Kamus Obat

Gabapentin

May 12, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penderita kejang pasti sudah tak asing lagi dengan obat yang satu ini. Ya, gabapentin adalah salah satu golongan obat yang kerap dipakai untuk menangani gangguan saraf.

Gabapentin bersifat anticonvulsant, yang berarti kandungannya dapat mengatur zat kimiawi penyebab terjadinya kejang dan beberapa jenis rasa sakit dengan kondisi yang mirip pada tubuh.

Salah satu indikasi gabapentin yang paling umum adalah untuk menangani sakit neuropati yang diakibatkan virus herpes.

Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui tentang Ondansetron dan Cara Kerjanya

Untuk apa obat gabapentin?

Gabapentin adalah obat anti kejang yang paling umum sering dikonsumsi untuk mengatasi masalah gangguan saraf.

Selain hanya bisa diperoleh berdasarkan resep dokter, ada beberapa informasi umum lain yang perlu kamu tahu soal obat ini.

  1. Obat ini biasanya diperjualbelikan dalam bentuk generik maupun non-generik
  2. Tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, dan sirup
  3. Gabapentin yang dikonsumsi dalam bentuk kapsul biasanya diminum untuk menangani kejang parsial pada orang dewasa maupun anak-anak
  4. Obat ini juga bisa dikonsumsi untuk mengurangi rasa sakit yang muncul karena kerusakan saraf akibat infeksi shingles oleh virus herpes zoster
  5. Penambahan atau pengurangan resep hanya bisa diperoleh atas resep dokter

Apa fungsi dan manfaat obat gabapentin?

Beberapa gangguan kesehatan sebagai indikasi gabapentin adalah sebagai berikut:

Kejang parsial

Kejang ini biasanya terjadi dalam waktu singkat. Bermula muncul di lengan atau kaki, selanjutnya kejang bisa menjalar sampai ke atas sisi tubuh yang sama.

Postherpethic neuralgia

Rasa sakit pada gangguan kesehatan ini timbul akibat kerusakan saraf oleh virus herpes atau shingles. Penderitanya akan mengalami ruam yang terasa sangat sakit. Shingles sendiri muncul setelah tubuh terinfeksi virus varicella zoster. Biasanya ia akan menjangkiti orang yang sudah pernah mengalami cacar air

Sebagai salah satu langkah penanganannya, gabapentin biasa dipakai sebagai bagian dari pengobatan tambahan dalam sebuah terapi. Ini berarti kamu bisa saja diminta mengonsumsi obat lain bersamaan dengan obat ini.

Merek dan harga obat gabapentin 300 mg

Gabapenting bisa kamu beli di apotek biasa. Rata-rata dosis umum gabapentin 300 mg, tapi bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatanmu bergantung keputusan dokter.

Pada umumnya merek dan harga obat gabapentin yang sering digunakan yaitu: Gabapentin Novell 300 mg TAB 100s, Alpentin 300 mg, Epiven, dan Alpentin 300 mg.

Harga obat tersebut berbeda-beda, namun berada pada kisaran harga Rp 7 ribu hingga Rp 15 ribu.

Bagaimana cara minum obat gabapentin?

Dokter akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum memberikan resep gabapenting untuk kamu. Adapun dosisnya akan sangat tergantung pada banyak faktor seperti:

  1. Seberapa parah kondisi yang mengharuskan kamu mengonsumsi obat ini
  2. Usia
  3. Bentukan gabapentin yang kamu minum
  4. Kondisi medis lainnya

Biasanya dokter akan mengawali pengobatan dengan memberikan dosis kecil dan menyesuaikannya sampai menemukan dosis yang tepat. Harapannya dengan begitu dokter bisa memberikan dosis terrendah untuk menghasilkan efek yang diinginkan.

Minum obat ini sesuai dengan arahan dokter dan ikuti cara pemakaian yang tertera di balik kemasan obat. Jangan mengonsumsi gabapentin kurang maupun lebih dari dosis yang telah ditentukan. Kamu juga tidak disarankan berhenti meminumnya secara tiba-tiba meski tubuh telah terasa membaik.

Berapa dosis obat gabapentin?

Salah satu ciri bahwa obat ini dikatakan telah berhasil memberikan efek yang diinginkan adalah berkurangnya kejang atau rasa sakit yang kamu alami. Adapun secara umum dosis yang diberikan untuk orang dewasa (18-64 tahun) adalah sebagai berikut:

  1. Pemberian dosis awal di hari pertama 300 mg, hari kedua 600 mg terbagi dalam dua kali waktu pemberian dengan masing-masing dosis 300 mg, dan hari ketiga 900 mg terbagi dalam tiga kali pemberian.
  2. Dosis tertinggi: 1800 mg per hari terbagi dalam tiga kali waktu pemberian dengan masing-masing dosis 600 mg.

Dosis obat gabapentin untuk anak

Anak-anak berusia di atas 3 sampai 12 tahun umumnya diberikan dosis awal antara 10 sampai 15 mg/kg/hari. Ini terbagi dalam tiga kali waktu pemberian.

Sedangkan untuk anak-anak di atas 12 tahun, pemberian dosis awal secara umum adalah 300 mg diminum pada hari pertama, lalu 300 mg diminum dua kali sehari, dan di hari ketiga 300 mg diminun tiga kali dalam sehari.

Apakah obat gabapentin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Ibu hamil

Sejauh ini belum ada penelitian khusus mengenai pemakaian gabapentin terhadap wanita yang sedang mengandung.

Dilansir Healthline, penelitian terhadap hewan menunjukkan hasil negatif pada janin ketika induknya diberikan obat ini. Bagaimanapun ini tidak dapat menjadi acuan yang sama terhadap manusia.

Kamu disarankan untuk berkonsultasi pada dokter mengenai obat ini jika ingin mengonsumsinya selama mengandung atau berencana untuk hamil.

Ibu menyusui

Sama halnya dengan perempuan hamil, ibu menyusui juga tidak disarankan mengonsumi obat ini. Hal ini dikarenakan kandungan di dalam gabapentin dapat mengalir melalui Air Susu Ibu (ASI) dan menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi.

Apa efek samping obat gabapentin yang mungkin terjadi?

Pengobatan oleh gabapentin dapat menimbulkan efek samping sedang sampai berat. Beberapa daftar reaksi di bawah akan menjelaskan ciri-ciri efek samping yang bisa timbul saat meminum obat ini.

Efek samping umum

  1. Infeksi virus
  2. Demam
  3. Mual dan muntah
  4. Kesulitan bicara
  5. Gerakan tersentak-sentak, dan
  6. Muncul rasa benci

Apabila gejala di atas masih relatif ringan, maka ia akan hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Namun apabila kondisinya semakin memburuk, maka kamu harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk ditangani secara medis.

Efek samping berat

Jika setelah mengonsumi obat ini kamu merasakan beberapa gejala di bawah ini, jangan menunda-nunda untuk berkonsultasi kepada dokter:

  1. Perubahan perasaan atau merasa cemas berlebihan
  2. Ingin bunuh diri
  3. Merasa kesal terus menerus tanpa sebab yang jelas
  4. Lelah luar biasa
  5. Terkena serangan panik
  6. Sulit tidur
  7. Merasa mudah marah
  8. Berperilaku membahayakan diri maupun orang lain
  9. Mengalami peningkatan aktivitas secara drastis
  10. Ingin bicara terus menerus
  11. Perubahan perilaku lain yang tidak seperti biasanya

Sementara perubahan perilaku yang mungkin terjadi pada anak berusia 3 sampai 12 tahun setelah mengonsumsi obat ini adalah:

  1. Emosi yang berubah-ubah
  2. Berperilaku kasar
  3. Kesulitan konsentrasi
  4. Merasa lelah terus menerus
  5. Penurunan prestasi di sekolah, dan
  6. Aktif berlebihan

Reaksi alergi yang bisa muncul

Obat ini juga dapat memicu reaksi alergi yang membahayakan nyawa dan harus segera ditangani di antaranya adalah:

  1. Ruam pada kulit
  2. Gatal-gatal
  3. Demam
  4. Pembengkakan kelenjar yang tidak menghilang dengan sendirinya
  5. Bibir dan lidah bengkak
  6. Kulit berubah warna menjadi kekuningan
  7. Muncul lebam dan pendarahan
  8. Rasa sakit pada otot yang tidak diduga-duga
  9. Infeksi secara berulang

Peringatan dan perhatian obat gabapentin

Penderita epilepsi

Jangan berhenti meminum obat ini secara mendadak karena akan sangat berisiko meningkatkan kejang yang disebut status epilepticus. Kondisi ini sangat berbahaya dan ditandai dengan campuran kejang pendek panjang selama 30 menit atau lebih.

Gabapentin juga bisa menimbulkan masalah kesehatan pada anak berusia 3-12 tahun yang menderita epilepsi. Ia meningkatkan gangguan perilaku seperti hiperaktif, mudah lelah, dan cenderung berperilaku kasar.

Penderita gangguan ginjal

Secara umum kerusakan ginjal membuat tubuh seseorang lebih lambat dalam memproses obat. Ini akan membuat kadar gabapentin menjadi lebih tinggi dari seharusnya dan membahayakan tubuh penderita sakit ginjal.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 7 Gejala Tipes pada Anak yang Harus Diwaspadai!

Pemakaian gabapentin dengan obat-obatan lain

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kamu mungkin diharuskan mengonsumsi obat lain selain gabapentin dalam terapi pengobatan yang dianjurkan oleh dokter. Adapun berbeda obat yang dikonsumsi, berbeda pula efeknya terhadap tubuh.

Sebagai contoh, ada beberapa obat yang dapat meningkatkan kinerja gabapentin menjadi semakin optimal namun ada pula yang memperparah efek samping yang ditimbulkan. Oleh sebab itu, kamu sangat disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter mengenai hal ini.

Bicarakan semua obat yang sedang kamu konsumsi, baik yang diresepkan khusus maupun yang dibeli bebas. Sampaikan juga vitamin, suplemen, sampai obat-obatan herbal yang kamu minum. Informasi ini akan membantu dokter menjaga tubuh dari reaksi obat yang membahayakan.

Obat-obatan yang umum dipakai dengan gabapentin

Adapun beberapa jenis obat yang biasa dipakai bersamaan dengan gabapentin adalah:

  1. Obat penghilang rasa sakit seperti morfin. Efek sampingnya adalah rasa lelah yang tak tertahankan.
  2. Obat sakit perut seperti aluminum hydroxide dan magnesium hydroxide. Obat-obatan ini digunakan untuk menurunkan kadar asam pada lambung. Di sisi lain ini justru menurunkan fungsi dari gabapentin itu sendiri. Untuk itu kamu disarankan meminum gabapentin dalam selang waktu 2 jam setelah mengonsumsi obat-obatan ini.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Gabapentin Dosage https://www.drugs.com/dosage/gabapentin.html#Usual_Pediatric_Dose_for_Epilepsy diakses pada 12 Mei 2020

Gabapentin https://www.drugs.com/gabapentin.html diakses pada 12 Mei 2020

Gabapentin, Oral Capsule https://www.healthline.com/health/gabapentin-oral-capsule#take-as-directed diakses pada 12 Mei 2020

 

 

    register-docotr