Kamus Obat

Metilprednisolon

June 15, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Mengalami peradangan pada tubuh tentu menimbulkan berbagai reaksi yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Obat yang sering diresepkan untuk kondisi tersebut yakni metilprednisolon.

Pengobatan yang tepat perlu dilakukan juga supaya reaksi peradangan tidak menjadi kondisi yang kronis.

Sudah tahukah kamu tentang cara kerja dan aturan penggunaan obat metilprednisolon? Yuk simak artikel berikut ini:

Untuk apa obat metilprednisolon?

Dilansir drugs.com, metilprednisolon adalah obat kortikosteroid berfungsi untuk mencegah pelepasan zat dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.

Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh kondisi yang kamu alami. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan juga hadir sebagai suspensi atau larutan.

Metilprednisolon 4 mg

Metilprednisolon 4 mg tersedia dalam bentuk tablet yang dikonsumsi secara oral. Pada umumnya, fungsi dari obat ini sama saja, yakni dapat membantu untuk mengurangi peradangan.

Metilprednisolon 4 mg bekerja dnegan cara menurunkan respons sistem kekebalan tubuh untuk mengurangi pembengkakan, nyeri, dan reaksi berbagai jenis alergi. Obat ini merupakan hormon kortikosteroid.

Metilprednison 4 mg juga dapat digunakan dengan obat lainnya untuk mengobati gangguan hormon. Meskipun demikian, metilprednisolon 4 mg tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan sebaiknya konsumsilah dengan resep dokter.

Metilprednisolon injeksi

Metilprednisolon injeksi atau suntikan biasanya digunakan untuk mengobati reaksi alergi yang parah.

Obat dalam bentuk injeksi ini juga digunakan untuk menangani multiple scelorsis (penyakit di mana saraf tidak berfungsi dengan baik), lupus, penyakit gastrointestinal, dan jenis arthritis tertentu.

Tak hanya itu, metilprednisolon injeksi juga dapat digunakan untuk mengobati kondisi tertentu yang dapat memengaruhi darah, kulit, mata, sistem saraf, tiroid, ginjal, atau bahkan paru-paru.

Terkadang, obat ini digunakan dengan obat lain untuk mengobati kadar kortikosteroid yang rendah.

Metilprednisolon injeksi hanya dapat diberikan oleh tenaga profesional. Oleh karena itu, kamu mungkin akan menerima injeksi ini di rumah sakit atau fasilitas medis lainnya.

Apa fungsi dan manfaat obat metilprednisolon?

Seperti yang sudah diketahui, metilprednisolon mampu untuk mengatasi berbagai macam kondisi.

Untuk lebih jelasnya, metilprednisolon adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan seperti radang sendi, lupus, psoriasis, kolitis ulserativa, gangguan alergi, gangguan kelenjar (endokrin).

Tak hanya itu saja obat ini juga dapat mengobati kondisi yang memengaruhi kulit, mata, paru-paru, perut, sistem saraf, atau sel darah.

Metilprednisolon juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan ini, namun kamu harus tetap melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Indikasi metilprednisolon

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai obat ini, berikut adalah indikasi metilprednisolon.

Metilprednisolon adalah obat kortikosteroid yang diindikasikan dalam penanganan kondisi gangguan endokrin, gangguan rematik, penyakit kolagen, penyakit dermatologis, keadaan alergi.

Indikasi metilprednisolon lainnya adalah obat ini digunakan penyakit mata, penyakit pernapasan, gangguan hematologi, penyakit neoplastik, penyakit gastrointestinal, serta kondisi mengenai sistem saraf.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi dengan resep dokter. Indikasi metilprednisolon ini harus sangat diperhatikan untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan.

Metilprednisolon tersedia dalam bentuk tablet 2 mg, 4 mg, 8 mg, 16 mg, 32 mg. Sedangkan metilprednisolon 40 mg, 500 mg, dan 1000 mg tersedia dalam bentuk bubuk untuk larutan injeksi.

Merek dan harga obat metilprednisolon

Metilprednisolon tersedia dalam berbagai merek dagang, seperti Medixon, Medrol, Mesol, Lexcomet, Hexilon, Intidrol, Metidrol, dan lain sebagainya.

Untuk harga dari metilprednisolon sendiri berbeda-beda, bergantung dari masing-masing apotek. Namun, biasanya metilprednisolon dijual dengan harga Rp. 4.000 hingga Rp. 22.000 atau bahkan lebih. Harga berbeda pada tiap apotek.

Cara kerja metilprednisolon

Metilprednisolon termasuk dalam kelas obat yang disebut glukokortikoid. Kelas obat ini adalah sekelompok obat yang bekerja dengan mengurangi peradangan dan mengubah respons kekebalan tubuh.

Obat ini akan membantu mengurangi peradangan yang disebabkan oleh kondisi tubuhmu.

Bagaimana cara minum metilprednisolon?

Konsumsilah obat ini sesuai dengan arahan dokter. Kamu dapat mengonsumsinya menggunakan makanan atau air mineral biasa. Selalu ikuti instruksi dosis secara hati-hati. Jika kamu memiliki pertanyaan, selalu tanyakanlah pada dokter.

Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering atau lebih lama dari waktu yang ditentukan. Jika mengonsumsi obat tidak sesuai dengan petunjuk, kondisi tidak akan membaik lebih cepat dan efek samping juga dapat muncul.

Jangan berhenti mengonsumsi obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Jika kamu berhenti secara tiba-tiba, kamu dapat mengalami gejala penarikan obat, yang ditandai dengan penurunan berat badan, mual, sakit kepala, pusing, dan lain sebagainya.

Dosis dan aturan penggunaan metilprednisolon

Dosis obat ini harus disesuaikan dengan kondisi penderita dan respons tubuh terhadap pengobatannya. Tentu saja dosis tiap orang akan berbeda-beda.

Berikut ini dosis yang dianjurkan sesuai dengan tujuan pengobatannya:

Dosis metilprednisolon dewasa

1. Untuk mengatasi peradangan

Peradangan yang dapat diobati dengan obat metilprednisolon salah satunya adalah lupus. Kamu yang menderita penyakit ini biasanya akan mengalami gejala yang hilang timbul. Obat yang akan diberikan bagi kamu penderita lupus biasanya jenis obat tablet dan suntik.

Obat tablet untuk orang dewasa akan diberikan dosis 2-60 mg per hari, terbagi menjadi 1 sampai 4 kali, hal ini memang tergantung pada jenis penyakit yang sedang diobati.

Sedangkan dosis dewasa untuk obat suntik yakni 10-500 mg per hari.

2. Untuk mengatasi alergi dan asma

Selain mengatasi peradangan, metilprednisolon juga dapat digunakan untuk kamu yang menderita alergi dan asma. Biasanya kamu yang dianjurkan untuk mengonsumsi obat tablet minum akan diberikan dosis dewasa sebanyak 4-24 mg per hari.

Namun metilprednisolon dalam bentuk obat suntik, dosis untuk dewasa sebanyak 40 mg. Pemberian dosis untuk obat ini biasanya tergantung pada respons tubuh setiap orang.

3. Untuk mengatasi ruam kulit

Berbeda dengan jenis obat di atas, kali ini untuk mengatasi ruam kulit akibat reaksi peradangan akan diberikan metilprednisolon dalam bentuk krim oles.

Biasanya bagi golongan dewasa 1 kali dalam sehari cukup oleskan pada area yang mengalami masalah.

Dosis metilprednisolon anak

Dosis pada setiap individu berbeda-beda, bergantung dari usia, kondisi yang akan diobati seberapa parah kondisi tersebut, serta bagaimana reaksi pertama saat mengonsumsi obat. Dosis metilprednisolon anak harus sangat diperhatikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah dosis metilprednisolon anak.

1. Untuk mengatasi peradangan

Pada dosis metilprednisolon anak, dokter biasanya akan memberikan dosis yang lebih rendah untuk anak-anak. Dosis metilprednison anak untuk mengobati peradangan yakni, 0,5-1,7 mg/kgBB per hari. Pemberian obat hanya boleh dilakukan setiap 6-12 jam.

Itu berlaku untuk obat oral serta dalam bentuk suntik. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter.

2. Untuk mengatasi alergi dan asma

Berbeda dengan dosis yang diberikan pada orang dewasa, dosis metilprednisolon anak adalah 1-4 mg/kgBB per hari. Dosis ini hanya digunakan untuk obat suntik.

Untuk pemberian obat oral, dokter akan menentukan dosis tersebut dengan kondisi yang akan diobati. Sebaiknya tanyakanlah hal ini pada dokter karena masing-masing kondisi memerlukan pengobatan yang berbeda.

3. Untuk mengatasi ruam kulit

Sama seperti dosis pada orang dewasa, dosis metilprednisolon anak akan diberikan dalam bentuk krim oles sebanyak 1 kali sehari di area yang terinfeksi.

Efek samping obat metilprednisolon

Setiap konsumsi obat tetap ada risiko efek samping yang terjadi, meskipun belum tentu pasti kamu akan mengalaminya. Dilansir drugs.com, umumnya efek samping yang bisa terjadi yakni berupa reaksi alergi.

Misalnya seperti retensi cairan (pembengkakan di tangan atau kaki), pusing, sensasi berputar, perubahan dalam periode menstruasi, sakit kepala hingga perut terasa kembung.

Tak hanya itu saja ada beberapa reaksi lainnya yang akan kamu rasakan dan setiap orang mengalami gejala yang berbeda-beda.

  • Depresi hingga kejang-kejang
  • Feses berdarah atau berwarna hitam
  • Batuk berdarah
  • Pakreatitis
  • Penglihatan akan terganggu
  • Kenaikan berat badan secara drastis
  • Potasium rendah (kebingungan, detak jantung tak teratur, kehausan parah, sering buang air kecil, kaki tidak nyaman, lemah otot dan perasaan lumpuh)

Jika mengalami beberapa reaksi di atas atau hal lainnya, sebaiknya kamu segera hubungi dokter, agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Interaksi metilprednisolon dengan obat lain

Obat ini mungkin saja dapat berinteraksi dengan obat lain seperti vitamin, atau obat-obatan herbal yang mungkin kamu gunakan. Hal ini tentu saja bisa berbahaya atau bahkan hingga mencegah obat bekerja dengan baik di dalam tubuh.

Demi membantu menghindari terjadinya efek samping yang fatal, dokter harus memantau semua obat yang sedang kamu konsumsi dengan hati-hati.

Pastikan untuk memberi tahu dokter tentang semua obat, vitamin, atau obat herbal yang sedang dikonsumsi.

Sama seperti mengonsumsi obat-obatan yang lain, kamu perlu tahu bahwa sebaiknya hindari konsumsi metilprednisolon bersamaan dengan obat yang lain seperti:

  • Siklosporin yang akan membuat kamu merasakan kejang
  • Ketoconazole
  • Diuretik atau amphotericin B mengakibatkan risiko hipokalemia
  • Digoxin yang akan mengakibatkan aritmia
  • Aspirin yang dapat menganggu sistem pencernaan
  • Antibiotik makrolid, ketoconazole, erythromycin, rifampicin, dan barbiturate cholestyramine dan hormon estrogen
  • Vaksin langsung, seperti vaksin flu hidung, vaksin varicella (cacar air), dan vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR)
  • Warfarin dan heparin, dapat membuat darah menjadi tipis dan menyebabkan pendarahan yang berbahaya.

Tak hanya beberapa obat di atas, mungkin saja ada obat lain yang sebaiknya tidak diminum secara bersamaan ketika sedang mengonsumsi metilprednisolon. Jadi, jangan lupa sampaikan ke dokter, ya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi metilprednisolon

Agar obat ini berfungsi dengan baik untuk mengatasi beberapa penyakit sebaiknya, metilprednisolon dalam bentuk tablet dikonsumsi setelah makan. Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah timbulnya sakit maag.

Pastikan kamu meminum obat ini dengan menggunakan segelas air putih untuk menelan tablet secara utuh. Metilprednisolon harus diminum berdasarkan dosis yang sudah ditentukan dokter dan ada jarak waktu yang konsisten antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Kemudian bagi kamu yang lupa atau terlewat jadwal mengonsumsi tablet metilprednisolon, sangat disarankan untuk segera meminumnya.

Namun perlu diperhatikan jika sudah dekat dengan waktu minum obat berikutnya abaikan saja dan jangan menggandakan untuk diminum secara bersamaan, ya.

Baca juga: Jangan Abaikan, Ini 4 Obat Radang Tenggorokan di Apotik yang Bisa Dipilih

Peringatan dan perhatian obat metilprednisolon

Metilprednisolon tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Terdapat beberapa peringatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini. Berikut adalah peringatan tersebut.

1. Ibu hamil

Dilansir medicalnewstoday.com, belum ada cukup penelitian yang dilakukan pada manusia untuk memastikan metilprednisolon dapat memengaruhi kehamilan.

Bicaralah dengan dokter kamu sedang dalam kondisi hamil atau berencana untuk hamil. Obat ini hanya boleh digunakan selama kehamilan jika manfaatnya lebih besar daripada risiko potensialnya.

2. Ibu menyusui

Metilprednisolon dapat masuk ke dalam ASI dan menyebabkan efek samping pada bayi. Beritahu dokter tentang kondisi kamu jika sedang masa menyusui.

3. Lansia

Ginjal orang dewasa yang lebih tua mungkin sudah tidak bisa berfungsi dengan optimal. Ini dapat menyebabkan tubuh memproses obat lebih lambat dari seharusnya. Akibatnya, lebih banyak obat akan mengendap berada dalam tubuh untuk waktu yang lebih lama.

Hal ini tentu meningkatkan risiko efek samping lebih tinggi. Jika kamu seorang lansia, sebaiknya tanyakan pada dokter terkait dengan dosis yang tepat.

Obat ini akan diberikan sesuai dengan kondisi tubuh bisa saja dengan dosis lebih rendah atau mungkin perlu jadwal pemberian dosis berbeda.

4. Anak-anak

Obat ini jika dikonsumsi berlebihan dapat memperlambat pertumbuhan anak. Dokter pun harus memantau tinggi dan pertumbuhan anak secara teratur. Anak-anak harus menggunakan dosis efektif terendah dari obat ini untuk mengurangi risiko pertumbuhan yang melambat.

Nah, demikian informasi tentang obat metilprednisolon yang perlu kamu pahami. Gunakan dengan tepat hanya atas resep dokter, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. medicalnewstoday.com (2018) diakses 12 Juni 2020. Methylprednisolone, oral tablet 
  2. drugs.com (2018) diakses 12 Juni 2020. Methylprednisolone  
  3. webmd.com (2020) diakses 12 Juni 2020. Methylprednisolone 
  4. medline Plus diakses pada 03 September 2020. Methylprednisolone Injection 
  5. mayo Clinic (2020) diakses pada 03 September 2020. Methylprednisolone (Oral Route) 
  6. rx List diakses pada 03 September 2020. Medrol 
  7. healthline (2018) diakses pada 03 September 2020. Methylprednisolone vs Prednisone: What’s the Difference? 
  8. medicines.org.uk diakses pada 03 September 2020. Methylprednisolone 40 mg, 500 mg and 1000 mg
  9. bpom diakses pada 03 September 2020. Metilprednisolon 
    Berita Terkait
    register-docotr