Kamus Obat

Ringer’s lactate

January 2, 2021 | Arin Khurota
no-image

Ringer’s lactate merupakan cairan infusa yang jernih dan steril. Nama lain untuk menyebutnya adalah natrium laktat.

Di dunia kesehatan, khususnya rawat inap, cairan infus seringkali diberikan pada pasien melalui intravena.

Sebenarnya, untuk apa ringer’s lactate digunakan? Berikut informasi mengenai manfaat, dosis, cara penggunaan, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat ini.

Untuk apa ringer’s lactate?

Ringer’s lactate adalah obat cairan infusa berisi elektrolit untuk menggantikan cairan dan elektrolit pasien yang memiliki volume darah rendah atau tekanan darah rendah.

Obat larutan ini juga dapat digunakan untuk mengobati asidosis metabolik dan untuk mencuci mata setelah luka bakar kimiawi.

Obat ini tersedia dalam bentuk injeksi atau larutan steril sebagai infusa. Terkadang, obat ini dioleskan pada kulit untuk membersihkan luka serta membunuh bakteri dari luka.

Apa fungsi dan manfaat obat ringer’s lactate?

Ringer’s lactate berfungsi sebagai larutan pengganti cairan elektrolit yang hilang pada tubuh pasien. Obat ini diaplikasikan sebagai infus dalam tindakan klinis umum.

Secara umum, komposisi ringer’s lactate atau natrium laktat ini memiliki jumlah elektrolit yang sama dengan yang dimiliki oleh darah secara alami.

Menurut B. Braun Medical, salah satu perusahaan yang memproduksi ringer’s lactate, setiap 100 mililiter larutannya mengandung:

  • Kalsium klorida 0,02 gram
  • Kalium klorida 0,03 gram
  • Natrium klorida 0,6 gram
  • Natrium laktat 0,31 gram
  • Air

Komposisi tersebut bisa saja bervariasi bergantung dari perusahaan yang membuatnya. Seringkali ringer’s lactate dibutuhkan untuk kebutuhan medis.

Dalam beberapa kondisi, ringer’s lactate dibutuhkan untuk menangani beberapa kondisi berikut:

1. Resusitasi cairan tubuh

Ringer’s lactate terbukti lebih stabil digunakan dalam mengontrol pH darah daripada normal saline.

Larutan ringer’s lactate sering digunakan sebagai pengganti cairan elektrolit tubuh melalui infusa intravena.

Larutan ini digunakan sebagai agen resusitasi cairan setelah kehilangan darah akibat trauma, pembedahan, atau luka bakar.

Dosis injeksi intravena larutan ringer’s lactate biasanya dihitung dengan perkiraan kehilangan cairan dan perkiraan defisit cairan.

Untuk resusitasi cairan, kecepatan pemberian yang biasa diberikan adalah 20 sampai 30 mL per kilogram berat badan tiap jam.

Sayangnya, larutan ini tidak cocok untuk terapi pemeliharaan karena kandungan natrium dianggap terlalu rendah, terutama untuk anak-anak.

Kandungan kalium (4 mEq/L) dalam larutan juga terlalu rendah, mengingat elektrolit yang dibutuhkan darah jangka panjang dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, karena laktat diubah menjadi bikarbonat, penggunaan jangka panjang akan menyebabkan pasien menjadi alkalosis. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan kimiawi yang berdampak pada ginjal dan hati.

2. Agen alkalinisasi pada pasien asidosis

Agen alkalinisasi adalah obat yang digunakan untuk menangani gangguan yang berhubungan dengan pH rendah. Misalnya, golongan obat ini dapat digunakan untuk mengobati asidosis akibat gagal ginjal.

Asidosis merupakan ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi dengan kehilangan cairan akut atau gagal ginjal.

Larutan laktat ringer digunakan karena efek pengguaan diluar label obat dari metabolisme laktat di hati yang bisa digunakan untuk melawan asidosis.

Larutan digunakan untuk terapi oral atau parenteral dan umumnya larutan ini menjadi agen alkalinisasi yang umumnya disukai.

Selain itu, rekomendasi lain yang dapat diberikan sebagai alternatif termasuk kalium sitrat, kalsium karbonat, natrium laktat, dan kalsium asetat.

Merek dan harga obat ringer’s lactate

Beberapa merek larutan ringer’s lactate infusa ini telah beredar dengan beberapa nama dagang, seperti:

  • 1/2 Strength Darrow’S Solution+Glukosa 2,5%
  • Ka-En 4A
  • 5% Dextrose In Lactated Ringer’S
  • Ka-En 4B
  • Aminofluid
  • Ka-En Mg3
  • Capd/Dpca 10 Andy Disc
  • Lactated Potassic Saline Injection Usp (Xvi)
  • Capd/Dpca 11 Andy Disc
  • Lactated Ringer’S Sol
  • Capd/Dpca 12 Andy Disc
  • Lactated Ringers
  • Capd/Dpca 2 Andy Disc
  • Otsu – Rl
  • Capd/Dpca 3 Andy Disc
  • Otsu – Rl D5
  • Capd/Dpca 4 Andy Disc
  • Otsutran – 40
  • Compound Sodium Lactate
  • Dialisan Dp-2 1,5%
  • Potacol-R
  • Dialisan Dp-2 2,5%
  • Ringer Lactate Aguettant
  • Dialisan Dp-4 1,5%
  • Ringer Laktat
  • Dialisan Dp-4 2,5%
  • Ringer Laktat Dan Glukosa 5%
  • Dianeal Low Calcium With 1.5 % Dextrose
  • Ringer’S Solution
  • Dianeal Low Calcium With 2.5 % Dextrose
  • Rl
  • Dianeal Low Calcium With 4.25 % Dextrose
  • Safe-Db
  • Ecosol 1/2 Dag
  • Totilac
  • Ecosol Rl
  • Tridex 100
  • Fima Rl
  • Tridex 27 A
  • Hydromal
  • Tridex 27 B
  • Infusan – Rl
  • Wida 1/2 Dad
  • Ka-En 3A
  • Wida Hsd
  • Ka-En 3B
  • Wida Rl

Harga obat yang beredar cukup beragam, bergantung dari merek dan perusahaan yang memproduksinya. Berikut ini beberapa merek larutan ringer’s lactate beserta harganya:

  • Ringer lactate infus 500ml, mengandung kalsium, kalium, laktat, natrium, klorida, dan air. Larutan ini diproduksi oleh Kimia Farma yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp9.981/pcs.
  • RL Otsu 500ml, sediaan larutan infus mengandung natrium laktat, natrium klorida, kalium klorida, kalsium klorida, dan aqua sampai 500ml. Sediaan larutan ini diproduksi oleh Otsuka yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp22.009/pcs.
  • Wida RL infus 500ml, tutup plastik, sediaan larutan infus ringer laktat yang bisa didapatkan dengan harga Rp22.474/pcs.

Bagaimana cara pakai ringer’s lactate?

Pemberian obat larutan ini diberikan melalui injeksi intravena yang akan dilakukan oleh tenaga medis atau dokter.

Dosis, kecepatan dan durasi waktu pemberian harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Pemberian tergantung pada indikasi penggunaan, usia pasien, berat badan, pengobatan bersamaan dan kondisi klinis pasien serta penentuan hasil cek laboratorium.

Semua suntikan dalam wadah plastik fleksibel ditujukan untuk pemberian intravena menggunakan peralatan steril dan non pirogenik.

Setelah wadah dibuka, isinya harus segera digunakan dan tidak boleh disimpan untuk infus berikutnya. Jangan sambungkan kembali wadah yang telah digunakan sebagian.

Produk obat parenteral harus diperiksa secara visual untuk zat partikulat dan perubahan warna sebelum pemberian. Berikan larutan apabila wadah dan warna larutan masih memadai. Namun, jangan digunakan apabila cairan sudah berubah warna, terdapat partikular, atau segel wadah rusak.

Saat melakukan penambahan pada injeksi ringer laktat, teknik aseptik sterilisasi harus digunakan. Campur larutan dengan seksama saat bahan obat telah dimasukkan. Jangan simpan larutan yang mengandung campuran bahan obat.

Sebelum menambahkan zat atau obat, pastikan bahwa zat tersebut larut atau stabil dalam air dan pastikan kisaran pH injeksi ringer laktat sudah sesuai.

Bahan obat mungkin tidak cocok dengan injeksi ringer laktat. Kecocokan bahan obat dengan larutan harus dinilai sebelum penambahan dengan memeriksa kemungkinan perubahan warna atau munculnya endapan.

Simpan obat larutan ini di suhu ruangan, jauh dari lembap dan sinar matahari saat belum digunakan.

Berapa dosis obat ringer’s lactate?

Dosis dewasa

Dosis tergantung pada usia, berat badan, kondisi klinis dan biologis pasien dan terapi bersamaan.

Perhitungan jumlah dosis ini didapatkan dari sebuah rumus tetes infus yang dibutuhkan.

Beberapa istilah yang digunakan dalam menentukan tetes infus:

  • Gtt = makro tetes
  • Mgtt = mikro tetes
  • Jumlah tetesan= jumlah tetesan per menit

Rumus tetap tetesan infus

• 1 gtt = 3 mgtt
• 1 cc = 20 gtt
• 1 cc = 60 mgtt
• 1 kolf = 500 cc
• 1 cc = 1 mL
• mggt/menit = cc/jam
• konversi dari gtt ke mgtt kali (x) 3
• konversi dari mgtt ke gtt bagi (:) 3
• 1 kolf atau 500 cc/ 24 jam = 7 gtt
• 1 kolf atau 500 cc/24 jam = 21 mgtt

Rumus dasar tetes infus per satuan menit

Jumlah tetes per menit = jumlah kebutuhan cairan x faktor tetes : waktu (menit)

Rumus dasar tetes infus per jam

Jumlah tetes = jumlah kebutuhan cairan x faktor tetes : waktu (menit) x 60 menit

Faktor tetes rumus dewasa

Faktor tetes dewasa umumnya menggunakan 20

Faktor tetes anak diberikan 60

Dosis anak (Pediatrik)

Keamanan dan efektivitas injeksi ringer’s lactate pada pasien anak belum ditetapkan oleh uji coba yang memadai dan terkontrol dengan baik.

Namun, penggunaan larutan elektrolit pada anak dirujuk dalam literatur medis atas dasar pertimbangan yang cermat.

Larutan yang mengandung laktat harus diberikan dengan sangat hati-hati untuk neonatus dan bayi kurang dari 6 bulan.

Dosis lansia

Studi klinis tidak memasukkan jumlah subjek yang berusia 65 ke atas untuk menentukan apakah respons lansia berbeda dari pasien dewasa.

Secara umum, pemilihan dosis untuk pasien usia lanjut harus hati-hati, biasanya dimulai dari batas bawah kisaran dosis umum.

Hal ini dipertimbangkan berdasarkan frekuensi penurunan fungsi hati, ginjal, atau jantung yang lebih besar, dan penyakit yang menyertai atau terapi obat lain.

Apakah ringer’s lactate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori C.

Studi menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko merugikan (teratogenik) pada janin hewan percobaan. Namun, studi terkontrol pada manusia dan wanita hamil masih belum memadai. Penggunaan obat didasarkan pada manfaat yang didapatkan lebih besar dari faktor risikonya.

Hingga saat ini masih belum diketahui apakah obat ini dapat terserap dalam ASI atau tidak. Penggunaan untuk ibu menyusui didasarkan pada pertimbangan medis yang diberikan secara cermat.

Apa efek samping ringer’s lactate yang mungkin terjadi?

Risiko efek samping mungkin terjadi akibat penggunaan obat tidak tepat dosis atau akibat reaksi tubuh pasien. Berikut efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan ringer’s lactate:

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh dan alergi
  • Reaksi hipersensitivitas infus
  • Angioedema
  • Nyeri dada
  • Penurunan denyut jantung
  • Takikardia
  • Penurunan tekanan darah
  • Gangguan pernapasan
  • Bronkospasme
  • Dispnea
  • Batuk
  • Urtikaria
  • Ruam
  • Pruritus
  • Eritema
  • Kulit kemerahan
  • Iritasi tenggorokan
  • Mual
  • Gelisah
  • Pireksia
  • Sakit kepala.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi
  • Hiperkalemia.

Risiko efek samping umum yang mungkin terjadi:

Reaksi hipersensitif pada tempat bekas infus, termasuk flebitis, peradangan bekas tempat infus, pembengkakan bekas tempat infus, ruam, pruritus pada bekas infus, eritema, nyeri, mati rasa, dan rasa terbakar pada tempat bekas infus.

Volume yang berlebihan atau tingkat pemberian larutan injeksi infus yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kelebihan cairan dan natrium. Hal ini dapat menimbulkan risiko edema (perifer atau paru), terutama bila ekskresi natrium ginjal terganggu.

Pemberian laktat yang berlebihan dapat menyebabkan alkalosis metabolik. Alkalosis metabolik bisa disertai hipokalemia.

Pemberian kalium yang berlebihan dapat menyebabkan perkembangan hiperkalemia, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal berat.

Pemberian garam kalsium yang berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia.

Peringatan dan perhatian

Larutan infus yang mengandung kalsium lainnya, seperti pemberian ceftriaxone dan larutan ringer’s lactate secara bersamaan dikontraindikasikan pada bayi baru lahir (≤ 28 hari).

Pada pasien yang berusia lebih dari 28 hari (termasuk orang dewasa), ceftriaxone tidak boleh diberikan bersamaan dengan larutan intravena yang mengandung kalsium. Ceftriaxone dapat meningkatkan risiko endapan garam ceftriaxone-kalsium fatal dalam aliran darah.

Jika jalur infus yang sama digunakan untuk pemberian larutan ceftriaxone – RL secara berurutan, jalur tersebut harus dibilas secara menyeluruh antara infus dengan cairan yang kompatibel.

Larutan ini dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap natrium laktat.

Larutan RL tidak cukup untuk menghasilkan efek yang berguna jika terjadi defisiensi kalium yang parah, meskipun memiliki konsentrasi kalium yang mirip dengan konsentrasi dalam plasma darah. Oleh karena itu, sebaiknya tidak digunakan untuk tujuan ini.

Larutan infus ini tidak untuk digunakan untuk pengobatan asidosis laktat atau asidosis metabolik yang parah.

Injeksi ringer’s lactate tidak boleh diberikan bersamaan dengan antikoagulasi sitrat atau darah yang diawetkan melalui set pemberian yang sama karena kemungkinan terjadi koagulasi.

Infus harus segera dihentikan jika ada tanda atau gejala reaksi hipersensitivitas. Penanganan terapeutik yang tepat harus dilakukan seperti yang diindikasikan secara klinis. Reaksi hipersensitivitas dilaporkan lebih sering selama kehamilan.

Hindari kelebihan cairan atau penetapan dosis berkepanjangan. Hal ini dapat menyebabkan risiko kelebihan zat terlarut yang berpotensi pada keadaan tersumbat dengan edema perifer dan paru.

Injeksi ringer’s lactate harus diberikan dengan sangat hati-hati. Terutama pada pasien dengan hiperkalemia atau kondisi yang menyebabkan hiperkalemia dan pada pasien dengan penyakit jantung.

Injeksi ringer’s lactate harus diberikan dengan sangat hati-hati. Terutama pada pasien dengan alkalosis atau berisiko mengalami alkalosis. Karena laktat dimetabolisme menjadi bikarbonat. Pemberian infus dapat menyebabkan atau memperburuk alkalosis metabolik.

Injeksi ringer’s lactate harus diberikan hati-hati atau mungkin dihindari pada pasien dengan gangguan ginjal berat, hipervolemia, hidrasi berlebihan, atau kondisi yang dapat menyebabkan retensi natrium atau kalium, kelebihan cairan, atau edema.

Hati-hati saat memberikan injeksi ringer’s lactate pada pasien yang diobati dengan obat yang dapat meningkatkan risiko retensi natrium dan cairan, seperti kortikosteroid.

Pemberian obat larutan ini harus diawasi dengan cermat pada pasien yang diobati dengan obat yang eliminasi ginjalnya bergantung pada pH. Karena injeksi ringer’s lactate dapat mengganggu alkalinisasi laktat (pembentukan bikarbonat).

Obat larutan ini harus diberikan dengan sangat hati-hati pada pasien yang diberikan obat bersamaan dengan diuretik hemat kalium (amilorida, spironolakton, triamteren), ACE blockers, angiotensin II antagonis reseptor, atau imunosupresan tacrolimus, litium, dan siklosporin.

Penggunaan perlu diperhatikan saat memberikan injeksi ringer’s lactate pada pasien yang diobati dengan diuretik tiazid atau vitamin D. Hal ini karena penggunaan obat bersamaan dapat meningkatkan risiko hiperkalsemia.

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 29 Desember 2020, Ringer’s Lactate

Science Direct, diakses pada 29 Desember 2020, Lactated Ringer’s Solution – an overview

Medicinenet, diakses pada 29 Desember 2020, Lactated Ringer’s Solution: IV Fluids Replenish Electrolytes

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 29 Desember 2020, Lactated Ringers solution – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 29 Desember 2020, NATRIUM LAKTAT | PIO Nas

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), Diakses pada 29 Desember 2020, Lactated Ringers | PIO Nas

    Berita Terkait
    register-docotr