Kamus Obat

Sulfasalazine

May 4, 2021 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sulfasalazine merupakan obat golongan sulfonamide yang memiliki sifat antiinflamasi, imunosupresif, dan antibiotik. Obat ini termasuk dalam kelompok obat animosalisilat yang memiliki manfaat serupa dengan obat mesalazine.

Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat sulfasalazine, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat sulfasalazine?

Sulfasalazine adalah obat yang digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan kondisi rematik, seperti rheumatoid arthritis. Obat ini juga diindikasikan untuk mengobati peradangan usus (kolitis ulserativa) dan penyakit Crohn.

Sulfasalazine tersedia sebagai obat generik dalam bentuk sediaan tablet oral yang diminum melalui mulut. Pemberian obat ini biasanya dapat digunakan setelah ada rekomendasi dari dokter.

Apa fungsi dan manfaat sulfasalazine?

Sulfasalazine memiliki fungsi untuk mengurangi peradangan karena berkaitan dengan sifat antiinflamasi yang dimilikinya. Namun, mekanisme kerja obat secara pasti masih belum diketahui karena penelitian yang belum memadai.

Namun, para ahli menganggap bahwa sulfasalazine mampu menghasilkan efek antiinflamasi di usus besar dengan menghambat prostaglandin. Dalam usus, obat ini diuraikan menjadi sulphapyridine dan asam 5-aminosalisilat kemudian disekresikan oleh ginjal dan empedu.

Dalam bidang pengobatan, sulfasalazine umumnya dimanfaatkan untuk mengobati kondisi berikut:

Radang usus

Sulfasalalazine dapat diberikan untuk mengobati peradangan pada usus, termasuk penyakit kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Obat ini dapat diberikan untuk kondisi kolitis ulserativa tingkat ringan hingga sedang.

Sulfasalazine juga dapat diberikan untuk penyakit Crohn aktif, yakni peradangan usus yang memengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan. Gejala yang umunya muncul termasuk demam, sakit perut, diare yang bercampur darah jika peradangan sudah sangat parah.

Beberapa ahli kesehatan menilai bahwa sulfasalazine hanya dapat diberikan apabila pasien tidak memiliki riwayat penyakit usus halus. Hal ini disebabkan kemungkinan obat yang tidak efektif penggunaannya dianjurkan terbatas pada usus besar.

Obat ini juga tidak direkomendasikan untuk pasien yang pernah menerima terapi kortikosteroid atau telah menjalani reseksi bedah. Beberapa pendapat menyatakan sulfasalazine memiliki kemungkinan besar gagal untuk menghasilkan efek terapi yang diharapkan.

Pengobatan kombinasi sulfasalazine dan kortikosteroid diketahui dapat memberikan efek terapi yang lebih baik pada kelompok pasien tertentu. Pengobatan ini terutama untuk penyakit Crohn di mana peradangan terjadi pada usus besar.

Arthritis rheumatoid

Sulfasalzine dapat digunakan sebagai pengobatan lanjutan pada berbagai kondisi rematik setelah pasien menerima terapi obat antiinflamasi nonsteroid (AINS) sebelumnya.

Biasanya obat ini diberikan bersamaan dengan obat AINS hingga efek antiinflamasi yang diharapkan didapatkan. Pemberian sulfasalazine sebagai obat tunggal tidak direkomendasikan karena bukan sebagai terapi lini pertama.

Obat ini juga diberikan untuk mencegah inflamasi karena pemakaian obat-obatan tertentu karena sifat imunosupresif yang dimilikinya. Biasanya sulfasalazine diberikan bersama dengan penggunaan obat azathioprine, hydroxychloroquine, methotrexate, atau penicillamine.

Merek dan harga obat sulfasalazine

Obat ini termasuk dalam golongan obat resep di mana penggunaannya harus disertai rekomendasi dari dokter. Beberapa merek sulfasalazine yang telah beredar di Indonesia adalah Lazafin, Salivon, Sulcolon, dan Sulfitis.

Berikut informasi mengenai beberapa merek obat sulfasalazine beserta harganya:

Obat generik

Sulfasalazine 500mg tablet. Sediaan tablet generik untuk mengobati radang usus dan peradangan rematik. Obat ini diproduksi oleh Bernofarm dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp3.104/tablet.

Obat paten

  • Sulcolon 500mg tablet. Sediaan tablet untuk mengobati berbagai kondisi rematik dan peradangan pada usus. Obat ini diproduksi oleh Bernofarm dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp9.993/tablet.
  • Sulfitis 500mg tablet. Sediaan tablet untuk mengobati peradangan pada saluran pencernaan (kolitis ulserativa). Obat ini diproduksi oleh Pratapa Nirmala dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp6.090/tablet.

Bagaimana cara minum sulfasalazine?

Baca dan ikuti petunjuk pemakaian obat yang telah diresepkan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak atau lebih sedikit dari dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Kamu sebaiknya meminum sulfasalazine bersama dengan makanan. Pastikan untuk meminum obat dalam waktu yang sama setiap hari untuk membantu kamu mengingat jadwal minum dosis.

Obat ini tersedia sebagai tablet salut selaput yang ditujukan untuk lepas lambat. Minum tablet utuh dengan segelas air. Tablet jangan dihancurkan, digerus, atau dilarutkan. Beritahu dokter apabila kamu mengalami kesulitan menelan tablet.

Minum banyak air setiap hari, sekitar 6 sampai 8 gelas, selama kamu menjalani pengobatan dengan obat ini. Minum cukup air akan membantu melindungi ginjal dari beberapa risiko efek samping sulfasalazine.

Minum obat secara teratur meskipun kamu merasa baik-baik saja. Jika lupa minum, segera ambil dosis setelah kamu ingat. Lewati dosis apabila masuk waktu minum berikutnya. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu waktu minum.

Apabila kamu akan melakukan tes medis, beritahu dokter bahwa kamu mengonsumsi sulfasalazine. Obat ini kemungkinan besar dapat memengaruhi hasil tes medis tertentu.

Lakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memastikan bahwa jumlah darah, fungsi ginjal dan hati normal saat kamu menjalani pengobatan dengan sulfasalazine. 

Jika kamu menggunakan sulfasalazine untuk mengobati radang sendi, jangan berhenti menggunakan obat yang lain tanpa perintah dari dokter. Obat ini dapat diberikan sebagai terapi tambahan pada pengobatan radang sendi.

Sulfasalazine dapat menyebabkan kulit atau urine tampak berwarna oranye. Segera hubungi dokter jika kamu juga mendapati gejala kelainan hati, seperti mata menguning, urine berwarna coklat, atau sakit perut.

Kamu bisa menyimpan obat sulfasalazine pada suhu ruangan terhindar dari kelembapan dan paparan sinar matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat sulfasalazine?

Dosis dewasa

Penyakit radang usus

Dosis sebagai sediaan tablet oral:

  • Dosis lazim: 1 hingga 2 gram diminum 4 kali sehari sampai didapatkan pengurangan gejala yang diharapkan.
  • Dosis pemeliharaan: 2 gram per hari dalam dosis terbagi.

Dosis sebagai suppositoria: 0,5 hingga 1 gram di pagi dan malam hari, baik sebagai pengobatan sendiri atau sebagai tambahan untuk pengobatan oral.

Dosis sebagai enema: 3 gram pada malam hari, dipertahankan minimal 1 jam.

Radang sendi

Dosis lazim sebagai tablet salut selaput: 500 mg per hari selama minggu pertama dan dapat ditingkatkan 500 mg tiap minggu.

Dosis maksimal: 3 gram per hari diberikan dalam 2 sampai 4 dosis terbagi.

Dosis anak

Penyakit radang usus

Dosis dalam bentuk tablet oral untuk anak usia di atas 2 tahun:

  • Dosis lazim: 40-60 mg per kg berat badan per hari diberikan dalam dosis terbagi.
  • Dosis pemeliharaan: 20-30 mg per kg berat badan per hari diberikan dalam dosis terbagi.

Dosis sebagai enema: 3 gram pada malam hari, dipertahankan minimal 1 jam.

Untuk arthritis rheumatoid remaja

Dosis untuk anak usia di atas 6 tahun:

  • Dosis sebagai tablet salut selaput: 30 mg hingga 50 mg per kg berat badan per hari diberikan dalam 2 dosis terbagi.
  • Dosis maksimal: 2 gram setiap hari.

Apakah sulfasalazine aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan sulfasalazine dalam golongan obat kategori kehamilan B.

Studi penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa obat ini tidak menyebabkan risiko merugikan pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil. Penggunaan obat sebaiknya atas rekomendasi dari dokter saat kamu sedang hamil.

Obat ini telah diketahui dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Apa efek samping obat sulfasalazine yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter apabila muncul gejala reaksi efek samping berikut setelah kamu mengonsumsi sulfasalazine:

  • Gejala reaksi alergi, seperti gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan di wajah atau tenggorokan
  • Reaksi kulit yang parah, ditandai dengan demam, sakit tenggorokan, sensasi terbakar pada mata, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu disertai kulit melepuh dan mengelupas
  • Demam, menggigil, sakit tenggorokan
  • Gejala diskrasia darah, seperti muncul perdarahan tanpa sebab, mudah memar atau purpura, sakit tenggorokan, dan malaise
  • Ketidaknyamanan pada dada, mengi, batuk kering atau hidung tersumbat, penurunan berat badan yang cepat
  • Demam disertai sakit kepala, ruam, dan muntah
  • Mual atau muntah parah saat pertama kali mulai mengonsumsi sulfasalazine
  • Buang air kecil dengan volume sedikit atau bahkan tidak ada, urine terlihat berbusa
  • Mata bengkak
  • Gejala gangguan hati, seperti kehilangan nafsu makan, sakit perut pada sisi kanan atas, urine gelap, penyakit kuning

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan sulfasalazine, antara lain:

  • Mual, muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan
  • Seriawan, gusi merah atau bengkak
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Jumlah sperma rendah pada pria
  • Diare

Beritahu dokter apabila gejala efek samping tersebut tidak hilang atau semakin parah, atau mungkin muncul gejala efek samping lain.

Peringatan dan perhatian

Jangan mengonsumsi sulfasalazine apabila kamu memiliki riwayat alergi terhadap obat ini sebelumnya. Beritahu dokter mengenai riwayat alergi lain yang kamu miliki, terutama alergi obat salisilat seperti aspirin, mesalazine, dan lainnya.

Kamu mungkin tidak dapat mengonsumsi sulfasalazine apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Penyumbatan saluran kemih dan usus
  • Porfiria
  • Alergi terhadap obat sulfa

Jangan memberikan sulfasalazine pada anak-anak usia di bawah 2 tahun karena dapat menyebabkan efek samping yang berisiko.

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut sebelum menggunakan sulfasalazine:

  • Penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Kelainan darah
  • Asma
  • Kondisi kelainan darah karena keturunan yang dikenal sebagai defisiensi G6PD

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui bayi sebelum memutuskan menggunakan sulfasalazine. Obat ini dapat menyebabkan diare atau tinja berdarah pada bayi yang menyusui.

Beritahu dokter apabila kamu berencana untuk memiliki anak karena sulfasalazine dapat menurunkan kesuburan pada pria. Namun, hal ini dapat membaik saat pengobatan dihentikan.

Beritahu dokter dan apoteker jika kamu menggunakan obat-obatan berikut ini sebelum menggunakan sulfasalazine:

  • Obat untuk penyakit jantung misalnya digoxin
  • Obat untuk mengobati tuberkulosis, misalnya rifampicin dan isoniazid
  • Obat-obatan yang digunakan dalam transplantasi organ atau gangguan kekebalan tertentu, misalnya azathioprine, mercaptopurine, dan methotrexate

Hindari minum alkohol saat kamu sedang dirawat dengan obat ini karena alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Drugsite Trust, diakses pada 7 April 2021, Sulfasalazine monograph

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 7 April 2021, Sulfasalazine | C18H14N4O5S – PubChem

Healthline Media, Inc, diakses pada 7 April 2021, Sulfasalazine: Side Effects, Dosage, Uses, and More

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 7 April 2021, SULFASALAZIN | PIO Nas

DrugBank Online, diakses pada 7 April 2021, Sulfasalazine – an overview

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 7 April 2021, Sulfasalazine: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

    register-docotr