Kamus Obat

Risperidone

December 4, 2020 | Arin Khurota | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Risperidone merupakan salah satu obat yang mudah dijumpai dalam proses klinis pengobatan, khususnya di rumah sakit dan puskesmas. Keberadaan obat ini sangat penting untuk pengobatan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

Untuk apa obat ini dan bagaimana cara kerja, serta dosis yang biasa dipakai? Simak penjelasannya berikut ini!

Untuk apa obat risperidone?

Risperidone adalah golongan obat antipsikotik yang digunakan untuk mengobati pasien dengan gangguan kejiwaan, seperti skizofrenia. Risperidone adalah obat antipsikotik yang bekerja dengan mengubah efek bahan kimia di otak.

Risperidone merupakan turunan benzisoxazole yang menjadi antagonis monoaminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadap reseptor serotonergik 5-HT2 dan dopaminergic D2.

Risperidone dapat diserap sempurna setelah pemberian oral, konsentrasi plasma puncak dapat dicapai setelah 1-2 jam pengobatan.

Risperidone merupakan antagonis dopaminergik kuat yang efektif dalam memperbaiki gejala positif skizofrenia.

Apa fungsi dan manfaat obat risperidone?

Risperidone berfungsi untuk mengobati berbagai gangguan kejiwaan, khususnya pengobatan gangguan skizofrenia. Risperidone digunakan untuk mengobati skizofrenia pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 13 tahun.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati gejala gangguan bipolar (depresi manik) pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 10 tahun.

Risperidone juga digunakan untuk mengobati gejala iritabilitas pada anak autis yang berusia 5 hingga 16 tahun.

Risperidone merupakan antagonis serotonin dan dopamine sentral yang dapat bekerja seimbang dalam mengurangi kecenderungan timbulnya efek samping ekstrapiramidal.

Obat ini dapat memperluas aktivitas pengobatan terhadap gejala negatif dan efektif dari skizofrenia.

Secara umum, risperidone dalam dunia medis pengobatan, obat ini sering dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan berikut:

1.Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang serius di mana orang tidak mampu menafsirkan realitas secara sadar.

Skizofrenia dapat melumpuhkan kemampuan kesadaran seseorang dalam membedakan realitas dan halusinasi.

Skizofrenia melibatkan berbagai masalah dengan pemikiran (kognisi), perilaku dan emosi. Tanda dan gejala dapat bervariasi, tetapi biasanya ditandai dengan delusi, halusinasi, atau ucapan yang tidak teratur.

Orang dengan skizofrenia membutuhkan pengobatan seumur hidup. Perawatan dini dapat membantu mengendalikan gejala sebelum berkembang menjadi komplikasi serius.

2. Episode manik akut dari gangguan bipolar

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati, biasanya selama beberapa minggu atau bulan pada suatu waktu, antara episode manik (atau hipomanik) dan episode depresi.

Episode manik adalah keadaan emosional yang ditandai dengan periode setidaknya satu minggu di mana suasana hati yang meningkat, meluas, atau mudah tersinggung.

Seseorang yang mengalami episode manik biasanya terlibat dalam aktivitas yang diarahkan pada tujuan yang signifikan di luar aktivitas normal mereka.

Orang-orang menggambarkan suasana hati manik sebagai perasaan sangat gembira dan mampu melakukan atau mencapai apa pun. Perasaan itu seperti optimisme ekstrem akibat pengaruh peningkatan steroid.

Perasaan manik dari gangguan bipolar bila cukup parah akan menyebabkan kesulitan atau gangguan di tempat kerja, teman dan keluarga, di sekolah, atau tempat  penting lainnya dalam hidup mereka.

Gejala bipolar tidak dari akibat penggunaan atau penyalahgunaan zat (misalnya alkohol, obat-obatan, obat-obatan) atau disebabkan oleh kondisi medis umum.

Gangguan bipolar dapat diobati, biasanya dengan kombinasi obat-obatan (disebut penstabil mood) dan psikoterapi.

3. Demensia sedang sampai berat pada penyakit Alzheimer

Ada lima tahap yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Yakni, penyakit Alzheimer praklinis, gangguan kognitif ringan karena penyakit Alzheimer, demensia ringan, demensia sedang, dan demensia berat karena penyakit Alzheimer.

Demensia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang memengaruhi kemampuan intelektual dan sosial cukup parah untuk mengganggu fungsi sehari-hari.

Penyakit Alzheimer sering didiagnosis pada tahap demensia ringan, ketika keluarga dan dokter mengetahui bahwa seseorang mengalami masalah signifikan dengan memori dan pemikiran yang memengaruhi fungsi sehari-hari.

Pada tahap demensia ringan, penderita mungkin mengalami:

  • Hilangnya memori peristiwa yang baru dialami. Penderita mungkin mengalami kesulitan mengingat informasi yang baru dipelajari dan menanyakan pertanyaan yang sama berulang kali.
  • Kesulitan dengan pemecahan masalah dan mengerjakan tugas yang kompleks.
  • Perubahan kepribadian yang mungkin menjadi pendiam atau menyendiri – terutama dalam situasi yang menantang secara sosial – atau menunjukkan sifat mudah marah yang tidak seperti biasanya. Motivasi yang berkurang untuk menyelesaikan tugas juga biasa terjadi.
  • Kesulitan mengatur dan mengekspresikan pikiran. Kehilangan kemampuan untuk menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan objek atau mengekspresikan ide dengan jelas.
  • Penderita semakin kesulitan menemukan jalan pulang, bahkan di tempat-tempat yang mereka kenal.

Gangguan Alzheimer tidak dapat diobati, tetapi dapat diperlambat efek yang timbul dengan pengobatan. Pengobatan yang dilakukan adalah jangka panjang.

Merek dan harga obat risperidone

Risperidone beredar dengan nama generik yang umum diketahui sesuai nama obat atau nama generiknya. Selain itu, nama dagang yang telah dipasarkan juga semakin beragam.

Sekadar informasi, risperidone biasanya sudah tersedia di puskemas atau apotek BUMN dan tidak diperjualbelikan.

Sediaan tablet risperidone tersedia dalam kekuatan 0,5mg, 1mg, 2mg, 3mg, dan 4mg. Namun, di Indonesia dosis yang lazim digunakan adalah sediaan tablet risperidone 2mg dan 4mg.

Apabila kamu ingin mendapatkan obat ini, kamu bisa melakukan pemeriksaan atas nama pasien ke instansi kesehatan terdekat, kemudian dokter akan memberikan resep obat ini untuk bisa kamu tebus secara gratis.

Nama dagang risperidone yang telah terdaftar seperti Neripros, Nodiril, Noprenia, Persidal, Risperdal, Rizodal, Zofredal, dan Zophrena.

Bagaimana cara minum risperidone?

  • Obat ini bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Ikuti sesuai aturan yang telah ditentukan oleh dokter. Ikuti sesuai yang telah tertera dalam kemasan resep.
  • Jangan minum obat bersamaan dengan teh.
  • Minum obat secara teratur setiap hari. Jangan menggandakan dosis apabila lupa minum. Segera minum obat apabila interval waktu minum berikutnya masih lama.
  • Minum obat dalam waktu yang sama setiap hari untuk mempermudah mengingat serta mendapatkan efek maksimal dari pengobatan.

Apabila kondisi kamu tidak segera membaik setelah mengonsumsi obat ini, konsultasikan kembali dengan dokter untuk informasi pengobatan lebih lanjut.

Berapa dosis obat risperidone?

Dosis umum (Dewasa)

Dosis minum risperidone untuk dewasa dan digunakan untuk pengobatan jangka panjang adalah:

  • Hari ke-1: 2mg/hari, diminum 1-2 kali sehari
  • Hari ke-2: 4mg/hari, diminum 1-2 kami sehari (Dosis bisa lebih rendah pada beberapa pasien dengan kondisi tertentu)
  • Hari ke-3: 6mg/hari, diminum 1-2 kali sehari
  • Dosis umum 4-8 mg per hari.

Dosis di atas 10mg/hari tidak lebih efektif dari dosis yang lebih rendah atau bahkan mungkin dapat meningkatkan efek saping berupa gejala ekstrapiramidal.

Dosis di atas 10mg/hari dapat digunakan hanya pada pasien tertentu di mana manfaat yang diperoleh lebih besar di banding dengan risikonya.

Dosis di atas 16mg/hari belum dievaluasi keamanannya sehingga tidak boleh digunakan.

Penggunaan pada penderita lanjut usia, juga penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati ditentukan sebagai berikut:

Dosis awal: 0,5mg, diminum 2 kali sehari.

Dosis dapat disesuaikan secara individual  dengan penambahan 0,5mg yang diminum 2 kali sehari (hingga mencapai 1-2mg, 2 kali sehari).

Penggunaan dosis obat untuk anak-anak di usia 15 tahun ke bawah masih belum memadai. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila hendak melakukan pengobatan lebih lanjut.

Pengobatan sesuai gangguan kejiwaan:

Skizofrenia

Dosis awal: 2 mg hari sampai 4 mg/hari hingga hari ke-2.

Dosis pemeliharaan: 4-6 mg/hari. Dosis maksimal: 16 mg/hari

Episode manik akut dari gangguan bipolar

Dosis awal: 2mg diminum 1 kali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 1mg/hr dengan interval lebih dari 24 jam.

Dosis maksimal: 6mg/hari.

Demensia sedang sampai berat pada penyakit Alzheimer

Dosis awal: 0,25 mg dua kali lipat. Dapat ditingkatkan disesuaikan dengan dosis 0,25mg pada hari berikutnya.

Dosis umum: 0,5mg (hingga 1 mg jika diperlukan). Durasi pengobatan maksimal: 6 minggu.

Pengobatan skizofrenia intramuscular

Berikan risperidone oral selama beberapa hari untuk menilai toleransi sebelum injeksi otot (intramuscular).

Pasien yang intoleransi dengan risperidone oral atau pasien yang mendapatkan risperidone oral selama kurang lebih 2 minggu dalam dosis tidak lebih dari 4 mg/hari. Dosis menjadi 25mg selama pengobatan 2 minggu.

Pasien diberikan dosis perawatan lanjutan dengan risperidone oral selama kurang lebih 2 minggu dalam dosis lebih dari 4 mg/hari: 37,5 mg 2 minggu.

Pengobatan dilanjutkan risperidone oral selama 3 minggu pertama setelah injeksi pertama.

Apakah risperidone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Obat ini dinyatakan sebagai kategori C, artinya obat menunjukkan gejala efek samping pada janin hewan percobaan, tetapi belum ada studi memadai yang dilakukan pada manusia.

Pengobatan hanya dapat dilakukan apabila manfaat dipertimbangkan lebih besar dari risiko yang mungkin timbul.

Risperidone terbukti dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk ibu menyusui.

Apa efek samping obat risperidone yang mungkin terjadi?

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi risperidone.

Efek samping setelah mengonsumsi risperidone yang berpotensi fatal:

  • Sindrom neuroleptik maligna, gangguan cerebrovaskular (misalnya stroke, serangan iskemik transien), agranulositosis.
  • Reaksi alergi terhadap risperidone: gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Gerakan otot yang tidak terkontrol pada wajah (mengunyah, bibir kram, mengerutkan kening, gerakan lidah, berkedip atau gerakan mata).
  • Payudara bengkak atau nyeri (pada pria atau wanita), keluarnya cairan dari puting, impotensi, kurangnya minat pada seks, periode menstruasi menjadi tidak teratur.
  • Reaksi sistem saraf yang parah, seperti otot menjadi sangat kaku, demam tinggi, berkeringat, gangguan kecemasan, detak jantung cepat, tremor, perasaan seperti akan pingsan.
  • Sel darah putih rendah, ditandai dengan rasa lemas mendadak, nyeri, demam, menggigil, sakit tenggorokan, sariawan, gusi merah atau bengkak, kesulitan menelan, luka kulit, gejala pilek atau flu, batuk, kesulitan bernapas.
  • Rendahnya tingkat trombosit dalam darah, ditandai dengan gejala mudah memar, perdarahan yang tidak biasa (hidung, mulut, vagina, atau rektum), bintik-bintik ungu atau merah di bawah kulit.
  • Ereksi penis yang menyakitkan atau berlangsung 4 jam atau lebih.
  • Pernah dilaporkan tetapi jarang terjadi, pada pasien skizofrenia: intoksikasi air dengan hiponatraemia, disebabkan oleh polydipsia atau sindrom gangguan sekresi hormon antidiuretik (ADH), dan tidak teraturnya suhu tubuh.

Efek samping yang umum terjadi setelah mengonsumsi risperidone:

  • Sakit kepala
  • Pusing, mengantuk, merasa lelah
  • Tremor, gerakan otot yang berkedut atau tidak terkendali
  • Agitasi, kecemasan, perasaan gelisah
  • Suasana hati tertekan
  • Mulut kering, sakit perut, diare, sembelit
  • Penambahan berat badan
  • Gejala pilek seperti hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan.

Apabila gejala efek samping muncul setelah mengonsumsi risperidone, segera hentikan pemakaian. Hubungi dokter segera untuk mendapatkan informasi pengobatan lebih lanjut.

Peringatan dan perhatian

  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun
  • Dapat menyebabkan hipotensi ortostatik, terutama pada pemberian awal obat. Risperidone harus diberikan secara hati-hati pada penderita gangguan jantung.
  • Pengurangan dosis harus dipertimbangkan bila terjadi hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Jangan diberikan pada pasien Parkinson karena dapat menyebabkan penyakit memburuk
  • Hati-hati apabila diberikan pada penderita epilepsi
  • Penggunaan obat bisa menyebabkan kenaikan berat badan
  • Risperidone dapat mengganggu aktivitas yang memerlukan konsentrasi mental, pasien disarankan tidak menyetir atau menjalankan mesin hingga diketahui kerentanan individualnya.
  • Pemberian pada wanita hamil dan menyusui hanya jika keuntungannya lebih besar dari risiko.
  • Penggunaan risperidone dapat menimbulkan hiperprolaktinemia (Karena risperidone dapat meningkatkan kadar prolactin sehingga memicu efek karsinogenik/risiko kanker)
  • Penggunaan risperidone pada penderita lanjut usia serta penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal: dosis awal dan dosis tambahkan perlu dikurangi sampai setengah dosis normal.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr