Kehamilan

Jangan Panik, Begini Cara Tepat Mengatasi Sesak Napas Saat Hamil

June 16, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Mengalami sesak napas memang menjadi hal yang normal saat hamil pada trimester pertama atau ketiga. Kondisi ini pun tidak jarang menimbulkan kepanikan. Bagaimana cara mengatasi sesak napas saat hamil yang tepat?

Agar tak keliru dan justru menimbulkan risiko, pahami beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi sesak napas. Berikut ulasan lengkapnya!

Penyebab sesak napas saat hamil

Sebelum memahami tentang cara mengatasi sesak napas saat hamil, ada baiknya Moms ketahui dulu apa sebenarnya yang menjadi faktor penyebab.

Dilansir healthline.com, pada trimester terakhir kehamilan bayi yang semakin tumbuh di dalam perut akan mendorong rahim ke arah diafragma. Diafragma ini akan naik sekitar 4 cm dari posisinya saat sebelum hamil.

Tentu saja hal tersebut akan membuat paru-paru juga agak tertekan. Ketika itu terjadi, Moms kemungkinan tidak dapat mengambil udara sebanyak mungkin saat bernapas. Efeknya, akan ada perubahan pola pernapasan.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa Moms mendapatkan lebih sedikit oksigen. Pada saat yang sama kapasitas paru-paru berkurang karena kendala fisik rahim yang sedang tumbuh.

Tubuh Moms secara alami akan memperluas volume darah selama kehamilan untuk memastikan bayi tetap aman mendapatkan oksigen yang cukup.

Baca juga: Perut Kram saat Hamil, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

Cara mengatasi sesak napas saat hamil

Napas pendek memang membuat kamu merasa tidak nyaman, tetapi ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk kamu agar tetap bisa bernapas lebih nyaman, di antaranya:

1. Membiasakan postur tubuh yang baik

Menjaga postur tubuh tetap terjaga dengan baik merupakan langkah penting untuk mengatasi sesak napas, terutama saat hamil.

Pastikan Moms berdiri tegak dengan bahu belakang dan kepala terangkat. Ini diperlukan untuk memberikan cukup ruang untuk paru-paru agar bisa mengembang dengan baik.

Lakukan gerakan ini dengan rileks agar pernapasan lebih lancar dan tidak lagi sesak napas.

2. Olahraga teratur

Latihan aerobik dapat meningkatkan sistem pernapasan dengan baik. Tak hanya itu saja gerakan olahraga ini dapat menurunkan denyut nadi. Pastikan bahwa setiap program yang kamu mulai disetujui serta dalam pantauan oleh dokter ya, Moms.

Jika belum mulai berlatih, sekarang saat yang tepat untuk memulai yoga prenatal. Saat melakukan latihan ini, Moms akan diajarkan teknik napas yang lebih teratur.

Latihan peregangan juga dapat meningkatkan postur tubuh yang baik dan membuat napas menjadi lebih efektif.

3. Istirahat yang cukup 

Berusahalah untuk selalu mendengar sinyal-sinyal pada tubuh sendiri saat ingin beristirahat atau bersantai. Ketika merasa sesak napas, cobalah untuk rileks sejenak tanpa melakukan atau berpikir tentang apapun.

Berhenti sejenak dari segala pekerjaan yang ada, kemudian tarik napas dalam-dalam hingga Moms mulai merasa pernapasan membaik. Istirahat sekitar 20 menit sebelum melanjutkan aktivitas kembali.

Sesak napas bisa menjadi salah satu tanda tubuh sedang kelelahan dan butuh waktu untuk istirahat dulu.

4. Rileks

Usahakan agar tubuhmu selalu dalam keadaan rileks. Semakin merasa gelisah tentang pernapasan yang dangkal tersebut, malah akan semakin pendek pernapasan yang Moms miliki.

5. Gunakan bantal penyangga saat tidur

Jika sesak napas terjadi saat Moms sedang tidur, cobalah untuk menggunakan tambahan bantal penyangga di bagian punggung. Ini bisa membantu melancarkan posisi jalan napas.

Buat posisi tidur sedikit lebih tegak dengan bersandar. Temukan posisi yang bisa membuatmu nyaman, ya.

Sangat penting untuk memerhatikan batasan tubuh saat dalam masa kehamilan. Jika sesak napas terus berlanjut dan mengganggu aktivitias sehari-hari, segera cek ke dokter, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. parents.com (2020) diakses 12 Juni 2020. Shortness of Breath During Pregnancy: When Should I Worry? 
  2. healthline.com (2017) diakses 12 Juni 2020. The Third Trimester of Pregnancy: Shortness of Breath and Edema
  3. medicalnewstoday.com (2018) diakses 12 Juni 2020. Causes of shortness of breath during pregnancy

 

    register-docotr