yang dapat memperbaiki gejala jika kamu sudah menderita angina yakni:

  • Berhenti merokok.
  • Memantau dan mengontrol kondisi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  • Makan makanan sehat dan menjaga berat badan.
  • Meningkatkan aktivitas fisik sesuai saran dokter. Coba olahraga intensitas sedang 150 menit per minggu. Selain itu, kamu disarankan untuk mendapatkan 10 menit latihan kekuatan dua kali seminggu dan melakukan peregangan tiga kali seminggu selama lima hingga 10 menit setiap kali.
  • Mengurangi tingkat stres.
  • Membatasi konsumsi alkohol menjadi dua minuman atau kurang sehari untuk pria, dan satu minuman sehari atau kurang untuk wanita.
  • Mendapatkan vaksinasi flu tahunan untuk menghindari komplikasi jantung dari virus.

Kamu mungkin akan terus berjuang mengatasi nyeri dada jika tidak dapat beralih ke gaya hidup yang lebih sehat. Kamu juga mungkin berisiko tinggi untuk jenis penyakit jantung lainnya. 

Angina pada wanita

Gejala angina pada wanita bisa berbeda dengan gejala angina yang terjadi pada pria. Perbedaan ini dapat mengakibatkan keterlambatan dalam mencari pengobatan. 

Misalnya, nyeri dada adalah gejala umum pada wanita penderita angina, tetapi mungkin bukan satu-satunya gejala atau ciri-ciri yang paling umum terjadi pada wanita.

Wanita mungkin juga memiliki gejala seperti:

  • Mual
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Ketidaknyamanan di leher, rahang, atau punggung
  • Nyeri menusuk, bukan tekanan dada

Kapan harus ke dokter?

Jika nyeri dada berlangsung lebih dari beberapa menit dan tidak kunjung sembuh saat kamu beristirahat atau mengonsumsi obat angina, itu mungkin pertanda kamu mengalami serangan jantung.

Hubungi kontak darurat atau bantuan medis darurat. Atur transportasi. Bawa diri kamu ke rumah sakit sebagai upaya terakhir.

Jika nyeri dada adalah gejala baru bagi kamu, penting untuk menemui dokter untuk mengetahui apa yang menyebabkan nyeri dada dan mendapatkan perawatan yang tepat. Jika didiagnosis dengan angina stabil dan memburuk atau berubah, segera dapatkan bantuan medis.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

John Hopkins. Diakses pada 27 September 2020. Angina Pectoris

Healthline. Diakses pada 27 September 2020. Stable Angina

Heart. Diakses pada 27 September 2020. Angina Pectoris (Stable Angina)

WebMD. Diakses pada 27 September 2020. Angina (Ischemic Chest Pain)

Mayo Clinic. Diakses pada 27 September 2020. Angina

Medline Plus. Diakses pada 27 September 2020. Living with heart disease and angina

    Berita Terkait
    register-docotr