Kamus Obat

Gliquidone

February 18, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Gliquidone merupakan obat-obatan yang termasuk dalam sulfonilurea generasi kedua. Obat ini memiliki manfaat yang hampir sama dengan obat glibenclamide. Penggunaan obat ini harus hati-hati karena apabila salah takar dosis sedikit dapat menyebabkan hipoglikemia fatal.

Berikut informasi selengkapnya mengenai obat gliquidone, manfaat, dosis, cara pakai, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat gliquidone?

Gliquidone adalah obat penurun gula darah yang khusus diberikan untuk mengatasi diabetes tipe 2. Pemberian obat ini harus diiringi dengan diet kolesterol dan pola makan yang sehat sehingga dapat mendukung terapi obat.

Gliquidone telah tersedia dalam bentuk sediaan tablet yang bisa kamu jumpai di beberapa apotek terdekat. Umumnya obat ini diminum per oral melalui mulut.

Apa fungsi dan manfaat obat gliquidone?

Gliquidone berfungsi untuk merangsang sel beta pankreas dalam pelepasan insulin sehingga dapat meningkatkan metabolisme glukosa. Obat ini juga mampu mengurangi resistensi insulin di hati dan jaringan adiposa.

Efek penurunan glukosa darah dimulai 60 hingga 90 menit setelah pemberian oral. Efek maksimum obat akan diperoleh 2 hingga 3 jam setelah obat diminum dengan durasi sekitar 8 – 10 jam.

Umumnya gliquidone digunakan karena memiliki manfaat untuk mengatasi masalah gula darah yang berkaitan dengan kondisi berikut:

Diabetes tipe 2

Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika glukosa darah, juga disebut gula darah, terlalu tinggi. Penyebab umum dari diabetes tipe 2 dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti gaya hidup yang buruk dan genetik.

Seseorang dengan diabetes tipe dua memiliki masalah di mana kelenjar pankreasnya tidak dapat memproduksi insulin yang cukup. Akibatnya, glukosa yang masuk dalam tubuh tidak dapat dimetabolisme dengan baik.

Terkadang, kamu dapat menjumpai urine penderita diabetes mengandung glukosa yang tidak dijumpai pada orang normal. Itu semua dikarenakan glukosa yang seharusnya digunakan oleh tubuh tidak dapat berfungsi semestinya.

Beberapa pengobatan diberikan untuk membantu meningkatkan produksi insulin oleh pankreas. Dengan demikian, metabolisme glukosa dapat berlangsung dengan fungsi seharusnya.

Beberapa obat yang umumnya diberikan untuk membantu stimulasi insulin, seperti glimepiride, glibenclamine, dan gliquidone. Obat-obatan ini hanya efektif diberikan untuk pasien dengan diabetes tipe 2.

Hal tersebut dikarenakan pada diabetes tipe 1, kelenjar pankreas sama sekali tidak dapat memproduksi insulin. Pengobatan diabetes tipe 1 hanya dapat dilakukan dengan injeksi insulin yang ditunjang dengan beberapa obat tertentu.

Gliquidone memiliki durasi kerja pendek sehingga cocok diberikan pada pasien diabetes tipe 2 dengan peningkatan risiko hipoglikemia. Obat ini dapat direkomendasikan terutama pada orang tua (lansia) dan pasien dengan gangguan ginjal (nefropati diabetik).

Gliquidone juga aman diberikan pada pasien diabetes tipe 2 yang memiliki gangguan hati ringan. Namun, obat ini mungkin kontraindikasi apabila riwayat gangguan hati yang diderita tergolong parah.

Merek dan harga obat gliquidone

Gliquidone telah memiliki izin edar untuk penggunaan medis di Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa merek gliquidone yang telah umum digunakan, seperti Fordiab, Glurenorm, Glidiab, dan Lodem.

Gliquidone termasuk dalam golongan obat keras sehingga kamu memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya. Berikut informasi mengenai beberapa merek obat beserta harganya yang bisa kamu jumpai di apotek:

Obat generik

Gliquidone 30mg tablet. Sediaan tablet oral yang diproduksi oleh Dexa Medica. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.777/tablet.

Obat paten

  • Glurenorm 30mg tablet. Sediaan tablet mengandung gliquidone 30mg yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp6.486/tablet.
  • Lodem 30mg tablet. Sediaan tablet mengandung gliquidone 30mg yang diproduksi oleh Dexa Medica. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp6.744/tablet.

Bagaimana cara minum obat gliquidone?

Baca dan ikuti petunjuk penggunaan dan dosis yang tertera di label kemasan resep obat. Gunakan obat sesuai takaran yang telah ditentukan oleh dokter. Jangan minum obat lebih banyak dari yang telah ditentukan.

Gliquidone diminum saat makan. Kamu bisa meminum obat setelah satu suap makanan. Minum obat sekaligus dengan air putih. Jangan dihancurkan, dikunyah, atau dilarutkan kecuali dokter yang menyuruh kamu melakukannya.

Untuk dosis kecil, kamu bisa meminumnya maksimal 30 menit sebelum sarapan. Jangan melewatkan makan setelah kamu menggunakan obat ini.

Minum obat secara teratur setiap hari dalam waktu yang sama untuk memudahkan kamu mengingat.

Jika kamu lupa minum, segera minum obat apabila rentang minum berikutnya masih lama. Jangan menggandakan dosis obat dalam satu waktu minum.

Berapa dosis obat gliquidone?

Dosis obat ini hanya dapat diberikan untuk dewasa dengan ketentuan sebagai berikut:

Dosis dewasa

  • Dosis awal dapat diberikan 15mg sebagai dosis harian tunggal
  • Dosis perawatan dapat disesuaikan dengan penambahan 15mg ke dosis lazim 45-60mg setiap hari dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
  • Dosis terbesar diminum di pagi hari.
  • Dosis maksimal: 60mg per dosis dan 180mg per hari.

Apakah gliquidone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Hingga saat ini, gliquidone belum masuk dalam golongan obat kategori kehamilan apapun (Kategori N). Penggunaan obat untuk wanita hamil dapat dilakukan apabila ada rekomendasi dari dokter.

Obat ini juga belum diketahui apakah dapat masuk dalam ASI sehingga tidak disarankan untuk digunakan oleh ibu menyusui. Selalu konsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini apabila kamu sedang hamil atau menyusui.

Apa efek samping obat gliquidone yang mungkin terjadi?

Segera hentikan pemakaian dan hubungi dokter apabila muncul efek samping berikut setelah kamu menggunakan gliquidone:

  • Reaksi hipersensitivitas, seperti ruam kulit, pruritus, fotosensitifitas, atau urtikaria.
  • Hipoglikemia parah
  • Sindrom sekresi hormon antidiuretik
  • Penyakit kuning kolestatik
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Dermatitis eksfoliatif
  • Nafsu makan meningkat atau menurun
  • Kelainan darah, seperti agranulositosis, leukopenia, atau trombositopenia
  • Gangguan sistem saraf, seperti mengantuk, pusing, sakit kepala, paresthesia
  • Gangguan akomodasi mata
  • Gangguan jantung, seperti angina pektoris atau ekstrasistol
  • Insufisiensi kardiovaskular
  • Hipotensi
  • Gangguan gastrointestinal, seperti diare, muntah, perut tidak nyaman, mual, konstipasi, mulut kering
  • Gangguan umum, seperti nyeri dada dan kelelahan.

Peringatan dan perhatian

Jangan gunakan obat ini apabila kamu memiliki riwayat alergi gliquidone atau obat-obatan sulfonilurea lain. Obat-obatan tersebut misalnya, glibenclamide, glibornuride, gliclazide, glipizide, glisoxepide and glyclopyramide, dan lain-lain.

Beritahu dokter mengenai riwayat penyakit tertentu yang pernah kamu miliki. Kamu mungkin tidak boleh menggunakan obat ini, terutama jika kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Diabetes melitus tipe 1
  • Ketoasidosis
  • Infeksi parah
  • Trauma
  • Kondisi parah lainnya di mana gliquidone tidak mungkin mengendalikan hiperglikemia
  • Porfiria
  • Koma diabetes dan pra-koma
  • Keadaan prediabetik
  • Gangguan hati atau ginjal berat.

Jangan melakukan aktivitas berat atau melewatkan makan setelah kamu menggunakan obat ini. Melakukan aktivitas berat atau melewatkan makan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Obat-obatan sulfonylurea dapat menyebabkan anemia haemolitik apabila diberikan pada pasien yang menderita defisiensi glukosa-6-fosfat-dihidrogenase. Gunakan secara hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat tersebut. Terapi alternatif mungkin lebih direkomendasikan.

Jangan minum obat ini apabila kamu memiliki kelainan herediter langka dari intoleransi galaktosa, seperti galaktosemia, defisiensi Lapp laktase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa.

Kamu mungkin mengalami mengantuk, pusing dan gangguan akomodasi atau gejala klinis hipoglikemia lainnya setelah menggunakan obat ini. Hindari mengemudi atau menggunakan mesin setelah kamu mengonsumsi gliquidone.

Hindari alkohol atau stres karena dapat meningkatkan atau mengurangi efek penurunan glukosa darah dari sulfonilurea.

Jika muncul gejala hipoglikemia, makan makanan yang mengandung gula segera merupakan tindakan yang pencegahan yang bisa kamu lakukan. Jika keadaan hipoglikemik berlanjut, pengobatan intensif sangat diperlukan.

Interaksi dengan obat lain

Jangan gunakan gliquidone bersama dengan obat-obatan tertentu karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau risiko fatal lain, terutama:

  • ACE Inhibitor, seperti ramipril, captopril, enalapril, cilazapril, dan lain-lain.
  • Alopurinol
  • Beberapa analgesik
  • Antijamur azole
  • Simetidin
  • Clofibrate dan senyawa terkait
  • Antikoagulan kumarin, halofenate, heparin, atau octreotide
  • Ranitidine
  • Sulfinpyrazone
  • Sulfonamides
  • Antidepresan trisiklik, termasuk amitriptylin
  • Obat-obatan hormone, seperti didrogesteron.
  • Obat-obatan beta-blocker, seperti propranolol.

Efek hipoglikemik dari gliquidone akan berkurang apabila digunakan Bersama dengan obat-obatan berikut:

  • Obat-obatan adrenalin
  • Aminoglutethimide
  • Diazoxide
  • Rifamycins
  • Klorpromazin
  • Kortikosteroid
  • Kontrasepsi oral
  • Diuretik thiazide.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 8 Februari 2021, Gliquidone | C27H33N3O6S – PubChem

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 8 Februari 2021, Gliquidone: Indication, Dosage, Side Effect, Precaution

ResearchGate, diakses pada 8 Februari 2021, (PDF) Gliquidone – ResearchGate

National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses pada 8 Februari 2021, Gliquidone (Concept Id: C0061328)

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 8 Februari 2021, GLIKUIDON | PIO Nas

    register-docotr