Kamus Obat

Clindamycin, Antibiotik untuk Jerawat hingga Infeksi Vagina, Yuk Pelajari

May 14, 2020 | Arianti Khairina | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Banyak obat yang mungkin saat ini sudah bisa dibeli langsung di apotek, namun tidak dengan antibiotik. Obat ini harus dibeli dengan resep dari dokter. Salah satu obat tersebut adalah clindamycin. Sebenarnya apa saja manfaat dari obat clindamycin?

Baca Juga: Mengenal Tramadol, Obat Pereda Nyeri yang Kerap Disalahgunakan sebagai Narkotika

Clindamycin

Clindamycin adalah obat yang termasuk dalam kategori antibiotik. Orang menggunakan antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.

Clindamycin termasuk dalam lincosamide. Antibiotik ini bekerja dengan cara mengganggu bakteri yang menghasilkan protein.

Bergantung pada jenis infeksi dan dosis clindamycin itu sendiri, obat ini dapat membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri. Dokter menggunakan obat ini untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.

Dilansir dari medicalnewstoday.com, Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui clindamycin digunakan untuk mengobati seperti infeksi darah, septikemia, infeksi perut, infeksi paru-paru, infeksi saluran reproduksi wanita, infeksi tulang sendi dan infeksi kulit.

Perlu kamu ketahui bahwa saat ini kamu juga boleh menggunakan clindamycin untuk beberapa infeksi yang tidak disetujui FDA salah satunya untuk mengobati antraks dan malaria.

Tak hanya itu saja dokter gigi juga menggunakan clindamycin sebagai obat untuk mencegah endokarditis, infeksi pada lapisan jantung yang dapat terjadi setelah prosedur gigi.

Sebelum menjalani operasi, biasanya beberapa orang juga perlu mengambil clindamycin untuk mencegah infeksi pada area yang akan dibedah.

Cara penggunaan clindamycin dengan benar

Sama seperti mengonsumsi jenis obat-obatan lainnya, pastikan kamu membaca terlebih dahulu petunjuk yang ada pada kemasan. Tak hanya itu saja kamu juga perlu untuk mengikuti anjuran dari dokter.

Clindamycin sendiri dibagi menjadi tiga bentuk yaitu clindamycin kapsul, losion, salep, dan tablet supositoria. Berikut adalah cara penggunaan clindamycin secara umum:

1. Bentuk kapsul

Kamu bisa mengonsumsi clindamycin sebelum atau sesudah makan. Minumlah obat secara utuh dengan segelas air.

Perlu diingat untuk jangan langsung berbaring setelah mengonsumsi obat. Tunggu sampai setidaknya selama 10 menit baru diperbolehkan untuk kembali berbaring ya.

Kamu juga harus memastikan waktu minum yang tepat dari satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan juga untuk mengonsumsi clindamycin pada jam yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat.

Saat mengonsumsi obat ini kamu perlu disiplin dalam waktu. Pastikan tidak terlalu cepat ataupun terlambat dalam mengonsumsi obat, tujuannya agar obat bekerja dengan baik di dalam tubuh.

Habiskan clindamycin yang diresepkan oleh dokter meskipun gejala sudah hilang atau kondisi sudah membaik.

Menghentikan penggunaan clindamycin terlalu cepat dapat menyebabkan infeksi kambuh dan bakteri menjadi kebal terhadap obat. Jika kondisi belum membaik setelah obat dihabiskan, periksakan kembali ke dokter.

2. Losion, gel, dan larutan untuk jerawat

Dokter biasanya akan memberikan resep clindamycin dalam bentuk losion, gel dan dalam bentuk larutan untuk mengobati jerawat.

Seseorang yang memiliki jerawat dapat mengoleskan lapisan tipis losion Cleocin T 1% atau larutan clindamycin 1% ke area kulit berjerawat sebanyak dua kali sehari.

Kemudian untuk pemakaian obat Clindagel 1% sebaiknya sebanyak sekali sehari ke daerah yang berjerawat. Seperti diketahui obat ini dapat menyebabkan diare.

Bagi kamu yang menderita radang usus harus menghindari menggunakan perawatan ini ya.

3. Krim dan supositoria vagina

Clindamycin juga dapat mengobati infeksi bakteri di vagina.

Krim ini dilengkapi dengan aplikator. Masukkan satu aplikator, yaitu sekitar 100 mg clindamycin, ke dalam vagina sekali sehari pada waktu tidur selama 3 atau 7 malam berturut-turut.

Krim vagina cleocin ini aman bagi wanita hamil untuk digunakan pada trimester kedua dan ketiga. Seorang wanita hamil membutuhkan 7 hari perawatan.

Namun bagi wanita hamil sangat tidak diperbolehkan untuk menggunakan supositoria vagina clindamycin. Hal tersebut dikarenakan para peneliti hingga saat ini belum mengkonfirmasi keamanan pemakaian supositoria selama kehamilan.

Kemudian untuk menggunakan supositoria, masukkan satu pil supositoria, yang setara dengan 100 mg klindamisin, ke dalam vagina sekali setiap hari sebelum tidur selama tiga malam berturut-turut.

Perlu dipehatikan bagi kamu yang memiliki riwayat kolitis tidak boleh menggunakan krim atau supositoria clindamycin.

Efek samping clindamycin

Obat clindamycin memang tidak menyebabkan kantuk. Namun, hal itu menyebabkan efek samping lain.

1. Efek samping yang ringan

Beberapa efek samping yang lebih umum ketika mengonsumsi obat antibiotik clindamycin yaitu seperti sakit perut, mual, muntah, diare, ruam hingga rasa tidak enak di mulutmu.

Seperti diketahui bahwa efek samping tersebut masuk dalam kategori efek yang ringan. Biasanya juga akan hilang dalam beberapa hari atau minggu. Namu perlu kamu ingat, jika efek samping ini masih terus berlanjut segera konsultasikan dengan dokter.

2. Efek samping yang berat

Biasanya gejala yang cukup berat akan dirasakan terus-menerus dan tak kunjung membaik. Efek samping yang serius, gejalanya dapat meliputi diare, kram perut, demam, dehidasi, kulit mengelupas, wajah atau lidah bengkak hingga tak selera makan.

Peringatan dan perhatian pemakaian clindamycin

clindamycin
Clindamycin. Sumber foto: Shutterstock

1. Peringatan untuk alergi

Obat ini dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Kamu akan merasakan beberapa gejala gatal-gatal atau reaksi kulit serius lainnya seperti ruam, kulit mengelupas, atau lepuh.

Tak hanya itu saja mungkin kamu juga akan kesulitan bernapas hingga pembengkakan pada tenggorokan. Jika mengalami gejala seperti ini pastikan kamu berhenti mengonsumsi obat ini.

Jika kamu tetap melanjutkan untuk mengonsumsi obat ini setelah merasakan beberapa gejala yang parah bisa berakibat fatal (menyebabkan kematian). Sebaiknya kamu segera kembali konsultasi ke dokter dan ceritakan reaksi tubuhmu ketika minum obat tersebut.

2. Peringatan untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu

Untuk orang dengan penyakit pencernaan seperti radang usus besar, sebaiknya tanyakan kepada dokter apakah obat ini aman untuk kamu konsusmi.

Hal tersebut perlu dilakukan karena obat ini dapat menyebabkan diare dan radang usus besar. Hal ini malah dapat memperburuk kondisi kamu.

Untuk orang dengan penyakit hati yang parah mungkin tubuh kamu malah tidak dapat memproses obat ini dengan baik.

Obat ini dapat meningkatkan kadar clindamycin dalam tubuh kamu dan menyebabkan lebih banyak efek samping. Dokter sebaiknya menguji fungsi hati kamu sebelum dan selama perawatan dengan obat ini.

3. Peringatan untuk wanita hamil dan lansia

Studi pada wanita hamil di trimester kedua dan ketiga mereka tidak akan menunjukkan efek negatif setelah mengonsumsi obat ini.

Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Sehingga ada baiknya kamu membicarakan dengan dokter jika sedang hamil atau berencana untuk hamil. Hal tersebut untuk mencegah efek samping lain bagi ibu dan anak dalam kandungan.

Kemudian bagi wanita yang sedang menyusui, clindamycin akan masuk ke dalam ASI dan dapat menyebabkan efek samping pada anak yang disusui loh.

Maka dari itu, konsultasikan dengan sebaik mungkin kepada dokter jika kamu sedang menyusui. Jika seperti itu keadaannya ada kemungkinan besar dokter menyarankan untuk beralih ke obat lain.

Bagi orang dewasa yang sudah berusia lebih dari 65 tahun, kamu mungkin tidak dapat mentolerir diare yang disebabkan oleh obat ini.

Interaksi clindamycin dengan obat lain

Menurut penjelasan yang dipaparkan dalam healthline.com, kamu dapat mengonsumsi clindamycin bersamaan dengan obat lain. Obat lain tersebut seperti vitamin, atau obat herbal yang mungkin sedang kamu konsumsi.

ciri-ciri asam urat
Konsumsi obat-obatan. Foto: https://pixabay.com

Interaksi yang dimaksud adalah ketika suatu zat mengubah cara kerja obat. Ini bisa berbahaya atau mencegah obat bekerja dengan baik.

Demi menghindari terjadinya hal tersebut, dokter kamu harus mengelola seluruh obat dengan sangat hati-hati. Kamu juga pastikan bahwa dokter mengetahui semua riyawat pengobatan ya.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mencari tahu seberapa jauh obat ini dapat berinteraksi dengan baik dalam tubuh.

Baca juga : Perlukah Minum Antibiotik Saat Diare? Ketahui Faktanya

Aturan pemakaian obat

Ketika mengonsumsi obat ada baiknya kamu lebih teliti membaca petunjuk maupun ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dokter. Bacalah terlebih dahulu kemasan obat untuk aturan pakainya.

Biasanya obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, sebanyak 4 kali sehari setiap 6 jam. Namun bisa juga disesuaikan dengan arahan dokter.

Hal tersebut bisa saja berbeda-beda karena dosis yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Contohnya pada anak-anak, pemberian dosis disesuaikan dengan berat badan.

Demi mendapatkan hasil yang maksimal, gunakan antibiotik ini secara rutin dan konsisten ya. Minum obat ini secara disiplin pada jam yang sama setiap harinya.

Obat ini tetap dikonsumsi hingga tuntas meskipun gejala hilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat mengakibatkan kembalinya infeksi.

Informasi dosis untuk clindamycin ini mungkin tidak semua dimasukkan. Dosis, bentuk obat, dan seberapa sering kamu mengonsumsi obat akan tergantung pada usia, kondisi kesehatan dan reaksi tubuh terhadap dosis pertama yang diberikan.

1. Dosis clindamycin untuk orang dewasa

Jika mengalami infeksi serius, maka dosisnya 150–300 mg setiap 6 jam. Jika tingkat infeksinya lebih parah, maka akan diberikan dosis 300–450 mg setiap 6 jam.

2. Dosis clindamycin untuk anak-anak

Infeksi serius pada anak-anak, 8-16 miligram per kilogram (mg / kg) per hari, dibagi menjadi tiga atau empat dosis yang sama.

Infeksi yang lebih parah, 16-20 mg / kg per hari, dibagi menjadi tiga atau empat dosis yang sama.

Bagi kamu yang kesulitan menelan kapsul, clindamycin juga tersedia dalam bentuk butiran yang dapat larut dalam air.

Jadi dapat disimpulkan bahwa clindamycin ini adalah antibiotik yang efektif untuk berbagai jenis infeksi. Tak hanya itu saja bahkan clindamycin juga digunakan untuk mengobati jerawat.

Namun sekali lagi harus diperhatikan karena banyak kemungkinan efek samping yang ditimbulkan dari clindamycin, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Dengan begitu dokter bisa mempertimbangkan manfaat dan risikonya sebelum meresepkan antibiotik ini.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. medicalnewstoday.com (2019) diakses 13 Mei 2020. What to know about clindamycin 
  2. healthline.com (2018) diakses 13 Mei 2020. Clindamycin, Oral Capsule 
  3. drugs.com (2019) diakses 13 Mei 2020. Clindamycin
    register-docotr