Kamus Obat

Policresulen

February 16, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Policresulen (polikresulen) merupakan senyawa turunan dari proses polikondensasi asam metacresol sulfonic dan formaldehyde. Obat ini adalah kandungan bahan aktif dari merek obat Albothyl yang mungkin sudah tidak asing kamu dengar.

Policresulen telah digunakan dalam bidang medis sejak 1950-an. Namun, karena beberapa alasan, beberapa merek obat yang mengandung policresulen ditarik kembali izin edarnya di Indonesia.

Berikut informasi selengkapnya mengenai policresulen, manfaat, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat policresulen?

Policresulen adalah obat yang digunakan sebagai hemostatik (menghentikan perdarahan) dan sebagai obat antiseptik. Pada umumnya, obat ini digunakan untuk mengobati infeksi topikal pada vagina dan rektal.

Policresulen yang dikombinasikan dengan beberapa obat lain dapat digunakan sebagai obat wasir dan infeksi ginekologi.

Umumnya obat tersedia sebagai obat bebas terbatas dalam bentuk sediaan cairan topikal, tablet rektal, atau salep. Namun, saat ini kamu tidak bisa menjumpai beberapa merek sediaan cair di Indonesia karena izin edar obat yang telah dibekukan.

Apa fungsi dan manfaat obat policresulen?

Policresulen memiliki sifat vasokonstriksi yang mampu menyempitkan pembuluh darah. Sifat ini yang mendasari fungsi obat sebagai agen hemostatik topikal.

Ia memiliki mekanisme kerja untuk merangsang koagulasi jaringan yang telah mati (nekrosis) sambil membiarkan jaringan sehat tetap utuh. Obat ini akan merangsang otot pembuluh darah berkontraksi yang mengakibatkan penggumpalan, kematian atau kerusakan jaringan.

Policresulen juga memiliki sifat antiseptik yang berfungsi sebagai agen antimikroba. Namun, pH senyawa yang sangat asam sehingga menyebabkan nekrosis pada jaringan kulit, terutama mukosa mulut membuat izin edar obat ini ditarik kembali untuk beberapa bentuk sediaan.

Sifat obat terhadap jaringan kulit memiliki reaksi berbeda terhadap jaringan mukosa mulut sehingga tidak diindikasikan sebagai obat sariawan. Oleh karena itu, obat-obatan sariawan yang mengandung policresulen tidak lagi diedarkan di Indonesia.

Obat ini telah memiliki izin penggunaan medis yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam dokumen Anatomical Therapeutic Chemical (ATC). Dengan demikian, policresulen telah terdaftar secara resmi sebagai obat yang termasuk dalam obat kulit.

Sebenarnya, obat ini dapat digunakan sebagai obat sariawan dengan catatan harus diencerkan lebih dahulu. Namun, pertanyaannya, apakah aman untuk mengobati seriawan?

Beberapa dokter spesialis penyakit mulut di Indonesia menyatakan bahwa obat ini relatif kurang aman apabila diperuntukkan sebagai obat seriawan.

Lalu, untuk apa saja penggunaan obat policresulen selain sebagai obat seriawan? Berikut beberapa manfaat dari penggunaan obat policresulen.

Servisitis

Servisitis adalah peradangan dan iritasi pada rahim. Gejala servisitis bisa mirip dengan vaginitis, keputihan, gatal atau nyeri saat berhubungan seksual.

Servisitis dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore. Trikomoniasis dan herpes genital juga dapat menyebabkan servisitis.

Dalam beberapa kasus, servisitis tidak disebabkan oleh infeksi. Penyebab yang paling umum adalah karena trauma, sering douching atau paparan bahan kimia iritan.

Perawatan diberikan sesuai jenis penyebab dari infeksi yang kamu alami. Beberapa ahli medis akan memberikan antibiotik atau antivitus, seperti azitromisin apabila berhubungan dengan mikroorganisme.

Efek antiseptik dari policresulen dapat dimanfaatkan untuk mengatasi masalah infeksi vaginal servisitis. Beberapa bentuk sediaan yang umumnya diberikan berupa vaginal douche serta ointment.

Wasir

Policresulen yang dikombinasikan dengan cinchocaine baik dalam bentuk salep atau suppositoria memiliki manfaat untuk mengatasi haemoroid (wasir).

Bahan aktif polikresulen berpengaruh pada jaringan yang rusak, sedangkan cinchocaine memiliki peran untuk mengurangi rasa sakit dan gatal pada wasir.

Kombinasi ini dapat digunakan dalam pengobatan wasir, terutama jika wasir disertai peradangan dan perdarahan. Keuntungan lain dari obat kombinasi ini adalah dapat menghambat perdarahan dan juga mempercepat proses penyembuhan wasir.

Selain itu, kombinasi kedua obat tersebut, terutama dari policresulen memiliki efek antiseptik yang dapat mencegah terjadinya infeksi.

Merek dan harga obat policresulen

Obat ini telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di beberapa negara. Namun, izin edar untuk beberapa merek di Indonesia telah dibekukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Beberapa merek seperti Albothyl, Aptil, Medisio, dan sediaan lain yang mengandung policresulen untuk pengobatan sariawan telah ditarik kembali.

Namun, beberapa merek lain untuk sediaan hemoroid dan vaginal douche masih diizinkan untuk digunakan. Berikut informasi mengenai merek obat yang masih beredar beserta harganya:

  • Faktu Ointment 20gr. Sediaan salep topikal kombinasi policresulen dan chincochain HCl untuk mengatasi wasir yang disertai perdarahan dan peradangan. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp143.818/tube.
  • Faktu suppositoria. Sediaan tablet suppositoria untuk mengatasi hemoroid internal dan eksternal. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp10.877/tablet.

Bagaimana cara pakai obat policresulen?

Perhatikan cara pakai serta dosis minum yang telah tertera di label kemasan obat atau yang telah diarahkan oleh dokter. Jangan gunakan obat lebih banyak atau lebih lama dari dosis yang dianjurkan.

Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan obat, terutama untuk sediaan salep. Sebelum mengaplikasikan obat, pastikan tangan telah benar-benar kering.

Sediaan salep harus dioleskan ke daerah yang dikehendari 2-3 kali sehari. Salep biasanya dioleskan pada rektum menggunakan aplikator yang disertakan dengan salep.

Salep mungkin bisa menodai pakaian karena salep mudah meleleh pada suhu tubuh. Kamu bisa memakai cartridge untuk mencegah noda mengenai pakaian.

Pastikan untuk menggunakan salep atau suppositoria saat sebelum makan apapun. Salep atau suppositoria harus digunakan setelah mengosongkan isi usus.

Sediaan supositoria dimasukkan ke dalam rektum setelah pengosongan isi usus besar. Gunakan supositoria di pagi, sore dan siang hari sesuai kebutuhan. Umumnya suppositoria diberikan 2-3 kali sehari.

Penggunaan supositoria vagina pada malam hari sangat direkomendasikan. Penggunaan handuk sanitasi tambahan juga dapat dilakukan untuk menghindari kotoran mengenai pakaian dan seprai.

Konsultasikan kembali dengan dokter apabila keadaan kamu tidak membaik, atau bahkan memburuk setelah menggunakan sediaan obat suppositoria atau salep policresulen.

Simpan obat salep di suhu ruangan jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya matahari setelah digunakan. Sediaan suppostoria sebaiknya disimpan di lemari pendingin, tetapi jangan dibekukan.

Berapa dosis obat policresulen?

Dosis dewasa

Dosis lazim sebagai supositoria: masukkan 1 supositoria atau sekitar 90mg ke dalam rektum atau vagina sebelum tidur, dua hari sekali selama 1-2 minggu.

Apakah policresulen aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, belum ada data yang memadai mengenai keamanan penggunaan obat ini untuk ibu hamil. Penggunaan obat ini tidak dianjurkan selama kehamilan, meskipun belum ada data penggunaan obat ini pada ibu hamil.

Konsultasikan lebih dulu dengan dokter untuk memutuskan apakah kamu dapat menggunakan obat saat hamil.

Obat policresulen juga belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu menyusui.

Apa efek samping obat policresulen yang mungkin terjadi?

Beberapa efek samping dari obat ini melibatkan efek samping topikal berikut ini:

  • Sensasi gatal pada area yang diobati
  • Kemerahan pada kulit
  • Muncul papula (ruam berbentuk bintil kecil yang keras pada kulit)
  • Reaksi alergi, seperti gatal, kemerahan, pembengkakan, syok anafilaksis.

Hentikan pemakaian dan konsultasikan kembali dengan dokter apabila muncul efek samping tersebut setelah kamu menggunakan obat policresulen.

Peringatan dan perhatian

Jangan gunakan obat ini apabila sebelumnya telah muncul reaksi alergi atau sensasi tidak nyaman lain saat kamu menggunakannya.

Beritahu dokter mengenai semua obat yang kamu gunakan termasuk obat-obatan herbal.

Obat apapun yang mengandung policresulen tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun.

Konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini terutama saat kamu sedang hamil atau menyusui.

Jangan gunakan obat tablet vaginal saat kamu mengalami menstruasi. Pasien juga sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan.

Policresulen bersifat mempercepat proses penyembuhan. Disarankan untuk tidak merasa cemas ketika jaringan mengalami nekrosis (terkelupas dari area yang sakit).

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 2 Februari 2021, Policresulen | C23H24O12S3 – PubChem

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 2 Februari 2021, Policresulen: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

Medicine India, diakses pada 2 Februari 2021, Policresulen Pharmacology & Usage Details | Medicine India

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 2 Februari 2021, METAKRESOLSULFONAT FORMALDEHID (POLIKRESULEN)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM Indonesia), diakses pada 5 Februari 2021, POLIKRESULEN POLICRESULEN

    register-docotr