Kamus Obat

Tanpa Resep Dokter, Ini Daftar Obat Kutu Air Bisa Dibeli di Apotek

September 8, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Obat kutu air termasuk mudah didapat karena kamu bisa mendapatkannya di apotek dan toko obat tanpa perlu resep dokter. Obat-obatan ini biasanya berbentuk salep kutu air atau obat oles lainnya untuk membunuh jamur penyebab penyakit ini.

Kutu air merupakan infeksi jamur yang menyerang kulit di kaki dan seringkali jamur ini bisa menyebar ke kuku jari kaki dan tangan. Penyakit ini dikenal sebagai penyakit kaki atlet karena banyak ditemui pada atlet.

Baca Juga: Serba-serbi Kutu Kelamin, Benarkah Bisa Menyebabkan Penyakit?

Apa itu kutu air?

Kutu air – juga disebut tinea pedis – adalah infeksi jamur menular yang memengaruhi kulit di kaki, namun bisa juga menyebar sampai ke kuku kaki dan tangan. Infeksi ini juga sering disebut ‘kaki atlet’ karena sering terlihat dialami oleh para atlet.

Penyakit kutu air umumnya tidak membahayakan jiwa, tetapi terkadang ini cukup mengganggu dan sulit untuk disembuhkan. Apalagi jika kamu menderita diabetes atau sistem kekebalan yang lemah, gangguan ini bisa berlangsung lebih lama daripada biasanya.

Siapa yang berisiko terkena kutu air?

Siapa pun bisa terkena penyakit ini, tetapi perilaku tertentu dapat meningkatkan risiko kamu menderitanya. Faktor-faktor tersebut di antaranya meliputi:

  1. Mengunjungi tempat umum tanpa alas kaki, terutama ruang loker, pancuran, dan kolam renang
  2. Berbagi kaus kaki, sepatu, atau handuk dengan orang yang terinfeksi
  3. Memakai sepatu ketat dengan ujung tertutup
  4. Membiarkan kaki tetap basah untuk jangka waktu yang lama
  5. Berkeringat
  6. Mengalami cedera kulit atau kuku ringan di kaki

Apa saja gejala penyakit ini?

Dilansir dari Healthline, gangguan kesehatan ini bisa memunculkan berbagai kemungkinan gejala termasuk:

  1. Gatal di area kaki yang terkena kutu air
  2. Perih, dan terbakar di antara jari-jari kaki atau di telapak kaki
  3. Lecet di kaki yang gatal
  4. Kulit pecah-pecah dan mengelupas di kaki, paling sering di antara jari-jari kaki dan di telapak kaki
  5. Kulit kering di telapak atau sisi kaki
  6. Kuku kaki berubah warna, tebal, dan rapuh
  7. Kuku kaki yang terlepas dari bantalan kuku

Diagnosis kutu air

Seorang dokter mungkin mendiagnosis penyakit ini dengan terlebih dahulu melihat gejala apa yang ditunjukkan penderitanya. Bisa juga, dokter akan meminta kamu melakukan serangkaian tes kulit jika mereka tidak yakin infeksi jamur menyebabkan gejala tersebut.

Pemeriksaan lesi kulit kalium hidroksida (KOH) adalah tes yang paling umum untuk mendiagnosis penyakit kutu air. Seorang dokter akan mengikis area kecil dari kulit yang terinfeksi dan memasukkannya ke dalam kalium hidroksida.

KOH akan menghancurkan sel normal dan membiarkan sel jamur tidak tersentuh sehingga mudah dilihat di bawah mikroskop.

Penyebab kutu air

Kutu air disebabkan oleh jamur yang tumbuh di kaki. Jamur ini bisa tersebar lewat kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau ketika kamu menyentuh permukaan yang terkontaminasi oleh jamur ini.

Tipe jamur ini berkembang di lingkungan yang lembap. Biasanya mereka dapat ditemukan di kamar mandi, lemari untuk pakaian olahraga dan di sekitar kolam renang.

Pilihan obat kutu air di apotek

Penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri, tapi kamu bisa juga menghilangkan kutu air dengan menggunakan obat anti-kutu air di toko obat atau apotek. Biasanya dibutuhkan waktu beberapa minggu agar pengobatan ini berhasil

Obat biasanya hadir dalam bentuk salep kutu air, spray atau tablet. Beberapa obat ini di antaranya adalah:

Salep kutu air miconazole

Obat ini biasanya dipakai untuk mengatasi infeksi kutu air, infeksi jamur di selangkangan, kurap dan infeksi jamur di kulit lainnya. Sesuai namanya, prinsip obat ini bekerja adalah dengan mencegah pertumbuhan dari jamur tersebut.

Miconazole yang hadir dalam bentuk krim biasanya bernama miconazole nitrate 2 persen topical cream. Untuk memakainya, kamu harus membersihkan dan mengeringkan area kaki yang akan diobati.

Aplikasikan obat ini di lokasi kutu air tersebut, biasanya dibutuhkan dua kali aplikasi dalam satu hari atau ikuti anjuran dari dokter.

Terbinafine

Terbinafine tidak hanya bermanfaat untuk menghilangkan kutu air, tapi juga infeksi jamur lainnya salah satunya adalah kurap, infeksi jamur di selangkangan serta pityriasis versicolor.

Obat ini hadir dalam bentuk krim, gel hingga spray. Ada juga obat cair yang khusus untuk mengatasi kutu air.

Ikuti aturan pakai yang tercantum di kemasan obat atau tanyakan kepada dokter jika kamu ingin menggunakannya untuk mengatasi kutu air atau infeksi jamur lainnya.

Obat kutu air clotrimazole

Clotrimazole bisa digunakan untuk mengatasi infeksi jamur seperti kutu air, kurap, infeksi kuku jamur hingga ruam di lipatan kulit karena jamur. obat ini tersedia dalam bentuk krim, spray hingga obat cair.

Obat ini di pakai sesuai dengan lokasi infeksi jamur yang kamu miliki, kamu bisa menanyakan dosis dan seberapa sering penggunaan obat ini kepada dokter atau apoteker ya.

Baca Juga: Hati-hati! Kenali Penyakit Scabies yang Berasal dari Kutu Hewan

Butenafine

Obat ini berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jamur, itu sebabnya ini bisa dipakai untuk mengatasi kutu air. Selain itu, butenafine juga bisa dipakai untuk mengatasi infeksi karena jamur lainnya pada kulit seperti kurap.

Butenafine hadir dalam bentuk krim sehingga bisa kamu aplikasikan langsung di lokasi kutu air. Sebelum dipakai, bersihkan dan keringkan lokasi kulit yang terinfeksi kutu air tersebut.

Oleskan tipis krim butenafine pada lokasi kutu air, lalu gosok secara perlahan. Biasanya kamu perlu melakukan hal ini satu atau dua kali sehari, dan dosis serta lama pengobatan tergantung dari tipe infeksi yang terjadi pada kulit kamu.

Tolnaftate

Toldaftae hadir dalam wujud krim, cairan, bedak, gel hingga spray. Tolnaftate bisa dibeli di apotek atau toko obat dengan atau tanpa resep dokter.

Tolnaftate ini biasanya dipakai dua kali sehari dan kamu harus ikuti petunjuk di dalam kemasan atau sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Rasa sakit atau sensasi terbakar yang disebabkan oleh kutu air biasanya akan hilang dalam waktu 2-3 hari setelah pemakaian. Kamu harus teruskan pemakaian selama setidaknya 2 minggu setelah gejala dari kutu air hilang.

Perawatan rumahan untuk mengatasi kutu air

Selain menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotek, kamu juga bisa mencoba beberapa alternatif pengobatan rumahan ini saat ingin menyembuhkan penyakit kutu air.

Tea tree oil

Tanaman ini memiliki sifat antijamur dan antibakteri, yang menjadi alasan mengapa ia biasa digunakan untuk mengobati banyak infeksi jamur, termasuk kurap dan kutu air.

Sebuah studi tahun 2002 menunjukkan bahwa mengoleskan minyak ini setiap hari dapat mengobati gejala kutu air dan jamur dalam beberapa minggu.

Untuk mengobati penyakit kutu air, campurkan carrier oil seperti minyak kelapa hangat dengan tea tree oil berkonsentrasi 25 hingga 50 persen. Oleskan ke area yang terkena sebanyak dua kali sehari.

Minyak neem

Baik minyak mimba maupun ekstrak daun mimba memiliki kemampuan antijamur yang luar biasa sehingga dapat membantu melawan penyakit kutu air.

Kamu dapat mengoleskan minyak ini langsung ke area yang terkena dua hingga tiga kali sehari sambil memijatnya perlahan ke kulit. Ini juga dapat membantu untuk mengobati infeksi yang berkembang di bawah kuku kaki.

Alkohol gosok

Sama seperti hidrogen peroksida, banyak keluarga memiliki alkohol gosok untuk membersihkan luka. Ini memang dikenal efektif dalam membantu membunuh jamur yang ada di permukaan kulit.

Untuk mempercepat penyembuhan kutu air, kamu dapat mengoleskannya langsung ke area yang terkena atau merendam kaki dalam bak kaki berisi alkohol gosok 70 persen dan air 30 persen selama 30 menit.

Bawang putih

Bawang putih mungkin memiliki aroma yang kurang enak, tetapi ini dapat menjadi pengobatan topikal yang efektif untuk penyakit kutu air.

Satu studi bahkan menemukan bahwa produk turunan bawang putih saja, menghasilkan kesembuhan total pada 79 persen partisipan penderita kutu air hanya dalam 7 hari.

Untuk menggunakan bawang putih untuk mengobati kutu air, hancurkan empat hingga lima siung bawang putih lalu gosokkan ke area yang terkena sebanyak dua kali sehari.

Mandi garam laut

Garam laut memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang kuat, sehingga menjadikannya pengobatan alami yang bagus untuk kutu air dan komplikasi yang dapat ditimbulkannya. Ini bahkan dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran penyakit ini pada bagian kaki lainnya.

Beberapa perawatan melibatkan pencampuran garam laut dengan perawatan alami lainnya, seperti cuka, untuk membuat semacam pasta.

Cara paling efektif untuk menggunakan perawatan ini adalah dengan melarutkan secangkir garam laut ke dalam rendaman kaki yang hangat. Rendam kaki setidaknya selama 20 menit lalu keringkan kaki secara menyeluruh setelah selesai berendam.

Bedak bayi

Bedak bayi, atau pati jagung, juga bisa berfungsi untuk mengobati kutu air dengan menjaga area yang terkena tetap kering dan bersih. Hal ini membuat jamur sulit berkembang biak dan menyebar karena keringat dan kelembapan tetap terkendali.

Untuk menggunakan perawatan ini, oleskan bedak (atau bedak antijamur) langsung ke area kering yang terkena setiap saat sebelum memakai kaus kaki. Berhati-hatilah agar kamu tidak menghirup bedak.

Jaga agar kaki tetap kering dan bersih

Ini penting untuk mencegah kamu menderita penyakit kutu air, karena jamur senang tumbuh di area yang gelap dan lembab.

Ganti kaus kaki secara teratur karena ini juga bisa mencegah kaki terasa gatal akibat kutu air. Setelah selesai berolahraga, bersihkan kaki dan keringkan ruang di antara jari-jari kaki sampai tidak ada air tersisa. Jangan bertelanjang kaki di kolam renang umum atau area gym.

Kamu juga harus menggunakan sepatu yang berventilasi baik dan membiarkan kaki bisa bernapas untuk membantu kutu air lebih cepat sembuh.

Komplikasi

Kutu air dapat menyebabkan komplikasi ringan termasuk reaksi alergi terhadap jamur yang dapat menyebabkan lepuh pada kaki atau tangan. Infeksi jamur juga mungkin muncul kembali setelah perawatan.

Selain itu bisa juga timbul komplikasi yang lebih parah jika infeksi bakteri sekunder berkembang. Dalam kasus ini, kaki mungkin bengkak, nyeri, dan panas.

Infeksi bakteri juga mungkin menyebar ke sistem getah bening dan menyebabkan infeksi pada sistem limfatik atau kelenjar getah bening.

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses 07 September 2020. Athlete’s Foot (Tinea Pedis)
  2. Nhs.uk (2018) diakses 07 September 2020. Athlete’s foot
  3. Nhs.uk (2020) diakses 07 September 2020. Terbinafine
  4. Nhs.uk (2019) diakses 07 September 2020. Clotrimazole
  5. Webmd.com, diakses 07 September 2020. Butenafine Cream
  6. Medlineplus.gov (2017) diakses 07 September 2020. Tolnaftate
  7. Webmd.com, diakses 07 September 2020. Miconazole Nitrate 2 % Topical Cream
    Berita Terkait
    register-docotr