Kamus Obat

Kamu Sering Sakit Perut? Yuk, Kenali Jenis Obat Sakit Perut Berikut Ini

February 10, 2021 | Nik Nik Fadlah | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sakit perut merupakan kondisi yang dapat dialami kapan saja. Mengonsumsi obat sakit perut merupakan salah satu cara ampuh untuk mengatasi kondisi tersebut.

Sakit perut dapat terjadi akibat beberapa faktor, maka tak heran jika obat sakit perut pun juga disediakan sesuai dengan penyebabnya.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai macam obat sakit perut, yuk simak penjelasan di bawah ini.

Baca juga: Ketahui Lebih Dalam, Ini Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Obat sakit perut di apotek

Jika kamu mengalami sakit perut, kamu dapat membeli obat-obatan yang sudah tersedia di pasaran sesuai dengan gejala yang kamu alami.

Meskipun demikian, obat-obatan ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan ya. Kamu harus mengonsumsi sesuai dengan instruksi yang sudah tersedia pada kemasan, atau akan lebih baik jika kamu mengikuti instruksi dokter atau apoteker.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah obat sakit perut yang perlu kamu tahu.

1. Sakit perut akibat GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan perut (kerongkongan) sehingga dapat mengiritasi lapisan esofagus.

GERD dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti nyeri dada, heartburn, atau bahkan kesulitan untuk menelan. Untuk mengobati kondisi ini kamu dapat mengonsumsi obat berikut ini:

  • Antasida: Mylanta, Rolaids, serta Tums dapat meredakan asam lambung dengan cepat. Namun, penggunaan antasida secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping, seperti diare atau masalah ginjal
  • Pengobatan untuk mengurangi produksi asam: Obat-obatan ini dikenal sebagai penghambat reseptor H2, seperti cimetidine, famotidine, dan nizatidine
  • Obat yang menghalangi produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan: Obat-obatan ini dikenal sebagai penghambat pompa proton, yakni penghambat asam yang lebih kuat daripada penghambat reseptor H2. Obat ini termasuk, lansoprazole dan omeprazole

2. Obat sakit perut melitit akibat sembelit

Sembelit kronis merupakan buang air besar yang jarang atau sulit selama beberapa minggu atau lebih. Pada umumnya, sembelit digambarkan sebagai buang air besar yang kurang dari tiga kali seminggu.

Kondisi ini kerapkali membuat penderita mengalami nyeri perut yang melilit. Untuk itu diperlukan obat sakit perut khusus sembelit yang bisa bantu gejala tersebut.

Berikut beberapa obat sakit perut melilit akibat sembelit:

  • Suplemen serat: Suplemen serat termasuk, psyllium, calcium polycarbophil, serta methylcellulose
  • Stimulan: bisacodyl
  • Osmotik: Magnesium hydroxide, magnesium sitrat, laktulosa, dan polyethylene glycol

3. Obat sakit perut mencret atau diare

Diare merupakan kondisi di mana feses menjadi encer. Diare dapat menyebabkan penderita mengalami gejala sakit perut. Kamu dapat dikatakan mengalami diare jika buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari.

Meskipun demikian, jika diare berlangsung terus menerus, kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera minum obat untuk mencegah mencret dan diare semakin parah.

Berikut beberapa jenis obat sakit perut saat mencret atau diare:

  • Loperamide: Membantu memperlambat pergerakan makanan melalui usus, yang memungkinkan tubuh menyerap lebih banyak cairan
  • Bismuth subsalicylate: Membantu menyeimbangkan cairan yang bergerak melalui saluran pencernaan

4. Obat sakit perut saat haid

Salah satu gejala yang sering dikeluhkan oleh wanita ketika menstruasi adalah sakit perut atau kram menstruasi. Kram menstruasi sebenarnya merupakan gejala umum.

Namun, kondisi ini dapat membuat wanita tidak nyaman atau bahkan dapat menganggu aktivitas harian. Penyebab sakit perut saat haid adalah kontraksi otot di rahim.

Jika kamu merasa kondisi ini tidak nyaman dan membuatmu kesulitan beraktivitas, kamu dapat mengonsumsi beberapa obat sakit perut khusus untuk meredakan gejala saat haid.

Obat sakit perut saat haid di antaranya acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen. Untuk kram menstruasi yang lebih parah, dokter mungkin akan merekomendasikan obat antiinflamasi yang diresepkan.

Obat sakit perut anak

Untuk sakit perut pada anak-anak, orang tua harus lebih teliti dalam memilah kandungan yang ada di dalamnya. Sebab beberapa jenis obat apotek bisa saja berbahaya bagi anak di bawah umur.

Sebagai pertolongan pertama saat anak sakit perut, orang tua bisa anjurkan anak untuk beristirahat, berikan cairan yang cukup untuk cegah dehidrasi, dan hindari pemberian makanan padat.

Sementara jika ingin memberikan obat apotek, orang tua bisa memberikan asetaminofen (tanpa aspirin, Panadol, Liquiprin, atau Tylenol) untuk mengontrol demam. 

Kebanyakan dokter merekomendasikan untuk tidak memberikan aspirin pada anak-anak. Hindari pemberian antibiotik kecuali jika diresepkan oleh dokter. Dokter juga tidak merekomendasikan obat-obatan herbal.

Obat sakit perut alami

Selain mengonsumsi obat apotek, kamu juga bisa mempertimbangkan obat nyeri perut alami. 

Ada banyak alasan mengapa kamu mengalami sakit perut. Namun sebagian besar penyebabnya tidak serius dan gejalanya cepat berlalu.

Berikut beberapa jenis obat sakit perut alami yang bisa kamu coba di rumah:

1. Jahe

Jahe memang dikenal sebagai salah satu rempah herbal yang bisa digunakan sebagai obat alami. Sebuah penelitian, menunjukkan bahwa jahe bisa menjadi pengobatan yang sangat efektif untuk beberapa jenis sakit perut.

Jahe punya kandungan anti-inflamasi alami yang bisa bantu redakan sakit perut. Jahe dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul, suplemen, atau dibuat menjadi minuman hangat.

2. Teh chamomile

Sama seperti jahe, teh chamomile juga punya kandungan anti-inflamasi yang bisa dijadikan obat sakit perut alami. 

Kandungan ini membuat perut rileks dan dapat mengurangi rasa sakit karena kram dan kejang. Kamu bisa mengonsumsi teh chamomile saat perut mulai terasa nyeri.

3. Diet BRAT

BRAT adalah singkatan dari Banana, Rice, Applesauce, dan Toast. Keempat jenis makanan ini mengandung serat yang rendah dan zat pengikat yang tinggi.

BRAT cocok untuk mengatasi sakit perut yang diakibatkan oleh diare. Diet ini cocok dilakukan saat kamu merasa sakit, tetapi kamu harus mengonsumsi makanan lain juga ya.  

Saat membuat toast, cobalah memasak roti agak lama sampai sedikit gosong. Roti yang agak gosong atau hangus dianggap dapat mengurangi rasa mual.

4. Peppermint

Peppermint sering disebut sebagai obat yang membantu mengatasi mual dan nyeri perut karena mentol dalam daunnya merupakan analgesik alami, atau pereda nyeri.

Kamu bisa menggunakan peppermint sebagai obat nyeri perut alami dengan cara mengolahnya menjadi teh, mencampurkan minyak peppermint ke humidifier, atau langsung mengunyahnya.

Selain meredakan sakit perut, peppermint juga bisa bantu meredakan rasa mual.

5. Cuka sari apel

Asam dalam cuka sari apel dapat membantu menurunkan pati dalam pencernaan. Ini memungkinkan pati masuk ke usus dan menjaga bakteri di usus tetap sehat. 

Campurkan satu sendok makan cuka sari apel dengan secangkir air dan satu sendok teh madu, lalu teguk perlahan.

Penyebab sakit perut pada anak 

Perlu kamu ketahui bahwa sakit perut pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa gejala sakit perut yang perlu kamu kenali, sehingga bisa lebih waspada dan melakukan penanganan dengan benar saat timbul gejala awal:

Intoleransi makanan

Kondisi intoleransi makanan pada anak mengindikasikan pencernaan si Kecil sensitif terhadap jenis makanan tertentu, misalnya makanan pedas, susu dan produk olahannya. Biasanya hal ini dapat diketahui beberapa saat setelah ia mengonsumsi makanan.

Usus buntu

Jika sakit perut disebabkan karena usus buntu, sebaiknya tanyakan pada anak bagian mana perut yang terasa sakit. Jika sakit perut hanya dirasakan pada bagian bawah perut, khususnya bagian kanan, ini tandanya si Kecil mengalami radang usus buntu. 

Jika mengalami masalah pada usus buntu sangat dianjurkan untuk segera membawa anak ke rumah sakit agar bisa ditangani oleh dokter sedini mungkin. Hal itu dapat mengurangi terjadinya komplikasi yang lebih parah.

Konstipasi

Konstipasi adalah suatu kondisi di mana sistem pencernaan mengalami gangguan sehingga buang air besar jadi tidak lancar. Akibatnya perut jadi terasa sakit karena tekanan sisa makanan yang seharusnya dikeluarkan lewat anus. 

Apabila kondisi ini yang menjadi penyebab gejala sakit perut yang dirasakan oleh anak, maka berikan obat pencahar dengan meminta petunjuk dokter dan ikuti dosis yang dianjurkan. 

Maag

Tanpa disadari gejala sakit perut lainnya juga bisa dipicu oleh gangguan maag. Penyakit maag bisa disebabkan karena luka pada lambung, stress, atau terlambat makan.

Apabila perut terasa panas dan kembung, dan anak sering bersendawa, mual bahkan muntah, bisa jadi anak sudah terkena sakit maag.

Infeksi

Akibat dari jajan sembarangan, infeksi virus maupun bakteri pada sistem pencernaan juga dapat memicu timbulnya gejala sakit perut pada anak. Infeksi biasanya terjadi akibat kebiasaan yang tidak sehat, seperti melewatkan cuci tangan sebelum makan dan jajan sembarangan.

Infeksi yang disebabkan oleh virus biasanya akan hilang dengan sendirinya, sedangkan infeksi akibat bakteri bisa jadi memerlukan bantuan antibiotik. Segera hubungi dokter agar bisa mendapatkan takaran dosis obat yang sesuai.

Cara mecegah sakit perut pada anak

Umumnya, saat anak mengalami sakit perut akan hilang dengan sendirinya, namun ada juga beberapa gejala sakit perut yang tidak boleh kamu sepelekan sebagai orang tua loh. 

Nah agar anak tidak lagi mengalami sakit perut, kamu sebagai orang tua bisa melakukan beberapa tips atau cara mencegah sakit perut berikut ini:

Menjaga asupan makanan 

Hindari konsumsi makanan yang bisa memicu sakit perut anak, seperti kopi, makanan pedas, minuman berkarbonasi dan makanan yang kurang higienis.

Pola makan yang teratur

Selalu membiasakan anak untuk makan teratur dengan porsi seimbang. Apabila pola makan anak teratur, hal ini bisa menjadi salah satu cara mencegah sakit perut akibat maag, sedangkan makan dengan porsi seimbang bisa mencegahnya mengalami sakit perut akibat makan berlebih.

Konsumsi makanan kaya serat

Pastikan juga anak konsumsi makanan yang kaya serat. Asupan serat dalam jumlah yang cukup diperlukan untuk menjaga pencernaan tetap sehat.

Mencuci tangan pakai sabun

Walaupun mudah dilakukan, tetapi kebiasaan mencuci tangan seringkali dianggap sepele. Sangat dianjurkan untuk mulai membiasakan anak cuci tangan pakai sabun sebelum makan guna mencegah bakteri dan virus ikut masuk ke dalam tubuh. 

Beri pemahaman padanya bahwa bakteri dan virus bisa menginfeksi pencernaan dan menyebabkan sakit perut anak.

Makanan bekal lebih sehat 

Tanpa disadari, memberikan atau membawakan bekal pada anak ternyata lebih sehat. Hal itu karena saat memasak kamu lebih tau bersih atau tidak bahan-bahan yang digunakan.

Siapkan bekal khusus untuknya setiap kali akan berangkat sekolah. Hal ini dilakukan guna mencegah si Kecil jajan sembarangan, sehingga ia bisa terhindar dari sakit perut anak.

Kamu dapat berkonsultasi seputar kesehatan kamu dan keluarga melalui melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Intermountain Healthcare (2018). Diakses pada 17 Agustus 2020. How to Relieve Painful Menstrual Cramps 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. Constipation 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 17 Agustus 2020. Gastroesophageal reflux disease (GERD) 

Medline Plus. Diakses pada 17 Agustus 2020. Diarrhea

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. How to Treat Stomach Pain in Adults 

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. Treatment for Diarrhea 

Webmd (2019). Diakses pada 17 Agustus 2020. What Are Menstrual Cramps 

E-medicine Health. Diakses pada 25 September 2020. Stomach Pain (Abdominal Pain) in Children

Healthline. Diakses pada 25 September 2020. 7 Natural Remedies for Your Upset Stomach

 

    register-docotr