Kamus Obat

Moxifloxacin

May 7, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Moxifloxacin merupakan golongan obat antibiotik fluoroquinolone yang memiliki aktivitas lebih luas dari ciprofloxacin atau levofloxacin. Obat ini termasuk antibiotik spektrum luas yang efektif untuk mengobati infeksi bakteri gram negatif maupun positif.

Berikut informasi selengkapnya mengenai manfaat moxifloxacin, dosis, cara minum, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat moxifloxacin?

Moxifloxacin adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tertentu, terutama infeksi pada hidung, paru-paru, jantung, kulit, dan usus.

Moxifloxacin tersedia sebagai sediaan tablet oral yang diminum melalui mulut. Obat ini juga bisa diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah atau sebagai obat tetes mata.

Apa fungsi dan manfaat obat moxifloxacin?

Moxifloxacin memiliki fungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dengan memblokir pembentukan DNA bakteri. Mekanisme tersebut menghasilkan sifat bakterisida yang dapat membunuh bakteri.

Secara khusus, obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang terlibat dalam replikasi, transkripsi, dan perbaikan DNA bakteri. Karena sifat inilah, moxifloxacin banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan untuk kondisi berikut:

Infeksi saluran pernafasan

Moxifloxacin digunakan untuk mengobati berbagai infeksi saluran pernapasan, termasuk sinusitis dan pneumonia. Obat ini efektif untuk sinusitis akut yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae yang rentan, Haemophilus influenzae, atau Moraxella catarrhalis.

Moxifloxacin juga digunakan untuk mengobati bronkitis kronis yang disebabkan oleh S. pneumoniaeH. influenzaeH. parainfluenzae, Klebsiella pneumoniae, Staphylococcus aureus, atau M. catarrhalis.

Perawatan sinusitis atau eksaserbasi bakteri akut dari bronkitis kronis dengan obat ini dilakukan apabila tidak ada obat lain yang memadai. Hal ini karena penggunaan moxifloxacin memiliki risiko efek samping serius yang tidak dapat dikembalikan lagi (ireversibel).

Infeksi kulit

Moxifloxacin diberikan untuk mengobati infeksi kulit, seperti abses, furunkel, selulitis, impetigo, yang disebabkan oleh S. aureus yang rentan.

Obat ini juga menjadi pilihan pengobatan infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit, terutama oleh Escherichia coliK. pneumoniae, atau Enterobacter cloacae.

Infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit (cSSSIs) adalah salah satu infeksi mikroba yang sangat kompleks. Infeksi ini mencakup berbagai penyebab mikroorganisme, baik bakteri, jamur, parasit, dan virus. Secara umum, infeksi ini melibatkan spesies bakteri anaerobik dan aerobik.

Dalam sebuah penelitian, moxifloxacin diketahui cukup aman dan efektif untuk mengobati infeksi kulit dan struktur kulit yang rumit (cSSSIs).

Infeksi intra-abdomen

Infeksi intra-abdominal dapat berkembang dari saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri enterik aerob dan anaerobik. Penyebab infeksi umumnya dari bakteri Bacteroides fragilisB. thetaiotaomicronClostridium perfringens, Enterococcus faecalisE. coliProteus mirabilis, atau S. anginosus.

Moxifloxacin direkomendasikan sebagai pengobatan awal hingga tingkat sedang pada infeksi intra-abdominal. Praktisi kesehatan menilai obat ini dapat diberikan apabila selama tiga bulan terakhir pasien tidak menerima obat quinolone.

Endokarditis

Moxifloxacin dapat diberikan sebagai pengobatan alternatif untuk infeksi endokarditis yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Penyebab infeksi ini dikenal sebagai kelompok HACEK, yakni Haemophilus, Aggregatibacter, Cardiobacterium hominis, Eikenella corrodens, Kingella.

Obat-obatan antibiotik golongan quinolone dapat diberikan apabila pasien tidak dapat menerima cephalosporin.

Infeksi gastrointestinal

Beberapa lembaga kesehatan merekomendasikan golongan obat quinolone, terutama ciprofloxacin untuk mengobati gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella.

Golongan quinolone lain, termasuk levofloxacin dan moxifloxacin diketahui efektif, tetapi data mengenai potensi dan risikonya masih terbatas.

Kelompok obat fluoroquinolones juga direkomendasikan untuk infeksi shigellosis yang disebabkan oleh bakteri Shigella. Umumnya ciprofloxacin dianjurkan untuk diberikan sebagai terapi lini pertama, sedangkan levofloxacin dan moxifloxacin diberikan sebagai alternatif.

Meningitis dan infeksi saraf lain

Golongan obat fluroquinolone dapat diberikan sebagai pengobatan meningitis yang disebabkan oleh bakteri gram positif tertentu, misalnya Streptococcus pneumoniae.

Kelompok obat fluoroquinolones juga telah direkomendasikan sebagai alternatif pengobatan untuk meningitis yang disebabkan oleh beberapa bakteri gram negatif. Kelompok bakteri ini termasuk Neisseria meningitidis, Haemophilus influenzae, E. coli, dan Pseudomonas aeruginosa.

Merek dan harga obat moxifloxacin

Obat ini bisa termasuk dalam golongan obat resep sehingga kamu mungkin memerlukan rekomendasi dokter untuk bisa mendapatkannya. Beberapa merek obat moxifloxacin yang telah beredar di Indonesia adalah Avelox, Maxiflon, Respira, Molcin, dan Zigat.

Berikut informasi selengkapnya mengenai beberapa merek obat moxifloxacin beserta harganya:

  • Moximed 400mg capsule. Sediaan kapsul untuk mengobati infeksi bakteri pada bronkitis, pneumonia, sinusitis, dan infeksi kulit. Obat ini diproduksi oleh Futamed Pharmaceuticals dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp45.683/tablet.
  • Molcin 400mg capsule. Sediaan kapsul untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernapasan dan infeksi kulit. Obat ini diproduksi oleh Ferron Pharmaceuticals dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp47.110/tablet.
  • MXN 400mg capsule. Sediaan kapsul untuk mengobati infeksi saluran kemih dan infeksi berat bakteri gram negatif atau positif. Obat ini diproduksi oleh Futamed Pharmaceutical dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp47.110/tablet.
  • Zigat 400mg tablet. Sediaan tablet untuk mengobati infeksi saluran kemih dan infeksi berat karena bakteri gram negatif atau positif. Obat ini diproduksi oleh Pharos dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp54.748/tablet.
  • Infimox 400mg capsule. Sediaan kapsul untuk mengobati bronkitis, pneumonia, serta infeksi kulit karena bakteri. Obat ini diproduksi oleh Infion dan bisa kamu dapatkan dengan harga Rp49.965/tablet.
  • Avelox tablet. Sediaan tablet mengandung moxifloxacin HCl 400mg yang diproduksi oleh Bayer Schering Pharma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp86.221/tablet.

Bagaimana cara minum obat moxifloxacin?

Baca dan ikuti petunjuk cara minum serta dosis yang telah diresepkan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak atau lebih sedikit, atau lebih lama dari yang telah direkomendasikan.

Kamu bisa meminum obat ini dengan atau tanpa makanan. Kamu bisa meminumnya bersama dengan makanan apabila memiliki gangguan gastrointestinal atau mual saat menelannya.

Biasanya obat ini cukup diminum sekali sehari. Minum tablet utuh dengan segelas air putih. Obat jangan dihancurkan, digerus, atau dilarutkan tanpa ada perintah dari dokter.

Minum obat secara teratur setiap hari hingga dosis yang ditentukan habis. Jika lupa minum, segera minum saat kamu ingat. Lewati dosis apabila masuk waktu minum berikutnya. Jangan menggandakan dosis obat yang terlewat dalam satu waktu minum.

Minum obat hingga dosis penuh yang ditentukan oleh dokter. Jangan berhenti meminum obat meskipun kamu merasa gejala sudah sembuh. Berhenti tiba-tiba dapat meningkatkan kekambuhan infeksi dan risiko resistansi bakteri.

Kamu bisa menyimpan moxifloxacin pada suhu kamar terhindar dari kelembapan dan paparan sinar matahari setelah digunakan.

Berapa dosis obat moxifloxacin?

Dosis dewasa

Infeksi intra-abdominal

Dosis lazim: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 5 sampai 14 hari.

Infeksi kulit dan struktur kulit

  • Dosis lazim: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7 sampai 21 hari.
  • Untuk dosis lazim sebagai tablet oral: 400 mg diminum sekali sehari selama 7 hingga 21 hari.
  • Dosis lazim untuk infeksi kulit tanpa komplikasi: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7 hari.

Eksaserbasi bakteri akut pada bronkitis kronis

Dosis lazim: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit dengan durasi pengobatan 5 hari.

Pneumonia

  • Dosis lazim: 400 mg diberikan sekali sehari melalui infus selama 60 menit selama 7 sampai 14 hari.
  • Dosis lazim sebagai tablet oral: 400 mg diminum sekali sehari selama 10 hari.

Sinusitis bakteri akut

  • Dosis lazim: 400 mg sekali sehari diberikan melalui infus selama 60 menit selama 10 hari.
  • Dosis lazim sebagai sediaan oral: 400 mg diminum sekali sehari selama 7 hari.

Apakah moxifloxacin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan moxifloxacin dalam golongan obat kategori kehamilan C.

Studi penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa obat ini dapat menyebabkan risiko merugikan pada janin. Namun, belum ada studi terkontrol yang memadai pada wanita hamil. Penggunaan obat dapat dilakukan apabila manfaat yang didapatkan lebih besar dari risikonya.

Obat ini belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI sehingga tidak direkomendasikan untuk ibu menyusui tanpa rekomendasi dari dokter.

Apa efek samping obat moxifloxacin yang mungkin terjadi?

Hentikan pengobatan dan hubungi dokter apabila muncul efek samping berikut setelah mengonsumsi obat ini:

  • Gejala reaksi alergi, seperti ruam, sesak napas, pembengkakan pada mulut, mata, wajah, atau tenggorokan
  • Demam, ruam kemerahan disertai pengelupasan kulit atau melepuh pada bibir, mulut atau mata
  • Nyeri dan pembengkakan ringan pada tungkai atau persendian
  • Gejala tendon pecah yang ditandai dengan nyeri hebat, memar, dan kelemahan yang ditandai pada area yang terkena, misalnya tempurung lutut, bahu, tumit.
  • Mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki
  • Detak jantung tidak teratur
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa, seperti terlalu tertekan, gelisah, memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, melihat, mendengar atau merasakan hal-hal yang tidak ada
  • Kejang
  • Gejala hipoglikemia atau gula darah rendah, misalnya pusing, gemetar, tangan gemetar, rasa lapar, lemah atau bingung, kesulitan berbicara
  • Sakit perut, kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap, tinja pucat
  • Diare parah

Efek samping umum yang mungkin terjadi dari penggunaan moxifloxacin, antara lain:

  • Pusing
  • Diare
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Kesulitan tidur
  • Kulit lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari

Beritahu dokter apabila efek samping tersebut tidak hilang, atau semakin parah, atau muncul efek samping lain.

Peringatan dan perhatian

Kamu tidak boleh mengonsumsi obat ini apabila memiliki riwayat alergi dengan moxifloxacin sebelumnya, atau alergi terhadap obat fluroquinolone lain.

Tanyakan pada dokter apakah kamu bisa menerima moxifloxacin apabila memiliki riwayat kesehatan berikut:

  • Penyakit jantung
  • Riwayat penyakit hati
  • Penyakit ginjal
  • Diabetes
  • Epilepsi
  • Myasthenia gravis (gangguan kelemahan otot)
  • Rheumatoid arthritis
  • Defisiensi G6PD, yakni kelainan darah bawaan yang memengaruhi sel darah merah
  • Masalah tendon atau cedera otot
  • Penyakit mental atau riwayat penyakit mental

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau menyusui bayi sebelum mengonsumsi moxifloxacin.

Jangan memberikan moxifloxacin pada anak-anak dan orang tua usia lanjut sebelum memeriksakan diri ke dokter.

Hindari meminum moxifloxacin bersamaan dengan antasida atau suplemen yang mengandung aluminium, kalsium, zat besi, magnesium, atau seng. Antasida dapat mengurasi keefektifan moxifloxacin. Minum antasida setidaknya 2 jam sebelum atau 6 jam sesudah meminum obat ini.

Beritahu dokter dan apoteker kamu kamu sedang menggunakan salah satu dari obat-obatan berikut ini:

  • Antibiotik lain seperti erythromycin, clarithromycin
  • Warfarin
  • Obat diabetes, misalnya glibenclamide, insulin
  • Obat penyakit jantung, misalnya quinidine, disopyramide, amiodarone, sotalol
  • Obat-obatan untuk nyeri atau peradangan, misalnya ibuprofen, celecoxib, prednisone
  • Obat untuk epilepsi, misalnya phenytoin, phenobarbital
  • Obat untuk flu dan alergi, misalnya terfenadine, astemizole, mizolastine
  • Obat-obatan untuk masalah lambung, misalnya sucralfate, cisapride
  • Obat untuk gangguan mood, misalnya pimozide, sertindole, haloperidol

Selalu beritahu dokter dan apoteker jika kamu sedang mengonsumsi obat lain, termasuk obat herbal, suplemen dan obat-obatan yang kamu beli tanpa resep dokter.

Jangan mengonsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu saat diminum bersamaan dengan obat ini.

Hindari terpapar sinar matahari langsung secara berlebihan karena moxifloxacin dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 8 April 2021, Moxifloxacin | C21H24FN3O4 – PubChem

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 8 April 2021, Moxifloxacin: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

Drugsite Trust, diakses pada 8 April 2021, Moxifloxacin monograph

Science Direct, diakses pada 8 April 2021, Moxifloxacin – an overview

DrugBank Online, diakses pada 8 April 2021, Moxifloxacin

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 8 April 2021, MOKSIFLOKSASIN | PIO Nas

    register-docotr