Kamus Penyakit

Anak Zaskia Mecca Alami Transient Tachypnea of the Newborn (TTN), Apa Itu?

July 19, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Zaskia Adya Mecca belum lama ini melahirkan bayi kelimanya. Di balik kabar gembira itu, terselip informasi bahwa sang bayi terlahir dengan kondisi transient tachypnea of the newborn (TTN).

Pada dasarnya, beberapa bayi baru lahir memiliki kondisi pernapasan yang sangat cepat atau sulit dalam beberapa jam pertama kehidupan.

Bayi dengan kondisi ini harus menerima pengawasan ketat untuk sementara waktu di rumah sakit untuk mendapatkan oksigen tambahan. Yuk simak rangkuman lebih lanjut tentang TTN berikut ini, Moms:

Baca juga: Penyakit Konjungtivitis Mata: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Apa itu transient tachypnea of the newborn (TTN)?

Cairan ketuban yang terkandung dalam kantung sangat penting bagi bayi dalam kandungan untuk berkembang. Cairan ini akan mengelilingi bayi dalam rahim yang belum lahir dan bertindak sebagai bantalan untuk melindungi dari cedera.

Tak hanya itu, cairan ketuban juga berfungsi untuk menjaga suhu stabil dan sangat diperlukan dalam membantu pengembangan tulang serta paru-paru yang sehat. Ketika berada di dalam rahim, paru-paru dipenuhi dengan cairan dan ini merupakan kondisi yang normal serta sehat.

Selama persalinan, tubuh bayi melepaskan bahan kimia untuk membantu paru-paru dalam mengeluarkan cairan. Tekanan saluran lahir di dada bayi juga melepaskan cairan dari paru-paru. Setelah lahir, udara akan mengisi paru-paru sehingga cairan ketuban dikeluarkan. 

Namun, terkadang cairan tidak bisa meninggalkan paru-paru dengan cepat dan seharusnya. Kelebihan cairan di paru-paru bisa menyulitkan bayi untuk bernapas dengan normal. Nah, kondisi inilah yang dikenal sebagai takipnea transien pada bayi baru lahir atau TTN. 

Gejala bayi dengan kondisi TTN

Gejala TTN dapat berbeda-beda untuk setiap bayi baru lahir, namun biasanya muncul dengan tanda umum. Beberapa tanda umum tersebut antara lain:

  • Pernapasan cepat, lebih dari 60 napas per menit
  • Napas dengan tenaga, termasuk mendengus dan mengerang
  • Lubang hidung bayi akan melebar
  • Kulit berubah menjadi kebiruan atau sianosis
  • Dada terlihat tenggelam di bawah tulang rusuk atau retraksi

Jika gejala ini sudah terlihat, dokter akan langsung melakukan penanganan lebih lanjut untuk menyelamatkan bayi. Dibutuhkan perawatan khusus untuk memulihkan kondisi bayi dan membuatnya bisa bernapas dengan normal.

Apa penyebab umum masalah TTN?

Dilansir Healthline, penyebab pasti TTN pada bayi baru lahir tidak selalu diketahui, sehingga butuh pemeriksaan dengan dokter lebih lanjut.

Namun kondisi ini mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan paru-paru bayi baru lahir untuk mengeluarkan atau menyerap cairan ketuban selama dan setelah persalinan.

Biasanya TTN sering dialami oleh bayi yang lahir melalui proses persalinan operasi caesar. Persalinan secara operasi tidak memungkinkan cairan keluar dari paru-paru, yang umumnya terjadi di jalan lahir selama persalinan normal.

Namun, perlu diketahui juga terdapat beberapa faktor lain yang dapat berkontribusi pada pengembangan takipnea sementara. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain dilahirkan dari seorang ibu penderita diabetes dan bayi yang lahir dengan berat badan lebih besar dari ukuran normal.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Kenali Berikut Gejala Penyakit Hepatitis C yang Umum Dirasakan!

Bagaimana penanganan tepat terhadap kondisi TTN?

Gejala takipnea dapat dikaitkan dengan kondisi medis lain yang mungkin dimiliki bayi baru lahir. Oleh karena itu, dokter akan mengalami kesulitan ketika mendiagnosis kondisi pada bayi.

Namun biasanya dokter melakukan beberapa tes untuk mengonfirmasi diagnosis, seperti:

Hitung darah lengkap

Tes darah dilakukan untuk melihat apakah bayi memiliki infeksi, seperti pneumonia. Tak hanya itu, dokter juga akan melakukan tes gas darah untuk memeriksa kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah bayi.

Sinar-X

Pemeriksaan menggunakan sinar-X dilakukan untuk mempelajari paru-paru dan mengetahui penyebab gangguan pernapasan. Selain itu, bayi juga perlu pemantauan oksimetri nadi dimana sensor melekat pada kaki guna memantau kadar oksigen.

Penanganan tepat yang dokter lakukan segera terhadap bayi dengan kondisi takipnea transien adalah memberikan oksigen tambahan. Oksigen biasanya dikirim melalui tabung yang ditempatkan di sekitar kepala dan hidung. 

Sebagian besar bayi merespons pengobatan dalam waktu 12-24 jam. Bayi yang mengalami kesulitan bernapas mungkin tidak bisa menyusu dengan benar sehingga dokter mungkin akan memberikan cairan serta nutrisi melalui vena atau lewat hidung.

Dalam kasus yang jarang terjadi, TTN yang disertai dengan kondisi lain akan memerlukan ventilator. Ventilator sendiri merupakan mesin yang dapat membantu bayi untuk bernapas sendiri secara normal.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2012), diakses 15 Juli 2020. Transient Tachypnea of the Newborn
  2. KidsHealth (2019), diakses 15 Juli 2020. Transient Tachypnea of the Newborn (TTN)
    register-docotr