Kamus Obat

Finasteride

January 5, 2021 | Arin Khurota | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Finasteride (finasterid) merupakan obat yang termasuk dalam golongan kelas obat antagonis hormon. Walaupun dikhususkan untuk diberikan pada pasien laki-laki, obat ini juga dapat diberikan pada wanita untuk beberapa masalah kesehatan tertentu.

Obat ini dipatenkan kali pertama pada 1984 dan mulai diizinkan untuk penggunaan medis pada 1992. Obat ini bisa didapatkan hanya dengan resep dokter.

Berikut ini informasi lengkap untuk apa obat finasteride, manfaat, dosis, cara penggunaan, serta risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Untuk apa obat finasteride?

Finasteride adalah obat hormon yang berfungsi untuk mencegah prostat membesar dan rambut rontok pada pria.

Selain itu, dalam beberapa kondisi khusus, obat ini dapat diberikan pada wanita. Meskipun tujuan pengobatan utama hanya untuk pria.

Obat ini tersedia sebagai obat generik dan diminum secara oral melalui mulut. Hingga sekarang, obat ini telah berkembang dengan beberapa nama paten yang telah diizinkan untuk digunakan di Indonesia.

Apa fungsi dan manfaat obat finasteride?

Finasteride berfungsi untuk mencegah pengubahan testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) yang terlibat dalam perkembangan benign prostatic hyperplasia (BPH). BPH ini dikenal sebagai penyakit pembesaran prostat karena produksi hormon yang tidak terkendali.

Finasteride merupakan golongan obat inhibitor alfa-reduktase yang memiliki kemampuan sebagai antiandrogen. Obat ini bekerja dengan menurunkan produksi dihidrotestosteron (DHT) sekitar 70 persen, termasuk di kelenjar prostat dan kulit kepala.

Dalam bidang medis, finasterid memiliki manfaat untuk mengatasi beberapa kondisi gangguan kesehatan berikut:

1. Benign Prostatic Hypertrophy (BPH)

Finasteride dapat digunakan untuk pengobatan gejala BPH untuk memperbaiki gejala dan mengurangi risiko retensi urine akut.

Namun, obat ini tidak dapat efektif pada pasien yang tidak memiliki gejala pembesaran prostat. Jadi, penggunaan obat hanya dapat dilakukan setelah diagnosis penyakit yang jelas.

Obat ini dapat digunakan sendiri atau dalam kombinasi dengan agen penghambat alfa-adrenergik, seperti doxazosin. Terapi kombinasi dengan penghambat alfa-reduktase dan penghambat alfa-adrenergik dinilai lebih efektif.

Hal ini diklaim menjadi terapi efektif daripada salah satu obat saja dalam mencegah perkembangan gejala BPH jangka panjang. Pria yang berisiko mengalami BPH kemungkinan besar lebih efektif diberikan terapi kombinasi.

Penghambat 5α-reduktase steroid dapat menjadi alternatif yang berguna untuk operasi pada pasien dengan kemungkinan obstruktif. Hal ini dapat membantu pasien yang berisiko tinggi untuk operasi prostat.

Obat ini dapat dipertimbangkan pada pasien yang memiliki gejala pembesaran prostat tetapi gejalanya tidak mengganggu. Pemberian obat dimaksudkan untuk mencegah perkembangan penyakit sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meskipun terapi obat biasanya tidak seefektif terapi bedah, terapi ini dapat meredakan gejala dengan efek samping yang lebih sedikit dan tidak terlalu serius dibandingkan dengan pembedahan.

2. Alopecia androgenetik

Masalah ini mungkin lebih dikenal sebagai kebotakan atau kerontokan rambut berlebihan. Pengobatan finasterid dapat merangsang pertumbuhan kembali rambut pada pria dengan alopesia androgenetik ringan hingga sedang.

Obat ini dinilai efektif dalam mendorong pertumbuhan kembali rambut pada pria muda dan paruh baya (usia 18-41 tahun). Pengobatan dapat diberikan pada pria dengan alopecia androgenetik dan rambut rontok pada area pertengahan kulit kepala anterior.

Obat ini direkomendasikan hanya untuk digunakan pada pria dan tidak diindikasikan untuk digunakan pada wanita atau anak-anak. Alasan tersebut dipertimbangkan karena obat ini dinilai tidak efektif untuk pengobatan rambut rontok pada wanita dengan alopecia androgenetik.

3. Pertumbuhan rambut yang berlebihan (Hirsutisme) pada wanita

Finasterid telah sering digunakan dalam pengobatan hiperplasia prostat dengan menghambat 5alpha-reduktase. Fungsi ini dapat berguna untuk pengobatan hirsutisme.

Dokter mulai menggunakan finasteride sebagai pengobatan untuk rambut rontok, hirsutisme, dan berbagai kondisi dermatologis lainnya pada wanita. Beberapa studi oleh ahli merekomendasikan pengobatan finasterida untuk wanita dengan hirsutisme atau sindrom ovarium polikistik.

Sementara itu, obat ini masih belum menunjukkan efektivitas pada pengobatan bentuk lain dari kondisi rambut rontok, seperti alopecia, lichen planopilaris, dan frontal fibrosing alopecia.

Studi lain melaporkan bahwa finasteride dapat memperbaiki kerontokan rambut pada wanita dengan gangguan alopecia fibrosing frontal. Secara keseluruhan, dosis oral yang disarankan berkisar antara 0,5 sampai 5mg per hari pada wanita berusia 6-88 tahun selama 6-12 bulan.

Penghentian obat menyebabkan gangguan muncul kembali (gejala pembalikan manfaat klinis) dalam 1 tahun.

Terapi harus dilanjutkan untuk mempertahankan efek pengobatan awal kembali. Alasan ini juga menjadi dasar mengapa obat harus digunakan di bawah pengawasan tenaga medis ahli.

Merek dan harga obat finasteride

Finasterid telah dipasarkan dan memiliki izin edar di Indonesia. Beberapa nama dagang finasteride yang telah mendapatkan izin edar adalah sebagai berikut:

  • Alopros
  • Prosix
  • Finpro
  • Prostacom
  • Finstat
  • Prostide
  • Propecia
  • Reprosid
  • Proscar
  • Reprostom.

Berikut ini merek finasteride yang dijual di beberapa apotek beserta harganya:

  • Finpro 5mg, sediaan finasterid tablet 5mg yang diproduksi oleh Interbat. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp17.702/tablet.
  • Prostacom 5mg, sediaan finasterid tablet 5mg yang diproduksi oleh Combiphar. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp13.086/tablet.
  • Sanbe hair sol 60ml, sediaan larutan topikal mengandung minoxidil 5% dan finasterid 0,1% yang diproduksi oleh PT Sanbe Farma. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp285.516/pcs.

Bagaimana cara pakai minum obat finasteride?

Dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk memastikan keamanan kamu dalam menggunakan finasterid. Hal ini juga untuk memastikan tidak memiliki kondisi yang akan menghalangi proses pengobatan.

Ikuti semua petunjuk pada label kemasan resep. Perhatikan semua panduan pengobatan yang ada pada kemasan. Gunakan obat persis seperti yang diarahkan. Adakalanya dokter mengubah dosis resep karena menyesuaikan dengan merek dan jenis obat.

Minum obat ini dengan segelas air putih sekaligus. Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet sediaan salut selaput karena tujuan pengobatan biasanya untuk waktu lama. Gunakan finasteride secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Minum obat pada waktu yang sama setiap hari untuk memudahkan kamu mengingat. Minum obat bisa setelah makan atau sesudah makan. Jika kamu memiliki gangguan pencernaan, kamu bisa minum obat bersama dengan makanan.

Jika kamu melewatkan dosis, minum obat sesegera mungkin, tetapi lewati dosis yang terlewat jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya. Jangan menggandakan dosis obat sekaligus karena dapat meningkatkan risiko overdosis.

Mungkin diperlukan waktu hingga 3 bulan atau lebih sebelum manfaat penuh dari penggunaan finasteride tercapai. Dokter mungkin akan menentukan berapa lama perawatan kamu dengan obat ini. Tetap gunakan obat sesuai petunjuk dan jangan menghentikan pengobatan tiba-tiba.

Kamu perlu sering melakukan tes medis saat menggunakan obat ini. Dokter mungkin juga akan menguji antigen spesifik prostat (PSA) untuk memeriksa kemungkinan kanker prostat.

Simpan finasterid pada suhu kamar jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya matahari. Jaga agar botol obat tetap tertutup rapat saat tidak digunakan untuk menghindari kontak dengan udara.

Berapa dosis obat finasteride?

Dosis dewasa

Hiperplasia prostat jinak: 5mg sekali sehari dengan durasi pengobatan selama minimal 6 bulan.

Pola kebotakan pria: 1mg sekali sehari dengan durasi pengobatan selama minimal 3 bulan.

Sementara ini, dosis untuk anak dan lansia tidak ditentukan dan mungkin tidak dianjurkan untuk digunakan.

Apakah finasteride aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) memasukkan obat ini dalam golongan obat kategori X.

Studi pada hewan dan wanita hamil telah menunjukkan abnormalitas pada janin (teratogenik). Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh wanita hamil.

Obat ini masih belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI atau tidak. Penggunaan obat didasarkan pada keputusan medis setelah pertimbangan cermat tenaga medis ahli.

Apa efek samping obat finasterid yang mungkin terjadi?

Risiko efek samping obat mungkin terjadi akibat penggunaan obat yang tidak tepat dosis atau karena respons tubuh pasien. Berikut ini risiko obat finasteride yang mungkin terjadi:

  • Tanda-tanda reaksi alergi: gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda-tanda kanker payudara pria, seperti benjolan payudara, nyeri payudara, keluarnya cairan dari puting atau perubahan payudara lainnya.

Efek samping umum dari penggunaan finasterid yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut:

Efek samping seksual finasterida dapat berlanjut setelah kamu berhenti menggunakan finasterida. Konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum berhenti menggunakan obat ini.

Peringatan dan perhatian

Sebaiknya kamu tidak meminum obat ini jika kamu memiliki riwayat alergi finasteride sebelumnya, atau produk turunan hormon yang sejenis.

Finasteride tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak. Finasteride dapat diserap melalui kulit, dan wanita atau anak-anak tidak boleh menggunakan tablet finasteride kecuali dalam beberapa kondisi khusus.

Menggunakan finasteride dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Untuk itulah, lakukan pemeriksaan rutin untuk mengantisipasi hal ini. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai risiko lain yang mungkin terjadi.

Beritahu dokter sebelum menggunakan obat ini apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Penyakit hati, atau tes fungsi hati yang abnormal
  • Kanker prostat
  • Gangguan otot kandung kemih
  • Penyempitan uretra
  • Masalah buang air kecil
  • Reaksi alergi terhadap obat serupa yang disebut dutasteride (Avodart).

Obat ini bisa menyebabkan cacat lahir jika seorang wanita menggunakan obat ini selama kehamilan. Tablet finasteride tidak boleh diberikan pada wanita yang sedang hamil atau mungkin berencana untuk hamil.

Jika seorang wanita secara tidak sengaja bersentuhan dengan tablet yang rusak atau hancur, segera cuci area tersebut dengan sabun dan air.

Hindari bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berbaring karena kamu mungkin akan merasa pusing.

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

The National Health Service (NHS), diakses pada 4 Januari 2020, Finasteride: a medicine used to treat benign prostate

MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine, diakses pada 4 Januari 2020, Finasteride: MedlinePlus Drug Information

The Monthly Index of Medical Specialities (MIMS), diakses pada 4 Januari 2020, Finasteride – MIMS.com

Pusat Informasi Obat Nasional (Pionas), diakses pada 4 Januari 2020, FINASTERID | PIO Nas

    Berita Terkait
    register-docotr