Kamus Obat

Levofloxacin: Mengobati Infeksi Bakteri, Apa Manfaat, Dosis & Efek Sampingnya?

June 7, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Kamu pasti pernah mendengar atau bahkan menggunakan obat antibiotik. Antibiotik merupakan obat atau senyawa yang dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri yang merugikan. Salah satu jenis antibiotik di antaranya levofloxacin.

Levofloxacin merupakan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, pneumonia, sinusitis, infeksi kulit, jaringan lunak, dan infeksi prostat. Pengobatan levofloxacin dapat dilakukan secara tunggal maupun kombinasi dengan antibiotik lainnya.

Penggunaan antibiotik harus dilakukan secara tepat, kamu tidak bisa asal-asalan saat mengonsumsi obat ini. Jika tidak digunakan dengan tepat, maka bakteri yang ada dalam tubuhmu tidak akan berefek terhadap antibiotik tersebut, sehingga bisa saja penyakitmu bertambah parah.

Jika kamu mendapatkan resep dengan antibiotik levofloxacin di dalamnya, maka kamu perlu menyimak uraian lengkap tentang antibiotik ini.

Apa itu levofloxacin

Levofloxacin adalah antibiotik fluorokuinolon generasi ketiga. Antibiotik ini dikenal dengan spektrum luas, yang artinya obat tersebut dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif maupun bakteri gram-negatif.

Mekanisme levofloxacin dalam menghambat pertumbuhan bakteri adalah dengan cara masuk ke dalam dinding sel bakteri dan menghambat DNA bakteri yang menyebabkan bakteri dapat bereplikasi.

Levofloxacin adalah obat resep yang dapat digunakan sebagai tablet oral, larutan oral, dan larutan optalmik (tetes mata). Obat ini juga dapat digunakan sebagai obat intravena (IV) yang hanya dapat diberikan oleh penyedia layanan kesehatan.

Tablet oral levofloxacin tersedia hanya dalam bentuk obat generik. Obat generik biasanya menawarkan harga yang lebih murah daripada obat bermerek.

Struktur molekul levofloxacin. Foto: www.drug.com

Kegunaan levofloxacin tablet

Obat ini banyak digunakan dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan dan saluran kemih ringan hingga sedang. Jika tidak digunakan sesuai dengan indikasinya, obat ini dapat menyebabkan efek samping yang serius.

Indikasi atau manfaat tablet oral levofloxacin dapat digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada orang dewasa. Infeksi ini meliputi:

  • Radang paru-paru
  • Infeksi sinus
  • Bronkitis kronis
  • Infeksi kulit
  • Infeksi prostat kronis
  • Infeksi saluran kemih
  • Pielonefritis (infeksi ginjal)
  • Antraks inhalasi

Kegunaan levofloxacin tetes mata

Penggunaan tetes mata. Foto www.freepik.com

Sedangkan levofloxacin yang berbentuk larutan optalmik atau tetes mata obat ini digunakan untuk infeksi pada mata. Infeksi mata adalah penyebab umum konjungtivitis. Pada konjungtivitis, mata menjadi meradang, terasa berpasir, dan mungkin berair lebih dari biasanya.

Bagian putih pada mata mungkin terlihat merah, dan kelopak mata menjadi bengkak di pagi hari. Awalnya infeksi ini mungkin hanya menyerang satu mata yang terinfeksi, tetapi sering waktu infeksi ini dapat menyebar ke kedua mata.

Walaupun konjungtivitis dapat hilang tanpa pengobatan, antibiotik tetes mata seperti levofloxacin seringkali dapat membantu untuk infeksi pada kondisi yang sudah parah.

Dosis levofloxacin

Tablet oral obat ini memiliki beberapa dosis generik yaitu 250 mg, 500 mg, dan 750 mg. Dosis levofloxacin perlu disesuaikan dengan jenis bakteri, penyakit dan kondisi kesehatan seseorang. Dosis yang umumnya diberikan oleh dokter adalah sebagai berikut:

1. Dosis dewasa untuk pneumonia nosokomial

Penyakit pneumonia nosokomial biasanya disebabkan infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin, P aeruginosa, Serratia marcescens, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Haemophilus influenzae, atau Streptococcus pneumoniae.

Obat ini biasanya diberikan untuk mengobati bakteri tersebut dengan dosis 750 mg oral atau IV setiap 24 jam selama 7 hingga 14 hari.

2. Dosis dewasa untuk infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) derajat berat dapat menggunakan levofloxacin sebagai salah satu pengobatan. Obat ini dikonsumsi selama 10 hari, lazimnya obat ini digunakan dengan dosis 250 mg secara oral atau IV setiap 24 jam selama 10 hari.

Pada kasus tertentu obat ini dapat digunakan dalam waktu 5 hari dengan dosis 750 mg oral atau IV setiap 24 jam selama 5 hari. Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi dapat menggunakan obat ini dengan dosis 250 mg oral atau IV setiap 24 jam selama 3 hari.

Penggunaan obat ini selama 10 hari umumnya digunakan untuk pengobatan ISK akibat bakteri E faecalis, Enterobacter cloacae, E coli, K pneumoniae, P mirabilis, atau P aeruginosa.

Sedangkan untuk penggunaan selama 5 hari digunakan untuk pengobatan ISK yang rumit karena bakteri E coli, K pneumoniae, atau P mirabilis.

3. Dosis dewasa untuk sinusitis

Pengobatan sinusitis dapat menggunakan levofloxacin 500 mg per oral atau IV setiap 24 jam selama 10 hingga 14 hari atau dapat juga menggunakan dosis 750 mg per oral atau IV setiap 24 jam selama 5 hari.

4. Dosis dewasa bronkitis

Untuk mengobati bronkitis, dosis levofloxacin yang lazimnya diberikan adalah 500 mg secara oral atau lewat infus (IV) sekali sehari selama 7 hari.

5.  Dosis dewasa pengobatan infeksi kulit atau jaringan lunak

Pada kasus non komplikasi, dosis dewasa yang dapat diberikan adalah 500 mg secara oral atau lewat infus (IV) sekali sehari selama 7-10 hari.

Sedangkan pada pengobatan infeksi kulit dengan adanya komplikasi, pemberian levofloxacin umumnya diberikan sebesar 750 mg secara oral atau lewat infus (IV) sekali sehari selama 7-14 hari.

Dalam memberikan dosis, dokter akan menentukan berdasarkan jenis bakteri, berat badan pasien, usia pasien, ada atau tidaknya alergi obat serta kondisi kesehatan lainnya. Sebaiknya kamu tidak membeli obat ini tanpa menggunakan resep dokter.

Kamu perlu memastikan dengan seksama terkait informasi dosis dan aturan pakai sebelum meminum obat ini. Pastikan pula bahwa kamu meminum obat ini hingga tuntas. Jika suatu waktu kamu lupa meminum obat ini, lewati saja dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.

Penggunakan levofloxacin sebagai obat tetes mata

Sebelum memulai perawatan, bacalah leaflet informasi cetak dari kemasan obat. Bacalah informasi lebih lanjut mengenai tetesan dan daftar lengkap efek samping yang mungkin kamu alami saat menggunakannya.

Gunakan obat tetes setiap dua jam untuk dua hari pertama. Pada hari ketiga, kurangi frekuensinya menjadi empat kali sehari selama tiga hari berikutnya.

Saat pertama kali digunakan obat ini dapat menyebabkan penglihatan kabur. Kamu bisa mengusap mata secara perlahan dan pastikan dapat melihat dengan jelas lagi sebelum mengemudi atau sebelum menggunakan mesin atau alat.

Berhati-hatilah agar tidak menyebarkan infeksi dari satu mata ke mata lainnya, atau bahkan ke anggota keluarga yang lain. Cuci tangan secara teratur (terutama setelah menyentuh mata), dan tidak berbagi handuk atau bantal dapat membantu mencegah infeksi menyebar.

Interaksi levofloxacin dengan obat lain

Beberapa obat-obatan dapat membuat levofloxacin menjadi  kurang efektif jika dikonsumsi secara bersamaan.

Jika kamu sedang mengonsumsi levofloxacin dan harus menggunakan obat-obatan berikut, sebaiknya kamu memberikan jeda antara kedua obat tersebut. Obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan levofloxacin di antaranya adalah:

  • Antasida yang mengandung magnesium atau aluminium
  • Suplemen vitamin atau mineral yang mengandung aluminium, zat besi, magnesium, atau seng.
  • Teofilin
  • Pil diuretik
  • Pengobatan irama jantung
  • Insulin atau obat diabetes oral
  • Obat untuk mengobati depresi atau penyakit mental
  • Obat steroid (seperti prednison)
  • Pengencer darah seperti warfarin
  • NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib, diklofenak, indometasin, meloxicam, dan lain-lain

Sebaiknya kamu juga memberitahukan kepada doktermu jika kamu sedang menjalani pengobatan lain sebelum memutuskan untuk memulai pengobatan dengan levofloxacin.

Efek samping levofloxacin

Levofloxacin dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk masalah pada tendon, kerusakan saraf, perubahan mood atau perilaku yang serius, atau menyebabkan gula darah rendah.

Hentikan penggunaan levofloxacin dan hubungi dokter segera jika kamu mengalami gejala seperti:

  • Sakit kepala
  • Mudah marah
  • Mati rasa
  • Kesemutan
  • Nyeri terbakar
  • Kebingungan
  • Agitasi
  • Paranoia atau gangguan paranoid
  • Masalah dengan memori atau konsentrasi
  • Muncul pikiran untuk bunuh diri
  • Muncul rasa sakit tiba-tiba
  • Bermasalah dalam menggerakan sendi
  • Reaksi alergi (gatal-gatal, sulit bernafas, bengkak di wajah atau tenggorokan)
  • Reaksi kulit yang parah (demam, sakit tenggorokan, terbakar di mata, sakit kulit, ruam kulit merah atau ungu).

Dalam kasus yang jarang terjadi, levofloxacin dapat menyebabkan kerusakan pada aorta, yang dapat menyebabkan perdarahan berbahaya atau kematian. Sebaiknya hindari mengemudi setelah mengonsumsi obat ini.

Penggunaan levofloxacin pada ibu hamil

Penggunaan levofloxacin selama kehamilan perlu digunakan secara hati-hati. Sebab, obat ini termasuk kategori C pada ibu hamil. Kategori C menunjukkan penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia.

Obat ini dapat tetap diberikan kepada ibu hamil jika manfaat yang diberikan lebih besar dibandingkan risikonya dan harus dalam pemantauan dokter.

Penggunaan levofloxacin pada ibu menyusui

Menyusui. Foto www. freepik.com

Jika kamu sedang menyusui sebaiknya konsultasikan hal tersebut terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.

Pada ibu menyusui, kadar levofloxacin pada ASI sama dengan kadar di dalam plasma. Apabila ibu menyusui memberikan ASI-nya pada bayinya, levofloxacin akan ikut masuk ke sistem pencernaan bayi.

Efek yang ditimbulkan dapat berupa diare atau kandidiasis pada bayi adalah infeksi jamur pada rongga mulut bayi, diare, atau gangguan traktus gastrointestinal lainnya. Jika memang harus mengonsumsi obat ini, sebaiknya levofloxacin diminum 4-6 jam sebelum menyusui bayi.

Cara penyimpanan dan pembuangan levofloxacin

Agar kandungan dalam obat tetep stabil, kamu perlu memerhatikan cara penyimpanan dari levofloxacin, seperti berikut ini:

  • Jauhkan semua obat dari jangkauan dan pandangan anak-anak.
  • Simpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari panas langsung dan cahaya.
  • Buang botol obat tetes mata setelah selesai pengobatan, bahkan jika masih ada cairan yang tersisa.
  • Jangan pernah menyimpan botol tetes mata yang terbuka untuk digunakan nanti. Obat tetes mata hanya boleh digunakan maksimal satu bulan setelah dibuka.

Itulah beberapa hal mengenai levofloxacin yang perlu kamu ketahui, perlu diperhatikan bahwa levofloxacin merupakan obat antibiotik yang harus diminum sesuai dengan resep dokter. Penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Pubchem.Diakses pada 05/06/20. Levofloxacin

Medicinet (2019). Diakses pada 05/06/20. levofloxacin

WebMD. Diakses pada 05/06/20. Levofloxacin Oral : Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing

WebMd.Diakses pada 05/06/20. Levofloxacin Drops

Drugs.com (2019).Diakses pada 05/06/20. Levofloxacin Uses, Side Effects & Warnings

Patient (2018). Diakses pada 05/06/20. Levofloxacin eye drops. Levofloxacin info

 

    Berita Terkait
    register-docotr