Kamus Obat

Cara Tepat Gunakan Candesartan, Obat untuk Tekanan Darah Tinggi

May 11, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
no-image

Candesartan merupakan obat yang biasa dipakai sebagai penurun tekanan darah. Fungsi tersebut dapat membantu seseorang terhindar dari serangan stroke, kegagalan fungsi jantung, dan penyakit ginjal.

Candesartan termasuk obat kategori penghambat reseptor angiotensin 2.

Saat diminum, obat ini bekerja dengan melemaskan dan melebarkan pembuluh darah sehingga darah bisa kembali mengalir ke jantung secara normal.

Apa itu candesartan?

Berupa tablet yang diminum, obat ini hanya bisa diperoleh melalui resep dokter. Biasanya ia digunakan sebagai obat pelengkap untuk mengobati tekanan darah tinggi atau serangan jantung.

Ini artinya saat mengonsumsi candesartan, kemungkinan kamu akan memerlukan tambahan obat lainnya.

Efek samping candesartan

Meminum candesartan diketahui tidak menyebabkan rasa kantuk. Namun dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:

  1. Pusing dan kepala terasa ringan, ini merupakan efek penyesuaian tubuh terhadap obat yang baru diminum. Untuk menguranginya upayakan bangun secara perlahan jika sebelumnya kamu berada dalam posisi duduk atau tidur
  2. Gejala flu seperti pilek, demam, bersin-bersin, dan batuk
  3. Sakit punggung
  4. Radang tenggorokan

Apabila efek samping di atas gejalanya masih terbilang ringan, maka mereka cenderung akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

Namun jika gejalanya tak kunjung mereda atau malah semakin parah, maka kamu perlu segera mengonsultasikannya kepada dokter.

Candesartan juga memiliki efek samping yang terbilang cukup serius dan perlu ditangani tenaga medis dengan cepat. Segera datang ke rumah sakit terdekat jika setelah mengonsumsi obat ini kamu merasa:

  1. Ingin pingsan
  2. Lelah yang luar biasa
  3. Tidak buang air kecil seperti biasanya
  4. Sesak napas
  5. Otot-otot terasa lemas
  6. Perubahan detak jantung
  7. Bengkak pada bibir, muka, lidah, atau tenggorokan

Interaksi dengan obat-obatan lain

candesartan
Sebotol obat berserakan. Sumber foto: Shutterstock

Seperti yang telah diulas sebelumnya, obat ini sifatnya adalah pelengkap. Oleh karena itu sangat dimungkinan pasien yang mengonsumsi candesartan perlu obat lain agar pengobatan yang dijalaninya optimal.

Candesartan umum dikombinasikan dengan obat medis lain, vitamin, bahkan ramuan herbal. Ini alasan mengapa dokter perlu mengatur semua itu dengan sangat hati-hati.

Tujuannya untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan dari reaksi satu obat dengan obat lainnya.

Sedikit tips, kamu bisa mengurangi risiko gangguan kesehatan yang mungkin muncul dengan rutin menebus obat di satu apotek yang sama.

Dengan demikian apoteker akan lebih mudah menganalisis interaksi reaksi satu obat dengan obat lainnya dalam tubuhmu.

Obat-obatan yang perlu perhatian khusus saat dikonsumsi dengan candesartan

Beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi khasiat candesartan adalah seperti yang tercantum di bawah ini:

Obat penghilang rasa sakit

Apabila dikonsumsi dengan obat-obatan seperti ibuprofen, naproxen, dan diclofenac, candesartan tidak dapat berfungsi optimal dalam menurunkan tekanan darah.

Apalagi jika kamu termasuk kategori pasien lanjut usia, sedang meminum obat-obatan diuretik, tidak memenuhi asupan cairan secara cukup, atau punya riwayat gagal ginjal.

Itu semua akan menurunkan fungsi obat ini dan juga bisa memperparah penyakit ginjal yang kamu miliki.

Obat kejang

Candesartan dapat meningkatkan kadar kejang dalam tubuh ke tahap yang sangat serius.

Untuk ini pemberian obat kejang seperti lithium bersama obat ini perlu pengawasan khusus dari dokter.

Obat darah tinggi

Meminum candesartan dibarengi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah berisiko menyebabkan hipotensi, peningkatan kadar potasium dalam darah, dan memperburuk kinerja ginjal.

Beberapa jenis obat darah tinggi yang perlu diwaspadai adalah losartan, valsartan, telmisartan, enalapril, lisinopril, captopril, dan aliskiren.

Obat yang meningkatkan kadar potasium

Di antaranya adalah amiloride, spironolactone, triamterene, suplemen tambahan potassium, dan potassium yang mengandung zat pengganti garam.

Pemakaian untuk orang dengan kondisi tertentu

candesartan
Orang dengan gejala alergi. Sumber Foto : Shutterstock

Ada alasan penting mengapa obat ini hanya bisa diberikan atas resep dokter. Salah satunya adalah karena ia bisa menimbulkan efek berbahaya pada tubuh jika tidak digunakan secara tepat.

Beberapa kategori orang yang perlu perhatian khusus saat mengonsumsi obat ini adalah:

Orang yang mudah alergi

Candesartan dapat menimbulkan reaksi alergi seperti bengkak pada bibir, wajah, lidah, dan tenggorokan. Jangan mengonsumi obat ini jika kamu punya riwayat alergi tersebut.

Meminumnya untuk kedua kali setelah muncul alergi dapat menimbulkan efek yang fatal.

Orang dengan penyakit diabetes

Apabila kamu menderita penyakit ini dan mengonsumsi obat aliskire, kemungkinan besar dokter tidak akan meresepkan candesartan.

Ini karena obat ini malah akan meningkatkan kadar kalium dan memperburuk fungsi ginjal.

Orang dengan risiko tekanan darah rendah

Pemilik tekanan darah rendah tidak disarankan mengonsumsi obat ini karena akan menyebabkan tekanan darah yang semakin rendah. Risiko ini akan semakin membesar apabila kamu melakukan:

  1. Meminum obat-obatan yang bersifat diuretik atau larut dalam air
  2. Melakukan diet rendah garam
  3. Dalam pengobatan lain yang memengaruhi tekanan darah
  4. Mengalami sakit yang disertai gejala muntah atau diare
  5. Dehidrasi

Orang yang pernah mengalami gangguan ginjal

Candesartan dapat membuat kinerja ginjal semakin memburuk. Oleh karena itu, dokter akan memonitor kesehatan ginjalmu secara berkala agar memberikan penanganan dan dosis obat ini dengan tepat.

Pemakaian untuk kondisi kesehatan khusus

Ibu hamil

Candesartan termasuk ke dalam obat-obatan hamil kategori D, ini mengindikasikan setidaknya dua hal yakni:

  1. Penelitian menunjukan adanya efek merugikan pada janin ketika sang ibu mengonsumsi obat ini selama masa kehamilan
  2. Manfaat yang dapat ditimbulkan jauh lebih sedikit dibanding risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul

Obat ini dapat menyebabkan dampak serius seperti kecacatan atau bahkan kematian pada janin jika dikonsumsi selama kehamilan.

Oleh sebab itu, ibu hamil sebaiknya tidak meminum candesartan.

Ibu menyusui

Sejauh ini belum diketahui secara pasti apakah kandungan kimia dalam candesartan dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI). Namun untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan, sebaiknya obat ini tidak dikonsumsi selama masa menyusui.

Orang lanjut usia

Secara umum semakin usia kita bertambah maka kemampuan tubuh dalam memproses asupan di dalam tubuh menjadi semakin berkurang. Hal ini juga berlaku dalam hal mengonsumsi obat.

Dosis normal pada orang dewasa dapat menimbulkan efek yang lebih besar jika diterapkan pada orang tua. Jadi orang lanjut usia disarankan mengonsumsi dosis yang lebih rendah atau waktu konsumsi yang berbeda sesuai kondisi kesehatannya.

Candesartan untuk anak-anak

Obat ini belum dipelajari efeknya pada anak, namun candesartan tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak di bawah usia 1 tahun untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan untuk mengatasi gangguan jantung, tidak boleh di gunakan pada anak yang berumur kurang dari 18 tahun.

Dosis yang perlu dikonsumsi

Perhatikan aturan minum candesartan agar tetap aman. Sumber foto: Rawpixel

Kamu perlu memeriksakan diri secara langsung pada dokter untuk mengetahui dosis yang tepat untuk tubuhmu.

Adapun besaran dosis, dan sebarapa sering kamu perlu mengonsumsi obat ini akan tergantung pada beberapa faktor yakni:

  1. Usia
  2. Kondisi kesehatan yang ingin ditangani
  3. Tingkat keparahan gangguan kesehatan yang dialami
  4. Kondisi medis lain yang diderita
  5. Reaksi alergi yang mungkin akan timbul

Apa yang harus dilakukan jika kamu lupa meminumnya

Segera minum obat ini begitu ingat bahwa kamu telah melewatkan jadwal yang ditentukan dokter. Apabila ini hanya berselang beberapa jam sebelum jadwal obat selanjutnya, tunggu dan cukup minum dalam satu kali dosis saja.

Jangan pernah meminum obat ini dalam dua kali dosis karena sangat berbahaya bagi tubuh.

Pemakaian dan penyimpanan candesartan

Candesartan umumnya dapat diminum langsung, maupun ditumbuk dan dilarutkan dalam air. Untuk penyimpanannya kamu perlu memperhatikan beberapa hal ini:

  1. Simpan obat ini dalam suhu ruangan 30°C
  2. Jangan memasukan candesartan ke dalam freezer
  3. Simpan di dalam wadah yang tertutup rapat
  4. Jauhkan penyimpanan dari area yang memungkinkan ia terkena air atau menjadi lembap

Penebusan resep lebih dari satu kali

candesartan
Obat-obatan berupa tablet minum. Sumber foto: Shutterstock

Resep untuk obat ini tidak dapat ditebus berkali-kali. Kamu perlu datang memeriksakan diri pada dokter untuk melihat apakah dosis yang diperlukan masih tetap sama atau perlu perubahan.

Monitoring klinis pengobatan candesartan

Selama kamu menjalani pengobatan dengan candesartan, dokter akan melakukan pemeriksaan berkala terhadap beberapa hal di bawah ini:

  1. Fungsi ginjal, agar mendeteksi tidak ada gangguan kinerja ginjal yang diakibatkan obat ini
  2. Fungsi hati, penderita penyakit hati akan memerlukan penyesuaian dosis candesartan agar tidak merusak fungsi hati
  3. Tekanan darah, untuk melihat apakah tekanan darahmu berhasil turun atau tidak
  4. Kadar kalium dalam darah

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Candesartan, Oral Tablet https://www.healthline.com/health/candesartan-oral-tablet#interactions diakses pada tanggal 10 Mei 2020

Candesartan CILEXETIL https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8183/candesartan-oral/details diakses pada tanggal 10 Mei 2020

candesartan – oral, Atacand https://www.medicinenet.com/candesartan-oral/article.htm diakses pada tanggal 10 Mei 2020

 

 

    Berita Terkait
    register-docotr