Kamus Obat

Obat Ceftriaxone: Kenali Manfaat, Dosis serta Efek Samping Penggunaannya

June 16, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
no-image

Ceftriaxone adalah antibiotik sefalosporin atau SEF tingkat rendah yang bekerja untuk memerangi infeksi bakteri pada tubuh. Obat ini sering digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk yang mengancam jiwa seperti meningitis.

Tak hanya itu, ceftriaxone dapat pula digunakan untuk mencegah infeksi pada orang yang menjalani jenis operasi tertentu. Namun, obat ini tidak boleh digunakan pada bayi prematur atau memiliki penyakit kuning. Karena itu, hindari penggunaan obat pada anak-anak tanpa anjuran dokter.

Baca juga: Yuk, Terapkan 8 Cara Ini, untuk Menurunkan Darah Tinggi

Apa itu obat ceftriaxone?

Ceftriaxone diberikan melalui suntikan ke otot atau vena. (Foto: unsplash.com)

Ceftriaxone merupakan salah jenis obat antibiotik yang diberikan melalui suntikan ke otot atau vena dan biasanya diberikan sekali hingga dua kali dalam sehari. Dosis akan didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap perawatan.

Ketika menggunakan obat ini, perbanyaklah konsumsi minum kecuali dokter mengarahkan sebaliknya. Jika penggunaan obat dilakukan di rumah, perhatikan dengan baik instruksi dan persiapan dari ahli kesehatan.

Beberapa instruksi yang perlu diikuti, antara lain jangan minum obat lebih sering dari yang dianjurkan, jangan melewatkan dosis atau menghentikan obat kecuali atas saran dokter. Jika merasa terlalu banyak menggunakan obat, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hindari mencampurkan ceftriaxone dengan cairan IV yang mengandung kalsium di dalamnya, seperti larutan Ringer, larutan Hartmann, serta nutrisi parenteral-TPN. Konsultasikan juga penggunaan obat pada bayi dan anak-anak dengan dokter ahli.

Sebelum menggunakan obat, periksa tampilan visual produk untuk melihat ada tidaknya perubahan warna. Jika ada, jangan gunakan cairan dan buang produk medis ini sesuai dengan peraturan cara aman yang telah dianjurkan oleh dokter.

Bagaimana dosis penggunaan obat ceftriaxone?

Dosis penggunaan obat ini akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi yang diderita dan keparahan penyakitnya. Nah, beberapa dosis yang umumnya diberikan oleh dokter, antara lain sebagai berikut:

Dosis ceftriaxone: dewasa biasa untuk bakteremia

Biasanya, pemberian dosis adalah sekitar 1 hingga 2 gram IV atau IM sekali dalam sehari atau dibagi dua kali sehari. Lama pengobatan umumnya berjalan 4 hingga 14 hari, namun jika infeksi cukup rumit maka akan membutuhkan waktu lebih lama. 

Dosis dan durasi pengobatan tergantung pada sifat dan keparahan infeksi serta total harian pemberian obat tidak boleh melebihi 4 gram.

Pemberian obat ini berguna untuk mengobati infeksi karena organisme yang rentan. Seperti bakteri septikemia akibat Staphylococcus aureus, S pneumoniae, serta Escherichia coli. 

Dosis dewasa biasa untuk infeksi sendi

Dosis untuk infeksi pada sendi biasanya membutuhkan 1 hingga 2 gram IV atau IM sekali sehari. Lama pengobatan umumnya berkisar antara 4 hingga 14 hari, namun jika infeksi disebabkan oleh Streptococcus pyogenes maka setidaknya membutuhkan waktu 10 hari untuk sembuh.

Dosis dan durasi perawatan penyakit bergantung pada keparahan infeksi yang terjadi. Obat ini sendiri diberikan karena berguna dalam mengatasi infeksi tulang dan sendi akibat S aureus, S pneumoniae, serta Proteus mirabilis. 

Dosis dewasa biasa untuk infeksi gonococcal

Pengobatan infeksi gonococcal yang tidak rumit akan memerlukan 250 mg IM sebagai dosis tunggal. Penggunaan obat ini untuk penanganan gonore servikal atau uretra dan dubur tanpa komplikasi. 

Obat direkomendasikan dengan azitromisin untuk infeksi faring, serviks, uretra, dan rektum yang tidak rumit. Pasangan seksual juga memerlukan evaluasi dan penanganan dokter sehingga harus dikonsultasikan untuk informasi tambahan.

Dosis dewasa biasa untuk meningitis

Dosis yang diberikan dokter untuk penderita meningitis adalah 1 hingga 2 gram IV atau IM sekali sehari atau dibagi menjadi dua kali dalam sehari. Lama pengobatan biasanya berkisar antara 4 hingga 14 hari dan pemberian dosis tergantung pada keparahan infeksi.

Obat ini diketahui telah efektif dalam menyembuhkan sejumlah kasus meningitis dan infeksi pintasan akibat S epidermidis dan E coli. Karena itu, obat ini sangat direkomendasikan untuk pengobatan meningitis karena influenza H, N meningitidis, atau S pneumoniae.

Dosis dewasa biasa untuk bronkitis

Dosis obat untuk orang dewasa dengan kondisi bronkitis adalah 1 hingga 2 gram IV atau IM sekali dalam sehari atau dibagi dua kali sehari. Lama terapi biasanya sekitar 4 hingga 14 hari, namun bisa lebih lama jika infeksi terbilang rumit. 

Durasi dan dosis tergantung pada sifat serta keparahan infeksi dan tidak boleh melebihi dari 4 gram. Kegunaan obat ini bisa membantu infeksi saluran pernapasan yang lebih rendah karena S pneumoniae, H influenzae, H parainfluenzae, dan K pneumoniae. 

Dosis dewasa biasa untuk konjungtivitis

Pemberian obat untuk dewasa dengan kondisi konjungtivitis yang direkomendasikan adalah 1 gram IM sebagai dosis tunggal. Namun, segera konsultasikan dengan spesialis penyakit menular jika terjadi masalah pada mata yang terinfeksi. 

Pasangan seksual juga perlu melakukan evaluasi atau perawatan untuk mengetahui hasil diagnosis lebih tepat. Pastikan untuk membicarakan masalah bersama dokter untuk menghindari komplikasi lebih lanjut. 

Dosis dewasa biasa untuk chancroid

Rekomendasi pemberian obat untuk masalah kesehatan, seperti chancroid adalah 250 mg IM sebagai dosis tunggal. Penyakit ini disebabkan oleh organisme bernama H ducreyi sehingga pasien perlu diperiksa ulang 3 hingga 7 hari setelah terapi.

Pasien harus diuji ulang untuk sifilis dan HIV, 3 bulan setelah diagnosis chancroid, terutama jika tes awal negatif. Pasangan seksual juga memerlukan pemeriksaan dan penanganan oleh dokter untuk mengetahui informasi tambahan mengenai hasil diagnosis.

Dosis dewasa biasa untuk penyakit radang panggul

Dosis obat yang diberikan untuk penyakit radang panggul biasanya 1 hingga 2 gram IV sekali dalam sehari atau dibagi dua kali sehari. Lama terapi biasanya dilakukan 4 hingga 14 hari, namun jika infeksi rumit akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Obat ini tidak memiliki aktivitas melawan chlamydia trachomatis, namun bisa digunakan untuk pengobatan penyakit radang panggul atau PID karena N gonorrhoeae.

Jika pasien tidak menanggapi terapi yang telah diberikan dalam 72 jam maka perlu dievaluasi ulang untuk mengonfirmasi diagnosis dan perlu menerima terapi IV.

Dosis ceftriaxone: dewasa biasa untuk bedah profilaksis

Pemberian obat untuk bedah profilaksis adalah sebanyak 1 gram IV sebagai dosis tunggal sekitar 30 hingga 120 menit sebelum operasi. Sementara itu, pemberian obat pra operasi biasanya sekitar 2 gram IV sebagai dosis tunggal dan dimulai dalam 60 menit sebelum sayatan bedah. 

Penggunaan obat ini sebelum operasi dapat mengurangi kejadian infeksi pasca operasi pada pasien yang menjalani prosedur bedah, terutama jika diklasifikasikan berpotensi terkontaminasi.

Obat ini juga terbukti sama efektifnya dengan cefazolin untuk mencegah infeksi setelah operasi bypass arteri koroner.

Dosis ceftriaxone: dewasa biasa untuk epididimitis

Epididimitis termasuk salah satu penyakit menular seksual sehingga membutuhkan rekomendasi 250 mg IMS sebagai dosis tunggal. Obat ini direkomendasikan untuk epididimitis akut yang kemungkinan besar disebabkan oleh klamidia dan gonore.

Pasien harus diuji terlebih dahulu untuk infeksi menular seksual lainnya, termasuk HIV. Selain itu, pasangan seksual juga perlu dievaluasi atau melakukan perawatan bersama dokte untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai penyakit. 

Adakah efek samping yang disebabkan oleh ceftriaxone?

Seperti obat pada umumnya, ceftriaxone juga memiliki efek samping yang akan memengaruhi tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Beberapa kemungkinan efek samping yang mungkin muncul adalah reaksi alergi, masalah pernapasan, hingga demam hingga menggigil. Kemudian detak jantung tidak teratur, sakit ketika buang air kecil, kejang, serta perdarahan.

Efek samping biasanya tidak memerlukan perhatian medis, namun jika sudah parah harus segera dibicarakan. Beberapa efek samping lanjutan yang perlu diketahui, seperti, diare, pusing, mengantuk, sakit kepala, mual hingga muntah, iritasi saat disuntikkan, sering berkeringat sakit perut. 

Ingatlah bahwa dokter meresepkan obat ini karena menilai jika manfaat yang akan didapatkan lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya. Karena itu, banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping serius. 

Selain itu, obat ini juga jarang menyebabkan kondisi usus yang parah karena jenis bakteri resisten. Namun, kondisi ini dapat terjadi selama pengobatan atau berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah pengobatan dihentikan. 

Jangan gunakan obat anti-diare atau opioid jika memiliki gejala-gejala tersebut karena produk ini bisa memperburuk keadaan.

Obat yang digunakan untuk waktu yang lama atau berulang bisa mengakibatkan kandidiasis mulut atau infeksi jamur baru. Karena itu, segera hubungi dokter jika melihat adanya bercak putih di mulut.

Hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat

Ingatlah selalu untuk tidak menggunakan obat ceftriaxone pada anak-anak tanpa anjuran dari dokter. Suntikan ceftriaxone bisa berbahaya jika diberikan pada bayi baru lahir, terutama dengan obat-obatan intravena yang mengandung kalsium. 

Hindari juga penggunaan obat jika pernah memiliki reaksi alergi yang parah terhadap antibiotik sefalosporin lainnya.

Untuk memastikan ceftriaxone aman, beritahu dokter jika memiliki beberapa alergi terhadap penisilin, menderita penyakit ginjal, memiliki penyakit hati, diabetes, penyakit kantong empedu, gangguan lambung, hingga nutrisi buruk.

Produk ini mungkin mengandung bahan-bahan yang tidak aktif sehingga dapat menyebabkan reaksi alergi atau masalah lain. Segera bicarakan dengan apoteker untuk informasi obat lebih jelasnya. 

Obat ini diperkirakan tidak akan membahayakan bayi yang belum lahir. Namun, bicarakan dengan dokter jika sedang berencana atau dalam kondisi hamil untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Ceftriaxone bisa mengakibatkan vaksin bakteri hidup atau seperti vaksin tipes sehingga tidak berfungsi dengan baik. Karena itu, jangan lakukan imunisasi atau vaksinasi ketika menggunakan obat kecuali dianjurkan oleh dokter. 

Sebelum menjalani operasi, segera beritahu dokter mengenai semua produk obat yang sedang digunakan, seperti obat resep, obat non resep, dan produk herbal. Hal ini bertujuan untuk mencegah  munculnya komplikasi atau masalah lain  yang lebih serius.

Baca juga: Bisa Cegah Cacat pada Bayi, Ini Pentingnya Asam Folat untuk Ibu Hamil, Moms!

Bagaimana penyimpanan yang baik untuk obat ceftriaxone?

Penyimpanan obat harus diperhatikan dengan baik, terutama dari jangkauan anak-anak. Selain itu, perhatikan juga suhu ruang kamar ketika menyimpan obat ini. Simpanlah di bawah 25 derajat Celcius atau 77 derajat F. 

Lindungi kemasan obat dari paparan sinar matahari langsung dan buang semua botol jika sudah tidak digunakan atau telah melewati tanggal kedaluarsa. Informasi lain mengenai cara menyimpan obat bisa dibicarakan dengan dokter atau apoteker. 

Dokter biasanya akan menganjurkan penggunaan obat sesuai dengan kondisi kesehatan dan keparahan gejala. Karena itu, perhatikan selalu arahan yang diberikan dokter agar tidak melewatkan dosis obat.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd, diakses 12 Juni 2020. Ceftriaxone Vial
  2. Drugs.com (2019), diakses 12 Juni 2020. Ceftriaxone (injection)
  3. Cleveland Clinic, diakses 12 Juni 2020. Ceftriaxone injection

     

    Berita Terkait
    register-docotr