Kamus Obat

Fenofibrate

December 17, 2020 | Arin Khurota
no-image

Fenofibrate termasuk dalam kelompok obat yang dikenal sebagai ‘fibrat’. Obat ini merupakan golongan obat yang sering diberikan dalam terapi kombinasi pasien diabetes dan pasien dengan penyakit jantung.

Hal ini karena obat ini digunakan sebagai antisipasi setelah dilakukan pengecekan labrotaorium untuk mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Berikut informasi untuk apa obat fenofibrate, mulai dari cara minum, manfaat, serta dosis obat yang tepat.

Untuk apa obat fenofibrate?

Fenofibrate adalah obat untuk mengatasi masalah kolesterol dan trigliserida (asam lemak) dalam darah.

Obat ini biasa diberikan pada pasien yang menderita hiperkolesterolemia, penderita kardiovaskular, pasien diabetik, serta terkadang pada penderita hipertensi.

Obat ini biasa diberikan dengan diet terkontrol dalam mengatasi kolesterol dan trigliserida tinggi.

Selain makan makanan yang tepat (seperti diet rendah kolesterol atau rendah lemak), perubahan gaya hidup lain dapat membantu kerja fenofibrate lebih baik, seperti berolahraga, menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, dan berhenti merokok.

Apa fungsi dan manfaat obat fenofibrate?

Fenofibrate berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Obat ini bekerja dengan meningkatkan zat alami (enzim) yang memecah lemak dalam darah sehingga dapat menurunkan trigliserida pada orang dengan kadar trigliserida darah yang sangat tinggi.

Obat ini dapat menurunkan risiko penyakit pankreas (pankreatitis). Namun, penggunaan fenofibrate tidak dapat menurunkan risiko penyakit stroke dan serangan jantung.

Secara spesifik, obat ini dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan berikut:

Hiperlipidemia (dislipidemia)

Bisa dikatakan bahwa hiperlipidemia memiliki risiko yang sama dengan hiperkolesterolemia.

Fenofibrate adalah antagonis PPAR-alfa yang diindikasikan untuk pengobatan hipertrigliseridemia dan dislipidemia campuran.

Obat ini telah disetujui untuk pengobatan hiperlipidemia yang biasa diamati pada pasien dengan risiko tinggi penyakit kardiovaskular, termasuk diabetes tipe 2.

Pengobatan dengan fenofibrate ditujukan untuk menurunkan trigliserida, meningkatkan kolesterol HDL dan menurunkan konsentrasi kolesterol LDL dan apolipoprotein B.

Fenofibrate sangat efektif untuk mengurangi konsentrasi lemak VLDL dan LDL postprandial, dan respons inflamasi yang terjadi setelah makan berlemak.

Menurunkan risiko retinopati diabetik

Studi FIELD mengungkapkan bahwa pasien yang diobati dengan fenofibrate terbukti dapat menurunkan risiko retinopati secara signifikan sebelum pengobatan laser untuk makulopati dan retinopati proliferatif.

Ada bukti kuat bahwa fenofibrate memperlambat perkembangan retinopati diabetik dan kebutuhan pengobatan yang lebih invasif pada pasien dengan diabetes tipe 2, terutama mereka dengan retinopati yang sudah ada sebelumnya.

Pada Oktober 2013, Australia menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan obat ini untuk indikasi khusus ini.

Retinopati diabetik merupakan penyebab utama gangguan penglihatan dan diperkirakan akan menjadi masalah kesehatan masyarakat global.

Efek terapi ini termasuk antiapoptosis, antioksidan, aktivitas antiinflamasi dan aktivitas antiangiogenik, dan efek perlindungan pada kerusakan jaringan darah retina.

Kadar asam urat dalam darah tinggi

Fenofibrate juga diindikasikan sebagai terapi tambahan pada pasien asam urat alias artritis gout.

Ini merupakan penyakit kronis di mana dapat terjadi pengendapan kristal monosodium urat dan disertai diabetes, hipertensi, dan dislipidemia.

Hipertrigliseridemia sering terjadi pada pasien dengan gout, dan fenofibrate biasanya digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida.

Fenofibrate juga terbukti dapat menurunkan kadar asam urat tanpa menunjukkan risiko pada fungsi ginjal atau hati. Dengan demikian, fenofibrate merupakan pilihan yang efektif untuk mengobati gout.

Merek dan harga obat fenofibrate

Fenofibrate telah beredar luar di Indonesia dengan mana generik dan nama dagang yang beragam.

Berikut beberapa merek obat fenofibrate yang sering digunakan dalam dunia medis:

Nama generik

  • Fenofibrate Medikon 200 mg, sediaan kapsul yang biasa dijual dengna harga Rp 6.236/kapsul.
  • Fenofibrate 300 mg tablet yang diproduksi Hexpharm Jaya, bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp 5.801/tablet.
  • Fenofibrate 100 mg, sediaan kapsul yang diproduksi oleh Hepharm Jaya. Obat ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 2.900/kapsul.
  • Fenofibrate 100 mg yang diproduksi oleh Dexa Medica, bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 2.903/kapsul.
  • Fenofibrate 300 mg, sediaan kapsul yang diproduksi Dexa Medica, bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 5.710/kapsul.

Nama dagang/paten

  • Lipanthyl 300 mg, sediaan tablet fenofibrate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 25.683/tablet.
  • Fibramed 300 mg, sediaan kapsul fenofibrate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 16.287/kapsul.
  • Fenolip 300 mg, sediaan kapsul fenofibrate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 14.049/kapsul.
  • Fenoflex 160 mg, sediaan kapsul fenofibrate yang biasa dijual dengan harga Rp 12.848/kapsul.
  • Fibesco 300 mg, sediaan kapsul fenofibrate yang biasa dijual dengan harga Rp 21.074/kapsul.
  • Evothyl 100 mg, sediaan tablet fenofibrate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 6.489/tablet.
  • Fenosup Lidose 160 mg, sediaan kapsul fenofibrate yang bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 16.655/tablet.

Bagaimana cara minum fenofibrate?

Minum obat ini sesuai dengan aturan dosis dan cara minum yang telah dianjurkan dokter. Perhatikan dosis yang tertera dalam label kemasan obat untuk mencegah salah dosis minum.

Beberapa merek obat ini diharuskan diminum bersamaan dengan makanan untuk mendapatkan efek terapi maksimal. Ikuti petunjuk yang telah diarahkan oleh dokter. Apabila ada pertanyaan, konsultasikan kembali dengan dokter.

Telan obat sekaligus dengan air putih. Jangan dikunyah, dihancurkan, atau membuka sediaan kapsul, terutama obat ini biasanya digunakan untuk sediaan lepas panjang.

Konsumsi obat secara teratur dengan waktu minum yang sama setiap hari untuk memudahkanmu mengingat. Selalu rutin periksa dan cek darah untuk memastikan apakah pengobatan efektif.

Obat yang dikonsumsi untuk program diet harus berdasarkan pengawasan ketat dari dokter.

Jika kamu juga mengonsumsi obat lain untuk menurunkan kolesterol (seperti kolestiramin atau kolestipol), minum obat ini setidaknya 1 jam sebelum atau setidaknya 4 hingga 6 jam setelah minum obat ini.

Berapa dosis obat fenofibrate?

Hipertrigliseridemia berat

  • Dosis awal: 67 mg atau 20 0mg sekali sehari.
  • Dosis dapat dikurangi menjadi 67 mg diminum dua kali sehari, atau ditingkatkan menjadi 67 mg diminum 4 kali sehari.
  • Pengobatan lanjutan: 200-300 mg sehari diberikan dalam dosis terbagi, kemudian dapat disesuaikan menjadi 200-400 mg sehari sesuai dengan respons.

Hiperlipidemia campuran

Pada pasien dengan risiko kardiovaskular tinggi selain statin, atau ketika statin dikontraindikasikan atau tidak ditoleransi maka dapat diberikan dosis obat ini sebagai berikut:

  • Dosis awal: 67 mg atau 200 mg sekali sehari.
  • Dosis dapat dikurangi hingga 67 mg dua kali lipat atau ditingkatkan hingga 67 mg diminum 4 kali sehari atau 267 mg sekali sehari sesuai respons.
  • Dosis pengobatan lanjutan: 200-300 mg sehari diberikan dalam dosis terbagi, kemudian dapat disesuaikan menjadi 200-400 mg sehari sesuai dengan respons.

Apakah obat fenofibrate aman untuk ibu hamil dan menyusui?

U.S. Food and Drug Administration (FDA) menggolongkan obat ini dalam kategori C, artinya obat ini menunjukkan potensi risiko efek samping pada janin hewan percobaan.

Namun, studi lanjutan pada wanita hamil masih belum memadai. Penggunaan obat pada wanita hamil hanya ketika potensi risiko lebih kecil dari manfaatnya.

Obat ini masih belum diketahui apakah dapat terserap dalam ASI atau tidak. Sejauh ini, penelitian terkait membuktikan bahwa obat terserap dalam ASI hanya terkontrol pada hewan.

Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter apabila hendak mengonsumsi obat ini.

Apa efek samping obat fenofibrate yang mungkin terjadi?

Obat ini jarang menimbulkan risiko efek samping setelah digunakan. Namun, apabila efek samping berikut muncul setelah kamu mengonsumsi obat, segera hentikan pemakaian dan hubungi tenaga medis.

  • Reaksi alergi (gatal-gatal, sulit bernapas, bengkak di wajah atau tenggorokan)
  • Reaksi hipersensitivitas yang parah (demam, sakit tenggorokan, rasa terbakar di mata, nyeri kulit, ruam kulit merah atau ungu yang menyebar dan menyebabkan lepuh dan mengupas)
  • Kerusakan jaringan otot rangka yang menyebabkan gagal ginjal
  • Demam
  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Urine berwarna gelap
  • Sakit perut yang menyebar ke punggung atau tulang belikat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit perut setelah makan
  • Penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • Menggigil, lemas, sakit tenggorokan, sariawan
  • Memar atau pendarahan yang tidak biasa
  • Nyeri dada, batuk mendadak, mengi, napas cepat, batuk darah
  • Bengkak, atau muncul kemerahan di lengan atau tungkai
  • Pilek
  • Bersin terus-menerus
  • Tes laboratorium abnormal

Peringatan dan perhatian

Beritahu dokter apabila sebelumnya kamu memiliki riwayat alergi fenofibrate atau turunan obat ‘fibrat’ lainnya (seperti asam fenofibric).

Beritahu dokter apabila kamu memiliki riwayat penyakit berikut:

  • Penyakit ginjal yang parah (atau jika sedang menjalani dialisis)
  • Penyakit hati
  • Penyakit kandung empedu

Jangan menyusui saat menggunakan obat ini dan setidaknya 5 hari setelah dosis terakhir kamu minum.

Fenofibrate dapat menyebabkan kerusakan jaringan otot, yang dapat menyebabkan gagal ginjal. Masalah ini lebih sering terjadi pada wanita, lansia, atau orang yang memiliki penyakit ginjal, diabetes, atau hipotiroidisme yang tidak terkontrol dengan baik.

Beritahu dokter apabila kamu sedang hamil atau berencana hamil dalam waktu dekat sebelum mengonsumsi obat ini. Obat ini juga tidak digunakan oleh siapapun yang berusia di bawah 18 tahun.

Beberapa obat dapat membuat fenofibrate kurang efektif bila dikonsumsi pada waktu bersamaan. Jika kamu mengonsumsi salah satu obat berikut, minumlah fenofibrate 1 jam sebelum atau 4 hingga 6 jam setelah minum obat berikut:

  • Kolestiramin
  • Colesevelam
  • Colestipol

Beritahu dokter apabila kamu mengonsumsi obat berikut:

  • Obat penurun kolesterol selain fenofibrate
  • Colchicine
  • Pengencer darah seperti warfarin, Coumadin, Jantoven
  • Obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti obat kanker, steroid, dan obat-obatan untuk mencegah penolakan transplantasi organ.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Berita Terkait
register-docotr